Chapter 12 - Rest in Piece in My Past




Diam diam dan diam. Kembali dia hukum aku dengan diamnya. Aku tak mengerti apa, aku tak mengerti mengapa dan aku juga tak mengerti bagaimana. Membuatku begitu terintimidasi, begitu frustasi dan begitu dilematis. Yang ku tau aku pasti salah, tapi aku tak tau apa kesalahanku itu. What must I do? What I have to do? Hanya itulah yang ada di otakku. Akan tetapi tak pernah bisa kutemukan jawabannya. Yang pasti kalau ini dibiarkan akan menuju suatu akhir, akhir yang tragis mungkin. Ah mungkin itulah jawabannya. Jawaban dari semua ini. Yaitu akhir. Berakhir lebih tepatnya. Dan benar ia memilih untuk berakhir. Inilah hidup, terkadang begitu sulit. namun itulah jawaban terbaik dari semua gejolak ini. Dan aku harus menerimanya dengan ikhlas. Mau tak mau. Lagipula kalau ini terus dipertahankan, pasti akan seperti ini lagi di depan nanti dan pasti rasa sakit yang dia rasakan maupun yang aku rasakan akan lebih hebat dari yang ini. Akhirnya malam itu semua berakhir…..

Lagi lagi dan lagi. Lagi dia eh mungkin mereka karena ini bicara 2 orang, tidak menghubungu aku (sms), aku tak ingat sejak kapan ini terjadi, tidak sadar lebih tepatnya. Mengapa begitu? Mengapa sekarang keadaan jadi berbeda begini. Kalau bicara dulu, pasti sangat riskan dengan sekarang. Dulu mereka selalu mendengarkan semua ceritaku, semua yang terjadi padaku dan semua yang kulakukan juga. Memang tidak selalu mereka berdua, tapi pasti jika yang satu tak ada, yang satu lagi pasti ada. Selalu ada untukku. Tapi sekarang, mereka berdua jarang sekali ada untukku. Bkan salah satu tapi keduanya! Mungkin mereka sudah melupakanku. Aku pun acuh karena aku masih punya 2 teman tempatku berbagi cerita, satu teman sekelasku dan satu kenalanku di kelas lain. Hanya saja kalau aku cerita ke 2 teman baruku ini aku tak bisa mengeluarkan “semuanya” dan pasti ada yang kutahan, namun aku tak mempedulikannya, karena mereka benar2 membuatku senang dan itu membuatku menjadi mengagumi mereka seperti halnya aku mengagumi 2 orang yang kusebut pertama kali. Tapi Semakin lama dan sering aku cerita dengan 2 teman baruku tersebut semakin yakin aku dengan 1 hal. Yaitu aku merindukan mereka. Aku kehilangan mereka. Mereka yang dulu selalu menemaniku. Aku pun mulai sms mereka lagi, yaa memang dibalas, tapi berbeda sekali dengan yang dulu. Kembali pertanyaan pertanyaan berputar2 di otakku dan seperti biasa tak bisa kuketahui jawabannya. Padahal jawabannya ada pada kalimat di awal kisah ini, yaitu, tak ingat dan tak sadar. Melupakan lebih tepatnya. Itulah jawabannya. Aku sadar aku yang telah melupakan mereka. Aku yang berubah. Dan aku tak sadar kalau aku seperti itu. Bukan mereka…... 

Berputar berputar dan berputar. Waktu terus berputar. Yaa memang sudah itu pekerjaanya. Tak bisa dimundurkan, dimajukan ataupun dihentikan. Orang bijak ada yang berkata “waktu akan terasa lama saat anda menunggu, tapi akan terasa cepat sekali saat anda bahagia”. Aku merasa bahagia di keluarga astwesotix, ah bukan hanya aku tapi pasti kami semua. Semakin lama semakin paham aku bahwa takkan pernah ada lagi masa2 seperti ini. Kalaupun ada pasti sangat kecil peluang terjadinya dan yang pasti akan berbeda suasananya. Kapan dan dimana lagi aku bisa melihat pria tampan, cool, kasar tapi suka nangis malam2 dan itu karena wanita juga ia suka sms ku kalau dia sayang kepada…. Ah lebih baik tidak usah disebutkan. . Haha. Kapan lagi aku menemukan pria berdahi mengkilap, berwajah seram tapi baik hati? Atau pria berwajah oriental, bermata sipit tapi jalannya sambil meliuk2kan pinggulnya? Atau wanita bertubuh besar sampai2 dipanggil preman tapi bersuara kecil? Haha kapan lagi aku merasakan dan melihat mereka2 bermain tebak lagu, membagi kelompok menjadi 2, yang satu menyayikan suatu lagu dan yang satu lagi menebaknya. Yang membuat semuanya tertawa begitu bahagianya. Atau saat pelajaran matematika yang membuat semuanya berbanding terbalik dengan yang diatas yaitu begitu tegangnya. Haha kapan lagi aku merasakan bagaimana hebatnya rasa kantuk itu saat pelajaran pkn? Atau melihat 2 konyol bersaudara bertarung, yang satu mengeluarkan rasengan dan yang satu mengeluarkan chidori, dan mereka berlari dan menubrukkannya, sampai hari ini aku masih penasaran dengan hasil akhir pertarungan itu.Haha dan mendengar cerita2 temen kita yang menarik, eksotik maupun romantic. haha dan masih banyak lagi mungkin lama selesainya kalau diceritakan semua. Keluarga astwesotix ini bener2 seperti keluarga bagiku. Tapi Seperti yang ku bilang diawal kalimat, mungkin itu takkan pernah terjadi lagi, kalaupun terjadi suasanya pasti berbeda jauh. Peradilan yang paling bagus memang waktu yaa. Karena kita tak bisa mengelaknya, mecegahnya atau menghentikannya. Kita pasti akn menuruti jalannya waktu. Dan hanya bisa menyesal. Berat rasanya meninggalkan kelurga. Keluarga yang sebentar lagi akan tercerai berai, terpisah pisah. kapan yaa bisa kaya kemarin2 lagi?.................

Gagal gagal dan gagal, itulah kata yang cocok untuk menggambarkan hidupku sepanjang umur 17 tahun, umur yang dikatakan sudah dewasa. Ah mungkin tidak usah kusebutkan lagi kegagalan2 tersebut, dari kisah diatas mungkin anda bisa mendapat sedikit contoh dari kegagalanku. Tapi yang paling menyakitkan dari kegagalan itu adalah gagalnya aku di dua kesempatan ujian masuk ptn. Sungguh menyakitkan. Tapi itulah hidup. Banyak hikmah yang dapat kuambil dari kisah hidup di 17 tahun ku itu, yang pasti terutama adalah nikmatnya sebuah kegagalan… dan indahnya sebuah persahabatan… tapi kini semua itu sudah berakhir, dan aku takkan menengok ke belakang lagi, saatnya menyongsong masa depan, yaitu umur 18.. happy birthday my self.. mav telat mengucapkannya . mungkin kadonya baru akan ku berikan sebulan kemudian, tepatnya di hari pengumuman SNMPTN. Aminnn…

Lirik lagu life goes on leann rimes mewakili semua ini
I shouldve known better but I didnt and I cant go back

Oooh, Life Goes On, and its only gonna make me strong

Its a fact, once you get on board say goodbye cuz you cant go back

Oooh, its a fight, and I really wanna get it right

Where Im at, its my life before me, Got this feeling that I cant go back

Na na na na na Life Goes On, na na na na na make me strong
Rest in piece in my past…..

Thaks yaa semua.. :D
Special thanks to: erika farina citra lea gm lulu chow kak nadia ade andhini mlat catur reza nanda fitri andi husnur lucky ika…
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock