Rindu Kampung Halaman



Pada awalnya aku cuma punya dua kampung halaman. Pertama Jakarta, sebagai kota kelahiran dan tempat ku dibesarkan. Dan kedua, Suatu wilayah di Tapanuli selatan, Sumatera Utara, tempat ayah dan ibuku dilahirkan juga dibesarkan.

Semenjak tahun 2010, aku punya kampung halaman baru. Semarang namanya. Ibu kota provinsi Jawa Tengah. Meskipun cukup singkat aku berada disana. 4 tahun kurang lebih. Tapi pengalaman dan kenangan disana sangat banyak sekali. Bahkan mungkin hampir sama banyaknya dengan 17 tahun aku hidup di Jakarta.

Disana aku menimba ilmu hingga mendapat sebuah gelar prestisius bernama sarjana. Disana aku bertemu dan kenal orang-orang baru dari seluruh wilayah Indonesia. Disana aku mulai belajar hidup mandiri, jauh dari keluarga dan sanak family. Disana aku banyak menemukan arti dan makna dari kehidupan. Disana pula aku menemukan banyak pengalaman-pengalaman baru nan seru yang seringkali belum pernah kurasakan sebelumnya.

Halo Semarang bagaimana kabarmu?

Halo Tembalang bagaimana kabarmu?

Dan, Halo Undipku, FKM ku, bagaimana kabarmu?

Sudah 7 bulan lamanya aku meninggalkan kampong halamanku ini. Terus melangkah menjalani hidup. Berjuang memeras keringat dalam mencapai masa depan. Kini, aku mulai merindukan suasana akademis di dalam kampusku, suasana riuh di kawasan tembalangku, suasana desa di jalanan semarangku, dan suasana tenang khas jawa tengahmu..

Halo Teman-temanku bagaimana kabarmu?

Halo adik-adikku bagaimana kabarmu?

Halo organisasiku bagaimana kabarmu?

Sungguh, aku benar-benar merindukanmu..


Kampung halamanku..
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock