Presiden Takut Sama Mahasiswa




Mahasiswa takut pada Dosen..
Dosen takut pada Dekan..
Dekan takut pada Rektor..
Rektor takut pada Menteri..
Menteri takut pada Presiden..
Presiden takut pada Mahasiswa..

Taufiq Ismail - Takut ’66, Takut ’98

Puisi karangan Om Taufiq Ismail diatas bener bener memberikan penjelasan seutuhnya tentang kodrat sepucuk makhluk rapuh  bernama MAHASISWA. Gue termasuk orang yang cukup mengagumi pencipta puisi tersebut. Dari sekian banyak karya beliau yang pernah gue liat dan gue baca, Puisi berjudul “Takut ’66, Takut ‘98” inilah yang paling gue suka. By the way, gue cuma tau puisi beliau ya cuma satu ini aja. Oke. Fix Lupakan. Kenapa gue suka? Soalnya ada banyak pesan rahasia nan kontradiktif yang ada didalamnya. Gue pertama kali baca ini puisi pas waktu semester 1 di suatu majalah kampus ternama dan terbesar di FKM Undip.Untuk menjaga nama baiknya kita sebut aja dia, Majalah mawar. Pas pertama kali gue baca, gue ngerasa bangga banget jadi mahasiswa. Soalnya dari puisi tersebut kita jadi tau, bahwa bapak Presiden yang terhormat ternyata takut sama kita, para mahasiswa.  YEEAAAHHH !!! HIdup MAHASISWA  !!!!

Tapi begitu gue ngebacanya pas mahasiswa tingkat akhir kayak sekarang gini, gue langsung shock.  Ternyata status mahasiswa yang gue banggakan selama ini hanyalah sebuah kesenangan dan permainan belaka. Yaa hampir mirip-mirip sama sinetron-sinetron indosiar yang ditayangin tiap hari. Jadi sinetronnya itu pasti cerita tentang sebuah keluarga yang dilanda sebuah konflik. Ada aja deh konfliknya. Pasti selalu ada orang (biasanya) cewek yang jahatnya kebangetan dan itu (biasanya) hanya karena harta dan tahta aja. Kita pasti selalu dipertontonkan bagaimana kejamnya dan liciknya dia.

Nyokap gue pasti selalu ngedumel tiap adegan yang jahat-jahat gini dan anehnya, pemeran protagonisnya pasti selalu mengalah dan memaafkan serta selalu ditindas. Tapi ujung-ujungnya pasti nanti tokoh jahatnya kecelakaan/sakit terus dia tobat deh. Dan tokoh baiknya pasti selalu memaafkan. Terkadang disela-sela film nanti kita akan dikejutkan oleh adanya elang yang dijadikan kendaraan untuk berpergian. #okesip.  Yaa jadi kesamaan kisah kemahasiswaan seorang mahasiswa dengan sinetron indosiar adalah ternyata cerita mahasiswa ini hanyalah fiktif belaka. Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat maupun cerita.  Adegan ini dilakukan oleh professional dan property yang digunakan dibuat dari bahan yang lunak. Makanya Don’t Try This at HOME #apasih #gagalfokus

Oke kembali ke soal puisi tadi. Ya akhirnya gue paham maksud sebenernya dari sang pencipta puisi ini. Yaa, puisi ini hampir sama kayak lukisan monalisa yang fenomenal itu, yaitu sama sama memberikan sebuah pesan rahasia kepada pembacanya dimana pesan yang tercantum didalamnya merupakan pesan pembuka tabir dan nadir suatu makhluk ababil berlabel MAHASISWA !!! Yaa, MAHASISWA. Gue termasuk orang yang keren karena berhasil memecahkan pesan rahasia tersebut. #okesip

Jadi inti puisi ini sebenernya gak muluk-muluk. Udah jelas banget pada bait pertama dan terakhir. Yang kalo kita gabungin dan tarik benang merah dari 2 bait tersebut maka akan muncul kesimpulan seperti ini.

“Sehebat-hebatnya mahasiswa menjatuhkan seorang Presiden, maka ia akan jatuh dihadapan DOSEN juga”

Dengar kawanku. inilah pesan tersirat dari puisi tersebut. Our destiny. HIDUP MAHASISWA TINGKAT AKHIR yang SELALU GETIR !!!

…….

Gue sekarang lagi penelitian di lapangan dan ini udah masuk minggu keempat. Gue banyak ngalamin kejadian absurb selama di lapangan. Bener-bener absurb deh. Contohnya gini, pas gue lagi mau nanya alamat rumah salah satu responden gue

Pak permisi, boleh minta tolong, kalo alamat ini dimana ya?”

Bapaknya ngeliat gue, “Wah mas saya tidak tau”

“oh gitu. Makasih pak”

“mau narik motor ya mas?” kata bapaknya

“waah enggak pak, saya mahasiswa lagi penelitian di daerah sini

Bapaknya ngeliatin gue lagi, “coba liat lagi dek alamatnya”

Gue kasih liat lagi

Bapaknya terus ngomong, “waah kalo alamat ini mah si bapak anu, sini sini saya tunjukin”

Waaaseeeeeemmm. Itu bapak bapak ternyata emang beneran tau. Akhirnya gue berhasil ke alamat itu.
Dan ternyata... Alamat itu adalah rumah bapaknya sendiri -____-

……

Banyak banget profesi profesi aneh yang orang-orang camkan ke gue pas penelitian ini. Mulai dari tukang dealer motor sampe rentenir. Mulai dari tukang kredit sampe tukang sales. Mulai dari calon legislatif sampe tim sukses partai. Mulai dari tukang PLN sampe dikira mau ngasih santunan. Mulai dari petugas puskesmas sampe petugas upacara *lohh*

Ngeliat banyaknya prasangka-prasangka orang ke gue tersebut, di tengah-tengah jalan, gue jadi bingung ama identitas gue sendiri. Gue berpikir, jangan jangan apa yang orang orang itu katakan emang beneran. Jangan-jangan gue awalnya emang tukang rentenir, trus ada salah satu kliean gue yang gak suka sama gue, terus dia cuci otak gue, untuk menjadi seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang dilema dengan problema skripsinya !!!

Atau mungkin, gue awalnya seorang tukang PLN, yang lagi benerin gardu, lalu ada mahasiswi cantik lewat dan gue terpesona olehnya. Trus tiba tiba gue salah masang kabel dan gue kesetrum. Otak gue pun kesetrum. Gara-gara setruman itu, otak gue jadi berpikir bahwa gue sama mahasiswi cantik itu sedang dirundung cinta dan kebetulan kita lagi bareng-bareng ngerjain skripsi. Mahasiswi cantik itu mirip kamu... kamu.. iya kamu.. I love you ! *ala dodit* *modus* #jones

Gila gila.. Ada ada aja imajinasi lo yip..

Atau atau mungkin cerita nya gini. Gue sebenernya cuma pelajar biasa aja yang tertarik ama cerita cerita misteri. Suatu hari gue lagi jalan ama gebetan gue di Dufan. Kita nyobain banyak wahana permainan disana. Kebetulan pas naik halilintar gue ngeliat dua orang mencurigakan berpakaian serba hitam. Yang satu rambutnya panjang, yang satu pake kacamata item. Akhirnya gue ikutin deh itu orang-orang berpakaian serba hitam itu. Gue merhatiin mereka diam diam. Ternyata salah satu dari mereka (yang pake kacamata item) lagi transaksi barang gitu sama seseorang. Jadi dia lagi nuker botol obat sama satu koper uang. Ngeliat tindak tanduk yang mencurigakan itu, gue langsung foto-fotoin aja diem-diem. Tapi tiba-tiba si rambut panjang muncul dari belakang gue dan dia langsung mukul kepala gue pake tongkat kasti. Gue pun langsung hilang kesadaran. Dan si rambut panjang berjubah hitam itu ngasih obat ke mulut gue. Gue pun pingsan beberapa saat. Begitu gue terbangun, gue mendapati tubuh gue menjadi tubuh seorang anak kecil !!!

OH MY GOD !!! ternyata gue adalah CONAN EDOGAWA !!!

Okesip. Hentikan imajinasi imajinasi liar itu.

……

Dibalik mahasiswa yang ingin cepat lulus pasti ada dosen yang memperlambat (dan mempercepat). Dan dibalik mahasiswa yang tidak ingin cepat lulus, pasti ada juga dosen yang mempercepat (dan memperlambat). Hal ini selalu berlaku di dunia mahasiswa yang fana dan maya.

Yaa lika-liku dalam ngerjain skripsi itu sama halnya cerita cerita dalam sinetron indosiar. Pada awalnya kita pasti ngerasa baik-baik aja sama keadaan kita maupun sekeliling kita. Akan tetapi, semakin jauh kita berjalan, semain lama durasi itu sinetron, pasti akan selalu ada hadangan dan konflik yang datang ke kita, baik dari orang di dekat kita atau orang yang gag kita sekalipun. Jika hadangan itu datang, maka berlakulah seperti halnya tokoh baik di sinetron indosiar itu. Tetep sabar, tabah, tegar, berusaha dan berdoa. Ampuni Baim ya Allah... *loh kok jadi baim*

Karena, dengan begitu, kita akan mendapat pencerahan. Entah itu berupa adanya orang-orang baik disekeliling kita yang senantiasa menolong kita, entah itu berupa kemudahan dalam bekerja, entah itu tiba-tiba kita dapet kekuatan untuk ngejatohin orang dengan hanya melihatnya, kayak ana dalam serial amigos. Entah itu dengan didatanginya kita oleh ibu bidadari Tamara Blezinsky atau ibu bidadari dalam serial Carita de angel, yang muncul di gudang sekolah yang membuat gedung yang berantakan berubah seketika menjadi putih bersinar. Okeh Stop. *korban telenovela masa kecil*

Ya. intinya, Sesulit apapun perjalanan kita, pasti selalu ada kemudahan yang menyertainya.
Hanya kita saja yang kadang luput untuk menyadarinya.

Dan, ending dari tiap sinetron indosiar adalah jawabannya..  Misal kalo diibaratkan, kita sebagai mahasiswa adalah tokoh baiknya yang selalu ditindas atau tertindas, maka tetaplah berbuat kebaikan, tetaplah jujur, tetaplah berusaha dan berdoa… “ampuni Baim ya Allah” *kok jadi baim lagi*

Karena sejahat apapun tokoh jahat di Indosiar, maka dia akan kecelakaan/sakit dan terus akhirnya tobat deh. #okesip #bukan ini yang dimaksud #bukan bukan. Maksudnya, karena seburuk-buruknya atau seberat-beratnya cobaan yang kita hadapi pasti selalu ada jalan keluarnya. Sederhananya begini. Coba buatlah sebuah garis vertikal dan horizontal. Garis vertikal untuk tingkat kesuksesan dan kesukaran masalah elu, missal range 1-10 dengan rincian 1-5 (kegagalan) dan 6-10 (keberhasilan). Lalu untuk garis horizontal adalah tanggal setiap hari. Nah tiap hari tulislah semua kesulitan, masalah, kegagalan, keberhasilan. Anggaplah tiap masalah atau hal buruk itu sebagai sebuah titik. Lalu pada tiap hari titikkanlah masalah/problema elu sesuai dengan rangenya masing-masing. Setelah elu mencapai tujuan lo maka hubungkan lah titik-titik tersebut dan akan tercipta sebuah garis. Ya garis.

Maka lihatlah garis tersebut. Pasti enggak mulus kan. Pasti selalu ada fluktuasi dalam garis tersebut. Ya itulah hidup. Kayak bola. Berputar dan terus berputar tanpa kita tau akan berhenti dimana dan ama siapa. Masalah datang bukan untuk menaklukkan kita, tapi untuk menguatkan kita dan berpikir cerdas agar hal yang sama gak keulang lagi. Dan Keberhasilan datang bukan untuk menyenangkan kita semata, tapi juga untuk mengajarkan kita bagaimana untuk terus bisa konsisten dalam keberhasilan tersebut.

Keruwetan dalam nyekripsi datang bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga karna ada KESEMPATAN.

Maka, WISUDALAH... WISUDALAH...

….

Nah intinya dari intinya (kayaknya gag selesai selesai yak). Ngerjain skripsi itu inget aja deh ama sinetron indosiar, bagaimanapun awal dan tengah-tengahnya, pasti endingnya bahagia dan sejahteraaaaaaaaaaa….

Salam puitis dari Pejuang Skriptis J

To be continued

#Onedayonepost #ODOPbatch5

#Day37
Share:

9 comments:

Disable Adblock