Beli Kondom: The man who cant be moved





Layaknya suatu pasukan ketika menunggu aba-aba serangan dari pemimpin perang, layaknya koboy yang bersiap berbalik arah untuk melakukan tembakan ke lawannya dan bagaikan kuda di pacuan kuda ketika menanti letusan pertama tanda dimulainya balapan, perasaan seperti itulah yang gue rasakan saat gue ngerjain tugas KWU dan pemasaran social, yaitu membeli kondom dengan pasangan di malam hari. Mungkin ada yang bertanya Tanya, untuk apa membeli kondom di malam hari, apalagi dengan pasangan. Apakah untuk digunakan? Atau untuk disalahgunakan? Atau jangan-jangan untuk di guna-guna kan? Yah mungkin kalian akan mendapatkan jawabannya setelah membaca habis cerita ini.

Sebelumnya, gue bingung, gue mau pergi ama siapa untuk membeli kondom ini. Karena gue bingung, gue jadi berencana untuk ngajak salah satu staff gue aja nanti. Dan ternyata setelah gue Tanya ama staff staff gue, ternyata ada satu staff gue yang mau. Gue awalnya gag ngerti kenapa dia mau. Yah mungkin sinar kegantengan gue udah bikin logikanya sedikit tersumbat. Dan untuk menjaga nama baiknya, kita sebut aja dia dengan nama mimin. Lain lagi ama staff gue yang satu lagi. Kita sebut aja dia dwina. Jadi gue sms dia gini, “dek temenin aku beli kondom yuk” dan jawabannya..

“Mas.. shock aku baca sms mas.. ngeri banget sih mas..”


Bukan main.. gue sempat 7 detik terpaku menatap langit begitu baca sms dia.. gue Cuma bisa bergumam dalam hati.. “dek.. aku tak seperti yang kamu bayangkan”

Tapi suatu hari, gue tertarik ama ide nya adit ama marshal. Yang mau beli kondom berdua, layaknya pasangan homo *apa beneran homo ya?* Jadi strateginya gini, marshal ama adit pergi ke suatu apotek. Terus mereka beli kondom berdua. Trus, setengah jam kemudian, gue ama adit ke apotek itu lagi, buat beli kondom juga tapi adit dengan kostum yang berbeda. Dan setengah jam lagi, desta ama adit membeli kondom lagi dan lagi di apotek itu lagi, pun dengan adit yang sudah berganti baju. Kereeen kan rencana kita? Yah mungkin kalo itu terjadi, nama baik adit bisa rusak abis 7 turunan *wkwkwkwk*

Malam itu, malam minggu atau bagi seorang galauers yang terbiasa dengan nama sabtu malam, kita yang terdiri dari, gue, marshal, ranti dan keke pergi menjalankan misi “hunting kondom” ini. Awalnya kita mencari apotek yang ada di banyumanik, namun rata –rata apotek disana penuh karena jam juga yang masih menunjukkan pukul 20.30 WIB. Kita pun mengubah wilayah pencarian kita, yaitu ke daerah Semarang bawah.

Apotek pertama ditemukan, yaitu apotek K-24 di daerah ngesrep. Kita menimang-nimang siapa yang maju duluan. Akhirnya diputuskan marshal dan ranti yang maju lebih dahulu. Yak sampai disini aja yak, karena biarlah mereka yang menceritakan kisah mereka ini.

Kita pun melanjutkan perjalanan kea arah simpang lima. Dan kita menemukan kembali apotek K-24 di depan gedung wanita. Di apotek ini, ranti dan marshal yang maju kembali. Kenapa? Yaahh  biarlah mereka yang menceritakannya di kisah mereka, pun dengan kisah mereka di apotek ini..

Sekarang masuk ke dalam gilirann gue. Saat kita melaju menuju arah pedurungan, kita menemukan apotek, apotek 7 days namanya. Gue dan keke maju menjalankan misi ini. Dengan memakai topi gue mantap masuk kedalam apotek ditemani keke. Kita duduk terlebih dahulu, karena sang apoteker sedang melayani 2 pelanggan. gue cukup ngerasa lega, pas gue lihat Cuma ada 1 apoteker disana. Tapi kebahagiaan gue ini gag berlangsung lama, karena ada 2 apoteker datang membantu, dan imbasnya kita yang antri di urutan ketiga terkena layanan salah satu dari 2 apoteker tersebut. Gue pun mencoba mengulur ngulur waktu sampai 2 pelanggan tadi keluar dengan bertanya, apakah ada madu disini? Sang apoteker tersebut menjawab, “ada mas, mau botol yang besar atau kecil?”. Gue kaget, karena niat gue Cuma pengen mbeli madurasa sachetan saja. Gue nanya lagi, “kalo madu yang sachetan ada mbak?” dan apoteker itu jawab.”wah mas kebetulan lagi kosong”. Gue ngelirik keke. Keke bilang dengan berbisik, “udah yip, tanyain langsung, ada kondom atau enggak”. Hati gue bergejolak, pengen banget gue tanyain pas itu, “kalo kondom ada mbak?” tapi mental gue ternyata masih cupu buat ngomong gitu doang. Terus gue jawab aja. “beli tolak angin aja mbak 3”. Awalnya pas mbak mbaknya ngasih tolak anginnya, gue langsung ngomong “mbak sekalian kondom deh”, namun apes kembali menimpa gue. Ada 1 keluarga yang datang ke apotek itu. apoteker bertanya,”nih mas, mau pesan apa lagi mas?” gue bengong.. berpikir.. dan berpikir.. gue lihat keke sudah malu dan ngajak keluar.. gue bingung.. gue mumed.. gue kacau.. dan gue.. galau.. kalo gue bilang, “mbak beli kondom 1”, pasti 1 keluarga tersebut bakal mendengarnya, dan gue gag bisa membayangkan bagaimana nasib gue nanti. Entah berakhir di kantor polisi, entah berakhir disana atau entah berakhir di KUA.. Gue pun menjawab”sudah mbak, ini aja” gue pun membayarnya dan keluar dari apotek tersebut. Marshal dan ranti sudah menunggu di luar, gue hanya bisa berkata. “ayo cari apotek lagi, gue gagal”

Perjalanan kita lanjutkan kembali, dan kita kembali menemukan apotek K-24 di jalan ke arah bandara. Ranti dan gue yang maju menjalankan misi ini. “ada yang bisa saya bantu?” sapa apotekernya. Cowok. “mas beli vitacimin” sahut ranty. Gue hanya diam sambil melihat lihat saja. “ini mbak, ada lagi?” jawab apoteker. “Sekalian kondom mas” jawab ranti dengan santai. Gue bengong.. Apoteker tersebut sedikit kaget, lalu menyuruh kita melihat lihat 1 etalase yang isinya kondom dengan berbagi merk. Ranti pun mulai bertanya Tanya. “bentar mbak saya cek dulu harganya”. Apoteker tersebut masuk ke sebuah ruangan untuk mengecek harga, dan diruangan itu sang apoteker ngeliatin gue dari ujung kepala sampai ujung kaki. “harganya 13ribu mbak” sahutnya sambil kembali dia ngeliatin gue. gue merasakan perasaan ingin digebukin disitu. Ranti menyahut kembali, “kalo yang ini berapa mas?” sambil menunjuk merk fiesta. Sang apoteker kembali ke mengecek harga, dan dia ngeliatin gue lagi. “6 ribu 3 ratus mbak” jawabnya. Tiba tiba Ranti nanya ama gue, “kamu mau pilih yang mana?” bukan main.. gue ngerasa hidup gue diujung tanduk waktu itu, gue malu, gue kesel, gue kaget, gue bingung, pokoknya bercampur jadi satu.. dan mukanya ranti gue liat adem adem aja.. bukan main... Sang apoteker masih ngeliatin gue.. gue ngerasa makin lama disitu nyawa gue makin berkurang. gue pun ngejawab dengan agak lesu, “yang mana aja deh”. Ranti pun berkata, “oh yang ini aja mas” sambil menunjuk merk fiesta. sang apoteker langsung berkata, langsung bayar di kasir yaa” kita pun berhasil membeli kondom tersebut.

And this is my time. Kita menuju apotek di banyumanik lagi, agar bisa segera pulang, karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB juga. Kita menemukan apotek K-24 di sekitar pom bensin sukun. Gue dan keke pun bergerak. Suasana apotek sepi. Kita pun merasa lebih leluasa disini. “mas kita mau beli kondom” keke membuka pembicaraan. Sang apoteker agak kaget dan dia berkata sambil memalingkan muka” liat aja sebelah sana mbak.” Kita berdua menuju etalase yang isinya kondom. Gue pun mulai bertanya Tanya kepada apoteker tersebut.dari semua pertanyaan ku, dijawabnya dengan nada jutek. Kembali gue merasa ingin digebukin disitu. Merasa mas masnya tidak ingin berlama lama kita disana, gue pun bertanya pertanyaan terakhir ke keke, “kamu mau yang mana ke?” dan keke menjawab, “yang murah aja”. Gue pun berkata. “mas fiesta aja satu”. Mas masnya terlihat malas dan dia gag ngeliatin gue sama sekali. Keke langsung keluar duluan, entah karena malu apa karena ngatuk atau karena laper. Tinggal gue berdua dengan apoteker tersebut. Selagi apoteker tersebut membungkus hingga mengetik di computer nya, gue sama sekali gag dipandangin. “terima kasih mas” gue bilang, pas nerima kondom tersebut. Apoteker tersebut kembali gag ngejawab sama sekali. Pengen gue ucapin terima kasih sekali lagi, tapi kagag jadi, soalnya perkiraan gue, kalo gue ucapin 1 kalimat lagi, bisa terkena bogem mentah gue..

Kita pun pulang ke kos masing masing, waktu sudah menunjukkan pukul 23.30. 3,5 jam waktu yang telah kita habiskan “hanya” untuk membeli kondom ini. Padahal secara teori, kita hanya ke apotek dan bilang “mas/mbak beli kondom 1” kalo ingin membeli kondom Dan parahnya  kalo dihitung secara matematis mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit saja untuk membeli benda “keramat” ini. Tapi kembali lagi ke realita yang ada dan diri kita masing-masing, apakah kita memang sudah menganggap bahwa kondom ini sebagai alat kontrasepsi, atau masih menganggapnya sebagai aib ataupun alat yang menciptakan aib. Kalau memang mindset kita dari awal itu sudah begitu, maka yang terjadi ya bakal seperti itulah.. bahwa.. membeli kondom itu.. “memalukan”..
Share:

1 comment:

  1. AYO BERGABUNG BERSAMA KAMI DAN JADI MEMBER VIP KAMI DAN DAPATKAN BONUS-BONUS MENARIK LAINNYA HANYA DI BOLAWAY

    Agen Judi Bola, Agen Judi Casino, Agen Sbobet Terbesar, Bandar Bola Terjamin, Bola Taruhan Terbesar, Bola Taruhan Terpercaya, Bola Taruhan Terpercaya Bursa Taruhan, Judi Bola, Taruhan Ibcbet, Taruhan Sbobet,

    -Dapatkan Bonus Member Baru 50% Hanya Disini!
    -Bonus Sport Lebih Dari Empat Goal
    -BONUS CASHBACK 100% ( KHUSUS MIX PARLAY )
    -Bonus Istimewa Ulang Tahun Anda! Freebet Hingga Rp. 1,000,000!
    -Bonus Deposit 20% Setiap Hari
    -Bonus Referral 5% Setiap Hari Selasa
    -Bonus Cash Back sebesar 5% Sampai 10% Sportsbook
    -Bonus Cash Back sebesar 5% Casino
    -BONUS ROLLINGAN 0.7% ( LIVE CASINO )

    BolaTaruhan88 ialah Bandar Bola dan Agen Taruhan Terpercaya di Indonesia yang sangat nyaman dan aman untuk anda melakukan pendaftaran dan deposit serta dapatkan kemenangan anda bersama https://bit.ly/2wKWqks

    BolaTaruhan88 menyediakan Bank :
    BCA, BNI, BRI, MANDIRI dan DANAMON
    Rasakan proses DEPOSIT dan WITHDRAW yang cepat dan tidak sampai 3 menit.
    Kontak Kami :
    BBM : E3195A2C
    Line : PRICILLIA2398
    WA : +855979656459
    IG : Bolataruhan88_

    ReplyDelete

Disable Adblock