Review Series TV Black Mirror S03XE01 : Nosedive



Black Mirror adalah serial yang menceritakan sisi buruk dari kemajuan teknologi. Teknologi yang ditampilkan pun beragam, mulai dari teknologi yang sudah ada saat ini, maupun teknologi yang mungkin bakal ada di masa depan. Selain bahas teknologi yang seringkali bikin kagum dan kesel, film ini juga ngebahas manusianya. Iya manusia nya. Lucunya, kalo gue perhatiin orang-orang di sekitar gue sekarang, bukan gak mungkin kalo di masa depan nanti, mereka bakal kayak manusia-manusia di film black mirror.

Sarial ni sudah berjalan empat season yang uniknya di tiap episode, baik cerita maupun pemerannya berbeda-beda. Mirip-mirip cerita antalogi gitu. Entah kenapa gue ngerasa kalo semua episode di serial black mirror ini nyambung. Nyambung dalam arti, satu universe. Tapi gak tau juga sih bener apa engak. Gue baru nonton serial ini sampe season tiga. Ceritanya yang selalu “menampar” dan endingnya yang seringkali ngeselin bikin gue tertarik untuk ngereview serial tv ini. Kali ini gue pengen ngereview episode pertama di seson tiga yang judulnya Nosedive.

Nosedive bercerita tentang dunia yang dipengaruhi oleh rating. Segala bentuk kehidupan disana amat sangat dipengaruhi oleh rating. Mau beli rumah rating harus 4,5 keatas, mau nyewa mobil rating harus 3 keatas, bahkan mau kondangan ke temen sendiri pun harus dengan rating 4, keatas. Gilak !

Rating sendiri adalah indikator yang dimiliki oleh manusia. Yang bernilai dari angka 1 – 5. Di dunia nosedive, setiap manusia punya ratingnya masing-masing. Rating dinilai dari penilaian orang kepada kita. Penilaian itu sendiri dilihat berdasarkan tutur kata, sopan santun, ramah tamah, tingkah laku, postingan di media sosial dan lain lain. Semakin orang itu terlihat “baik”, maka dia akan dirating baik oleh orang yang melihatnya, tapi jika dia bertingkah buruk, bertutur kata kasar, atau bahkan bergaul dengan orang yang ber-rating kecil, maka dia bisa mendapat rating rendah dari orang sekitarnya.

Lucy adalah orang yang terobsesi dengan rating. Dia selalu pengen punya rating yang tinggi. Dia suka sedikit cemburu dengan orang-orang yang punya rating diatasnya. Padahal ratingnya sendiri sudah cukup baik, yaitu 4,2. Akan tetapi dia ingin ratingnya tinggi seperti teman masa kecilnya Naomi. Berawal dari hal ini lah bencana dimulai.



Obsesi besarnya yang ingin memiliki rating tinggi, membuat Lucy tidak menjadi dirinya sendiri. Dia selalu menampakkan dirinya dengan “baik”, elegan, sopan. Dia juga tidak mau berteman dengan orang  dengan rating kecil, yang salah satunya adalah adiknya sendiri. Dia seringkali memberi rating 5 kepada orang dengan maksud agar orang lain juga memberi rating 5 kepada dirinya. Dia pun sedikit memaksa untuk datang ke nikahan sahabatnya Naomi, agar ketika ia disana, dia bisa mendapatkan 5 bintang dari temen-temen Naomi yang semyuanya ber-rating tinggi, sehingga ratingnya bisa meningkat drastis.

Sungguh sangat aneh ya.

Menurut gue episode nosedive ini deket banget sama kehidupan kita sekarang. Kalo kalian lihat zaman now, derajat seseorang udah bukan lagi dilihat dari kekayaan, tapi juga dari jumlah like dan followernya. Orang yang follower dan likenya banyak entah kenapa selalu dianggep keren dan hebat. Makanya banyak orang zaman now yang bikin postingan-postingan aneh, nyeleneh sehingga bisa viral dan terkenal. Banyak juga orang yang sengaja like dan komen postingan orang, ya agar orang itu balik like dan komen postingannya. Postingan-postingan orang zaman now pun sekarang udah mulai banyak yang lebih ke pencitraan dibanding sharing. Niatnya pun lagi lagi, biar likenya banyak. Bahkan ada juga temen gue yang tiap posting di sosmed gila cantik banget, padahal mah aslinya bulukan sob.

Sinting.

Beberapa hari yang lalu gue ketemu keponakan gue yang masih 13 tahun. Dia udah punya instagram dan nge follow gue. Tau apa yag dia katakan, “Om followernya banyak banget. Keren ih. Gimana sih caranya?”

Gilaaaaaaa.

Nosedive detected nih.

Makanya jangan heran, kalo cerita di nosedive ini bakal jadi kenyataan kedepannya.

Pada akhirnya serial black mirror adalah serial yang wajib ditonton oleh semua orang. Baik cerita, casting, musik dan pesan filmnya selalu oke banget. Gue selalu tertampar tiap nonton episode episode nya. Dan gue merekomendasii banget agar film ini bisa diangkat ke layar kaca atau layar lebar. Biar bisa ditonton lebih banyak orang lagi.

Black mirror adalah masa depan. Black mirror adalah cambukan. Dan black mirror adalah hidangan mahal nan enak tapi menyebabkan rasa sakit tidak berdarah ketika selesai menontonnya.

#Onedayonepost #ODOPbatch5
#Day25


Share:

5 comments:

Disable Adblock