Kisah si Ayam Potong Bagian Empat Belas




Apr

Ia tidak menyadari tujuan pemilik ketika membuat kavling C, ia kira itu hanyalah perluasan lahan, karena memang ayam ayam di grace field sudah sangat banyak dan kavling A dan B tidak muat lagi untuk menampungnya. Akan tetapi, ia mulai kepikiran, ketika banyak ayam ayam yang diambil pemilik, tidak pulang lagi. Menghilang begitu saja. Ia cek di kavling A dan B pun tidak ditemukan. Hingga suatu hari, ia melihat ayam ayam yang diambil pemilik, dijual ke orang lain, dengan cara yang sungguh biadab. Kaki mereka diikat bersama, lalu diikat di motor dengan posisi terbalik.

Tidak Cuma sampai disitu, waktu itu juga Apr pernah melihat ketika pemilik rumah mengadakan acara di rumahnya, ia melihat pemilik mengambil beberapa ayam di kavling C, lalu membunuhnya, menggorengnya dan kemudian memakannya.Hal tersebut seringkali dilakukannya. Hal yang tidak pernah ia lakukan di kavling A dan B.

Ia sangat terpukul melihatnya. Ia frustasi dan terpikir untuk bunuh diri saja. Ia tidak menyangka pemiliknya menjadi seperti itu. Padahal selama ini pemilik sungguh sangat menyayanginya. Tapi apa yang dilakukannya sungguh sangat mengerikan. Ini benar-benar sudah diluar  batas.

Apr sangat sedih kala itu. Ia sampai mogok makan dan beraktivitas. Hal itu yang membuat ia terserang penyakit ayam gila. Penyakit yang mematikan untuk para ayam. Ia sudah pasrah kala menerima penyakit itu. Ia juga menginfeksi beberapa ayam lainnya. Hingga akhirnya pemilik mengetahuinya. Apr dan ayam ayam lainnya diisolasi. Ia ditempatkan di kandang khusus untuk ayam ayam sakit. Biasanya ayam ayam yang terserang penyakit akan dimusnahkan dengan cara dibakar. Apr melihat ayam ayam lain dibakar di depan wajahnya. Akhirnya tinggal dia sendiri yang tersisa. Ia ayam terakhir untuk dimusnahkan.

Saat itu ia sudah menerima, tapi yang dilakukan pemilik benar benar diluar dugaanya.

Pemilik memeluknya, kemudian memberi obat kepadanya.

Keesokkan paginya, ia merasa tubuhnya lebih baik. Pemilik pun memberinya obat lagi. Begitu terus sampai seminggu, hingga akhirnya ia bisa sembuh total seminggu kemudian. Ia melihat betapa bahagianya pemilik ketika melihatnya sudah sembuh lagi. Apr sangat terharu kala itu.

Setelah kejadian itu, Apr melupakan semua kebiadaban pemilik kepada teman-temannya. Saat ini ia akan fokus untuk melahirkan ayam ayam hebat yang akan membantu pemilik. Ia berhutang budi pada pemilik. Dan inilah yang harus ia lakukan. Membalas budinya.

Suatu hari Apr melahirkan seekor ayam berbakat. Sejak kecil ayam itu sudah menunjukkan kecerdasan yang diatas rata-rata, ketahanan tubuh yang sempurna, teknik yang bagus dan kecepatan yang mumpuni. Anak itu juga mirip dengan Apr. Mulai dari keteguhan hatinya, kelembutan hatinya maupun pola pikirnya.

Ketika besar, ayam itu menjadadi ayam yang gagah. Ia menginisiasi perubahan ke kelompoknya. Ia juga merencanakan suatu revolusi. Ia tidak mau melihat kaumnya, ayam ayam di kavling C, hanya sebatas ayam yang dijadikan potongan potongan. Ayam yang tidak ada artinya. Ia juga sangat kesal kepada pemilik yang seenaknya menjual ayam di kavling C, yang seenaknya menajdikan santapan dan menjadikan aduan untuk ayam ayam di kavling A dan B. Ia juga kesal terhadap ayam ayam di kavling A dan B yang seringkali mengganggu teman-temannya di kavling C hanya untuk meningkatkan kekuatan atau sekedar bersenang-senang.

Ia sungguh sangat kesal dengan kondisi kavling C saat itu.

Keresahan itulah yang semakin membuat ia kuat. Keresahan yang dulu dirasakan oleh Apr.

Kau tau siapa anak ayam itu?

Anak ayam itu adalah, Sam.

Bab 1 Kisah si Ayam Potong Selesai..


#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day 54
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock