Kuputuskan itu..


Kau tau.. aku mulai merasakan retakan retakan kecil itu saat kau bilang padaku ada seseorang yang mendekatimu.. kau tau aku sangat pencemburu.. kau tau aku sangat mendekapmu dan kau tau aku sangat tak ingin hilang darimu..

Aku pun tau kau selalu memikirkanku.. kau selalu mendahulukanku.. dan kau selalu memilihku.. dan aku pun tau saat kau berbicara soal orang itu.. kau hanya ingin minta tolong dariku untuk bisa selalu menjagamu..
Namun lagi lagi aku salah mengartikanmu..


Ketakutanku membuatku berpikir macam-macam terhadapmu.. ketakutanku membuatku berpikir negative tentangmu.. ketakutanku membuatku sedikit tidak percaya kepadamu.. dan ketakutanku, membuatku, membuat hatiku.. mencari-cari peraduan indah lainnya dengan sendu..

Salahkah aku?

Aku pun mulai terombang ambing dalam nestapa laut yang biru, terintimidasi seperti orang dungu dan terbelenggu dalam ruang berdinding sekeras perunggu..

Keteguhan tekadku kian hari kian runtuh.. kejernihan pikiranku kian hari kian jatuh dan keindahan hatiku kian hari kian rapuh..

Kau pun mulai lelah dengan perubahan sikapku.. kau pun mulai lelah dengan sifat kekanak-kanakanku dan kau pun mulai lelah dengan perjalanan kecil kau dan aku.. perjalanan kita..

Lalu?

Aku tau perjalanan ini sudah saatnya berakhir.. kau pun selalu ingin mengakhirinya.. tapi aku dengan keras kepalaku selalu percaya bahwa perjalanan ini masih bisa dilanjutkan kembali.. aku selalu percaya itu.. padahal hati kecilku selalu berkata bahwa ini sudahlah usai.. tapi aku selalu menolak mendengar hati kecilku.. kau tau.. itu semua demi kamu..

Pada akhirnya saat kau mengakhirinya, aku pasti menyatukannya lagi.. kau mengakhirinya lagi, lagi-lagi aku menyatukannya.. dan saat kau benar benar ingin mengakhirinya.. aku pun dengan benar-benar menyatukannya lagi.. menyatukan kita lagi..

Bukankah kita jadi terlihat semu?

Aku merasakannya.. ku yakin kamu pun merasakannya juga.. rasa yang terbungkus dengan rapi di rongga dada itu semakin mengecil hari demi hari.. semakin sunyi… dan semakin hilang tak bertanda.. itu semua dimulai saat kau dan aku mulai memainkan permainan mengakhiri dan menyatukan ini..

Setiap kali kau atau aku mengakhirinya.. mengakhiri perjalanan kita.. selalu ada lubang tercipta di hati ini yang terbuka.. lebar.. sangat lebar.. dan rasanya menyakitkan..

Lubang ini tidak menutup dengan sempurna saat kau atau aku menyatukan kita kembali.. menyatukan perjalanan kita.. justru lubang ini malah mengancam akan terbuka lebih lebar lagi saat kita mulai bicara mengakhirinya lagi..

Aku pun bertanya.. lantas bagaimana?

Inilah saatnya ku ambil keputusan itu.. keputusan yang harusnya ku ambil sejak awal.. keputusan yang dahulu kau lemparkan kepadaku.. keputusan tersulit yang harus ku tempuh.. keputusan yang bahkan aku saja tak percaya bisa memutuskannya..

Kuputuskan itu..

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock