Tentang Pentingnya Harapan




Suatu hari, semua penduduk desa memutuskan untuk berdoa meminta hujan karena kemarau panjang membuat desa itu kekeringan. Pada hari yang ditentukan, semua orang berkumpul, tetapi hanya ada satu anak yang datang dengan membawa payung..
Itulah iman..

Ketika kita melempar bayi kita yang baru berusia satu tahunke udara, dia pasti akan tertawa. Mengapa? Karena dia tau, ayahnya pasti akan menangkapnya..
Itulah kepercayaan..

Setiap malam, kita tidur tanpa memiliki jaminan apakah akan bisa bangun esok pagi, tapi entah kenapa kita tetap saja mengatur alarm untuk besok..
Itulah harapan…
(Anonim)

Ada anak SD yang ingin jadi dokter, pilot atau polisi. Ada anak SMP yang jatuh cinta untuk pertama kali kepada temennya dan ingin segera memilikinya. Ada anak SMA yang ingin masuk perguruan tinggi terbaik di negerinya. Ada seorang mahasiswa yang bermimpi akan mengubah bangsanya. Ada mahasiswa telat lulus yang ingin lulus sesegera mungkin. Ada karyawan yang selalu menantikan promosi jabatan. Ada seorang ayah yang ingin anaknya bisa sekolah setinggi-tingginya. Ada seorang ibu yang berharap agar anak satu-satunya segera pulang dari perantauannya. Ada seorang CEO perusahaan yang bermimpi perusahaannya menjadi bisnis rakasasa. Ada seorang koruptor yang berharap KPK tidak mengendus kejahatannya. Ada seorang narapidana yang ingin merasakan kebebasan.Ada dua sejoli yang sedang menjalani long distance relationship yang sama-sama berharap agar mereka segera bertemu.  Ada pula seorang wanita yang berharap agar lelaki yang dipujanya segera menyatakan cintanya..

Yaa orang-orang dengan berbagai harapan tersebut pasti ada di sekeliling kita.

Setiap orang pasti punya harapan. Pernah berharap. Dan ingin harapan itu terjadi. Terlaksana. Sesegera mungkin. Sebagus mungkin. Karena impian manusia tidak akan pernah berakhir. Selama manusia punya  tujuan, mimpi, impian atau cita-cita, selama itu pula dia akan terus berharap. Berharap dan berharap. Impian akan menciptakan harapan, dan harapan akan mewujudkan sebuah impian. Oleh karena itu tidak benar jika ada yang berkata bahwa “aku sudah gak punya harapan lagi”. Itu hanyalah kalimat keputus-asaan. Tidak lebih dan tidak kurang. Manusia selalu punya kesempatan. Bahkan dalam kesempitan. Manusia selalu punya pola. Pola yang tidak beraruran bentuknya pun disebut pola. Ya pola tidak beraturan. Dan, manusia selalu memiliki pilihan. Pilihan itulah yang akan membawamu kepada harapan.

Harapan adalah salah satu harta termegah yang dimiliki manusia. Dialah warna warni yang mewarnau kanvas kehidupan. Tanpanya hidup hanya akan menjadi dua warna. Hitam atau putih. Sangat membosankan. Orang yang sakit, pasti selalu ditemani oleh harapan. Harapan agar bisa sembuh. Orang yang belum mendapat pekerjaan, pasti selalu ditemani harapan. Harapan bahwa masih banyak lowongan kerja di luar sana. Orang yang berpacaran, pasti selalu ditemani harapan. Harapan agar hubungan mereka mulus dan lanjut ke jenjang selanjutnya. Ya itulah harapan. Di setiap detik nadi kita, di setiap hembus napas kita dan di setiap langkah kita, selalu ada harapan yang menemani kita. Setiap waktu. Dimanapun dan kapanpun kita berada.
Namun, seringkali ada saja orang yang menganggap remeh harapan. Mencurinya dari orang lain. Lalu, Mempermainkan seenaknya. Dia hanya menawarkan harapan harapan semu. Menjual harapan harapan murahan. Dan merusak harapan orang-orang. Dia hanyalah orang bodoh, sampah tepatnya, yang menghancurkan impian manusia. Rendah sekali. Dia lah orang yang selama ini disebut sebagai si pemberi harapan palsu..

Ada seorang calon pemimpin yang berjanji akan membasmi ini, membasmi itu, mensejahterakan ini, mensejahterkan itu, meningkatkan ini, meningatkan itu, tapi nyatanya dia malah berbuat korupsi, kolusi dan nepotisme sewaktu dia telah terpilih.

Ada seorang calo yang menawarkan transportasi ke suatu daerah dengan fasilitas yang nyaman, terpercaya dan cepat, sesuai dengan harga yang ia tawarkan. Nyatanya setelah sang pembeli membeli tiket tersebut, sang calo pun segera meninggalkan pembeli tersebut setelah menyuruhnya untuk duduk menuggu di suatu tempat. Alangkah kagetnya sang pembeli, karena bus yang dinaikinya hanyalah bus ekonomi ringsek. Padahal dia membayar seharaga bus eksekutif.

Ada seorang wanita yang sedang disukai oleh pria. Sebenarnya wanita tersebut tidak menyukainya. Akan tetapi dia terus memberikan bunga bunga harapan kepada pria itu. Menggodanya. Diam diam Mempermainkannya. Dan diam diam Memanfaatkannya.. Namun dia selalu bersikap manis di depan pria tersebut. Melihat bahwa sang wanita menyambut kode kode yang ia kirimkan. Membuat sang pria berpikir bahwa sang wanita juga menyukainya. Akan tetapi saat sang pria menyatakan cintanya, dia menolakknya..

Yaa itulah sedikit kisah sang pemberi harapan palsu. Ia bisa disamakan dengan orang buta.. orang tuli.. tidak punya mata dan tidak punya telinga.. mungkin juga tidak punya hati.. Orang-orang egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Keuntungan bagi dirinya sendiri. Dan kesenangan untuk dirinya sendiri. Ia tak menghargai orang lain, ia tak peduli dengan orang lain dan ia tidak bertanggungjawab dengan orang lain.
Orang yang tidak menaati peraturan memang disebut sampah.. tapi orang yang tidak menghargai orang lain lebih rendah daripada sampah..

Harapan bukanlah sesuatu yang ada untuk diolok-olok, dimain-mainkan atau ditertawakan. Harapan lah yang membawa seseorang menuju kesuksesan. Harapan lah teman satu-satunya dikala kita tengah dalam sebuah kefrustasian. Harapan lah yang senantiasa menerangi kita ketika dalam suatu kegelapan. Haranlah yang senantiasa menunjukkan jalan keluar ketika kita sudah sampai di jalan buntu. Harapanlah yang dapat membuat bangkit dari sebuah keterpurukan, kesenjangan dan keprihatinan.

Harapanlah yang membuat Thomas Alfa Edison bisa menemukan lampu. Meskipun sebelumnya dia telah gagal seribu kali, tapi dia terus mencoba dan mencoba. Harapanlah yang membuat JK Rowling menjadi wanita terkaya. Meskipun sebelumnya naskah harry potter ditolak oleh penerbit penerbit, tapi dia selalu berusaha dan berusaha.

Harapan ibarat oase dalam padang pasir. Bagaikan embun menyejukkan di pagi hari. bagaikan air dalam kehausan. Harapan itu seperti bintang. Kadang terlihat, kadang tidak terlihat.. tapi dia selalu ada disana..

Jadi jangan suka mempermainkan harapan..

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock