The End



Kata “The End” pasti sangat familiar banget buat orang yang suka nonton film. Kalimat ini selalu ada di akhir cerita film. Ya kalimat tersebut adalah kalimat yang menandakan berakhirnya sebuah film.  Jika sudah ada tulisan The End pasti film itu sudah selesai. Dan para penonton yang melihatnya, entah itu di TV, di Bioskop atau di laptop sekalipun, pasti akan bergegas untuk pergi, menggantinya atau memutar film yang lain.

Dalam sebuah film, ending film memegang penting dalam kepuasan kita menonton. Jika endingnya sesuai harapan kita, maka akan mebuat kita senang. Jika endingnya cukup menggantung, biasanya membuat kita penasaran dan sedikit jengkel. Dan, jika endingnya buruk atau membosankan, sudah pasti kita akan kecewa dengan film tersebut.

Tapi, sebagian besar orang, pasti menyukai ending yang bahagia..

Menurut gue, ending gak perlu selalu bahagia, tapi yang penting berkesan. Iya berkesan. Gak peduli apakah endingnya bahagia, menyedihkan, ngegantung ataupun membosankan, tapi yang penting tetap bisa berkesan. Kenapa? Karena ending yang berkesan akan akan sulit untuk dilupakan.

Nah, Ending yang berkesan inilah yang sering gue aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah gue wisuda dulu, gue balik kampong untuk mencari kerja. Empat tahun gue lalui dengan penuh perjuangan dan cerita. Untuk menutup petualangan gue di dunia mahasiswa, gue merencanakan hal-hal sebagai ending yang spesial sebelum gue mudik.

Seminggu sebelum gue mudik, gue luangkan waktu seminggu untuk membuat ending yang berkesan ini..

Gue pergi bareng temen-temen deket gue. Farewell-an. Kebanyakan disini adalah temen-temen organisasi, temen-temen deket sekelas dan temen-temen lainnya.

Gue juga pergi mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah gue kunjungin sebelumnya di Semarang.

Gue pun gak ketinggalan buat ngajak makan bareng cewek yang pernah gue taksir di kampus dulu. baru pas mau ending gini, dia mau gue ajak makan berdua. Sebelum-sebelumnya gak pernah mau haha. Ya meskipun waktu makannya gak begitu lama, tapi seneng juga rasanya bisa ngobrol-ngobrol bareng dia..

Dan sebagai penutup kisah petualangan gue di Semarang, gue minta Neni buat anter gue ke stasiun pas gue mudik. Ya. neni inilah adik kelas dan temen satu organisasi gue. Selama di kampus gue Sering jalan bareng, makan bareng dan nonton bareng dia. Udah seperti adik sendiri. Ya meskipun jarang ketemu di kampus, tapi kita selalu meluangkan waktu buat “ngedate” tiap bulannya.

Di sebuah stasiun, ditemani orang terdekat, dan dihiasi hujan yang turun lambat-lambat, itulah ending petualangan empat tahun gue di Semarang..

Cukup berkesan kan?

……..

Ending yang berkesan jug ague coba terapkan ketika gue mau pindah kerja dari pekerjaan pertama gue. Banyak yang bilang pekerjaan pertama itu yang paling berkesan. Nah, untuk mengesankan sesuatu yang udah berkesan ini, gue pun bikin sebuah rencana untuk mengakhirkan dengan yang berkesan juga.

Store tempat gue ditempatkan akan klosing pada akhir bulan. Hal tersebut berarti bahwa gue juga akan dipindahkan ke store baru, begitu store gue klosing.

Tanggal 31, adalah tanggal terakhir store gue beroperasi. Gue bakal pindah per tanggal 1 ke store baru. Nah pada bulan itu, gue sengaja beberapa kali lembur biar ngedapetin extra off. Total gue dapet 3 extra off. Dimana 3 hari tersebut gue taro di akhir bulan. Tanggal 29-31. Rencana gue bakal liburan ke semarang buat dateng wisuda, dan ke bandung untuk ikut PH study banding.

Extra off akhirnya beres.

Gue punya 40 karyawan, yang sebagian besar gak ngebolehin gue buat resign. Makanya gue gak cerita-cerita ke meraka kalo gue mau resign akhir bulan. Nah, pas pertengahan bulan, bertepatan dengan tutupnya operasional store gue, gue sengaja bawain pizza buat karyawan gue tersebut. Gue menjelaskan kalo pizza ini sebagai ucapan terimakasih gue kepada mereka karena telah menjadi tim yang solid selama ini. Padahal sebenernya pizza tersebut juga sebagai kado perpisah gue kepada mereka, karena setelah store gue berhenti beroperasi, maka ke 40 karyawan tersebut akan langsung dipindahtugaskan ke store lain besoknya.

Perpisahan dengan karyawan beres.

Hal yang paling sulit adalah ketika pengen minta izin untuk resign kepada ketiga manager gue. Ya mereka bertiga kompak untuk tidak mengizinkan gue resign. Alasannya, ya karena gue dinilai sudah cukup bagus dan punya prospek cerah.

Tanggal 26, gue minta izin ke manager gue yang paling deket sama gue untuk resign. Setelah gue beberin alasan panjang lebar, gue tetep gak diizinin juga..

Tanggal 27 gue minta restu ke supervisor gue untuk resign dan mereka semua mengizinkan. Gue pun minta tolong mereka untuk menyampaikan pamitan gue ke manager-manager gue.

Tanggal 28 hari terakhir gue masuk kerja. Hari terakhir store gue berdiri. Hari terakhir gue kerja di perusahaan ini. Gue jaga sendiri, karena ketiga manager gue udah ambil libur duluan dari tanggal itu. Waktu itu gue kerja Cuma sama dua security dan 1 karyawan. Semua administrasi terakhir gue beresin semua hari itu. Gue pun menyerahterimakan kunci store gue (ini sebenernya tugas manager). Dan selesai sudah pekerjaan gue.

Tanggal 29-31 gue liburan ke Semarang dan Bandung. Menghadiri wisuda orang-orang terdekat dan jalan-jalan bersama orang-orang terdekat pula.

Tanggal 31 gue secara resmi resign dari pekerjaan pertama gue.

Dari ketiga manager gue, Cuma satu manager gue yang belum memberikan restu gue untuk resign..

Tapi, pada tanggal 31 inilah gue menemukan orang yang berkesan dalam ending kisah petualangan gue di pekerjaan pertama ini.. Seorang wanita yang membuat gue penasaran akan dirinya..

Saat gue berpisah dengan sesuatu yang berkesan, pada saat yang sama pula, gue dipertemukan oleh sesuatu yang berkesan juga..


Benar-benar ending yang berkesan kan?
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock