Kisah Si Ayam Potong Bagian Dua



Sam pun berencana mengubah nasib kaumnya...

Sam berpikir, jika dia dan teman temannya di kavling C bisa menjadi seperti ayam ayam di kavling A dan B, maka ayam2 di kavling C akan terhindar dari takdir buruk. Sam pun mengumpulkan semua ayam dan menjelaskan nasib nahas yang selalu menimpa kavling C. Banyak ayam yang diambil dan tak pernah kembali lagi. Sam menjelaskan bahwa ayam itu bukanlah di pindahkan ke kavling lain, tapi mereka semua telah dipotong dan dijual. Ayam ayam mulai memberikan argumennya masing-masing. Ada yang sebenarnya sudah tau akan hal ini tapi mencoba menyembunyikannya. Ada yang sudah tau tapi takut untuk mengungkapkannya.Juga ada yang sudah tau tapi tidak peduli. Dan bahkan ada yang belum tahu sama sekali. Akhirnya di pertemuan itu mereka menyepakati bahwa takdir nahas yang selalu dialami ayam di kavling C harus segera di akhiri, karena sama seperti ayam ayam di belahan dunia manapun, mereka juga punya hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Namun ternyata ayam ayam di kavling C lebih banyak yang pasrah akan masa depannya. Melihat itu sam pun gusar dan mengajak siapapun yang ingin berjuang bersamanya untuk kumpul lagi keesokkan paginya. 

Sebelum menutup pertemuan itu, sam mengatakan, “Siklus ini akan selalu berputar. Takdir ini pun akan senantiasa menyelimuti kavling C. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, kecuali kita lakukan perubahan. Dan itulah yang akan kita lakukan mulai sekarang !!!”

Keesokkan harinya...

Ternyata yang datang untuk berjuang bersama Sam hanya beberapa ayam saja. Tapi itu tidak membuat semangat Sam menurun. Sejak hari itu Sam dan teman temannya mulai berlatih. Sam dan ayam ayam jantan lainnya diam diam berlatih untuk menjadi ayam jago seperti halnya ayam jago di kavling A dan temen temen sam yang betina pun mulai merawat diri agar menjadi ayam betina berkualitas. Semakin hari mereka semakin kuat.

Hingga tiba di suatu hari...

Sam mendengar bahwa ayam ayam di kavling C akan kembali dijadikan bahan latihan ujian ayam jago kavling A. Sam berpikir inilah saatnya dia dan teman-temannya menunjukan taringnya, bahwa ayam potong kavling C tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Dan betul ternyata Sam lah ayam yang akan menjadi ayam uji coba itu.

Di malam sebelum pertandingan itu sam mengatakan kepada kavling C bahwa besok ia akan mengubah nasib kavling C. Ia akan berjuang mati matian untuk menang di pertandingan tersebut, karena hanya dengan kemenanganlah yang akan membuat si pemilik sadar akan potensi hebat yang dimiliki kavling C, dan membebaskan kavling C dari nasib pemotongan dan penjualan.

Hari pertandingan pun tiba.

Tak tanggung tanggung, lawan yang dihadapi sam adalah Max. Salah satu ayam kesukaan dan kesayangan si pemilik. Max dibesarkan dengan suplemen suplemen, latihan latihan hebat dan perawatan perawatan mahal. Intinya, Max dari awal sudah disiapkan untuk menjadi ayam jago yang hebat. Meskipun pada kenyataannya ternyata max tidak sehebat yang dibayangkan. Seperti biasanya pertarungan uji coba ini disaksikan oleh keluarga si pemilik.

Pertarungan pun dimulai..

Sam vs Max.

Sam mampu meladeni kekuatan Max.  Sam bertarung dengan lincah dan lihainya. Kecepatannya melebihi kecepatan Max. Sedikit membuat max kewalahan. Tapi pertarungan masih terlihat imbang. Sam lebih sering bertahan dan melancarkan serangan balik. Berbeda sekali dengan Max yang secara brutal terus terusan menyerang Sam. Serangan brutal Max terhadap Sam ternyata seringkali menimbulkan celah dan celah itulah yang sering dimanfaatkan Sam untuk diserang.

Ayam ayam di kavling A,B dan C turut melihat pertarungan sengit itu. Ayam ayam di kavling C terus menyuarakan dukungan nya untuk Sam. Sedangkan ayam ayam di kavling A dan B tak ketinggalan mendukung Max, meski tak dipungkiri lagi bahwa ternyata dalam lubuk hati mereka, mereka penasaran dan sedikit kagum dengan kehebatan Sam.

Pertarungan masih berjalan sengit, kedua ayam memiliki luka luka serius di tubuhnya. Kedudukan pun masih seimbang, kedua ayam ini mulai terlihat kelelahan. Sorak sorai dukungan pun terus mengalir ke dua ayam ini. Sam melihat teman temannya terus mendukungnya, menyemangatinya. Teringat janjinya untuk mengubah nasib kaum kavling C. Dia akan berusaha, terus berusaha dan tetep berusaha untuk memenangakan pertarungan ini. Semangat Sam memuncak lagi. Dari semangat itu dia seolah mendapat energi tambahan. Sam pun melihat Max yang sekarang lebih sering bertahan karena kelelahan akibat serangan brutalnya tadi. Melihat celah itu, Sam pun melancarkan serangan terakhir.

Kali ini sam dengan energi barunya itu menyerang Max dengan semangat juang tinggi. Max mulai terdesak. Sam makin menggebu gebu. Max mengalami kemunduran.  Kemenangan Sam sudah di depan mata. Namun tiba tiba sebuah batu menampar tubuh sam. Sam terguling. Tulang sayapnya patah. Sam kebingungan. Sam melihat ternyata yang menimpukinya batu adalah si pemiliknya sendiri. Sam mencoba bangkit tapi terjatuh lagi. Sam masih dilingkupi tanda Tanya besar mengenai apa yang barusan terjadi pada dirinya. Di tengah kebingungannya itu, datang lah terjangan Max. Serangan dahsyat... Serangan terakhir pada pertarungan itu..

Sam kalah…

Pertarungan penentuan takdir ini pun selesai...

Beberapa hari kemudian…

Pertarungan Sam vs Max masih terus menjadi perbincangan di kalangan ayam ayam di kavling kavling tersebut, meskipun kalah Sam tetap mendapat dukungan dari kavling C dan beberapa ayam dari kavling A maupun kavling B. Kondisi Sam sudah baikan namun kondisi psikologisnya masih buruk. Dia masih belum percaya dengan apa yang terjadi dengan  pertarungan itu. Dan di tengah kebimbangannya itu datang lah si pemilik kepada Sam. Pemilik tersebut berencana menjual sam kepada tukang potong !

Kalo sudah menjadi ayam potong memang akan tetap menjadi ayam potong ya...

Di malam sebelum Sam pergi, Sam mengatakan kepada kavling C. Bahwa dia akan terus memperjuangkan nasib kaumnya, tak peduli meski dia harus mati. Dia akan terus berjuang untuk menepati janjinya. Sebab inilah jalan hidupnya !

Keesokkan harinya Sam pun benar dibawa pergi oleh si pemilik dan sejak saat itu Sam tak pernah kembali lagi.

Kavling C berduka. Mereka kembali kehilangan orang orang terbaik mereka. Mereka kembali merasakan kepedihan dan mimpi buruk akan masa depan mereka yaitu pemotongan dan penjualan. Di tengah keputusa asaan tersebut muncullah tunas tunas baru dari kavling C. Mereka sudah mempunyai tekad. Tekad untuk meneruskan apa yang sudah diperjuangkan sam selama ini. Tekad untuk perubahan kearah yang lebih baik. Dan mereka juga akan memperjuangkannya sampai mati...

To be continued..

Baca Kisah Sebelum dan selanjutnya : Kisah si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5

#Day29
Share:

1 comment:

Disable Adblock