Kisah si Ayam Potong Bagian Sembilan




Pimpinan Divisi Ras Ayam Impor, Tor

Tor mempunyai satu tangan kanan alias ayam kepercayaannya. Namanya Ter. Dia salah satu saudara kandungnya. Diantara saudara yang lain, hanya ia satu-satunya yang masih bersama Tor. Kekuatan Ter nyaris sebanding dengan Tor. Dulu ketika perang saudara terjadi, dia memilih bergabung dengan Tor ketika memerangi saudara-saudaranya itu. Mereka berhasil memenangkannya. Kerjasama keduanya sangat mengerikan. Pasangan yang sangat serasi. Ia sering ikut dan terlibat dalam pertarungan Tor. Ia tidak akan segan-segan membantu ketika Tor terpojok. Oleh karena tu, saat Jan menantang Tor bertarung, Ter ikut juga. Bagi Tor, Ter adalah senjata pamungkas terakhirnya.

Dalam dunia perayaman, Dibandingkan dengan latihan, pertarungan merupakan jalan paling cepat dalam meningkatkan kemampuan diri. Semakin sering ayam bertarung, semakin kuatlah ia. Jika ia kalah dalam pertarungan, ia sudah pasti akan lebih kuat dari sebelumnya, dan jika ia menang dari pertarungan, bisa dibilang ia bisa menjadi dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Makanya itu, kemampuan seekor ayam bisa dilihat dari jam terbang bertarungnya.

Inilah salah satu alasan kenapa Ayam-Ayam di Kavling A sering menghajar tanpa sebab para ayam potong. Agar ia bisa terus lebih kuat.

Tor bercerita bahwa pimpinan sebelumnya, mati mendadak sepulang dari Kavling C. Ia tidak tau apa yang dilakukan pimpinannya ketika itu. Katanya Em naksir dengan salah satu ayam potong. Tapi sampai saat ini ia belum menemukan bukti apakah itu benar atau tidak. Hukum di ras impor menyebutkan bahwa perkawinan antara ras impor dengan ayam potong sangat tidak boleh dilakukan. Karena itu hanya akan merusak nama mereka saja. Apalagi jika si betina bertelur dan menghasilkan ayam baru. Keturunan seperti itu baginya merupakan sebuah aib.

Ia berkata bahwa ketika malam hari saat Em mulai mengalami penyakit gila, ia mengevakuasi semua ayam di divisinya, lalu membunuh Em saat itu juga. Tujuannya jelas, agar tidak menginfeksi ayam ayam di kavlingnya.

Sebenarnya, pertarungan di kavling C ini tidak disetujui oleh ayam ayam di divisinya. Mereka takut Tor terinfeksi penyakit gila juga. Namun Tor bergeming, tekadnya sudah bulat. Ia akan menerima tantangan Jan. Tor pun berpesan kepada Ter, jika ia terinfeksi penyakit gila, maka Ter harus menghabisinya saat itu juga.

Lagi-lagi Tor terkesima. Ada ayam potong yang mampu menandinginya. Semua serangan Tor berhasil ditangkis oleh Jan. Bahkan Jan juga ikut menyerang. Tidak defensif seperti Jul tempo hari. Dia teringat dengan pertarungannya dengan Jul. Ia bilang ternyata banyak ayam potong yang menarik. Mulai dari Sam yang hampir mengalahkan Max, Lalu ada Jul yang mampu merepotkan ia seminggu yang lalu. Ada juga Jack yang bertarung dengan Bob, wakilnya Ger. Jujur saja, selama ini ia mengira ayam potong hanyalah kumpulan sampah dan penyebar penyakit. Tapi begitu akhir-akhir ini ia melihat adanya pertarungan ayam potong, Tor mengakui mungkin ia salah menilai ayam ayam Kavling C.

Tapi, Tor baru akan benar-benar mengakuinya, jIka Jan berhasil mengalahkannya.

Jan semakin bersemangat.

to be continued

Baca kisah sebelum dan selanjutnya disini : Kisah si Ayam Potong
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock