JURNAL : FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS JATINEGARA JAKARTA TIMUR


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2014


ABSTRAK

ARIEF SATIAWAN
FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS JATINEGARA JAKARTA TIMUR
IX + 76 halaman + 24 Tabel + 3 gambar + 8 lampiran

Pneumonia masih menjadi penyakit terbesar penyebab kematian anak di dunia. Kejadian pneumonia pada balita tahun 2012 di Kota Administrasi Jakarta Timur ditemukan sebanyak 4016 kasus, dengan kasus tertinggi di wilayah kerja puskesmas jatinegara Jakarta timur sebanyak 714 kasus. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia adalah kondisi fisik rumah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Jatinegara Jakarta Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research observational dengan pendekatan case control. Sampel penelitian ini adalah balita umur 0-59 bulan yang menderita pneumonia dan berobat di Puskesmas Jatinegara Jakarta Timur pada bulan Januari – Maret 2014. Kelompok kasus sebanyak 44 responden dan kelompok kontrol 44 responden. Analisis data menggunakan uji statistic chi square dan besarnya resiko dengan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara luas ventilasi (p=0,031 OR=4,194) kepadatan hunian (p=0,031 OR=3,328), pencahayaan (p=0,01 OR= 3,444) dan kelembaban (p=0,008 OR= 4,385) dengan kejadian pneumonia pada balita, sedangkan jenis dinding, jenis lantai, jenis bahan bakar, keberadaan perokok, suhu menunjukkan tidak ada hubungan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah luas ventilasi rumah, tingkat kepadatan hunian, pencahayaan dan kelembaban mempunyai hubungan dengan kejadian pneumonia pada balita.
Kata kunci : Faktor lingkungan fisik rumah, pneumonia, Jatinegara
Kepustakaan : 44 (1984-2013)






FACULTY OF PUBLIC HEALTH
DIPONEGORO UNIVERSITY
SEMARANG
MAJORING IN ENVIRONMENTAL HEALTH
2014


ABSTRACT

ARIEF SATIAWAN
Factors Of House Physical Environment Associated To The Incidence Of Pneumonia in Children Under Five Years, In The Working Area of Jatinegara Health Centre, East Jakarta
IX + 76 halaman + 24 Tabel + 3 gambar + 8 lampiran

Pneumonia remains a leading cause of child mortality diseases in the world. Incidence of pneumonia in children under five in 2012 in East Jakarta Administration found as many as 4016 cases, with the highest cases of health centers in the region of eastern Jakarta Djatinegara as 714 cases. One of the factors that influence the incidence of pneumonia is the physical condition of the home. The purpose of this study was to determine the physical environmental factors associated with the incidence of pneumonia in infants Jatinegara Health Centre, East Jakarta. This type of research is explanatory research with observational case-control approach. The sample was toddlers aged 0-59 months suffering from pneumonia and was treated at the health center in East Jakarta Jatinegara January to March 2014. Groups of respondents were 44 cases and 44 control group respondents. Data analysis using chi-square statistical test and the magnitude of risk with an odds ratio (OR). The results showed relationship between the area of ventilation (p = 0.031 OR = 4.194) residential density (p = 0.031 OR = 3.328), lighting (p = 0.01 OR = 3.444) and humidity (p = 0.008 OR = 4.385) and the incidence pneumonia in young children, whereas the type of wall, floor type, fuel type, the presence of a smoker, the temperature showed no association. The results of this study are extensive ventilation, levels of occupancy, lighting and humidity have a relationship with the incidence of pneumonia in infants.
Keywords: Home physical environment factors, pneumonia, children under five years, Jatinegara
Bibliography: 44 (1984-2013)


Share:

1 comment:

  1. Jadi itu faktornya? Anaknya sahabat aku sakit itu soalnya kemarin dan sempet di rawat di rumah sakit sepekan.

    ReplyDelete

Disable Adblock