Dekat tapi terasa Jauh..


Dekat tapi terasa jauh..
…….
Otak ini tak habis untuk berfikir, hati ini tak sanggup untuk menerka, mulut ini hanya sempat berdzikir dan pikiran ini hanya penuh dengan banyak pertanyaan, saat seorang sahabat datang menemuiku dengan membawa kabar duka mengenai kepergian untuk selama-lamanya seorang ibu dari sahabat kami..
Aku yang baru saja menikmati alam mimpiku segera berlalu mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat ashar dengan jiwa dalam benakku tak henti-hentinya bertanya, tak henti-hentinya berprasangka dan tak henti-hentinya menganalisa..
Seolah tak percaya dengan kabar yang baru saja ku dengar ini…
Segera kami menemui sahabat tersebut, mencoba menemani meskipun saat ini ia hanya ingin sendiri.. mencoba menyenangi meskipun saat ini ia susah untuk disenangi dan mencoba mengobati meskipun kami tau obat itu sulit sekali untuk ditemui..


Tapi kami tak peduli kawan.. Semua itu kami lakukan untuk menyadarkanmu bahwa kamu tidak sendiri..
Yaa..
Kamu tidak sendiri…
Sahabatku pun tak henti hentinya bertanya kenapa tak pernah ada ucap diantara kita, tak pernah ada cerita diantara kita dan tak pernah ada makna diantar kita..
Dengan bijaknya dia pun menasehatimu bahwa bolehlah bersedih.. namun janganlah kau sedih secara berlebih lebihkan karena yang demikian itu dosa hukumnya..
Dengan dewasanya dia juga menasehatimu bahwa ada kalanya sesuatu yang berat untuk diungkapkan, sulit untuk diterjemahkan dan klise untuk diberitahukan, juga harus di ungkapkan, diterjemahkan dan diberitahukan..
Karena manusia takkan pernah bisa menang dari rasa kesepian…
Kurasa tembok pembatas itu harus segera dihancurkan, dinding pemisah itu harus segera diruntuhkan..
Agar kita tidak menjadi..
pertemanan yang..
dekat tapi terasa jauh..
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock