Kisah si Ayam Potong Bagian Sepuluh




Jan vs Tor

Semakin sering Jan menghindari serangan Tor, semakin kuat pula serangan Tor kepadanya. Seakan, kekuatan Tor semakin kuat seiring berjalannya waktu pertarungan. Tak hanya Jan, yang lihai menghindar, Jan juga sangat pandai dalam menghindari serangan mematikan Tor. Saat ini mereka benar-benar adu kekuatan. Cakar dengan cakar. Patuk dengan patuk. Tendang dengan tendang. Sepertinya stamina yang akan memegang penting dalam pertarungan ini. Siapa yang stamina lemah, maka dia yang akan kalah.

Jan focus mencari kelemahan Tor. Ia melihat bulu ekor Tor yang rusak akibat pertarungannya dengan Jul. Jan tersenyum, karena Jul ternyata berhasil membuat serangan kepada Tor. Jan memprediksi bahwa jika pertarungan adu kekuatan ini terus berlanjut maka sama saja dengan bunuh diri. Ia tau, bahwa stamina Tor jauh lebih unggul dibanding staminanya. Tor sudah berpengalaman dalam pertarungan hidup mati. Ia juga sudah dilatih sejak kecil. Staminanya pasti sangat kuat. Oleh karena itu, Jan harus segera melukai Tor, agar mengurangi kekuatannya.

Jan mengeluarkan teknik rahasianya.

Teknik yang ia pelajari bersama Sam. Teknik patuk berputar. Teknik ini bisa mematikan lawan. Ia mematuk bagian tertentu, tahan, lalu kemudian meloncat berputar beberapa kali. JIka yang dipatuk sayap, maka bisa patah, jika yang dipatuk leher atau kepala, maka bisa patah dan langsung mati.

Jan mengincar area kepala Tor. Ia mengincar leher atau jengger Tor. Jan memang tidak main-main dalam pertarungan ini. Ia sudah siap akan resiko yang akan ia terima. Ia juga sudah siap jika membunuh lawannya. Jan pun mematuk jengger Tor, dan menahannya kuat kuat.

Tor kebingungan kenapa kepalanya dipatuk dan titahan. Seperti sedang digigit. Ia menyangka bahwa Jan sudah kehabisan stamina. Makanya ia menahan patukannya. Tor pun langsung mencoba untuk melepaskan gigitan Jan. Ia meloncat kuat kuat agar gigitan itu terlepas. Tapi Jan benar benar mengunci kepalanya.

Teknik ini memang memiliki resiko tersendiri. Teknik ini tidak ada artinya jika kau tidak punya gigitan dan cengkraman yang kuat. Teknik ini beresiko mematahkan paruhmu. Teknik ini juga beresiko menerima serangan lawan lebih besar.

Tor terus berontak. Ia meloncat loncat sekaligus menendang Jan dengan cekernya.Ia juga berusaha untuk lari. Ia menarik dirinya kuat kuat. Segala cara sudah ia lakukan untuk melepaskan gigitan di jenggernya ini. Tapi gigitan Jan sungguh sangat kuat. Ia pun terus melancarkan tendangan ke dada Jan. Agar jan melemah. Tapi Gigitan kuat Jan, membuat Tor tidak sanggup bergerak leluasa. Ia hanya menendang angin

Tor yang mulai kehabisan akal pun akhirnya memberi kode kepada Ter agar membantunya. Melihat rencana tersebut, Jan pun segera menghabisi Tor dengan Teknik patuk berputar. Ter mulai mendekat. Jan akhirnya berputar.

Bruukk.

Tor terjatuh. Jan masih menggigit kepalanya. Ia ingin melakukan putaran sekali lagi. Satu kali putaran maka akan benar benar menghabisi Tor.

Tor panic. Ia berusaha agar terlepas dari gigitan Jan. Serangan Jan benar-benar memberikan luka fatal ke tubuhnya. Ia merasakan sakit amat sangat dilehernya. Jika Jan melakukan teknik itu lagi kepadanya maka habislah ia. Ia benar-benar diambang kematian saat ini.

Jan bersiap melakukan satu putaran lagi. Ia sudah mengancang ancang berputar. Tapi saat ia mau melompat, datanglah terjangan Ter kepadanya. Jan terpental bersama Tor. Karena Jan masih menggigit Tor.

Jan pun bangun lagi. Ia mencoba melakukan teknik berputar. Melihat hal itu, Ter kembali menerjang Jan. Jan kembali terpental. Gigitannya terlepas. Ia lihat Tor sudah tidak sadarkan diri. Ter mengecek keadaan Tor. Ia mencoba membangunkannya. Saat itulah Jan menerjang Ter.

Ternyata pertarungan belum selesai.

Saatnya Ter vs Jan.

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day50 

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock