Kisah si Ayam Potong Bagian Lima




Jul vs Tor

Jul yang tak terima dengan perlakuan kasar yang diterimanya, berbalik menyerang sekelompok ayam impor tersebut dan dengan mudah mengalahkan ayam ayam impor itu. Jul pun bergegas pergi untuk kembali beristirahat, namun niatnya tertunda saat dia melihat Tor, pemimpin divisi ras impor berdiri di depannya dengan wajah geram. Pertarungan pun tak terelakkan…

……

Melihat teman-temannya dikalahkan, Tor tidak terima. Tanpa basa basi dia langung menyerang Jul dengan bertubi-tubi. Tor punya teknik tersendiri dalam bertarung. Ia mengunakan cekernya yang besar untuk menendang  sekaligus menancapkan kuku-kukunya di tubuh lawannya. Cengkramannya yang dahsyat itu semakin menambah daya serang. Ayam yang belum pernah melihat Tor bertarung seringkali kalah dengan cepat. Soalnya efek serangan Tor sungguh sangat menyakitkan bahkan cenderung mematikan. Selain itu tor juga tipe petarung kilat. Ia tak suka berlama-lama dalam pertarungan.

Jul kaget ketika mendapat serangan Tor tiba-tiba. Dia belum mempersiapkan diri. Dia pun terkena serangan ceker Tor di kesempatan pertama, kedua dan ketiga Tor menyerangnya. Jika ia terkena serangan itu secara terus-menerus habislah ia. Serangan Tor benar benar dahsyat. Baru terkena tiga serangan saja, ia sudah terluka di beberapa titik tubuhnya. Dada, paha kanan dan sayap kiri nya terluka. Darah segar mengalir dari sayapnya. Saat ini Jul fokus menghindari serangan Tor yang bertubi-tubi.
Inilah pertama kalinya ada ayam potong yang tidak roboh atau kabur saat mendapat serangan Tor. Tor cukup penasaran dengan lawannya kali ini. Bagaimana tidak, ia mampu beberapa kali menghindar dari serangan Tor. Meskipun tubuhnya sudah terluka, tapi ia tetap mau melawan. Tetap mau bertarung. Apalagi dia masih muda dan hanya ayam potong. Ayam kasta terendah yang rendahan. Tor terigat beberapa hari yang lalu, ada ayam potong juga yang bertarung dan mengalahkan salah satu pimpinan Kavling A. Darahnyapun mendidih, dan ingin segera menghabisi lawannya ini.

Jul mulai kewalahan. Luka di sayapnya cukup fatal. Gerakannya mulai melambat. Meskipun ia masih bias menghindar dari serangan Tor. Tapi ia tidak bisa menghindar seutuhnya. Serangan Tor tetep menyerempet dirinya. Jul masih fokus menghindar sekaligus sesekali melancarkan serangan balik.Tapi serangan balik Jul selalu tidak tepat sasaran. Tor selalu bisa menghindar. Seakan ia sudah bisa membaca arah serangan Jul.

Tor adalah ayam ras mpor. Ia adalah jenis ayam impor Peruvian. Asalnya dari peru. Ia memimpin divisi ras impor yang terdiri dari ayam ayam impor beberapa negara di dunia. Layaknya ayam impor lainnya, ia punya tubuh yang besar, gagah dan berbulu indah. Fisik dan keindahan adalah keunggulan terbesarnya.

Jul sudah mula habis. Staminanya benar-benar terkuras. Tor memang lawan yang benar-benar mengerikan. Dari segala aspek Tor jauh lebih unggul. Jul mengakui kekalahannya. Tapi dia tidak sudi untuk menyerah. Ia teringat kata-kata Sam untuk memulai revolusi. Memulai perubahan. Jika ia kalah saat ini, maka ia harus tetap memberikan pesan kepada semua ayam di kavling. Pesan yang selalu disampaikan Sam kepada ayam ayam di Kavling C. Para ayam ayam potong. Pesan berupa Tujuan utama revolusi mereka. Yaitu, Semua ayam punya hak yang sama, tak peduli apa jenis mereka
Oleh karena itu, Jul pun melakukan serangan pamungkasnya. Memang, Ia tidak bisa melukai Tor. Ia tidak bisa juga mematuk Tor dengan sempurna. Tapi ia bisa melakukan satu hal. Ia bisa merusak keindahan tubuh Tor. Ya. Jul akan menyerang bulu bulu indah Tor.

Tor melihat lawannya sudah kepayahan. Tor terkesima dengan pertarungan ini. Durasi petarungan ini sudah cukup lama untuk kalangan ayam potong. Ia seperti sedang bertarung di pertarungan resmi. Pertarungan antar ayam jantan. Biasanya ia selalu mnyelesaikan pertarungan dengan cepat, kali ini ia tidak melakukannya. Ia memperlambat serangan-serangannya. Agar lawannya terus merasakan sakit dalam waktu lebih lama. Membunuh pelan-pelan ibaratnya. Tapi ia tau, bahwa beberapa serangan lagi, maka akan merobohkan lawannya.

Pertarungan memasuki fase akhir..

to be continued..

#Onedayonepost #ODOPBatch5 #tantangan *hutang Tanggal 5 Maret 2018* 

Baca Kisah Sebelum dan Selanjutnya : Kisah Si Ayam Potong
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock