Kisah si Ayam Potong Bagian Delapan




Pimpinan Divisi Ayam Impor, Tor

Datanglah ke kavling C, esok hari Tor. Mari kita selesaikan dengan cara lama. –Jan

Jul merasa berapi-api mendengarnya. Jan akan bertarung dengan Tor. Jan, pimpinannya. Ia kan turun tangan langsung. Ia ingin melihat pertarungan itu. Ia harus melihatnya. Pertarungan ini akan membawa mereka semakin dekat ke tujuan revolusi.

………

"Jadi kau tidak ikut Jul?"

“Apa boleh buat, Feb. Aku belum bisa berdiri”

“Baiklah. Akan kuceritakan bagaimana pertarungan itu nanti kepadamu”

“Aku yakin Jan pasti menang”

Pasti”

“Bolehkah aku minta tolong Feb?”

“Ya”

“Tolong panggilkan Mar kesini. Ada yang ingin kubicarakan dengannya”

......

Di tempat pertarungan...

Tor langsung berinisiatif menyerang. Dia tidak main-main. Seperti pertarungan kemarin, ia memang benar-benar petarung kilat. Meskipun pertarungan baru beberapa detik, ia sudah melancarkan serangan serangan terkuatnya saja. Baginya, tidak ada gunanya basa basi dalam pertarungan. Ia juga tidak terbiasa berlama lama dalam pertarungan. Tor sudah diajarkan menyerang sejak kecil. Meskipun ia adalah ayam ras impor, tapi dia dibekali cukup banyak latihan. Dia juga sudah beberapa kali diadu oleh ayam ayam lain dari sejak kecil.

Tor kecil termasuk ayam pemberani. Saat ayam-ayam seumurannya masih pada takut dengan ayam yang seumuran tapi lebih besar ukurannya dari mereka, Tor tidak begitu. Ia berani menantang siapapun ayam yang mengganggunya. Tak peduli ayam tersebut lebih kuat atau lebih tua darinya. Ia tidak segan-segan menyerang langsung. Tor mempunyai 7 saudara. 6 diantaranya pejantan semua. Sedangkan satu sisanya adalah betina. Sejak kecil Tor sering bertarung bersama saudara-saudaranya. Bukan cuma dalam permainan, tapi seingkali juga sengaja diadu oleh pemilik petenakan. Bahkan dulu pernah terjadi perang saudara diantaranya. Sayangnya, mereka semua sudah berpisah sekarang. Padahal jika mereka bisa rukun hingga sekarang, maka mereka semua bisa menjadi grup yang sangat mematikan.

Konon katanya, Tor pernah bertarung melawan Pimpinan Tertinggi Peternakan Grace Field, John, Ayam yang katanya sudah bertarung ribuan kali dan memenangkan Olimpiade Nasional Sabung Ayam. Oleh karena itu, Tor adalah salah satu ayam kesayangan Pemilik peternakan, karena selain bisa diikutsertakan dalam perlombaan ayam hias, Tor juga cukup tangguh dalam bertarung. Hal ini jugalah yang membuat Ger, pimpinan Kavling A, menunjuk ia jadi pimpinan Divisi Ras Impor ketika pimpinan sebelumnya ditemukan mati mendadak.

Divisi Ras Impor terdiri 25 ayam. Ayam-ayam disini merupakan ayam ayam impor terbaik. Pemilik peternakan sangat jeli dalam memilih dan menentukan benih benih ayam hebat. Sebagian besar ayam di ras impor merupakan hasil ternak sendiri. Hanya ada tujuh ayam yang dibeli dari luar oleh pemilik peternakan. Itupun tiga diantaranya dibeli sejak kecil. Sisanya baru baru didapat. Entah dengan di beli, dikasih atau hadiah lomba pertarungan.

Sebelum Tor, pimpinan Ras Impor dipegang oleh Em, ayam dari meksiko. Tor pernah bertarung dengan Em. Hasilnya Tor yang menang. Em memang bukan ayam hias petarung sejati. Ia lebih kuat dalam keindahan tubuhnya. Saat ini Em sudah mati. Ia mengidap penyakit ayam gila, sepulang dari Kavling C.

to be continued

Baca kisah sebelumnya dan selanjutnya : Kisah si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day 48 


Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock