Bagaimana Waktu dan Manusia Mengubah Seseorang



Gue pernah tinggal di kost campuran. Kost yang isinya campur antar cowok dan cewek. Rada aneh juga sih satu kos sama lawan jenis, tapi kadang ada manis-manisnya gitu juga kayak le minerale. Hahai. Untungnya satu kosan itu isinya temen gue semua, mau yang cowok ataupun yang cewek. Makanya, karena kita udah kenal dari awal, jadi udah gak ada deh rasa risih atau cangung satu sama lain, selama kita tinggal di atap yang sama ini.

Pernah suatu hari temen kosan gue yang cewek, sebut aja Viola, ngajak temennya untuk nginep di kosan kita. Sebut aja dia Alvia. Nama lengkapnya, Alviana Mustika. Waktu itu kebetulan penghuni lain dikosan lagi pada keluar dan mudik. Sehingga pada hari itu Cuma ada gue dan viola disana. Ditambah alvia sebagai tamu.

Alvia, meskipun asalnya dari daerah tapi dilihat dari penampilannya justru kayak orang kota. Rambutnya panjang, wajahnya manis, pembawaanya ramah, perawakannya baik dan gayanya stylish. Gaya dia udeh kayak mbak mbak gaul eksis dan mbak mbak sosialita aja deh. Makanya, meski baru kenal hari itu, gara-gara keramahannya, kita dah kayak kenal lama aja rasa-rasanya.

Malam harinya kita bertiga makan-makan di kosan. Jadi si cewek-cewek pada masak masak sedangkan gue kebagian job beli nasinya. Sebagai satu-satunya cowok disitu gue merasa bahagia. Bukan karena dikelilingi cewek ya, tapi karena bisa makan banyak dan gratis. Dibikinin pula. Wow.  Maka nikmat mana lagi yang bisa kamu dustakan?

Share:

Cari Muka



Hari ini gue diundang meeting sama salah satu klien gue. Dalam pesan chat yang sebelumnya gue terima dari klien tersebut, secara spesifik ia mengatakan pengen “ngebahas” gue. Memang sehari sebelumnya gue dapet info dari staf gue yang ada di klien tersebut kalo dia abis kena marah disana. Sang klien pun mengatakan ke staf gue itu kalo dia juga abis complain ke atasan gue via telepon. Komplainnya sih simpel, soal kucing yang berseliweran di area office dia. Tapi ngeliat dia tumben-tumbenan ngomelin staf gue disana, terus komplen ke atasan gue juga dan ngajak gue meeting hari ini, gue gerasa pasti ada yang gak beres.

Mereka complain soal kucing sih udah biasa, gue dan tim gue yang disana pun udah punya program sendiri dalam menangani kasus kucing-kucing ini, dan selalu ada hasilnya. Dalam weekly report yang gue kirimkan ke mereka tiap minggunya pun selalu ada progress penangkapan kucing tiap harinya. Sebelum ini, mereka aman-aman aja. Lantas kenapa tiba-tiba mereka jadi berbeda kali ini?

Yups, pasti karena ada yang gak beres.

Setelah gue telusurin lebih jauh, gue Tanya sana sini, gue analisa masalah satu persatu, ya inti masalah kali ini sih sebenernya Cuma si manager klien ini yang abis dikomporin sama atasan vendor-vendor lain disana. Yah dan yang apesnya, guelah korban dari si penjilat penjilat itu kali ini.

Di dunia kerja ada beberapa jenis temen kantor atau rekan kerja. Menurut pengamatan gue ada beberapa jenis. Mungkin lo lo pada bisa tambahin nanti kalo masih ada yang kurang ya. jenis temen kantor itu ada yang pekerja tulen, penggosip, ngantukan, nyalahin orang, sombong tapi kerjanya bener, cabul, pesolek atau doyan modus dan penjilat alias carmuk. Dari sekian jenis tersebut, tipe terakhirlah menurut gue yang paling bahaya dan gak banget jadi rekan kerja. Tipe penjilat atau cari muka.

Gue bingung kenapa penjilat penjilat ini selalu ada. dimanapun. Entah kenapa gitu orang-orang kayak gini bisa terus ada. seolah olah ada aja yang beranakin. Sehingga kalo mati satu gak lama kemudian mereka tumbuh seribu.

Nyaris dua tahun gue terjun di dunia kerja, dari 2 perusahaan yang udah gue tempatin sampe sekarang gue punya puluhan klien, pasti deh di semua tempat itu ada aja penjilat penjilatnya.

Heran saya mah.

Share:

Disable Adblock