Coba Kursus Online dan Belajar Online yuk !

Foto : Google


Kamu senang mendesain? Atau senang ngebuild website? Atau malah senang main game online? Atau tertarik berbisnis online? Wah kalau iya, berarti artikel ini cocok banget buat kamu. Apalagi bagi kamu yang kepengen memperdalam ilmu-ilmu komputer tersebut dan juga ingin mengembangkannya.

Tentu saja, bila ingin menguasai suatu ilmu, kamu harus belajar lebih giat terlebih dahulu. Kamu harus rutin setiap waktu mempelajarinya, mulai dari belajar teorinya, belajar aplikasinya dan belajar cara mengajarkannya. Dalam belajar, ada berbagai macam metode pembelajaran yang biasa diterapkan oleh orang kebanyakan seperti, belajar dari guru di sekolah, belajar dengan orang tua di rumah, belajar online di internet, ataupun dengan mengikuti les atau kursus tambahan.

Belajar online sendiri sudah banyak dilakukan oleh kalangan masyarakat masa kini. Buku sudah bukan lagi jadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Sekarang sudah ada internet yang cakupannya sudah sangat luas dan bisa diakses oleh setiap orang yang memiliki parangkat dan jaringannya. Belajar online adalah suatu pembelajaran yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan media berbasis komputer. Dewasa ini, belajar online dikenal sebagai E-learning. Belajar online sudah banyak dilakukan oleh institusi-institusi pendidikan. Bahkan sudah banyak perkuliahan-perkuliahan yang dilakukan secara online dengan menganut asas belajar online.

Foto : Babastudio.com



Selain dengan belajar online, banyak orang yang mengikuti kursus tambahan agar lebih cepat dalam memahami dan menguasai sesuatu. Zaman dulu, kursus mirip halnya dengan belajar di sekolah, bedanya kursus lebih bersifat privat, dilakukan diluar jam sekolah, pengajarannya lebih detail dan diajari oleh pengajar yang lebih berkompeten, sehingga orang bisa lebih cepat menangkap materi dan menguasainya. Makanya, dari dulu hingga sekarang, kursus selalu banyak peminatnya.

Foto : Babastudio.com

Zaman sekarang kursus bisa dilakukan dengan cara konvensional dan secara online, alias kursus online. Kursus online sendiri adalah program belajar untuk meningkatkan keterampilan yang dilakukan secara online dengan bantuan perangkat digital. Konsep kursus online ini, mirip seperti kamu sedang belajar online. Bila saat belajar online, kamu mencari referensi atau ilmu dengan membaca tulisan atau melihat tayangan video secara mandiri atau satu arah, nah di dalam kursus online pun kamu akan seperti juga, tapi tambahannya kamu akan belajar secara dua arah, karena akan ada tutor buat tempat kamu berdiskusi ataupun sharing.

Manfaat Kursus Online
Bila dibandingkan dengan kursusn konvensional, kursus online memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki kursus konvensional seperti :

1.       Fleksibilitas
Inilah salah satu keunggulan utama kursus online menurut saya. Kursus online sangat fleksibel. Kamu bisa belajar dimanapun dan kapanpun, asalkan ada perangkat dan jaringan internet. Buat kamu yang punya kesibukan harian pasti bakal terbantu dengan fleksibiltas ini, karena kamu bisa menyempilkan jadwal belajar online kamu ini di sela-sela kesibukan harianmu, sehingga tidak merusak schedule harian atapun mingguan kamu. Selain menyangkut soal jadwal, fleksibilitas yang akan kamu dapatkan lagi adalah tentang fleksibilitas materi. Wah gak usah khawatir bila kamu ketinggalan atau kelupaan materi, karena materi-materi yang diberikan di kursus online Babastudio bisa kamu akses ulang 24 jam. Terus, kamu pun juga dapat berkonsultasi dengan tutor kamu kapanpun kamu mau.

2.       Hemat Waktu, Energi dan Biaya
Manfaat kedua yang bisa kamu dapatkan dari kursus online dan belajar online adalah hemat waktu, energi dan biaya. Bila kamu mengikuti kursus online maka kamu tidak harus mengosongkan waktu secara rutin untuk  menghadiri kursus online ini seperti halnya kursus konvensional. Kamu cukup atur jadwal rutinitasmu saja, cari waktu saat kamu sedang senggang atau sedang tidak melakukan apa-apa. Disaat itulah kamu bisa melakukan belajar online.

Dengan mengikuti kursus online kamu juga akan menghemat energi, karena kamu tidak perlu capek-capek lagi untuk mendatangi suatu tempat, seperti halnya kursus konvensional. Di kursus online, kamu akan menerima materi pembelajaran dengan metode belajar online.

Selain hemat waktu dan energi, kursus online juga akan menjaga dompetmu dari kekeringan. Yap betul. Kursus online tentu jauh lebih hemat dibandingkan kursus konvensional, karena di kursus online tidak membutuhkan sarana dan prasarana fisik untuk melangsungkan proses pembelajarannya, sehingga biaya kursus menjadi tidak terlalu mahal. Selain itu, kamu pun akan jauh lebih hemat, karena tidak perlu ngongkos lagi untuk menuju tempat kursus. Ya sebab, kursusnya dilakukan secara online, yang bisa dilakukan dimana saja, asal ada laptop dan jaringan internetnya.

Buat kamu yang tertarik untuk belajar online dan kursus online seputar dunia komputer dan digital, kamu bisa mengikuti kursus online atau belajar online di Babastudio. Babastudio merupakan sebuah web consultant dan training company yang sudah berdiri sejak tahun 2003 dan telah memiliki lebih dari 15.000 peserta kursus serta telah banyak dipercaya dalam menangani ratusan klien korporat dan pemerintahan. Babastudio mempunyai beberapa paket kursus online dan belajar online seperti,  Kursus Komputer Online, Kursus PHP Online, Kursus SEO Online, Kursus Website online, Kursus Animasi Online, Kursus Bisnis Online, Kursus Design Grafis Online, Kursus Flash Animasi, Kursus Game Online, Kursus Internet Marketing, Kursus Toko Online dan Kursus Web Design Online.



Mengapa di Babastudio?
Mungkin itulah pertanyaan kamu begitu membaca uraian diatas. Mengapa sih harus di babastudio? Apa keunggulannya? Bagaimana metode pembelajarannya?

Tentu saja saya merekomendasikan Babastudio bukan tanpa alasan. Ada banyak keunggulan kursus online dan belajar online di Babastudio yang teman-teman wajib tahu, yaitu :

1.       Babastudio sudah memiliki alumni sebanyak 21.000 orang ! Wah banyak banget ya? Ribuan alumni ini menandakan bahwa kursus online dan belajar online di babastudio sangatlah mencerahkan.

Foto : Babastudio.com

2.       Banyaknya alumni yang ada membuat Kredibilitas Babastudio patut diacungi jempol. Pasalnya, ribuan alumni tersebut berasal dari berbagai kalangan dan instansi. Mulai dari klien korporat dan pemerintahan. Mulai dari entrepreneur dan tenaga professional.

Foto : Babastudio.com
Foto : Babastudio.com

3.       Babastudio mempunyai  banyak paket pembelajaran. Berbicara dunia komputer dan digital, pastilah sangat luas, karena dunia komputer dan digital terdiri dari berbagai macam ilmu-ilmu. Nah Babastudio memfasilitasi kamu bagi yang kepingin memperdalam dunia komputer dan digital dengan berbagai paket pembelajaran kursus online yang ditawarkan. Seperti,
c.     Kursus SEO Online
i.      Kursus Game Online
Dengan banyaknya pilihan paket pembelajaran tersebut, kamu tinggal pilih paket kursus online yang sesuai dengan minat, bakat, passion dan kebutuhanmu.

4.       Materi pembelajaran yang dinamis. Kamu akan mendapatkan materi pembelajaran yang atraktif dalam bentuk video, powerpoint dan pdf. Materi yang diberikan tentu saja, mudah dicerna, dipahami dan dimengerti oleh peserta kursus online. Dalam belajar online pun kamu tidak bisa pindah ke materi lainnya sebelum materi yang sedang dipelajari selesai.

5.       Ada Tanya jawab real time ! Nah meski labelnya kursus online, kamu gak perlu khawatir bila kamu punya pertanyaan seputar materi yang ingin ditanyakan, kamu bisa bertanya langsung ke tutor kamu melalui fitur chat yang disediakan. Kerennya lagi, kamu akan menerima jawabannya dalam waktu kurang dari 3 menit. Mantap.

6.       Seperti halnya kursus kebanyakan, akan ada quiz, latihan dan ujian online di Babastudio. Dalam proses belajar, harus ada evaluasi yang dilakukan, agar kamu bisa mengetahui sudah sejauh mana perkembangan yang kamu dapatkan dari pembelajaran tersebut. Nah di kursus online dan belajar online Babastudio, kamu juga bakal mendapatkan quiz, latihan dan ujian di sela-sela pembelajaran.

Foto : Babastudio

7.       Selain belajar online, Babastudio juga setiap bulannya mengadakan workshop, dimana peserta kursus online akan mendapatkan pembelajaran langsung dari para pembicara-pembicara sukses.

Foto : Babastudio

Bila kamu tertarik untuk mengikuti kursus online seputar dunia computer dan digital, tentu memilih Babastudio akan menjadi pilihan paling bijak dan terbaik yang bisa kamu lakukan. Dengan berbagai uraian diatas, kamu gak perlu ragu lagi untuk mulai mencoba pembelajaran modern model kursus online ini. Ada banyak keunggulan dan manfaat yang bakal kamu dapatkan selain ilmu yang bermanfaat pastinya. Segera kunjungi website resmi Babastudio untuk mendaftar sebagai peserta kursus online, ada promo diskon yang menanti kamu lho !

#Kursusonline #Belajaronline #babastudio

Baca Juga : Kursus Online - Cara Mengatasi Earning at Risk di Google Adsense

Share:

PENGALAMAN STREAMING-AN ASIAN GAMES DENGAN INTERNET UNLIMITED BOLT




Dua minggu belakangan ini Indonesia sedang digandrungi demam Asian Games. Itu lho pesta olahraga terbesar di benua Asia. Lokasi perhelatannya di Indonesia, tentu bikin euforia masyarakat dalam menyemarakkan Asian games sangatlah tinggi. Gaung Asian Games ada dimana-mana. Di televisi, sosial media, bahkan di rapat tingkat RW. Di tranportasi umum seperti busway dan commuter line pun soundtrack Asian Games diperdengungkan terus. Selain  itu, buat kamu yang tinggal di Jakarta, pasti deh sering melihat spanduk atau baliho di pinggir jalan atau di depan gedung yang isinya tentang dukungan terhadap perhelatan Asian Games 2018.

Maraknya Asian Games ini, tidak cuma sampai disitu aja, hampir semua tiket pertandingan selalu sold out sebelum waktunya. Antrian panjang selalu menghiasi booth-booth penjualan tiket. Terus, souvenir Asian Games pun laku keras, bahkan sempat terjual habis hingga stok benar-benar kosong. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan Asian Games sangatlah tinggi.

Buat pekerja seperti saya, yang bekerja 8-9 jam sehari selama 6 kali dalam seminggu, dan belum mendapatkan cuti, menonton Asian Games secara langsung tentu menjadi mimpi yang sangat susah direalisasikan. Ingin memesan tiket pertandingan di hari sabtu atau minggu pun selalu kehabisan. Belum lagi di kantor saya yang berorientasi terhadap pelayanan, sehingga sangat sulit untuk menemukan waktu bagi kami untuk bisa menonton pertandingan Asian Games di televisi. Ingin rasanya menonton Asian Games via streaming video namun jaringan internet di kantor saya pun dibatasi. Baik di komputer maupun di WiFi. Di komputer sendiri internet hanya sebatas bisa mengakses email saja, di luar itu tidak bisa sama sekali. Bagaimana dengan WiFi kantor? Jangan ditanya, banyaknya orang yang mengaksesnya, bikin WiFi nya menjadi sangat lemot.



Untungnya saya mempunyai BOLT MiFi. Sebuah perangkat mini untuk Internetan. Asli, perangkat ini benar-benar jadi dewa penolong saya !

Dengan BOLT MiFi yang ditunjang dengan Internet Unlimited Bolt, koneksi internet saya benar-benar lancar jaya. Gak ada buffering sama sekali. Padahal saya streaming-an pertandingan Asian Games hampir seharian lho. Baik pagi, siang, sore ataupun malam, streaming-an pakai BOLT MiFi ini benar-benar kayak nonton di TV kabel. Bening dan lancar banget, meski saya memakai resolusi 720p untuk menonton pertandingan Asian Games. Kualitas internet Bolt saat ini tidak perlu diragukan lagi, karena memang sudah lebih cepat koneksinya dibandingkan dulu. #BoltLebihCepat



Banyak orang yang takut streaming-an pakai kuota handphone, karena biasanya streaming-an nya bikin boros kuota. Tapi hal itu gak bakal kejadian bila kamu streaming-an pakai BOLT MiFi dengan paket BOLT UNLIMITED. Inilah paket BOLT yang saya gunakan di bulan Agustus lalu ketika setiap harinya selama dua minggu, saya streaming-an menonton pertandingan olahraga di Asian Games. Benar-benar internet unlimited gan. Gak ada habis-habisnya selama 30 hari.

Oiya, kerennya lagi, BOLT MiFi ini bisa di koneksikan dengan 8 gadget sekaligus. Gak percaya? Cobain aja deh langsung. Di departemen saya, ada 10 orang, dan hampir selama Asian Games, 8 orang diantaranya menonton pertandingan Asian Games melalui internet BOLT MiFi saya. Ternyata, bukan cuma olahraga saja lho yang bisa mempersatukan, tapi BOLT MiFi juga !



Rekan-rekan kerja saya sebelumnya tidak percaya bahwa BOLT MiFi bisa tethering sebanyak itu, bahkan beberapa diantaranya sempat nyinyir, kalau internetan dengan BOLT biasanya lemot, buffering dan no signal. Tapi begitu mereka merasakan serunya nonton pertandingan Asian Games dengan streaming-an via BOLT MiFi saya, mereka jadi ketagihan untuk menggunakannya. Bahkan ada beberapa diantaranya yang tertarik untuk menggunakan Bolt sebagai alat internet-an di rumahnya. Mereka sadar bahwa kini #BoltLebihCepat. Dengan Internet Unlimited Bolt ini  akhirnya kami tidak ketinggalan  info dan keseruan pertandingan-pertandingan Asian Games.



Hari ini Asian Games telah mencapai puncak penyelenggaraannya. Indonesia sendiri berhasil mendapatkan peringkat 4 di Asian Games kali ini. Hal ini termasuk hal yang membanggakan dan akan menjadi bagian dari sejarah bangsa, karena inilah penampilan terbaik Indonesia selama berpartisipasi di perhelatan Asian Games. Terimakasih Indonesia. Terimakasih Para Atlet. Dan, Terimakasih Bolt. Karena dengan BOLT MiFi, kami para pekerja, juga bisa menyemarakkan dan mendukung keberhasilan Asian Games ini.

Share:

Merdeka Produk Indonesia : Menjadikan Produk Lokal Sebagai Bagian yang Utuh




Di Indonesia, menurut data yang dilansir oleh Bank Indonesia, pada tahun 2016 belanja online yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia mencapai Rp75 Triliun di sepanjang tahun. Sedangkan untuk jumlah pengguna internet yang berbelanja online berada dikisaran 24,73 juta orang. Hal ini berarti bahwa rata-rata pengguna internet yang melakukan belanja online menghabiskan uang sebanyak 3 juta rupiah per tahun-nya. Sungguh angka yang fantastis.

Semakin berkembangnya internet, sosial media dan kemudahan dalam mengaksesnya, turut berperan penting dalam perkembangan transaksi online yang ada. Menurut data penelitian The Opportunity of Indonesia, yang digagas oleh Temasek dan Google, pertumbuhan e-commerce di Indonesia akan semakin meningkat tahun demi tahun. Pada tahun 2020, pengguna internet di Indonesia bisa mencapai 215 juta orang, dengan 18 juta diantaranya melakukan aktivitas belanja online. Angka tersebut diprediksikan akan terus meningkat hingga tahun 2025. Di tahun tersebut diprediksi ada sekitar 119 juta orang yang akan melakukan belanja online dengan taksiran nilai $81 Milliar. Wow. Benar-benar peningkatan yang signifikan ya.

Banyaknya orang yang melakukan belanja online mungkin memang disebabkan oleh tuntutan zaman itu sendiri. Perkembangan teknologi yang ada banyak membantu urusan-urusan manusia, khususnya dalam urusan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maraknya aplikasi belanja online di Indonesia dengan berbagi fitur dan promonya semakin membuat orang tertarik untuk mencobanya, ya meski hanya sekedar untuk melihat-lihat saja.

Hemat waktu, hemat tenaga, dapat disambi dengan aktivitas lain, dan memiliki banyak pilihan produk adalah sebagian kecil dari sederet keuntungan berbelanja online. Konsumen tak perlu berpanas-panasan lagi, tak perlu ngongkos lagi dan tak perlu bingung jika sedang banyak agenda alias sibuk, hanya dengan swipe-swipe saja ia sudah bisa membeli barang yang diinginkannya. Pihak konsumen pun semakin dimanjakan lagi dengan berbagai kemudahan dari metode pembayaran yang diberikan. Pembayaran Bisa lewat ATM, kartu kredit dan minimarket. Selain itu iming-iming cashback dan gratis ongkir juga senantiasa menghiasi paket penjualan, yang tentu saja membuat konsumen semakin ngiler.

Kemudahan-kemuahan yang dimiliki belanja online tentu sangat berguna dan bermanfaat bagi kondisi-kondisi tertentu. Mengapa hanya kondsi tertentu saja? Karena berbelanja online juga memilik resiko-resiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan belanja konvensional. Contohnya adalah, saat barang yang kamu pesan tidak sesuai dengan bayanganmu sebelumnya. Kasus ini banyak sekali dialami oleh konsumen yang berbelanja online. Saking seringnya bahkan sampai ada orang yang membuat meme-nya, meme gambar dua hal yang berbeda 180 derajat (satu bagus dan satu jelek) dengan caption “When yo buy something at online and when it arrived.”



Ya. Saya kira inilah salah satu kelemahan paling besar yang didapatkan saat berbelanja online. Kamu tidak bisa melihat dan merasakan langsung barang yang ingin dibeli. Meskipun keterangan produk biasanya tertera di deskripsi produknya, tapi hal ini tentu masih membuat para konsumen tidak percaya 100%. Hal ini juga lah yang membuat sebagian besar orang masih menyukai aktivitas belanja konvensional, yakni berbelanja langsung ke penjualnya, baik itu di pasar, supermarket ataupun mall.

Makanya, menyerahkan sepenuhnya aktivitas berbelanja dengan mekanisme online saya kira belum bisa menjadi pilihan yang bijak untuk masyarakat. Masih banyaknya penipuan-penipuan online dan online shop gadungan mencerminkan bahwa aktivitas berbelanja online tidaklah sesempurna yang dibayangkan. Selain itu, berbelanja online juga bisa menyebabkan kecanduan dalam berbelanja. Memang, kecanduan berbelanja tidak selalu berarti negatif, karena kembali lagi kepada kebutuhan dan pilihan orang-orang yang bersangkutan. Tetapi, jika kecanduan berbelanja online tersebut  membuat kamu malas, baik itu malas keluar rumah, malas berinteraksi dengan orang-orang dan malas bersosialisasi, itu artinya kamu telah mengalami penjajahan oleh aktivitas belanja onine.

Masih ingat game pokemon go yang dulu sempat meledak itu? Gara-gara game tersebut, banyak pemainnya menghabiskan waktu hanya dengan menunduk, menatap perangkat didepannya sambil memutar-mutar perangkat mobile tersebut. Sekilas orang-orang itu mirip seperti kuda pada delman, yang dikontrol sepenuhnya oleh Pak Kusir. Dalam kasus ini, Pak Kusirnya adalah Game Pokemon Go, sedangkan kudanya adalah para pemainnya. Pak kusir dan kudanya bisa dibaratkan seperti kisah penjajahan zaman dahulu. Pak kusir dengan segala kecerdasan dan tentaranya (cambuknya) mampu mengontrol sepenuhnya sang kuda sesuai dengan kehendaknya. Disuruh berlari ia berlari, disuruh berhenti ia berhenti. Padahal sang kuda hanya diberikan upah kecil yang tidak sesuai dengan pekerjaannya, yakni hanya dikasih makan sederhana saja. Miris bukan?

Jika zaman dahulu, manusia menjajah manusia, namun zaman sekarang teknologi lah yang menjajah manusia.

Berbicara mengenai belanja online dan penjajahan, maka kita akan sampai pada pembahasan produk-produk yang dijual online. Menurut data yang dikutip dari website qlapa.com, dari total produk yang dijual secara online di Indonesia, 93-94% nya merupakan produk impor, sedangkan sisanya adalah produk lokal. Lucunya, sebagian besar penjual dan pembeli barang tersebut adalah orang Indonesia. Kok bisa yaa orang indonesia lebih gencar “jualan” dan membeli produk luar?

Serbuan produk asing yang menginvasi Indonesia ini menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi bisa membangun perekonomian, namun di sisi lain, hal tersebut juga dapat mematikan produk-produk lokal. Kini Indonesia sedang mengalami penjajahan model baru. Penjajahan yang disukai oleh masyarakatnya sekaligus dibantu oleh masyarakatnya juga, bahkan mungkin masyarakat nya juga tidak tahu kalau ia sedang dijajah saat ini.

Beberapa hari yang lalu bangsa Indonesia merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke 73 tahun. Gaung ”Merdeka !!!” marak diteriakkan diberbagai pelosok negeri, di televisi dan di sosial media. Saat sebagain besar orang berteriak merdeka, mereka tidak sadar, bahwa kita belumlah sepenuhnya merdeka. Definisi merdeka tidaklah hanya sebatas medeka dari penjajahan negara lain, merdeka secara umum berarti bebas dari belenggu, kekangan dan kekuasaan dari pihak tertentu. Makanya, selama produk lokal yang dijual online hanya berkisar 6-7% saja, maka selama itu pula (produk) Indonesia belum benar-benar merdeka.



Berdasarkan data-data yang saya kumpulkan dari internet, rata-rata alasan kenapa produk lokal kurang disukai oleh konsumen adalah karena kualitas produk yang “katanya” tidak sebanding dengan produk impor, inovasi produk yang “katanya” tidak mengikuti perkembangan zaman (fashion) dan minimnya promosi yang dilakukan.

Saya menggunakan kata “katanya” diatas karena menurut saya, ketiga alasan diatas tidaklah selalu benar dan sesuai dengan kenyataan yang ada. Saya pikir, terbentuknya mindset masyarakat mengenai ketiga alasan diatas adalah karena dua hal, yang pertama, masyarakat sudah jatuh cinta duluan dengan branding produk impor, yang ditunjang dengan packaging-nya yang cantik serta promosi yang menarik. Apalagi jika produk tersebut masuk dalam kategori best seller, sedang viral, atau sedang ngehits di momennya. Ya sudah pasti produk impor tersebut akan merajai pangsa pasar di Indonesia.

Sebab Kedua adalah, karena masyarakat-nya sendiri yang kurang tertarik untuk lebih mencari tahu mengenai produk produk lokal/handmade asli Indonesia. Coba kamu tanyakan dalam hati, ketika berbelanja online, sudah berapa kali kamu mencari produk yang ingin kamu beli dengan menambahkan keyword “asli Indonesia” di belakang nama produk nya? Pasti masih kehitung jari kan? Atau jika menurut kamu pertanyaan ini kuranglah tepat, lantas bagaimana jika pertanyaannya diubah menjadi seperti ini, Sebutkan situs jual beli online yang khusus menjual produk asli handmade Indonesia? Jika kamu bisa menyebutkannya lebih dari satu, maka selamat, kamu termasuk orang yang sudah merdeka dari belenggu penjajahan produk impor.

Dan, jika kamu penasaran dengan situs jual beli online yang khusus menjual produk asli handmade Indonesia, saya punya rekomendasi yang wajib kamu cari tahu jauh lebih dalam. Situs tersebut bernama qlapa.com. Di qlapa.com kamu akan menemukan berbagai produk unik yang tidak dijual ditempat lain, mulai dari kerajinan tradisional hingga produk rancangan modern. Bisa dibilang qlapa.com adalah rumahnya produk handmade Indonesia, soalnya hampir semua produk buatan lokal yang dibutuhkan sehari-hari, mulai dari makanan, pakaian, gadget dan aksesoris lainnya, semuanya ada disini !



Yang paling saya suka dari aktivitas berbelanja di qlapa.com adalah keamanan dalam transaksinya. Semua transaksi disini langsung ditangani oleh pihak qlapa.com. Jika ada penjual yang tidak mengirimkan produk lebih dari waktu yang ditentukan, maka transaksi akan otomatis batal dan uang segera dikembalikan ke pembeli. Selain itu, buat kamu yang tertarik dengan produk berdaya seni tinggi yang berkualitas, apalagi produk tersebut bakal digunakan untuk koleksi pribadi atau kado untuk kerabat, maka swipe-swipe di qlapa.com pasti bakal memberikan kamu inspirasi yang tidak ada duanya.

Merdekanya produk Indonesia menurut saya bukanlah sebatas produk tersebut di ekspor keluar negeri, atau menjamurnya produk lokal di etalase situs jual beli online. Merdekanya produk Indonesia adalah saat dimana masyarakat dengan bangga dan ikhlas menggunakan produk lokal sebagai bagian yang utuh dan bagaikan satu tubuh di kehidupannya sehari-hari. Jika kamu ingin masyarakat benar-benar merdeka, maka merekomendasikannya berbelanja di qlapa.com adalah salah satu bentuk perjuangan keren masa kini dalam mencapai kemerdekaan.

#MerdekaProdukIndonesia
Share:

Skenario Simulasi Evakuasi & Penanggulangan Gempa Bumi di Rumah Sakit




Pada pukul 10.00 tiba-tiba terjadi gempa bumi di RS sentra medika Cibinong. Getarannya cukup terasa dan berlangsung beberapa detik.  Semua karyawan di Ruangan X pun panik. Perawat, CS, Security dan pengunjung pun berlindung di bawah meja atau merapat di dinding hingga getaran gempa selesai.

Di Ruangan X, ada 4 perawat, 1 CS, 1 security, 10 pasien dan 5 orang keluarga pasien.

Setelah gempa selesai Tim K3 mencari tahu bahwa gempa tersebut sebesar 6,7 SR. Tim K3 pun segera menghubungi operator dengan menekan  ext. 7000 untuk melaporkan adanya gempa bumi dan menggerakkan Regu lainnya untuk evakuasi.

Optel pun langsung membuat informasi lewat paging dan mengaktifkan Code Green.

Para pasien, keluarga pasien dan CS yang berada di Ruangan X pun melakukan evakuasi dengan dipandu oleh Perawat dan di bantu oleh tim evakuasi, melalui tangga darurat dan ramp menuju ke titik kumpul di parkiran mobil samping indomaret.

Teknik evakuasi pasiennya, untuk pasien yang berada di bed, di evakuasi oleh dua orang (1 perawat dan 1 non perawat), sedangkan untuk pasien yang di kursi roda, dievakuasi oleh 1 orang perawat. Untuk Evakuasi keluarga pasien, di pandu oleh satu orang (Perawat boleh, non perawat boleh) melalui tangga darurat hingga sampai di titik kumpul (Samping indomaret)

4 Perawat di ruangan berperan sebagai :
Pemandu Evakuasi keluarga pasien           : 1 orang
Evakuasi pasien                                          : 2 orang
Penyelamat dokumen                                 : 1 Orang

Ketua Tim Evakuasi bertugas mengkomandokan evakuasi dengan baik dan benar kepada ruangan X, lalu mengkomandokan kembali ke ruangan begitu evakuasi selesai

Kordinator Jalur Evakuasi bertugas memastikan jalur evakuasi aman untuk dilewati dan membantu mengarahkan tim untuk menunjukkan arah jalur evakuasi

Kordinator titik kumpul bertugas memastikan titik kumpul aman untuk ditempati dan mencatat semua orang yang evakuasi kesana khususnya ruangan X (Kordinasi dengan Perawat pengevakuasi dokumen)

Kordinator penghubung bertugas untuk mencari tau info seputar gempa, kemudian penyampai pesan ketua Tim evakuasi kepada kordinator lainnya.


Security bertugas membantu perawat mengevakuasi dokumen, pasien dan keluarga pasien lalu memastikan seluruh ruangan sudah terevakuasi.

Petugas Evakuasi bertugas untuk membantu perawat di ruangan X untuk mengevakuasi pasien dan keluarga pasien yang ada di dalamnya.

Petugas penyelamat dokumen bertugas untuk menyelamatkan dokumen penting di ruangan X

Sesampai di Titik kumpul, Kordinator Titik kumpul berkordinasi dengan Perawat penyelamat dokumen atau Kepala Ruangan untuk memastikan jumlah pasien dan keluarga pasien yang di evakuasi dari Ruangan X sesuai dengan jumlah pasien yang ada di ruangan. Catat identitas pasien dan keluarga pasien.

Perawat, pasien dan keluarga pasien berada di titik kumpul sampai Ketua Tim Evakuasi memastikan suasana sudah aman. (Kurang lebih 5 menit). Begitu keadaan sudah kondusif, pasien dan keluarga pasien diarahkan kembali ke ruangan X kembali dengan dipandu oleh Tim yang sama.

Sesampai di ruangan Kepala ruangan memastikan kembali jumlah pasien sudah sesuai dengan yang semestinya.

Share:

Persaingan Sempurna




Ngomongin hidup pasti gak bakal jauh dari yang namanya persaingan. Manusia mana sih yang gak bersaing dalam hidupnya? Sebelum manusia berbentuk manusia aja mereka udah bersaing. Bersaing menembus sebuah ovum. Naik krl tiap pagi buat berangkat kerja aja kita saingan. Saingan sama penumpang lain biar dapet duduk atau lapak berdiri. Bayar makanan di indomaret pun kita juga saingan sama customer lain. Saingan buru-buru sampai kasir biar kagak ngantri. Bahkan untuk dapet sekolah aja, yang sekarang sistemnya pake zonasi, kita pun perlu bersaing. Bersaing bikin SKTM alias surat keterangan tidak mampu biar dapet sekolah. Hadedeeeeehhhhh. Ada ada aja. Bersaing kok dalam kemiskinan? Tapi persaingan yang paling bikin gue bingung sekarang-sekarang ini adalah persaingan menjelek-jelekkan diri biar viral di sosmed. Aduh cobaan apalagi ini Ya Allah. Cobaan hidup udah berat, eh ngeliat konten disgusting gitu entah kenapa bikin hidup gue jadi makin berat aja.

Setiap orang pasti pernah bersaing. Minimal bersaing sekali dalam hidupnya. Bersaing pun ada banyak macamnya. Saingan dapetin gebetan. Saingan dapat rangking satu. Saingan banyak-banyakan THR. Saingan kekayaan. Saingan kepintaran anak. Saingan kesetiaan pasangan. Saingan di kerjaan. Saingan di game mobile legend. Ataupun saingan banyak-banyakan like dan komen di instagram. Manusia dari dia bayi sampe dia jadi manula pasti ada ada aja deh yang dipersaingkan. Mau dia nyatanya gak mampu bersaing atau jago banget bersaing pasti bakalan bersaing-saing juga. Selama hal itu memang pantas untuk dipersaingkan mungkin gak masalah, tapi bagaimana kalo yang dipersaingkan itu hanyalah sesuatu yang gak ada faedahnya? Mempertontonkan keviralan yang bodoh contohnya.

Gue gak paham sama acara tv zaman now. Asal ada yang viral dikit di undang ke tivi. Viral dikit diundang di tv. Padahal viralnya itu ya gak mendidik dan gak bermanfaat juga.  Malah secara gak langsung ngajak orang bikin konten serupa. Maksudnya apa coba ini? Maksudnya apa coba mengundang orang pamer muka jelek ke tivi? Buat mengajarkan penoton bahwa bikin video muka jelek bakal masuk tv gitu? Hina sekali kawan. Sungguh hina sekali kalo tujuannya ini. Memang tayangan semacam ini dari segi bisnis menguntungkan banyak, tapi dari sisi kebermanfaatan gue nilai Nol besar. Menguntungkan iya, merusak bangsa juga iya.

Melihat kasus diatas, persaingan dikategorikan jadi dua. Persaingan sehat dan persaingan tidak sehat. Ngomongin persaingan sehat pasti bakal membosankan dan kurang punya nilai jual yang tinggi. Karena bersaing secara sehat ya gitu gitu aja ceritanya. Plotnya mudah dibaca dan konfliknya minim. Lain halnya kalo yang dibahas persaingan tidak sehat. Beuh, seru banget deh kalo ngomongin hal ini. Gak ada habis-habisnya juga. Soalnya ya persaingan tidak sehat tuh ibarat orang terkenal meninggal. Ya meski dia udah meninggal, tapi masih tetep aja dibicarakan sampe kapanpun. Mau persaingan itu udah selesai ataupun belum, pasti orang bakal ngomongin itu terus.

Gue punya contoh persaingan tidak sehat yang pernah gue alamin ketika gue kerja. Jadi ada dua supervisor yang baru dipindah ke kantor gue. Nah entah kenapa dua orang ini jago ngomong dan jago cari muka. Ya namanya anak baru kan ya, pasti dong dia nyari nyari muka ke atasannya, biar dilirik gitu. Nah masalahnya cara mereka nyari muka tuh dengan membuka aib supervisor lainnya. Apesnya supervisor yang aib nya dibuka-buka itu gak begitu jago dalam hal diplomatik. Makanya pas di momen puncaknya, akhirnya sang atasan kemakan cari mukanya supervisornya tersebut dan ia pun mendemosi si supervisor malang.

Padahal ya kalo sang atasan melihatnya dengan jujur dan adil, si supervisor malang gak salah salah banget kok. Emang si supervisor baru aja yang lebay dan kampret. Lucunya, setelah kasus demosi tersebut, si dua supervisor baru tadi beberapa bulan kemudian naik jabatan. Lebih Lucunya lagi, setelah naik jabatan malah dua supervisor tadi kabur gara-gara kerjaannya gak beres. Banyak komplain sana-sini. Yap orang-orang kayak gini kalo di kerjaan mah emang gak bakal berumur panjang. Tinggal nunggu waktu yang tepat aja. Boom. Selesai sudah. Tapi sob, bagi menurut gue bagian paling lucunya bukan disitu, justru bagian paling lucu adalah ya tentu aja si atasan. Kok mau mau aja dikadalain sama bawahannya.

Nah itulah salah satu persaingan gak sehat yang sering terjadi di muka bumi ini. Persaingan untuk mendapatkan sesuatu tapi dilakukan dengan cara-cara kotor. Mereka-mereka ini mungkin gak pernah merasakan bagaimana enaknya menikmati bersaing secara sehat. Atau mungkin mereka ini pengennya instan dan praktis aja, tanpa mau capek apalagi keringetan. Atau bahkan mereka ini emang pada dasarnya cetek alias rendah, terus gak punya skil, gak punya temen dan gak punya kemauan untuk belajar, makanya jadinya begitu. Padahal kalau mereka merasakan lingkungan persaingan sengit yang pernah gue alami ketika gue SMP, mungkin mereka gak bakal kayak gitu. Persaingan yang gue alamin ketika SMP ini bukan menyoal tentang bersaing agar jadi orang populer, bukan pula menyoal tentang bersaing agar dikenal guru, tapi melainkan bersaing bagaimana bisa survive di kelas yang di dalamnya berisi anak-anak genius yang mengerikan.

Siapa yang gak kenal Rangga, Desi, Syelfie? Merekalah juara kelas di kelas satu maupun dua. Siapa juga yang gak kenal Dea, Ica dan Esti? Mereka adalah juara dua di kelasnya masing masing saat kelas satu dan dua. Dan jangan lupakan Rizal, Ina, dan Laras. Mereka juga mendapat rangking tiga di kelasnya masing-masing. Lalu ada Nita, Wandi, Ridho yang pernah mencicipi juara dua dan tiga beberapa kali. Tentu hidup di kelas seperti itu bakal aman nyaman dan tentram, karena sekelilingnya orang pinter semua. Tapi bagaimana kalau kamu adalah salah satu orang genius juga? Yap itulah gue. Percaya atau enggak, gue pernah mencicipi rangking satu dan dua juga baik di kelas satu maupun di kelas dua. Dan berada di kelas dengan penuh orang jenius tersebut tentu menjadi tantangan dan masalah tersendiri, soalnya bisa jadi kamu bakal turun rangkingnya, bisa tetap rangkingnya atau bisa juga naik rangking. Gimana seru kaaannn?

Bagi anak anak akselerasi atau siswa siswa yang hidup di sekolah favorit mungkin kondisi seperti diatas udah biasa, bahkan udah jadi makanan sehari-hari. Tapi bagi siswa sekolah biasa kayak gue, hidup di kelas tersebut bener-bener penuh lika liku. Nengok kanan ada saingan. Nengok kiri ada saingan. Lurus dikit terus nyerong kanan ketemu saingan lagi. Jalan mundur terus berbalik, eh ketemu saingan-saingan juga.

Kondisi makin diperparah pas lagi ujian. Orang-orang di kelas ini pasti bakal suram deh kalo mau ujian. Soalnya ya dimana-mana orang pinter. Dan orang-orang pinter ini duduknya menyebar lagi ya. Setiap sudut dan tikungan ada. Makanya buat orang yang kurang pinter maupun orang pinter itu sendiri, mereka bakal sama-sama sibuk. Lirik dikit dikata mau nyontek. Kedip dikit dikira kerjasama. Melet dikit dikira ngasih kode jawaban. Bahkan megang hidung aja dikira lagi ngobrolin jawaban. Aduuhh. Apasih.

Lain halnya kalo pas lagi ada lomba cerdas cermat. Beuhh ini yang pusing justru si wali kelas. Pusing katanya dia nentuin siapa orang yang bakal maju. Bahkan buat nentuin aja katanya dia sampe sholat istiqoroh saban malem. Ebuset udah kayak nyari wangsit yak.

Tapi untungnya gue sendiri berteman baik dengan para saingan gue diatas. Sebagian besar dari mereka bahkan masih berteman baik sama gue hingga saat ini. Waktu SMP, mungkin diatara kami gak ada yang berpikir soal persaingan sama sekali. Termasuk gue. Kami satu sama lain ya gak benar-benar saingan. Yang mengkategorikan kondisi kami jadi bersaing itu ya paling para guru dan orang tua murid. Bagi para siswa yang menjalaninya mah sebenernya biasa-biasa aja. Makanya gak pernah ada yang berlaku “kotor” selama kami berada di kelas tersebut. Gak ada sama sekali. Apakah ada yang pake cara curang? Gak ada. Apakah ada yang pake cari muka? Gak ada sama sekali. Dan apakah ada yang saling menusuk satu sama lain? Tentu aja gak ada. Apa yang kami lakukan selama di kelas tersebut adalah murni pertemanan sehat. Ketika ada yang kesulitan, kita bantu. Ketika ada yang gak paham, kita bantu. Dan ketika ada yang minta diajarin, ya kita ajarin.

Persaingan yang kami alami akan terasa begitu sengit ketika pengambilan rapot. Tentu lagi-lagi yang bikin keadaan jadi sengit itu ya bikin kami, para siswa, tapi justru para orang tua murid. Pas pembagian rapot di semester satu, para orang tua murid yang anaknya turun rangking pada protes dan sedikit memarahi anak-anaknya. Para orang tua murid yang anaknya naik rangking justru mesem mesem aja. Yang paling pusing tentu aja si wali kelas, karena dia menerima berbagai protes dari para orang tua murid. Wkwk

Gue inget ketika di akhir semester satu dan dua di kelas tersebut. Gue termasuk pihak yang tersenyum di dua momen diatas, soalnya gue berhasil mendapatkan rangking tiga, baik di semester satu dan dua, di kelas mengerikan tersebut. Gue lah satu satunya siswa yang berhasil mempertahankan peringkat disana. Soalnya, siswa-siswa yang mendapat rangking satu sampai sepuluh (kecuali tiga) di semester satu, semuanya mendapatkan rangking berbeda begitu di semester dua. Di rapot semester dua, Ada yang rangkingnya naik, ada juga yang turun. Gila gila gilaaaaa.

Hingga saat ini, pengalaman gue hidup di kelas tersebut masih terus membekas di diri. Gue inget betapa leganya gue begitu melihat hasil rapot di semester dua. Padahal gue Cuma dapet peringkat tiga loh. Tapi entah kenapa hal itu gue anggap sebagai salah satu pencapaian hebat di hidup gue. Bersaing dengan orang-orang genius seperti mereka benar-benar menyenangkan. Pengalaman bagaimana survive di lingkungan seperti itu banyak membantu gue untuk berjuang ketika menghadapi situasi serupa. Terus persaingan yang gue alami ini, gue anggap selalu sebagai persaingan sempurna  yang mungkin gak semua orang bakal dapat kesempatan seperti ini.




Share:

Review Film Ant Man & The Wasp




Jujur, saya benar-benar tidak sabar untuk cepat-cepat menulis review film ini.  Ada banyak hal yang ingin saya ulas dari film sekuel dari Ant Man tersebut. Secara keseluruhan film ini jauh dari bayangan saya. Apa yang saya rasakan sebelum dan sesudah menonton film ini begitu berbeda. Apa yang saya ekspektasikan dengan apa yang terjadi begitu saya menonton Ant Man & The Wasp sangatlah berbeda. Percayalah, Ant Man & The wasp ini benar-benar film yang setingkat lebih bak dari film pertamanya.

Ant Man & The Wasp bercerita tentang kejadian setelah film Captain America : Civil War. Scott (Paul Rudd) menjadi tahanan rumah setelah terlibat dalam kasus Captain America di Jerman tersebut. Saat menjadi tahanan rumah itulah ia bermimpi tentang Janet, istri Hank Pypm (Michael Douglas) yang pada film pertama Ant Man dijelaskan bahwa dia terjebak di Alam Kuantum dan diprediksi sudah tiada. Nah berdasarkan mimpi tersebut, Hank Pym dan Anaknya, Hope/The Wasp (Evangeline Lily), kemudian sadar bahwa ada kemungkinan ibu nya masih hidup. Mereka pun tergerak untuk menyelamatkan sang ibu di Alam Kuantum. Berbekal laboratorium canggih yang mereka buat dan alat yang mereka beli dari pasar gelap, mereka pun mencoba menjemput sang ibu. Masalahnya, semenjak kasus keterlibatan Ant Man di Civil War, Hank dan Hope telah menjadi buronan FBI juga, karena mereka dinilai terlibat akibat membuat kostum Ant Man. Terus, broker pasar gelap yang menjual alat kepada mereka, Sonny Burch, pun tertarik juga dengan alam kuantum yang sedang Hank teliti dan memaksa untuk bisa terlibat didalamnya. Tentu Hank menolak, karena tujuan utamanya adalah menyelamatkan sang ibu. Akhinya mereka pun berpacu dengan waktu untuk menghindari kejaran FBI dan Sonny Burch sekaligus menyelamatkan sang ibu. Selain itu ada Villain bernama Ghost yang berupaya untuk mencuri laboratorium Hank demi kepentingan pribadinya.

Secara plot, Ant Man & The Wasp tidaklah menawarkan plot cerita yang rumit. Film ini hanya sekedar berupa aksi penyelamatan sang ibu yang diganggu oleh beberapa ancaman. Sudah. Begitu saja. Cukup sederhana. Namun, entah kenapa di dalam kesederhanan ini saya melihat adanya kekompleksan yang berarti, karena film ini benar-benar sangat seru dan menghibur. Apa yang disajikan dalam Ant Man & The Wasp sangat bisa membuat penonton ikut terlibat di dalamnya. Termasuk untuk kalangan penonton yang baru menonton film Ant Man pertama kali. Tapi tentu saja, film ini akan jauh lebih dapet feelnya jika kamu menonton dahulu film Ant Man yang pertama, Captain America : Civil War dan Avengers : Infinity War yang bombastis itu. Yap buat kamu yang penasaran mengapa tidak ada Ant Man di Infinity War kemarin, jawabannya ada di film Ant Man & The Wasp.

Jika dibandingkan dengan film pertamanya, Ant Man & The Wasp sudah setingkat lebih baik dari segala hal. Hal inilah yang tidak saya prediksikan sebelumnya. Sebelumnya saya beranggapan Ant Man & The Wasp akan mirip-mirip dengan film pertamanya. Tapi nyatanya tidak sama sekali. Konfliknya jauh lebih kuat. Penjelasan alam kuantum jauh lebih simpel. Castingnya jauh lebih mantap. Sinematografinya setingkat lebih tinggi dan humornya, sungguh sangat gilaaa. Pecah bener sob.

Di film Ant Man & The Wasp humor yang ditampilkan banyak sekali. Peyton Reed selaku pembuat film ini benar-benar cerdas dalam meramu humor yang ada. Segala humor yang tersaji benar-benar lucu, fresh dan tidak menganggu jalannya cerita, Malah menjadi satu kesatuan di dalamnya. Dan tenang saja, humor di film Ant Man & The Wasp bisa dinikmati semua kalangan umur. Sangat berbeda dengan humor-humor di Deadpool yang mengusung humor gelap. Jangan kaget jika sepanjang film ini kamu akan dipaparkan humor-humor yang mengundang tawa ngakak semua penonton termasuk anak kecil. Ya bahkan anak kecil pun tertawa ngakak dengan humor di film ini.

Meskipun dibalut dengan selera humor, Ant Man & The Wasp juga menyajikan adegan aksi yang banyak dan seru. Saya kira inilah keunggulan Marvel dalam membuat film. Mereka selalu bisa membuat film dengan “pas” di semua aspek. Villain di film ini, Ghost cukup bisa membangun plot yang memancing adegan aksi menegangkan dan tidak dibuat buat. Mungkin untuk tingkat kekuatan villainnya bisa lebih dieksplore lagi, karena dengan kekuatannya yang unik seperti itu, saya kira ia bisa berkembang lebih di dalam film ini. Tapi kalau untuk skalanya film Ant Man & The Wasp, saya kira segitu aja sudah cukup.

Untuk castingnya, penamplan Scott sebagai pemeran utama nya bisa dibilang luar biasa. Ada sedikit kedewasaan yang terjadi dalam diri Scott, tapi kedewasaan tersebut tetap tidak mengurangi kekocakan dalam diri dia dan teman-temannya kok. Nah untuk The Wasp, di film Ant Man & The Wasp ia cukup banyak diberikan porsi tampil, dimana hal tersebut membuat ia bisa dikatakan sebagai pemeran utama wanita  film ini. Karakter Hank pun mengalami peningkatan detail yang lebih jauh lagi. Ah ya, jika kamu masih ingat dengan trio teman-teman Scott di film Ant Man pertama, maka kamu akan melihatnya lagi di film ini. Lagi lagi ulah mereka banyak mengundang tawa.

Secara keseluruhan Ant Man & The Wasp menurut saya film yang bagus dan saya rekomendasikan kamu buat menontonnya. Jika kamu punya anak-anak, ajak saja mereka menonton film ini. Ya meskipun ratingnya R+13,tapi kalau saya hitung, adegan khusus dewasanya Cuma dua-tiga adegan saja. Selebihnya film ini bisa dinikmati berbagai kalangan umur. Menonton aksi Scott dan Hope di Ant Man & The Wasp benar-benar sangat menghibur. Pas banget buat kamu yang ingin menyegarkan pikiran atau butuh liburan, karena menonton film Ant Man & The Wasp bisa dibilang seperti liburan yang menyenangkan.

#AntMan&TheWasp

Skor : 8,8/10

Share:

Disable Adblock