Kisah si Ayam Potong Bagian Tujuh




Dalam kesunyian itu, tiba-tiba ada suara memanggil, “Halo Jul”

Jul pun menengok. Ada seseayam membawa lilin mendekati dia.Wajahnya tidak terlihat karena gelap. Tapi ia tau siapa dia. Ia sangat familiar dengan suara tersebut.

........

“Wah tubuhmu babak belur begitu ya.”

“Tidak. Aku kalah Sam.”

“Hem, tidak benar-benar kalah. Pemimpin divisi di kavling A memang hebat-hebat kok”

“Tetap saja Aku kalah sam”

“Pertarungan yang hebat”

“Maafkan aku, Sam”

“Tidak. Kamu masih punya kesempatan”

“Maksudmu?”

“Kamu pasti bisa mengalahkannya suatu hari Jul”

“Bagaimana caranya, Sam?”

“Teruslah berlatih. Ada banyak ayam-ayam hebat di luar sana. Kau harus minta bantuan mereka”

“Tapi aku sudah mati, Sam”

“Tidak. Kamu belum mati. Bangkitlah Jul. Impian kita baru saja dimulai. Jika kita sudah berhenti sekarang, bagaimana kita bisa melanjutkan perjuangan?”

“Tapi Sam..”

“Temukan Jack, Iron dan Risk. Mereka akan membantumu.”

“Siapa mereka?”

“Temukan saja. Aku pamit dulu. Waktuku sudah habis”

“Tunggu, Sam.”

“Kamu pasti bisa jul. Sampai jumpa di kehidupan yang lain”

“Saaaaaaaammmmmmmmm”

 .......


Jul terbangun dari tidurnya. Ia berada di kavling C. Tubuhnya penuh luka dan sakit semua. Ia masih belum bisa bergerak bebas. Feb menghampirinya. Ia bilang bahwa Jul sudah tertidur seminggu lamanya. Luka-luka di tubuhnya sungguh sangat mengerikan. Kalu bukan karena kemampuan penyembuh Feb, pasti ia sudah mati dan membusuk ditanah. Feb menganjurkan bahwa waktu istirahat untuk Jul adalah dua bulan. Tentu saja Jul kaget mendengarnya. Mana bisa ia berdiam diri selama dua bulan. Apalagi dia punya tugas yang diberikan Sam di mimpinya itu. Ia harus segera berlatih. Jul beranjak dari tidurnya. Tapi terhenti. Ia merasakan kesakitan luar biasa ketika bangun. Beberapa detik kemudian, ia terjatuh dan kembali pingsan.

Ia terbangun sore harinya. Feb masih ada di sekelilingnya. Jul menanyakan apa yang barusan terjadi. Feb menjawab bahwa ita terjatuh. Ia belum boleh beraktivitas dulu. Tunggu sampai luka-lukanya semakin membaik. Baru bisa berdiri. Karena jika sekarang ia memaksakan diri, maka hanya akan memperparah luka-lukanya saja.

Jul menggerutu. Sepertinya ia harus menuruti feb kali ini.

Jul menanyakan, apa yang terjadi setelah pertarungannya dengan Tor. Feb menceritakan panjang lebar. Ia menceritakan bahwa tiga hari setelah pertarungan itu, anak buah Tor datang mengacak-acak Kavling C. Ayam ayam itu sungguh beringas. Hampir saja mereka membunuhi ayam ayam di kavling C. Kalo bukan karena Jun, mungkin hal tersebut akan jadi kenyataan

Jun memang spesial. Ia punya kemampuan hipnotis. Ayam ayam yang terhipnotis olehnya, akan dengan mudah masuk dalam pengaruhnya. Jika disuruh diam, ia diam. Jika disuruh tidur ia tidur. Bahkan jika ia suruh mati, ayam itu akan bunuh diri. Kemampuan Jun memang merepotkan. Sayang jun masih kalah dalam pertarungan fisik. Padahal tubuhnya cukup bagus sebagai ayam petarung. Mungkin harus ada yang memolesnya.

Jul menanyakan, kali ini apa yang dilakukan Jun oleh para penyerang itu.Feb menceritakan bahwa, waktu itu Jun ingin sekedar meghipnotis mereka dan menyuruh mereka pulang dan bilang ke pimpinan mereka kalu mereka berhasil mengobrak-abrik Kavling C. Tapi Jun ditahan oleh Mar. Mar bilang, bahwa ini bisa menjadi kesempatan emas buat mereka. Kita seharunya menyerang balik. Mar mempunyai ide, agar ayam ayam penyerang ini, dihipnotis untuk menyerang balik kavling nya. Mereka obrak abrik kavling nya. Kemudian hasil obrak abrik itu, dijadikan sekaligus penyampaian pesan tendensius. Bahwa kavling C tidak takut dengan Divisi Ayam Impor di Kavling A.

Ayam ayam penyerang itu akhirnya benar-benar menyerang Kavling divisinya nya sendiri. Mereka tidak tau kalau ayam ayam ini berada dalam pengaruh Mar. Melihat rumahnya diacak-acak, Tor pun segera menghabisi anak buahnya tersebut. Tanpa pandang bulu. Ia mengira bahwa anak buahnya itu telah terinfeksi penyakit gila. Penyakit yang sering mengidap ayam-ayam di kavling C. Para ayam potong.


Tiga hari kemudian, teman ayam ayam penyerang itu, menemukan surat di rumahnya. Surat itu berasal dari Kavling C. Suratnya berisi pesan. Pesan pernyataan perang dari pimpinan Supernova, Jan kepada pimpinan Ras Impor, Tor.

Datanglah ke kavling C, esok hari Tor. Mari kita selesaikan dengan cara lama. –Jan

Jul merasa berapi-api mendengarnya. Jan akan bertarung dengan Tor. Jan, pimpinannya. Ia kan turun tangan langsung. Ia ingin melihat pertarungan itu. Ia harus melihatnya. Pertarungan ini akan membawa mereka semakin dekat ke tujuan revolusi.

“Lalu kapan pertarungan itu berlangsung, Feb? Tanya Jul

“Sekarang, Jul. Ayo Kita kesana !”

Jul menyeringai tajam


to be continued..

Baca Kisah Sebelum dan Selanjutnya : Kisah si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day45

Share:

3 comments:

  1. Mas arif gimana caranya bikin link dalam tulisan?

    ReplyDelete
  2. Mas arif gimana caranya bikin link dalam tulisan?

    ReplyDelete
  3. Nggak mudeng.. Sepertinya aku harus membacanya mulai awal..

    ReplyDelete

Disable Adblock