Curriculum Vitae



Beberapa waktu yang lalu gue pernah menghadiri suatu sesi interview lamaran kerja. Kondisinya cukup rumit. Jadi sehari sebelumnya gue masuk kerja dan dapet shift siang. Shift siang sendiri dimulai dari jam 14.00 – 22.30. Nah waktu itu gue masih kerja di Tangerang dan ngekos disana, sedangkan lokasi interviewnya ada di Jakarta, cukup deket dengan rumah gue. By the way gue orang Jakarta dan tinggal disana. Alhasil begitu pulang kerja, gue langsung ngelaju ke rumah. Lama perjalanan sendiri kurang lebih satu jam. Gue sampe di rumah jam 12an.

Jadwal interview gue waktu itu jam 8. Gue dateng jam setengah 8. Nah pas interview gue gak bawa apa-apa. Cuma modal bawa diri aja. Sebelumnya gue udah pernah ngirim CV gue via email ke perusahaan tersebut. Nah gue ga sempet buat ngeprint CV dan application letternya karena memang waktu-waktu sebelumnya gue bener-bener sibuk kerja. By the way kerjaan gue saat itu bener-bener menyita waktu dan cukup menguras fisik.

Gue di interview pertama sama orang HRD nya. Saat itu gue ditanya bawa CV apa engga. Gue minta maaf karena ga bawa CV dan gue jabarin alasan-alasan gue diatas. Akhirnya Orang HRD itu dengan baik hatinya mem-print-kan CV gue. Dan sesi interview pun dimulai.

Setelah selesai interview, gue diminta untuk menunggu sebentar, karena interview selanjutnya itu dengan General Manager yang kebetulan saat itu sedang meeting. Gue nungu di ruang tunggu yang disana ada seorang receptionist. Seorang wanita seumuran gue (kayaknya). Pada periode menunggu waktu tersebut sang receptionist ngajak gue ngobrol.

“Kamu gak bawa CV ya pak?” katanya
“gak bawa bu, gak disuruh bawa juga kemaren” jawab gue
“Kalo ijazah atau sertifikat-sertifikat gitu bawa ga pak?”
“Gak bawa juga bu, emang buat apa ya?” kata gue
“Ih kalo interview-interview gitu harus bawa sertifikat-sertifikat pak, sertifikat pelatihan-pelatihan, seminar atau prestasi gitu pak” kata dia
“Oh gitu ya bu” jawab gue
“iya biar bisa keterima pak”
Gue nganguk-ngangguk aja.

Dari raut wajahnya dan cara bicaranya keliatan kalo receptionist ini agak pesimis kalo gue bakal keterima kerja di perusahaan itu, ya gara-gara gue gak bawa apa-apa kesana.

Beberapa saat kemudian gue interview dengan General Manager.

Setelah interview selesai, sang receptionst diminta orang HRD untukmenyiapkan berkas gue, karena akan diajukan untuk interview akhir dengan Presiden Direktur. Nah biasanya di perusahaan tersebut kalo sudah lolos ke interview Presdir, maka 90% akan diterima.

Gue pun pamit pulang karena interview akhir masih akan dijadwalkan waktunya. Sesaat gue mau pulang, gue ngeliat wajah bingung dan penuh tanda tanya sang receptionist ketika dia tau gue lolos interview akhir. Saat itu gue Cuma balas dengan senyuman aja.

……

Setiap gue ikut suatu pelatihan atau seminar, Gue selalu meniatkan agar gue bisa mendapat wawasan, ilmu, skill, pengalaman dan pengatahuan dari pelatihan dan seminar tersebut. Bukan meniatkan untuk mendapat sertifikat. Meskipun sertifikat merupakan bukti otentik kalo kita ikut pelatihan tersebut, tapi bukti nyatanya adalah bagaimana kita bisa dengan baik dan benar dalam mengimplementasikan pelatihan tersebut.

Sebagai contoh, kita ikut pelatihan public speaking. Kita dapat sertifikatnya. Nah tapi saat kita diinterview tapi kita malah gak bisa berkomunikasi dengan benar (Contohnya banyak ngomong, “eee”), yaaa kan jadi gak kredibel pelatihannya.

Contoh lainnya saat kita ikut training kepemimpinan, punya sertifikatnya, tapi ketika ditanya pemimpin yang ideal kayak gimana, kita malah gak bisa menjawabnya, ya kan malah meragukan hasilnya.

Jujur aja, pas gue interview, gue gak menunjukkan kalo gue udah ikut pelatihan apa aja, tapi, gue banyak ceritain pengalaman-pengalaman gue. Pengalaman ketika berorganisasi, ketika berwirausaha, ketika memanage orang di pekerjaan gue saat itu maupun pekerjaan gue sendiri. Gue pun juga menceritakan, apa-apa aja yang sudah gue capai sejauh ini, bagaimana step-step gue melakukannnya dan bagaimana gue mengkonsep semua itu. Dengan berbagai pengalaman tersebut, maka interviewer pasti akan lebih mudah mempercayai dan kita, sebagai pihak yang diinterview akan lebih enjoy, percaya diri dan meyakinkan.

Saat saat dimana gue berhasil mencapai sesuatu, memecahkan suatu masalah atau sukses membuat strategi, saat itulah terlihat dengan nyata hasil dari semua pelatihan/seminar yang pernah gue ikutin.

Karena itu, gaperlu kita menggembor-gemborkan apa-apa saja yang pernah kita ikuti, tapi cukup kita bicarakan dengan tindakan nyata, maka dari situlah kualitas dirimu akan terlihat dan ternilai.
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock