Kisah Si Ayam Potong



Alkisah disuatu peternakan ayam. Peternakan Grace Field namanya.

Peternakan itu berisi berbagai jenis ayam yang ayam ayamnya dipisah menurut jenisnya masing masing. Kavling A berisi ayam ayam jago. Ayam jago terkuat dan terlemah ada disini. Ayam jago termahal dan termurah pun ada disini.. dan ayam jago terbesar dan terkecil pun ada disini. Kavling B berisi ayam ayam betina. Telur telur berkualitas dihasilkan disini. Ayam ayam betina ini rata rata adalah ayam petelur. Berbeda dengan ayam jago yang lebih mengedepankan ego, ayam ayam betina ini cukup akur satu sama lain. Lalu ada kavling C. Kavling ini berisi ayam ayam potong. Kavling ini adalah kasta terendah dibandingkan dua kasta diatas, karena memang isinya yang “hanya” berisikan ayam ayam potong. Ayam ayam yang tidak punya masa depan, karena masa depannya adalah dipotong, untuk berkembang biak pun mereka tidak bisa.

Pemilik peternakan ini adalah satu keluarga. Keluarga Joni nanya. Mereka memperlakukan tiap kavling dengan berbeda beda. Di kavling A mereka benar benar sangat serius dalam merawat dan memelihara ayam-ayam disana. Tentu saja semua itu demi satu tujuan, agar ayam ayam jago itu menjadi kuat dan menang dalam lomba sabung ayam, karena akan banyak keuntungan yang di dapat dari kemenangan itu.

Gak beda jauh dengan kaving A, di Kavling B, mereka juga sangat serius dalam hal merawat dan memelihara ayam ayam betina yang ada disana. Tujuannya apa? Agar seua yama betina disana bisa menjadi cantik, anggun dan berkualitas. Jika semua ayam betina seperti itu maka ayam betina akan bisa dipasangkan dengan salah satu atau beberapa ayam jago yang ada di kavling A dan menghasilkan anak anak ayam yang berkualitas tinggi. Pasangan ayam ini pun akan ditakuti.

Lalu kita beranjak ke kavling C. Di kavling ini semua ayam jantan dan betina bercampur. Mereka semua berteman. Si pemilik juga merawat dan memelihara ayam ayam ini  dengan baik, tapi tidak sebaik mereka merawat dan memelihara ayam ayam di kavling A dan B. Ayam ayam di kavling C seringkali dijadikan bahan latihan aduan untuk ayam ayam di kavling A dan B. Seringkali juga dijadikan uji coba untuk disuntikan vaksin atau obat obat tertentu. Ayam ayam di Kavling C pun seringkali terlambat mendapatkan makan, minum ataupun obat saat mereka sakit. Tapi meski dengan kondisi begitu, ayam ayam di kavling C tetap akur satu sama lain.

Pada suatu hari…

Sang pemlik, Joni, mengambil 20 ayam potong dari kavling C. Keduapuluh ayam itu akan dipotong dan dijual. Padahal dari 20 ayam itu ada beberapa ayam jantan dan betina yang punya banyak potensi untuk menjadi ayam jago yang hebat dan ayam betina cantik. Si pemilik pun tau. Namun tetep saja, karena label nya yang sudah ayam potong, maka potensi potensi itu pun dilupakan begitu saja dan si pemilik pura pura untuk tidak mengetahuinya. Akhirnya 20 ayam potong itu dipotong dan dijual. Berakhirlah hidup si ayam potong itu..

Melihat teman temannya yang diperlakukan tidak secara ayamiawi. Ada seekor ayam potong, sebut saja, Sam. Ia ingin melakukan perubahan untuk nasib kaum nya. Sam tidak ingin teman temannya di kavling C kembali menjadi seperti 20 ayam yang tadi, karena ayam baik di kavling A, kavling B dan kavling C adalah sama. Mereka sama sama ayam dan mereka yang di kavling C pun juga punya hak yang sama seperti halnya ayam di kavling A dan B. Mereka seharusnya juga punya hak untuk hidup lebih lama. Hak untuk tumbuh dan berkembang. Dan hak untuk berkembang biak. Hak hak yang selama ini tidak mereka dapatkan.

Sam menyadari bahwa selama ini kaum nya di kavling C telah dibohongi  mengenai masa depan kaum mereka. Selama ini mereka mengira mereka sama dengan ayam-ayam di kavling A dan B. Ayam yang dipelhara tidak untuk diptong begitu saja. Sam pun menyadari bahwa kaumnya selama ini hanya mengikuti alur dan irama si pemilik. Dan yang paling membuat sam sangat kesal adalah, saat kaumnya hanya dijadikan alat atau boneka permainannya si pemilik, agar si pemilik mendapatkan keuntungan yang banyak…

Yaa benar. Si pemilik membesarkan mereka hanya untuk satu hal., untuk dipotong dan dijual. Dan mereka mendapatkan untung yang sangat banyak dari sana.

Sam pun berencana mengubah nasib kaumnya...

To be continued

Baca kisah selanjutnya : Kisah Si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5

#Day29
Share:

3 comments:

  1. Ceritanya asik kayaknya. Ada makna-makna tersembunyi ....

    ReplyDelete
  2. Duh..ga sabar nunggu cerita selanjutnya..hihihi

    ReplyDelete
  3. Jadi Sam akan menjadi super hero dari ayam-ayam di kavling C yaa?

    ReplyDelete

Disable Adblock