Cara(ku) Mencintai..


“Bagaimana cara eyang mencintai PH?”

Aku tak menyangka, ternyata disurat surat balasan yang dikirimkan awak persma Publica Health (PH), banyak yang menanyakan pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang sederhana menurutku, akan tetapi sungguh sangat sulit untuk menjawabnya, bahkan untuk diriku sendiri.

Sejujurnya aku pun tak pernah memikirkan hal tersebut sebelumnya. Aku yang selalu berjalan mengikuti roda waktu yang terus berputar, tanpa niat untuk berhenti ditengahnya. Aku yang selalu menganggap sekumpulan orang ini sebagai keluargaku, tanpa anggapan atasan dan bawahan. Aku yang selalu menikmati dinamika kehidupan organisasi ini, meski sering aku terjebak didalamnya dan aku yang selalu memikirkan kehidupan organisasi ini meski organisasi ini tak pernah seutuhnya memikirkanku, Sejujurnya tak pernah memikirkan hal tersebut. Tetapi, setelah menerima pertanyaan tersebut, aku baru tersadar, bahwa aku memang mencintai kehidupan “biru” ku ini..


Kecintaan ku ini sebenarnya tak terlepas dari banyaknya cinta yang kudapat disini. Indahnya, cinta yang kudapat ini berbeda. Sungguh istimewa. Cinta ini tidak menyentuh, akan tetapi menghangatkan. Cinta ini tidak fluktuatif, akan tetapi selalu konsisten. Cinta ini tidak besar, akan tetapi mencukupi. Cinta ini tidak mengubah, akan tetapi membangun dan cinta ini tidak buta, akan tetapi penuh dengan cahaya. Cinta ini pun tidak diucapkan dengan suara lantang, tidak juga diperlihatkan dengan aksi gila, tidak pula dibayar dengan berlembar-lembar uang, dan tidak hanya dirasakan saat tertentu saja. Cinta ini selalu mengajarkan dan meyakinkan untuk, mata yang selalu menatap kedepan, telinga yang selalu mendengarkan, mulut yang senantiasa tersenyum, tangan yang menghasilkan karya, kaki yang selalu berlari kencang, punggung yang tangguh menanggung beban, otak yang selalu berpikir cerdas dan hati yang senantiasa ikhlas. Dan lihatlah hasilnya. Cinta ini membentuk cinta cinta lainnya, cinta yang menginspirasi cinta cinta lainnya, dan cinta yang senantiasa mendoakan perjalanan cinta cinta tersebut.

Aku tidak mencintai organisasi ini karena nama besarnya saja, karena jika nama tersebut tercemar, aku bisa berhenti mencintainya. Aku tidak mencintai organisasi ini karena programnya saja, karena jika program tersebut hilang, aku bisa berhenti mencintainya. Aku tidak mencintai organisasi ini karena prestasinya saja, karena jika tidak berprestasi, aku bisa berhenti mencintainya. Aku pun tidak mencintai organisasi ini karena orang-orangnya saja, karena jika orang-orang tersebut pergi, aku bisa berhenti mencintainya.

Tapi..

Aku mencintai organisasi ini karena segalanya yang ada di organisasi ini. Aku mencintai semua kekurangan maupun kelebihannya. Aku mencintai keburukan maupun kebaikannya. Aku mencintai ketidaknyamanan dan kenyamanannya. Aku mencintai kisah sedih dan senangnya. Aku mencintai semua tangis dan tawanya. Dan aku mencintai semua kebencian dan kecintaan ini..

Karena dengan begitu..

Aku bisa mencintaimu dengan sepenuh hati J




Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock