Kisah si Ayam Potong Bagian Enam




Tor melihat lawannya sudah kepayahan. Tor terkesima dengan pertarungan ini. Durasi petarungan ini sudah cukup lama untuk kalangan ayam potong. Ia seperti sedang bertarung di pertarungan resmi. Pertarungan antar ayam jantan. Biasanya ia selalu mnyelesaikan pertarungan dengan cepat, kali ini ia tidak melakukannya. Ia memperlambat serangan-serangannya. Agar lawannya terus merasakan sakit dalam waktu lebih lama. Membunuh pelan-pelan ibaratnya. Tapi ia tau, bahwa beberapa serangan lagi, maka akan merobohkan lawannya.

Pertarungan memasuki fase akhir.

.........

Jul melihat Tor mengurangi intensitas serangannya. Ia pun bersiap untuk melancarkan serangan pamungkasnya. Serangan perusak keindahan. Targetnya adalah merontokkan beberapa bulu di ekor Tor. Jul sengaja menerima serangan Tor. Melihat lawannya sudah dujung batasnya, Tor menjauh. Tor terlihat memalingkan tubuhnya. Saat itu juga, Jul menyerang habis bagian Ekor Tor.

Empat bulu di ekor Tor rontok. Tor kaget dengan serangan itu. Ekornya kini tidak tersusun rapi lagi. Ada bolong ditengahnya. Sungguh sangat merusak keindahan tubuh Tor. Ia tidak akan bisa diikutkan lomba keindahan ayam impor yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Tor sungguh marah.

Tor pun geram dan langsung menghabisi Jul. Jul yang sudah tidak berdaya, akhirny pasrah menerima serangan Tor. Ia sudah terjatuh. Untuk bangun pun ia tidak bisa. Ia benar bnar menjadi sasaran empuk serangan Tor. Dia akan benar-benar habis jika terus menerima serangan ini. Tubuhnya sudah penuh luka. Bahkan kini ia sudah tidak merasakan rasa sakit lagi saking parahnya luka yang ia dapat. Ia benar-benar kalah telak.

Tor masih terus menyerang Jul yang sudah terkapar. Kemarahannya benar-benar memuncak. Tubuh Jul jadi bulan-bulanna serangan Tor. Ia berniat membunuh Jul saat itu juga. Saat ia akan melancarkan serangan pamungkas mematikannya, serangannya tiba-tiba dihentikan karena ada ayam lain yang menghalangi.

Mei datang.


Mei meminta agar Tor menghentikan serangan brutalnya itu.  Mei menunjuk bahwa ayam potong itu sudah tidak berdaya dan tidak bergerak lagi. Mungkin ia sudah mati. Dan tidak ada gunanya menyerang ayam mati.

Tor masih berapi-api. Ia masih ingin melampiaskan kekesalannya ke tubuh ayam yang tidak bergerak itu. Tapi Mei, ayam betina kavling B ini sungguh benar-benar menghalangi. Ingin sekali ia menghajar sekalian ayam betina satu ini. Lagipula, kenapa juga ia mengurusi ayam potong. Kalau Mei bukan pasangan dari Dig, pimpinan ras ayam bangkok, maka Tor tidak akan segan-segan menghajarnya juga. Tor pun bergegas pergi dari pertarungan tersebut.

Mei memanggil kawanan ayam potong dan meinta mereka  untuk  segera membawa Jul kembali ke kavlingnya. Ia meminta kawanan ayam tersebut, untuk sesegera mungkin mengobati jul. Karena ia masih bisa diselamatkan dengan bantuan pertolongan yang cepat dan benar.

Jul masih bernyawa. Ia benar-benar sekarat. Dia sudah tidak bisa melihat apapun. Ia terduduk  sendiri di kegelapan. Sejujurnya ia tidak tau sedang dimana saat ini. Apakah ini nyata atau mimpi pun dia tidak bisa menjawabnya. Sekelilingnya gelap. Kedap suara. Dan benar benar sunyi. Dalam kegelapan itu, Ia menyesal karena masih belum cukup kuat untuk melawan Ayam di Kavling A. Ia menyesal karena masih banyak teknik beratrung yang belum dikuasainya. Dan Ia menyesal perjalannya hanya sampai disini saja. Tanpa disadari ia pun menangis. Ia gagal meneruskan tekad revolusi Sam. Ia gagal dan benar benar gagal.

Dalam kesunyian itu, tiba-tiba ada suara memanggil, “Halo Jul”

Jul pun menengok. Ada seseayam membawa lilin mendekati dia.Wajahnya tidak terlihat karena gelap. Tapi ia tau siapa dia. Ia sangat familiar dengan suara tersebut.

“Apa kabar?” Tanya nya lagi

Jul berdiri. Tubuhnya bergetar karena tidak percaya.

Ayam itu memindahkan lilin di tangannya ke arah wajahnya. Terlihat jelaslah siapa ia.

Jul terperanjat.

“Sam?”

to be continued

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan *hutang tanggal 6 Maret 2018*

baca kisah sebelum dan selanjutnya : Kisah si ayam Potong

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock