Bangsa yang (Belum) Merdeka




Meski sudah merdeka, banyak pendapat yang mengatakan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Indonesia masih terjajah oleh bangsa asing dan bangsanya sendiri. Banyak Bangsa asing yang berinvestasi di Indonesia dan berhasil meraup keuntungan yang besar serta  mengeruk kekayaan alam Indonesia dalam jumlah yang besar yang dibeli dengan harga relatif murah. Selain itu Indonesia juga tertindas oleh rakyatnya sendiri berkaca pada kasus kasus pidana yang marak terjadi. Korupsi misalnya, yang tak henti-hentinya menggerogoti bangsa ini. Namun, ada 4 permasalahan yang saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR)  besar Indonesia untuk memerdekaan negerinya.

Yang pertama adalah output pendidikan. Kita tak bisa memungkiri bahwa pemimpin-pemimpin di bangsa ini merupakan kaum terdidik. Mereka adalah hasil dari pendidikan. Akan tetapi dewasa ini banyak kaum terdidik yang terjerembab kedalam dunia hitam karena terpedaya oleh uang dan jabatan. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan belum sepenuhnya optimal dalam menghasilkan putera-puteri terbaik bangsa, karena sejatinya esensi dari suatu pendidikan adalah menghasilkan seseorang yang tidak hanya terdidik dalam kecerdasan otak saja, tetapi dalam kecerdasan moralitas juga.

Permasalahan yang kedua ialah masih rendahnya nasionalisme dalam pribadi bangsa Indonesia. Nasionalisme sangatlah penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena nasionalisme bisa diibaratkan seperti oase dalam padang pasir dan cahaya dalam kegelapan. Inilah yang akan membangkitkan dan mengembangkan kita. Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sering terjadi membuktikan bahwa nasionalisme belum benar-benara dimiliki rakyat Indonesia.

Yang ketiga adalah Kebijakan yang belum representatif. Beberapa hari ini kita dikejutkan oleh suatu kebijakan impor disaat mendekati waktu panen petani. Kebijakan ini diusulkan untuk mencegah melambungnya harga di pasaran. Akan tetapi kebijakan ini tidaklah logis, karena dilihat dari segi urgensi, mengimpor bukanlah solusi yang paling tepat. Apakah menjaga harga di pasaran hanya dapat dilakukan dengan cara mengimpor? Bagaimana dengan petani-petani yang sudah mulai menyiapkan hasil panennya. Bukannya justru malah membuat harga jual tani akan semakin rendah?  Selain itu masih banyak kebijakan-kebijakan lain yang belum representatif seperti, kurikulum pendidikan yang berubah ubah, pembagian hasil perusahaan asing dengan Indonesia yang seringkali justru merugikan Indonesia, kenaikan harga bahan pokok dan lain lain

Dan yang terakhir adalah lemahnya hukum di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Lemahnya hukum di Indonesia, semakin membuat banyak orang untuk melakukan tindak pidana. Mereka seakan tidak pernah jera dengan hukuman-hukuman yang telah diberikan. Korupsi, kolusi dan nepotisme pun kini menjadi “hobi” baru bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya. Mafia hukum, mafia politik maupun mafia ekonomi semakin banyak bermunculan, membuat semakin terlecehkannya hukum di Indonesia. Indonesia pun dijajah oleh bangsanya sendiri.

Sudah selayaknya Indonesia mulai  berbenah diri dari cengkraman penjajahan oleh negerinya sendiri maupun bangsa asing. Singapura yang “baru” berusia 50 tahun kemerdekaan saja sudah bisa memakmurkan bangsanya, bahkan kini sudah menjadi Negara yang diperhitungkan di kancah Internasional. Empat permasalahan diatas, bukanlah hal yang sulit diatasi, apabila Indonesia benar-benar ingin serius memerdekakan bangsanya. Karena yangdibutuhkan “hanyalah” sosok-sosok pemimpin yang cerdas, amanah, profesional dan berintegritasi dalam memimpin segala aspek dan posisi  yang ada di negeri ini.

#Onedayonepost #ODOPbatch5
#Day6

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock