Sunday, 29 April 2018

[Puisi] One Day One Post



Berbulan memaksa
Bercengkrama dalam balutan pena
Mencari persoalan dunia
Menggali sisa pikiran yang ada
Ketika akhir hari telah tiba
Belum ada satupun ide yang ada
Membuat hati gundah gulana
Apakah aku selesai saja
Sejawat pun mulai menggoda
Sang guru pun meronta-ronta
Mencoba menularkan asa
Demi aku yang penuh luka
Aku pun terus mencoba
Menekan pena berkaca-kaca
Berharap hari memanjangkan usia
Agar amanah merangkai kata

#Onedayonepost #ODOPbatch5
Read More

Saturday, 28 April 2018

[Review] Berpetualang di Pulau Harapan bersama ig.pulauharapan




Pertengahan bulan ini saya berkesempatan untuk berlibur ke pulau harapan bersama teman kantor. Berdasarkan pertimbangan yang ada, kami memilih untuk menggunakan open trip suatu tour agency dibandingkan dengan trip secara backpacker-an. Pertimbangan utama saat itu adalah banyak kemudahan yang di dapat jika menggunakan jasa tour agency. Kami tidak perlu lagi mencari homestay, menyewa kapal atau pusing dengan urusan perut karena semua hal tersebut sudah diatur oleh pihak tour agency. Selain itu, trip kali ini juga merupakan trip pertama kali nya kami ke Pulau Harapan, makanya dengan memakai tour agency tentu saja akan membantu kami dalam urusan logistik dan lain lain di tempat wisata kali ini.

Kami pun browsing kesana-kemari. Kami menemukan fakta bahwa banyak sekali tour agency yang mengadakan open trip ke pulau seribu, termasuk Pulau Harapan. Kami pun mulai menyeleksi satu persatu tour agency tersebut. Ada berbagai hal yang kami jadikan acuan untuk seleksi yaitu, harga, fasilitas, destinasi wisatanya, pelayanannya dan tentu saja harus trusted.

Setelah browsing di berbagai situs dan sosial media, akhirnya kami menemukan sebuah tour agency atau Local Trip Planner yang cocok dengan semua kriteria kami diatas. Local Trip Planner tersebut adalah ig.pulauharapan

Ig.pulauharapan merupakan sebuah Local Trip Planner yang khusus menerima trip wisata ke pulau harapan, kepulauan seribu. Mereka menerima orderan untuk trip kesana baik secara private trip maupun open trip di Pulau Harapan. Untuk private trip sendiri bisa dilakukan setiap hari, sedangkan open trip dilakukan setiap akhir pekan (weekend). Peserta open trip disini berjumlah 25 orang. Jika kamu ingin mendapatkan informasi tentang trip pulau harapan disini maupun ingin segera reservasi, kamu bisa menghubungi (WA) Mbak Diana di 087780378817. Selain itu kamu juga bisa menengok bagaimana keseruan trip disana di official Instagram mereka yaitu di ig.pulauharapan

Baiklah, mari kita bedah trip kali ini..

Harga
Ig.pulau harapan menawarkan harga 360ribu/pax nya untuk sekali open trip. Harga ini meliputi semua fasilitas yang ada dan tidak termasuk tip untuk guide. Harga ini merupakan harga rata-rata untuk open trip Pulau Harapan yang berkisar antara 350ribu – 400ribu. Jika mengecek di internet saat ini agak sulit menemukan harga trip yang berada di bawah 360ribu/pax nya, tapi jika diatas harga tersebut ada banyak sekali.  Makanya dengan fasilitas yang mirip-mirip dan tidak beda jauh, kenapa mengambil yang lebih mahal?
Oiya untuk tip buat guide di ig.pulauharapan tidak dipatok berapa angkanya.  Jadi dikembalikan lagi kepada para traveller ingin memberi berapa. Btw, guide di ig.pulau harapan orangnya asik banget loh. Dia penduduk asli Pulau Harapan.

Fasilitas
Dengan harga 360ribu/pax nya maka satu orang traveler akan mendapatkan fasilitas
1.         Tiket kapal (PP) Pelabuhan – Pulau Harapan
Kapal yang saya naiki waktu itu adalah Kapal Raja Mas. Kapal ini bisa memuat cukup banyak orang. Terdiri dari dek atas dan bawah. Di dek atas tidak ada tempat duduk, jadi jika ingin disana ya harus siap untuk duduk lesehan. Di dek bawah ini khusus untuk penumpang. Disediakan banyak kursi dan toilet. Ada juga kipas angin di berbagai sudut. Selain itu tiap kursi juga dibekali satu life jacket. Waktu perjalanan kapal ini jika naik dari Kali Adem Muara Angke adalah 3 jam.
2.         Asuransi Laut
3.         Homestasy AC + TV
Nah ini nih salah satu fasilitas yang wajib banget kamu perhatikan baik-baik. Homestay yang kami tempati waktu itu adalah sebuah rumah yang cukup besar dengan dua lantai. Lantai satu diperuntukan untuk penghuni rumah, lantai dua untuk homestay kami para peserta open trip. Ada 4 kamar tidur dan dua kamar mandi di homestay yang kami tempati. Ada tiga kamar yang dilengkapi AC dan ada satu yang memakai kipas angin. Di homestay tersebut juga ada dua ruang tengah. Satu untuk makan dan menonton TV dan satu lagi untuk sholat berjamaah. Selain itu ada pula beranda yang cukup luas di depan dan di belakang. Beranda di belakang difungsikan sebagai tempat jemuran maupun bersantai, karena langsung menghadap ke laut.
Untuk pembagian kamar, Satu kamar berisi 4 orang. Di tiap kamar dilengkapi oleh kasur yang besar dan 3 bantal. Homestay yang kami tempati berupa rumah penduduk. Jadi kesannya ya sama seperti rumah biasanya. Feel like home bro.
4.         Makan 3 kali (Siang, Malam dan Pagi)
Kami mendapatkan makan tiga kali, yaitu siang hari sesaat samapi di Pulau Harapan, malam hari dan Pagi di keeseokkan harinya. Untuk menunya sendiri cukup dan rasanya gak beda jauh dengan masakan di rumah. Enak kok. Siang hari menu makan kami adalah gulai ikan, malam harinya adalah semur ayam, dan sarapannya nasi uduk komplit. Untuk makanan saya kira sudah worth it. Karena baik rasa dan menunya sudah sesuai dengan yang selera kami.
5.         Air Mineral (Untuk di Homestay dan Jelajah Pulau)
Di homestay disediakan satu galon aqua beserta dispensernya. Jadi jangan khawatir untuk kekurangan air, karena untuk 2 hari, air sebanyak itu sudah cukup untuk kebutuhan 16 orang di homestay. Selain itu saat jelajah pulau, kami disediakan aqua gelas beberapa dus di kapal. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi barang bawaan ketika jelajah pulau.
6.         BBQ
Selain makan malam, kami juga mendapatkan BBQ ikan bakar. Ikan nya besar-besar. Sepertinya ikan kakap merah yang kami santap waktu itu. Rasanya pun enak. Gurih gurih sedap gitu.
7.         Kapal Tradisional (2 hari)
Kapal tradisional ini digunakan ketika jelajah pulau di hari pertama dan hari kedua. Jadi untuk ke lokasi snorkling, lokasi pantai lain, dan lokasi sunset kami menggunakan kapal tradisional. Kapalnya mirip-mirip kapal yang ada di Ancol. Bermuatan sekitar 20 orang. Kapal ini sudah menggunakan mesin, dan geraknya juga cepat. Di kapal juga disediakan life jacket.
8.         Perlengkapan alat snorkeling
Perlengkapan yang kami dapat waktu itu adalah 1 set alat snorkling berupa Google dan selang pernapasan untuk di mulut serta Jaket Pelampung. Alat ini sudah bisa dikatakan standar untuk melakukan snorkling.
9.         Local Guide
Local guide yang menemani kami waktu itu bernama Ari dan kakaknya yang saya lupa namanya. Ari adalah penduduk asli pulau harapan. Ia menyukai snorkling dan laut sejak kecil. Pengetahuan dia tentang pulau-pulau disana pun sangat luas. Selain itu karakternya ramah dan bersahabat. Tipe-tipe orang yang mudah bergaul dengan siapa aja. Saya kira, guide di ig.pulauharapan adalah salah satu keunggulan yang mereka miliki.
10.     Camera Underwater
Tidak lengkap jika berwisata di laut tanpa adanya foto di bawah laut. Foto underwater dilakukan saat peserta melakukan snorkeling. Semua peserta open trip akan mendapatkan kesempatan berfoto masing-masing. Hasil fotonya cukup bagus dan begitu instagrammable banget. Bagi yang hobi foto underwater silakan puas-puasin foto disini, karena spot snorkeling yang ditawarkan ig.pulauharapan sangat indah sekali.
11.     CD hasil Dokumentasi
Hasil dokumentasi langsung dibagikan saat perjalanan pulang menuju Jakarta, Kami juga diberikan link google drive untuk kamu yang kepengen langsung mendapatkan fotonya
12.     Giant Floaties

Destinasi Wisata
Destinasi wisata yang ditawarkan tour agency ini ada banyak. Makanya selama open trip jadwal teman-teman akan begitu padat. Tapi tidak padat-padat banget kok. Selama open trip kami berhasil jelajah lima pulau yang ada di gugusan Pulau Harapan. Ah, kelima pulau tersebut benar-benar terbaik di bidangnya masing-masing. Mbak Diana benar-benar tau bagaimana menyenangkan peserta trip ini. Didukung oleh cuaca yang sangat cerah kami mengnjungi pulau-pulau terbaik di gugusan pulau harapan. Kelima pulau tersebut adalah
1. Snorkeling di perairan Pulau Macan
2. Main pasir dan air di Pulau Gosong. Pulau yang timbul jika cuaca sangat cerah saja.
3. Menikmati sunset yang menggelora di Pulau Bulat.
4. Menjelajahi kecantikan Pulau Sepa yang tiada tara, dan
5. Bermain ayunan ditemani pasir putih dan toscanya lautan di Pulau Perak
Kelimat pulau tersebut benar-benar luar biasa indahnya. Saya tidak menyangka kalau Jakarta punya tempat secantik ini. Mau tau bagaimana lebih lanjut tentang kelima pulau diatas, silakan baca tulisan saya disini : Finding Nemo di Gugusan Pulau Harapan

Pelayanan
Dalam bisnis jasa, pelayanan adalah harga mati yang harus dipenuhi. Banyak perusahaan bidang jasa yang bangkrut akibat ia tidak bisa memberikan service yang maksimal. Persaingan usaha dalam bidang jasa adalah menyoal tentang bagaimana kita memuaskan klien dengan service yang diberikan. Tentu saja, banyak sudut pandang yang mesti diperhatikan dalam memberikan service excellent. Tapi dua hal yang paling penting dalam service itu sendiri adalah kepercayaan dan integritas. Dan ya, dua hal itu ada di open trip bersama ig.pulauharapan. Apa yang mereka tawarkan dalam promosinya benar-benar dilakukan di lapangan, benar-benar diimplementasikan di lapangan dan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Keramahan dan Kejelasan yang diberikan oleh Mbak Diana dan Mas Ari juga semakin membuktikan betapa kerennya trip bersama ig.pulauharapan. Semua hal ini lah yang meyakinkan saya bahwa trip bersama ig.pulauharapan adalah pengalaman terbaik saya dalam berwisata menggunakan tour agency.


Read More

Friday, 27 April 2018

Pengalaman Open Trip Pulau Harapan




Weekend kali ini saya mencoba mengeksplore wisata laut yang ada di Jakarta yaitu Pulau Seribu. Pulau seribu merupakan salah satu wilayah dari DKI Jakarta. Jika memakai kapal laut, jarak dari dermaga muara angke kesana bisa mencapai 1-3 jam. Mulai hits nya pariwisata belakangan ini, membuat pulau seribu menjadi destinasi wisata baru yang wajib di kunjungi. Dan ya, baik pantai, laut dan terumbu karang nya ternyata gak kalah cantiknya lho dengan yang ada di Bali, lombok atau di pantai-pantai selatan.

Untuk bisa ke pulau harapan, traveller bisa berangkat dari Pelabuhan Kali Adem, Pelabuhan Sunda Kelapa atau Dari Ancol.  Saya sendiri berangkat dari Kali Adem, Muara Angke. Untuk tiket masuk dermaganya sebesar 2000 rupiah, sedangkan harga tiket kapal nya untuk sekali berangkat ke pulau harapan yaitu sebesar 60ribu rupiah. Untungnya waktu itu saya mengikuti open trip, jadi segala kebutuhan untuk wisata, baik tiket, makan, tempat tinggal; dan destinasi wisatanya sudah diurus oleh pihak travel. Kita tinggal bawa kebutuhan pribadi aja.

Jujur aja, begitu sampai di Pulau Harapan, saya langsung terkagum-kagum dengan keindahan gugusan pulau disana. Saya sangat menyesal, 25 tahun tinggal di Jakarta, tapi baru sekarang pergi kesini. Ternyata Jakarta tidak hanya punya Mall loh. Tapi juga punya laut yang amazing sekali ini. Selama dua hari satu malam disana saya mengunjungi beberapa pulau yang memiliki keseruannya masing-masing. Apa saja hal seru itu, mari kita bedah satu-satu.

Snorkling di Pulau Macan
Agenda pertama dalam explore pulau harapan ini adalah snorkling. Pulau seribu selain dikenal dengan banyaknya gugusan pulau disana juga terkenal dengan terumbu karangnya yang indah. Lokasi snorkling kami ada di peraoran pulau macan. Lautnya cukup dangkal. 2-3 meter kira-kira dalamnya. Warna lautnya pun hijau tosca denga kejernihannya yang tiada tara. Saking jernihnya, kita bisa melihat ikan-ikan di laut dari atas kapal lho.

Terumbu karang disini masih sangat terjaga. Bentuknya warna-warni dan unik-unik. Selain itu, ikan laut pun berenang kesana kemari, tentu dengan warna yang begitu cantik. Jika traveller snorkling disini, jangan lupa membawa roti, soalnya dijamin ikan-ikan disana akan mengerubungi deh. Berenang bersama ikan-ikan bisa jadi pengalaman dahsyat yang tak tergantikan lho.

Uniknya Pulau Gosong
Pulau gosong memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pulau-pulau lainnya. Pulau ini tidak begitu luas dan hanya memiliki pasir di dalamnya. Tidak ada rumah, dermaga, ataupun pepohonan. Pulau ini bisa dikatakan padang pasirnya lautan. Karena sejauh mata memandang hanya ada pasir disana. Pasir putih dengan segala keindahannya. Pulau gosong sangatlah indah, karena pasirnya yang putih, lalu dikelilingi oleh beningnya air laut yang tosca  dan terumbu karang di dalamnya. Jika kita melihat laut di sekeliling Pulau Gosong dari atas kapal, maka teman-teman akan melihat betapa cantiknya terumbu karang disana dan ikan-ikan yang bermain kesana-kemari.

Menikmati Sunset di Pulau Bulat
Setelah capek berenang bersama ikan-ikan dan main air/pasir di pulau gosong, saya diajak untuk beristirahat sejenak di Pulau Bulat sembari menikmati Indomie rebus dan ditemani sunset yang begitu romantis. Pulau Bulat menawarkan spot pantai terbaik untuk melihat sunset. Di pantai nya pun sudah disediakan beberapa bangku taman yang langsung menghadap ke sunset begitu sore tiba. Duduk-duduk sambil bercengkrama dengan sahabat atau kekasih tentu menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan disana. Sayangnya pulau Bulat tidak termasuk pulau tidak berpenghuni. Padahal, ada beberapa bangunan disana, yang bisa dijadikan sarana meraup keuntungan, tapi pemilik bangunan tersebut sepertinya memiliki pemikiran lain dan berpikir lebih baik mengosongkan bangunan tersebut. Tapi, tenang aja, bagi yang lapar dan haus, disana ada satu warung kopi yang bakal menemani kamu kok.

Pulau Sepa yang Photogenik
Ah ini dia salah satu pulau favorit saya. Pulau ini terbagi menjadi dua wilayah, satu untuk ressort/cottage /restoran di pinggir laut dan sisanya adalah wilayah tak berpenghuni. Pulau ini cantiknya bukan main. Jika teman-teman ingin camping di laut, saya menyarankan untuk melakukan camping disini. Pantai nya sangat indah. Sangat sangat indah. Keindahan tersebut akan teman-teman rasakan begitu menginjak dermaga pulau. Hamparan hijau tosca lautan disertai terumbu karang dan banyaknya bulu babi di dalamnya akan menjadi hal pertama yang kamu lihat. Keindahan tersebut akan bertambah berkali lipat begitu melihat ke arah pantai yang dipenuhi oleh pasir putih. Saya yakin, banyak yang berpikir untuk membangun rumah disana, saking cantiknya tempat ini. Dermaga pulau sepa berupa jembatan yang agak menyerong ke laut. Mirip-mirip jembatan cinta-nya pulau Tidung. Dan ya, jembatan ini lah salah satu spot terbaik untuk berfoto-foto, karena memang instragrammable sekali.

Eksotisnya Pulau Perak
Setelah mabuk dengan cantiknya Pulau Sepa, saya makin dibuat mabuk kepayang lagi begitu sampai di pulau Perak. Aduhaaaaiiii. Subhanalllaaaaaaaaah. Sumpah, this is the most beautiful island i’ve ever seen.

Pulau perak termasuk pulau tak berpenghuni. Paling Cuma ada warung kopi aja disana. Cantiknya mirip dengan pulau Sepa. Bedanya, disini disediakan ayunan di pantai. Jadi traveller bisa berfoto di ayunan dengan background laut yang indah. Sesuai dengan namanya, pasir disini benar-benar putih bersih ke perak-perakan. Banyak nya pohon-pohon besar di pantai, membuat pesisir pantai menjadi teduh. Ada beberapa dahan pohon yang sengaja ditaro di pantai. Dahan tersebut bisa dijadikan tempat duduk. Duduk-duduk santai sambil melihat pemandangan laut disini benar-benar bikin menetramkan jiwa. Bikin sejuk. Dan menghilangkan stres yang ada.

Jika kamu punya waktu libur dua hari, saya merekomendasikan untuk berlibur ke pulau harapan, karena saya jamin, kamu pasti tidak akan menyesal. Malah kamu akan menyesal, kenapa hanya di pulau ini dua hari saja.

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
Read More

Thursday, 26 April 2018

Review Film Avengers : Infinity War



Jujur saja, agak sulit membuat review film ini tanpa adanya spoiler di dalamnya. Part-part didalam film ini saling sambung menyambung, dimana membuat satu kejadian dengan kejadian lainnya berkesinambungan. Tapi bagi saya jika menonton film ini dengan bantuan spoiler, bakal terasa banget nanti efeknya, yang membuat sedikit kehilangan “feel” di momen momen penting dalam film ini. Makanya berkaca dari hal itu, saya akan membuat review film ini dengan sangat-sangat sedikit spoiler di dalamnya.

Secara garis besar film ini bercerita tentang perjalanan seorang Thanos dalam mengmpulkan 6 Infinity stone yang tersebar di alam semesta. Nah dalam mengumpulkan batu abadi tersebut, Thanos berhadapan dengan para Avengers. Yap, film berdurasi nyaris 3 jam ini hanya berkisah tentang hal diatas. Sederhana ya? Yap Betul . Sederhana banget guys. Tapi tentu saja bukan Marvel namanya jika gak bisa mengemas kisah tersebut menjadi sebuah mahakarya epik yang sungguh amazing ini.

Bagi yang belum mengenal Thanos, mungkin bisa mengingat sedikit film-film Mavrel Cinematic Universe (MCU). Thanos pernah tampil di film Avengers yang pertama dan di adegan post kredit yang saya lupa di film apa. Bagi saya, Thanos adalah villain (musuh) yang diidam-idamkan banget dalam suatu film. Ia memiliki segalanya untuk menjadi seorang villain. Banyak kritikus fim yang mengatakan bahwa villain-villain di film MCU kurang greget. Saya pun sependapat dengannya. Tengok aja villain di Thor Ragnarok, villain disana saya kira hanya sebatas punya kekuatan aja, gak lebih gak kurang. Nah setelah melihat Thanos dengan segala aspek kejahatanya itu, saya langsung berucap dalam hati, “kenapa sih semua villain gak bisa kayak gini?”. Gila keren banget sumpah. Dapet banget jahatnya. Iya, Marvel benar-benar sukses bikin mimpi buruk seburuk-buruknya yang jadi kenyataan.

Lalu bagaimana dengan superhero nya?

Ah kebayang gak sih bagaimana jadinya semua superhero di film Iron man, Captain America, The Incredible Hulk, Thor, Black Panther, Guardian of Galaxy dan Spiderman gabung jadi satu? That’s so amazing sooobbbbb. Mantap jiwa deh. Gila gila gila. Buruan nonton daaaahhh.

Ajiiiiiiiibbbbb.

Sebelum nonton film ini, gue penasaran bagaimana Russo Brother mengemas film ini dengan banyaknya superhero di dalamnya. Apalagi superhero-superhero ini adalah pemeran utama di film solo nya masing-masing. Gimana ? Pasti pusing kan? Bikin cerita yang bagus dengan segudang tokoh-tokoh penting di dalamnya.  Saya kira bukan cuma saya aja yang penasaran dengan hal itu, tapi siapapun yang nonton film MCU pasti berpikiran hal yang sama. Bahkan sebelumnya ada yang memprediksi kalau banyaknya superhero ini akan mengurangi kualitas film, akibat tidak tereksplorenya semua superhero.

Tapi lagi-lagi, prediksi itu patah setelah menonton film ini. Bisa dibilang semua superhero memiliki porsi yang sama di dalamnya. Gak ada yang lebih menonjol dan gak ada yang kurang tergali. Semua punya porsi nya masing-masing. Semua punya perannya masing masing. Dan semua terkondisikan dengan baik, adil, epik dan fantastik. kesemua hal inilah yang membangun jalannya cerita di film ini.
Satu hal yang gak bakal terlupakan dari film ini (selain Thanos) adalah bagaimana interaksi antar superhero. Munculnya Thanos memang  memaksa mereka akhirnya bersatu, namun seperti apa pertmuan pertama antar superhero itu dijamin bakal menjadi hal terindah yang akan kamu lihat. Apalagi buat kamu yang fans superhero, melihat mereka bertarung bersama tentu aja bagaikan sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Bagi kamu yang sudah menonton Avengers sebelumnya mungkin bakal sedikit terkesan, tapi bagaimana dengan melihat adegan antara Tony dengan Strange, Thor dengan Quill, serta Steve dengan Panther. Kamu pasti bakal kesengem abis kan?

Dari menit pertama film ini sudah diliputi oleh ketegangan yang bikin ngeri. Ketegangan ini terus berlanjut sampai akhir film. Memang ada beberapa part-part dengan tempo yang menurun, yang sedikit membuat ngantuk, tapi, percayalah, part tersebut penting dalam keberjalanan cerita. Selain ketegangan dan adegan aksi yang banyaknya bukan main ini, film ini tetap menampilkan ciri khas marvel di dalamnya, yakni memberikan sentuhan-sentuhan komedi yang sukses bikin tertawa terpingkal-pingkal. Oiya satu lagi, film ini juga menampilkan sedikit drama sentimentil yang entah kenapa membuat kamu jadi sedikit bersimpati dengan tokoh tersebut. Ah keren banget deh. Campur aduk rasanya.

Musik dalam film ini semakin membuat kita mendalami adegan demi adegan yang dtampilkan. Membuat kita terbawa suasana. Dan membuat kita jatuh sepenuhnya ke dalam film.

Infinity War menurut saya adalah gabungan seluruh film-film MCU yang ada. Semua kekurangan yang ada di film-film MCU sebelumnya berhasil terpenuhi di dalam film ini. Kelebihan-kelebihan dalam fllm sebelumnya pun berhasil dilampaui di film ini. Saya kira Avengers : Infinity War bener bener cocok dijadikan penutup dari  bagian pertama MCU. Mesipun ada part yang terlalu slow dan bisa bikin orang ngantuk, tapi secara keseluruhan film ini bisa dibilang epik dan memuaskan. Endingnya yang seperti itu tentu aja semakin membuat kita gemas dan frustasi begitu selesai menontonnya, sekaligus membuat gak sabar untuk segera menonton lanjutan film ini, yakni Avengers 4.

Oya, sebagai tambahan, ada superhero yang mati dan hanya ada satu post kredit di akhir film. Jadi pastikan menonton filmnya sampai benar-benar habis ya.

Skor : 8,5/10



#Avengers #InfinityWar #Thanos #AvengersInfinityWar

Read More

Wednesday, 25 April 2018

Resensi Buku Ubur-Ubur Lembur – Raditya Dika




Akhirnya setelah sekian tahun lamanya, bang Radit bikin buku lagi. Tema binatang masih dipakai Bang Radit untuk menamai buku kedelapannya ini. Dengan berjudul Ubur-Ubur Lembur, buku ini meluncur di pasaran per tanggal 1 Februari 2018. Tebalnya lumayan, yakni sekitar 232 halaman dengan 14 bab di dalamnya. Ada banyak genre tulisan di dalamnya seperti romance, keluarga, horor dan kehidupan. Tentu saja semua genre tersebut dibalut dengan sentuhan komedi ala Raditya Dika.

Setelah membaca buku ini entah kenapa gue terbagi menjadi dua hal, yakni Tim Antusias dan Tim Bosan. Memang benar, antusias dan bosan itulah yang gue rasakan ketika membaca buku ini. Jujur aja, setelah buku buku komedi booming (pas zaman poconggg kalau gak salah) tahun 2010an, gue udah jarang baca buku-buku bergenre komedi, soalnya entah kenapa kualitas buku/novel komedi agak menurun setelah zaman itu. Lucunya nanggung lah. Lucunya basi lah. Lucunya absurblah. Makanya ketika ada berita yang menginformasikan bahwa Bang Radit bakal merilis buku baru, gue langsung antusias mendengarnya. Ya percaya atau tidak, menurut gue, Bang Radit ini lah pelopor buku/novel komedi di Indonesia.

Dan benar, Ubur-Ubur Lembur berhasil memuaskan dahaga gue akan buku dengan komedi cerdas. Cerita-cerita di buku ini sukses bikin gue kesengsem, nyegir bahkan tertawa geli ketika membacanya. Gue yakin hal yang sama akan terjadi kepada kamu-kamu yang membacanya juga. Bang Radit benar-benar tau bagaimana mengeksplorasi sebuah kejadian/cerita, baik itu kejadian serius, kejadian seram, bahkan kejadian biasa sekalipun menjadi sebuah cerita seru yang bikin orang berkata dalam hati “ih gue banget” dan disertai senyuman maupun tertawa terpingkal-pingkal.

Baca Juga : Stimuno untuk Balita

Kisah-kisah lucu di buku ini sukses bikin gue membayangkan jika ceritanya Bang Radit ini terjadi sama gue. Ada aja imajinasi yang terpintas di kepala gue ketika membaca bab demi bab di buku ini. Soal teman masa kecil lah, soal hantu lah, bahkan soal menjadi orang yang terkenal lah. Semua ekspektasi dan ke-antusiasan yang gue bayangkan sebelum membaca buku ini bisa dibilang terbayar dengan sempurna setelah selesai membacanya. Tidak kurang, tidak lebih. Semua yang kamu harapkan dari sebuah Buku karya Raditya Dika ada semua di buku ini.

Jika kamu membaca buku ini dan mengharapkan ekspektasi yang lebih, saya kira hal itu tidak akan terjadi. Dan jika kamu berpikir kalau buku ini kurang memenuhi ekspektasi, itu juga salah. Buku ini hampir sama dengan buku-buku Bang Radit lainnya. Gak ada sesuatu yang baru di dalamnya. Mungkin jika dibandingkan dengan 3-4 buku pertama Bang Radit, ada sedikit perbedaan di dalamnya, yaitu dibuku ke 5-8 ini Bang Radit terlihat lebih dewasa di dalamnya. Tulisan-tulisannya pun lebih berkembang dan terdapat “pesan” di cerita-ceritanya.

Hal ini lah yang membuat gue sedikit bosan ketika membaca buku ini. Apalagi ketika membaca part percintaan atau kegalauan akibat cewek. Gue benar-benar bosan. Part-part galau dan percintaan di buku ini entah kenapa bikin buku ini jadi sedikit membosankan. Bagi orang yang membaca buku Bagi Radit dari pertama sampai buku ini pasti deh  udah dipaparin banyak banget cerita-cerita kayak gini. Jujur, hal ini bikin gue bertanya-tanya, “Emang masih kurang ya Bang semua cerita-cerita galau di buku-buku sebelumnya?”

Padahal, ada banyak kisah Bang Radit yang bisa dieksplorasi lebih jauh, bukan cuma soal percintaan dan kegalauannya aja.

Jika kamu seorang fans Bang Radit, buku ini akan membuat kamu sedikit lebih mengenal seorang Bang Radit. Jika kamu seorang penggiat literasi, buku ini akan membuat kamu mendapatkan inspirasi berbagai tulisan. Jika kamu seorang yang terkenal, buku ini akan mewakili semua perasaan kamu akan satu hal, dan jika kamu hanyalah pembaca buku biasa, buku ini bisa dibilang sebagai salah satu list buku yang wajib kamu baca, karena, ya... memang gak ada ruginya sama sekali.


Read More

Tuesday, 24 April 2018

4 Film Tom Hanks yang Wajib Kamu Tonton




Ada yang tau Tom Hanks? Saya kira sebagian besar orang terutama para pecinta film Holliwood pasti mengenal aktor satu ini. Jelas, udah banyak banget film yang ia bintangi. Malah rata-rata kebanyakan film yang ia bintangi pasti sukses di pasaran. Sebagai aktor, Tom bisa dibilang sebagai aktor yang komplit, soalnya dia bisa memainkan berbagai peran. Mulai dari pria cupu, orang dengan disabilitas, detektif, nahkoda kapal dan lain lain. Dari berbagai film yang ia bintangi, saya punya rekomendasi film Tom Hanks yang wajib kamu tonton. Film-film ini punya daya tariknya sendiri sehingga membuat kamu akan terus dengan film-film Tom Hanks lainnya. Okay check this out

4. Forrest Gump


Film ini termasuk film jadul, karena ditayangkan pada medio 90an. Bercerita tentang seorang laki laki yang memiliki IQ 75 atau bisa dikatakan sebagai anak idiot dalam menjalani hidup. Jujur aja, film ini sungguh inspiratif dan menyentuh. Bagaimana mungkin seorang yang dibilang idiot, mampu masuk militer, kemudian menjadi pahlawan perang, lalu ia ikut kejuaraan pingpong kelas dunia, ia juga sukses besar dalam bisnis udang dan menjadi inspirasi orang-orang karena gerakan larinya mengelilingi amerika. Tom benar-benar total dalam bermain di film ini. Perannya sebagai Forrest Gump sukses menginspirasi orang-orang termasuk penonton film ini.

3. The Terminal


Bercerita tentang pria bernama Navroski yang berasal dari negara Krakozhia yang terjebak di bandara JFK (Amerika Serikat) akibat negaranya mengalami kudeta militer saat ia terbang ke USA, sedangan pemerintah AS belum mengakui pemerintahan baru negeri itu. Karena hal itu, Navroski tidak diperbolehkan pulang ke negaranya dan juga tidak boleh masuk ke wilayah amerika. Navroski pun tidak bisa berbahasa inggris dan uang yang ia miliki saat ini tidak bisa ditukar ke dollar karena mata uang negara tersebut sudah tidak berlaku lagi di dunia. Nah Loh? Ngejelimet kan? Makanya cepet nonton deh film ini. Nikmati petualangan Navroski dalam bertahan hidup dengan semua kondisi diatas.

2. Captain Philips



Bagaimana jika kamu adalah seorang kapten kapal yang kapalnya sedang dimasuki sekelompok perompak laut, padahal kamu sedang membawa barang bawaan (cargo) yang sangat penting dan banyak untuk keperluan yang penting juga. Perampok laut tersebut tentu saja berniat membajak kapal sekaligus membunuh awal kapal di dalamnya. Sebagai kapten kapal apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana kamu menghadapi kondisi itu semua? Semua jawabannya ada di film ini. Film yang berdasarkan kisah nyata ini benar-benar penuh ketegangan yang meingkat seiring dengan durasi film. Semakin mendekati akhir semakin tegang juga yang akan kamu rasakan.

1. Catch Me if You Can


Film ini memang tidak terfokus sepenuhnya pada Tom, tapi disini Tom memegang peran penting dalam suksesnya film ini. Berpasangan dengan seorang Leonardo di Caprio yang berperan sebagai penipu ulung (Pameran utama), Tom yang disini berperan sebagai agen FBI sungguh sangat keren dalam menjalani perannya tersebut. Karakternya yang kaku dan kepribadiannya yang pantang menyerah terlihat jelas di film ini, dimana membuat kamu jadi agak kurang suka dengannya dan justru memihak si penipu ulung, Leo (yang memang bermain luar biasa juga disini). Sebagian besar film ini berkisah tentang kejar-mengejar Leo dan Tom. Chemistri mereka berdua benar-benar dapet banget. Membuat orang yang menonton film ini akan terbawa suasana ke dalamnya. Setelah menonton film ini kamu pasti akan menyimpulkan bahwa tidak salah mengatakan kalau dua aktor diatas adalah aktor besar kelas dunia.

Gimana penasaran kan? Ayo segera nonton film-film diatas. Bagi yang udah nonton film diatas boleh nih di share review singkatnya di kolom komentar. Selain 4 film diatas, saya juga merekomendasikan 3 film Tom yang lain yaitu Cast Away, Davinci Code dan The Post. Buruan deh nonton gengs.

#Onedayonepost #ODOPbatch5

Read More

Monday, 23 April 2018

Pre-Contructions Risk Assesment (PCRA)




PCRA atau Pre-Contructions Risk Assesment merupakan sebuah tools yang digunakan untuk menilai resiko bahaya yang terjadi saat akan melakukan pekerjaan kontruksi atau renovasi di rumah sakit. PCRA sangat erat kaitannya dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) rumah sakit. PCRA tidak berbeda dengan HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) karena sama-sama menilai resiko, bedanya, PCRA secara spesifik menilai resiko yang mungkin terjadi pada pekerjaan kontruksi dan renovasi di rumah sakit sedangkan HIRA menilai resiko secara luas. PCRA juga berkaitan dengan ICRA atau Infection Control Risk Assesement (Pengendalian Infeksi), karena dalam menyusun PCRA, dokumen ICRA harus termasuk di dalamnya.

PCRA tidak berbeda dengan tools penilaian resiko lainnya. Di dalam PCRA terdapat identifikasi bahaya, konsekuesnsi/dampak, tabel penilaian resiko, lengkah perbaikan, jenis penilaian resiko, tanggal penyelesaian dan penanggung jawab. Namun ada 9 elemen yang wajib dimasukkan dalam PCRA. Sembilan elemen tersebut adalah, kualitas udara, pengendalian infeksi, utilitas, kebisingan, getaran, Bahan beracun dan berbahaya (B3), layanan darurat, pembuangan sampah/puing-puing, dan bahaya lainnya. Semua elemen diatas wajib diisi dan dinilai resikonya.

BACA JUGA : INOK3RS.ME KINI PINDAH ALAMAT URL

Dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit 2018 (SNARS), PCRA dimasukkan di salah satu elemen penilaian, yaitu pada di Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Standar 4 tentang keselamatan dan keamanan. Pada lembar penilaian MFK SNARS, standar MFK 4.1 disebutkan bahwa:
1. RS harus mempunyai regulasi yang mengatur  tentang assesmen resiko pra kontruksi (PCRA)
2. RS melakukan assesmen resiko pra kontruksi (PCRA) bila ada rencana kontruksi, renovasi atau demolis/pembongkaran
3. RS mengambil tindakan berdasarkan hasil asesmen resiko untuk meminimalkan resiko selamat= pembongkaran, kontruksi dan renovasi
4. RS memastikan bahwa kepatuhan kontraktor dipantau, ditegakkan dan didokumentasikan.

PCRA termasuk baru dalam elemen penilaian akreditasi rumah sakit, karena dalam standar akreditasi tahun 2012, PCRA tidak disinggung sama sekali. Oleh karena itu, masih banyak praktisi K3RS yang belum mempunyai bayangan tentang PCRA, bagaimana rupanya dan seperti apa bentuknya. Jika ditelusur di google, kebanyakan hasil PCRA yang didapat adalah PCRA dari rumah sakit di luar negeri. PCRA di luar negeri belum ada berbentuk baku. Kebanyakan tiap rumah sakit memiliki format PCRA yang berbeda-beda. Lain halnya di Indonesia, disini PCRA bagaikan barang baru jadi masih sangat sulit untuk dicari. Selain itu Masih sedikit juga rs yang memposting PCRA buatan rumah sakit di Indonesia. Makanya pasti banyak praktisi K3RS yang kesulitan mengenai bentuk PCRA ini.
Saya sendiri sudah hampir setahun bekerja sebagai praktisi K3RS. Awalnya saya bingung dengan PCRA ini, karena sedikit sekali referensi yang saya punya dari rumah sakit lain, malah tidak ada sama sekali. Tapi setelah saya pelajari berbagai jenis PCRA yang ada di luar negeri, akhirnya saya membuat sendiri tools PCRA dan saya implementasikan di rumah sakit tempat saya bekerja.

Berikut ini adalah contoh PCRA yang ada di tempat saya bekerja,



Jika teman-teman ingin mendownloadnya, silakan klik link berikut: Form PCRA

Read More

Saturday, 21 April 2018

4 Episode Film Series Lost yang Memorable Banget




Film series Lost bercerita tentang sekelompok orang yang selamat dari kecelakaan pesawat dan terdampar di pulau asing, dimana pulau tersebut banyak menyimpan rahasia dan hal-hal misterius. Series ini berjumlah enam season dengan tiap seasonnya memiliki jumlah episode yang berbeda. Saya sendiri sudah menonton sampai season 3. Banyaknya misteri dan konflik yang terjadi serta plot cerita yang unik membuat saya ingin menuntaskan series ini sampai habis. Dari tiga season yang sudah saya tonton, ada banyak sekali karakter yang muncul. Karakter nya memiliki kisahnya masing-masing yang diceritakan dalam satu episode. Nah dari puluhan episode yang sudah saya tonton, ada empat episode yang menurut saya epik banget. Saking epik nya, episode-episode ini bakal susah deh untuk dilupakan. Mau tau apa aja? Cek aja dibawah. Oiya sebelumnya, artikel ini sedikit mengandung spoiler, jadi buat teman-teman yang anti-spoiler bisa berhati-hati ya buat membacanya..


4. Numbers (Season 1 Episode 18)


Inilah pertama kalinya sosok Hugo/Hurley diperkenalkan secara detail. Yap epsiode 18 ini menceritakan tentang Hugo. Karakter yang sangat lovable di series Lost dan menjadi favorit saya. Disini dijelaskan bahwa nomor 4 8 15 16 23 42 memiliki kutukan yang membuat Hugo selalu tertimpa sial. Episode ini juga menceritakan bagaimana seorang Huog kehilangan banyak hal-hal berharga akibat nomor tersebut. Tapi yang paling kerennya adalah bagaimana nomot tersebut membawa Hugo memenangkan Lotre sebesar 156 Juta dollar. Gokiiiiilllll.

3. Walkabout (Season 1 Episode 4)


Episode ini asli keren banget. Bercerita tentang sosok John Locke dan sedikit hal-hal kelam yang terjadi pada dia sebelum menaiki pesawat oceanic 815. Dari episode ini kita tau bahwa pulau tempat dimana para survivors terdampar, memiliki hal-hal magis yang membuat seorang John Locke, seorang dengan kaki lumpuh, mampu berjalan sempurna diatas pulau ini. Kita akan sadar, bahwa pulau itu bukanlah pulau biasa. Kita akan percaya bahwa kedepannya akan ada hal-hal magis lainnya. Dan tentu kita akan berharap bahwa John akan terus bisa berjalan. Episode ini memiliki twist ending yang juara. Salah satu episode terbaik di series Lost. Setelah menonton epsiode ini, dijamin kamu bakal makin penasaran dengan keberlanjutan series ini.

2. Flashes Before Your Eyes (Season 3 Episode 8)


Episode ini bercerita tentang desmond. Yes Desmond. Salah satu karakter favorit saya. Aye Brother. Dalam episode ini diceritakan apa yang terjadi saat desmond membuka kunci saat hatch meledak. Disini dijelaskan bahwa desmond terlempar di masa depan dan kembali bersama kekasihnya penny. Mereka akhirnya hidup bersama, namun dalam kesehariannya Desmond teringat hal-hal yang pernah terjadi di Pulau, yang mana hal-hal tersebut membuat Desmond bingung apakah hal yang ia lakukan saat itu adalah hal nyata atau hanya mimpi. Hal yang paling kerennya adalah, di episode ini kita jadi tau mengenai kekuatan spesial Desmond, kekuatan untuk melihat ke masa depan. Selain itu episode ini juga memberikan pesan kepada penonton bahwa Charlie akan meninggal di season ini.

1. Through The Looking Glass (Season 3 Episode 22 dan 23)


Oh My God, episode ini benar-benar amazing. Salah satu episode terbaik Lost juga. Luar biasa. Di epsiode ini kita akan dipaparkan kematian Charlie yang sudah dispoilerkan di episode-episode sebelumnya. Berbeda dengan kematian karakter lainnya, kematian Charlie sungguh sangat memorable dan epik banget. Disini saya yakin kamu akan bersimpati banget dengan seorang Charlie. Gak Cuma samapai disitu, dalam episode ini juga pertama kalinya para survivors akhirnya berhasil kontak dengan dunia luar. Mulai dari Charlie yang berhasil kontak dengan Penny dan Jack yang berhasil kontak dengan “M”. Selain itu, kalimat Jack di akhir episode tentu aja membuat para penonton makin penasaran dengan kelanjutan series ini. Oiya episode ini sungguh menipu penonton, karena flashback di epsiode ini bukanlah sebuah flashback, akan tetapi sebuah flashforward.

Read More

Friday, 20 April 2018

Nepot.Is.Me




Pemimpin memang bukanlah posisi yang bisa diisi oleh sembarangan orang. Dari pemimpin inilah, akan terlihat bagaimana wajah sebuah negeri. Dari pemimpin inilah perubahan-perubahan akan terjadi kelak. Dan dari pemimpin inilah akan lahir calon-calon pemimpin baru, dengan karakter dan visi yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu memilih pemimpin haruslah yang terbaik dari yang terbaik jika ingin memperbaiki keadaan.

Adanya nepotisme tentu saja mencoreng wajah pemimpin dan demokrasi. Konsep demokrasi yang selama ini di agung agungkan sebagai sistem pemerintahan terbaik karena berorientasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat nyatanya mulai kehilangan titahnya. Banyak pemimpin yang meninggalkan nilai-nilai demokrasi. Harapan demokrasi bisa diterapkan di level terkecil masyarakat pun hanya menjadi angan-angan semata. Jangankan diterapkan di level terkecil di masyarakat, di dunia kampus yang berisi orang-orang berpendidikan saja, nyatanya demokrasi dijadikan alat permainan politik untuk melakukan tindakan nepotisme.

Maraknya nepotisme yang terjadi di berbagai elemen masyarakat, instansi maupun pemerintahan ternyata disebabkan oleh penyalahgunaan demokrasi. Konsep demokrasi yang mengacu kepada suara terbanyak justru menimbulkan beberapa paradigma dan kehausan akan kekuasaan. Kebebesan dalam berpendapat, berkumpul dan membuat organisasi justru melahirkan stigma tersendiri. Banyak orang yang membuat organisasi, kemudian maju mencalonkan diri menjadi pemimpin, jika dia sukses terpilih, maka dia dengan “senang hati” akan mengangkat orang-orangnya ke posisi posisi penting dan strategis.  Kalau sudah begini, apakah demokrasi masih menjadi yang terbaik?

Nepotisme sudah menjadi budaya bangsa Indonesia, dari pemimpin pemimpin cilik hingga pemimpin pemimpin besar. baik dalam skala besar maupun kecil. Baik dilakukan oleh rakyat kecil maupun rakyat besar. Baik pegawai tingkat bawah hingga pegawai tingkat atas. Baik organisasi kecil hingga organisasi besar. Semua sudah terjangkit virus bernama nepot.is.me. Sering kita mendengar, seseorang yang mendapat pekerjaan, karena ada “orang dalam” di tempat dia melamar pekerjaan, kita juga sering melihat di berita, bagaimana pemimpin pemimpin bangsa, para wakil rakyat, yang memberikan posisi posisi tertentu kepada kerabat atau kalangan dekatnya, kita juga tak bisa memungkiri di suatu instansi pendidikan adanya “peng-anak-emas-an” kepada murid murid yang tergolong kaya atau anak dari pejabat penting. Bahkan di bangku perkuliahan pun kita sering melihat seorang mahasiswa yang membooking tempat duduk di sekitarnya agar temen-temen dekatnya bisa duduk didekatnya. Beberapa contoh tersebut menegaskan bahwa nepotisme tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari, karena memang sudah mengakar kuat kepada pribadi masing-masing.

Kita bisa melihat contoh yang ada di negeri ini. Dulu pernah ada kasus nepotisme di SKK Migas. Mantan kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini mengangkat kaum loyalisnya di SKK Migas yang rata-rata adalah alumni ITB. Padahal sebelumnya mereka tidak terpakai, akan tetapi setelah Rubi mengisi posisi SKK Migas, ia langsung memanggil alumni  ITB tersebut untuk mengisi posisi penting dan strategis di SKK migas. Tentu saha hal ini menimbulkan ketidakadilan terhadap orang-orang yang non alumni ITB.

Sudah selayaknya seorang pemimpin tidak memakai konsep nepotisme dalam mengarungi bahtera kepemimpinannya. Pemimpin haruslah independen, netralitas dan berintegritas. Independen dalam artian bekerja sesuai hati nurani, netralitas dalam artian tidak memihak atau terpengaruh siapa pun dan  integritas dalam kepemimpinannya. Karena hanya pemimpin yang kuat lah yang mempunyai kekuatan untuk mengubah sesuatu.

Menjadi Indonesia yang kuat tentu saja harus menguatkan diri terlebih dahulu. Kuatkan pemimpinnya, kuatkan sistemnya lalu kuatkan rakyatnya. Kuatkan itu semua dengan nilai-nilai yang baik dan benar. Proses penguatan sendiri pasti membutuhkan waktu yang cukup lama dan hasil dari penguatan itu sendiri pun akan bermacam-macam. Bisa gagal atau sukses.  Oleh karena itu kita harus terus mencoba, belajar, berjuang dan berdoa untuk bisa memperbaiki keadaan ini, karena perbaikan itu tidak akan pernah sempurna dan ikhtiar itu tidak pernah selesai.

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan


Read More

Thursday, 19 April 2018

Netralitas dalam Pilkada




Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tinggal menghitung hari lagi. Pesta demokrasi rakyat yang dihelat lima tahun sekali ini akan dimulai pada tahun 2018 ini. Kursi Panas daerah mulai panas untuk diperbincangkan. Beberapa nama calon yang dikira pantas untuk menduduki kursi mewah tersebut kini banyak yang menjadi trending topic di daerah pemilihannya masing-masing.  Tentu saja siapapun yang menjadi pemilik kursi nomor 1 nanti diharapkan mampu membuat daerahnya semakin lebih baik.

Menyongsong pilkada, banyak isu isu yang menarik perhatian publik. Salah satunya adalah kabar tentang netralitas beberapa lembaga negara dan aparatur sipil negara. Isu yang paling menarik perhatian adalah  klaim netralitas yang diusung oleh TNI, polri dan PNS  dalam partisipasinya pada pilkada serentak nanti.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia netral berarti tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak). TNI, Polri dan PNS dalam definisi netralnya sendiri mengartikan bahwa netralnya ialah secara lembaga, bukan secara personal. Jadi secara kelembagaan mereka tidak memihak siapapun, tapi tetap saja secara personal mereka akanikut  memilih.

Namun, kebijakan netral ini seolah menjadi pertanyaan banyak pihak karena dinilai hanya slogan semata. Meskipun belum ada fakta yang menyebutkan bahwa ada oknum oknum TNI, Polri dan PNS yang membantu kampanye para calon kepala daerah, tapi hal tersebut bisa membuat gerah sebagian orang, karena bisa banyaknya isu-isu miring yang beredar mengenai adanya oknum dalam lingkup TNI, Polri dan PNS yang mengusung salah satu pasangan calon kepala daerah. Jika benar ini terjadi tentu saja hal ini mencederai prinsip demokrasi.  

Patut ditunggu bagaimana partisipasi TNI, Polri dan PNS dalam memeriahkan pilkada serentak tahun ini. Kredibilitas lembaga akan sangat dipertaruhkan dengan kebijakan netral yang diambil ini. Jika TNI, Polri dan PNS mampu dalam menjalankan “misi” netralnya tersebut, maka hal itu bisa menaikkan citra dan elektabilitas lembaga negara yang bersih, akan tetapi jika nanti gagal dalam menjalankan misi netralnya tersebut, maka nama lembaga lah yang menjadi taruhannya..


#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
Read More

Wednesday, 18 April 2018

Memandang Lebih Luas Fungsi Pers Sebagai The Fourth Estate (Bagian Dua)





Oleh : Arief Satiawan, Yuniva Tri Lestari, Anindita Azzahra


Pers mahasiswa (persma) ada untuk menggerakkan bulir-bulir cabang hipotalamus intelektualitas dalam rangka membentuk opini masyarakat dengan goresan pena yang berimbang, propaganda dan menjunjung tinggi nilai kebenaran. Organisasi pers mahasiswa di Indonesia menyatakan bahwa persma bersifat independen. Dikatakan demikian karena persma memiliki koridor untuk menyampaikan fungsi utama sebagai pemberi informasi, mendidik masyarakat (mahasiswa) dan memberikan hiburan tanpa tekanan pihak mana pun. Jika klausa ini yang digunakan untuk memandang fungsi pers sebagai the fourth estate, maka tidak ada lagi alasan untuk tidak menolak intervensi maupun masukan yang cenderung mengarah kepada kepentingan tertentu suatu pihak. Beginilah kami memandang persma yang hingga sekarang membesarkan nama-nama pejuang persma di masanya masing-masing.

Mahasiswa yang terikat pada lembaga pers mahasiswa tidak seharusnya lantas berbangga bahwa dirinya adalah seorang wartawan kampus belaka. Tidak jarang mahasiswa menulis sebuah opini hasil pemikirannya atas orientasi uang. Ini bukanlah menjadi satu-satunya alasan berharga untuk dipersembahkan demi sebuah kualitas tulisan yang “berpengaruh”. Belum lagi jika mengatakan orientasi imbalan uang bagi sebuah lembaga atau badan pers mahasiswa. Persma mau tidak mau masih meng-induk pada pemerintah tunggal bernama rektorat sebagai cerminan birokrasi universitas. Inilah ajang pembelajaran atau bahkan tantangan tersendiri bagi sebuah lembaga pers mahasiswa yang selalu dituntut untuk tidak neko-neko (aneh-aneh, red) dalam memberitakan kabar kampus. Acap kali rektorat ingin sekali namanya melambung dengan kendaraan yang bernama media kampus, yang sejak awal mahasiswalah yang mengusung. Apakah dengan hal semacam ini mahasiswa patut untuk mengatakan “iya” demi sebuah anggaran yang sudah dialokasikan bagi lembaga persma. Tentu saja dengan mempertaruhkan fungsi utama pers sebagai watchdog sebuah pemerintahan.

Kita tidak bisa seratus persen mendeklarasikan bahwa persma yang mulai luluh ditunggangi pemerintahan, dalam hal ini birokrasi kampus, mengambil sikap yang salah. Tentu posisi ini berat dijalani. Di satu sisi pers mahasiswa berada di bawah naungan perlindungan birokrasi kampus yang kami sebut rektorat. Tidak hanya perlindungan legalitas, namun juga jaminan kehidupan lembaga dalam bentuk anggaran bagi organisasi mahasiswa. Namun di sisi lain, pers mahasiswa harus tetap memperjuangkan sifatnya yang bebas. Artinya persma memiliki kebebasan menyuarakan keadilan dan kebenaran dalam ingkup nilai-nilai Pancasila. Bukan hanya sekedar mempertahankan kebebasan dalam melenggang di dunia penulisan artikel reportase, namun juga mempertimbangkan posisi yang riskan karena persma harus tetap sadar bahwa ia adalah “anak” dari birokrasi universitas. Sebagaimana seorang anak bertindak baik kepada orangtua yang sudah membawa citra legalitas untuk sebuah organisasi usungan sebuah kelompok mahasiswa.

Tulisan yang disampaikan oleh persma diharapkan mampu menghasilkan pemikiran brilian dan ideologi mahasiswa. Hal ini penting untuk menyikapi penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan kebijakan di kampus. Inilah alasan mengapa persma bisa dikatakan lebih idealis daripada pers umum. Persma saat ini pun masih sering diliputi rasa dilema antara idealis dan independen. Contohnya ialah, jika suatu persma menuliskan berita tentang penyimpangan kebijakan di kampus, maka yang terjadi ialah, bukan tidak mungkin birokrasi kampus akan mem”bredel” persma bersangkutan. Bagi jurnalis kampus yang memiliki mental rendah maka sikap diam dan menyatakan permohonan maaf selesailah sudah perkara. Lain cerita jika terjadi di hadapan jurnalis bermental baja, maka mereka akan terus mempertahankan tulisannya jika memang memuat nilai kebenaran. Mereka akan gigih memperjuangkan sebuah idealisme kebenaran bermodalkan kode etik jurnalistik di bawah naungan dewan pers nasional. Walau nyawa taruhannya dan dilepaskannya alokasi dana oleh birokrasi tak masalah bagi mereka.

Dikatakan dalam sebuah seminar jurnalistik apakah persma memiliki kedudukan yang sama dengan pers yang dilindungi undang-undang dan adakah lembaga yang dapat melindungi persma dari ancaman pem”bredel”an. Pembicara di seminar tersebut menjawab bahwa persma sudah sama seperti pers media dan dikatakan bahwa persma tidak perlu khawatir dengan ancaman pem”bredel”an, karena persma dilindungi oleh badan penerbitan surat kabar. Meski kenyataannya seperti itu, namun posisi persma tetaplah “abu-abu”. Pers dikatakan sebagai pilar ke empat dalam demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif, namun apakah persma sudah termasuk dalam pers yang dikatakan? Bagaimana dengan peran vital pers (persma) sebagai kontrol sosial? Dengan keterbatasan yang dimiliki persma, apakah bisa mereka melaksanakan peran vitalnya tersebut dengan maksimal? Bukankah esensi dari jurnalisme itu adalah memberikan informasi yang akurat, aktual dan terpecaya kepada publik agar publik dapat mengetahuinya dan dapat memberikan kritik maupun saran yang dibutuhkan untuk suatu pembangunan?

Jika persma mulai berhasil ditunggangi pihak tertentu dengan alasan finansial atau pemberitaan yang bersifat promotif dan sensasi fitnah tanpa bukti dan data yang jelas, maka inilah awal kecacatan sebuah lembaga pers terjadi. Manja dan mulai nyaman dengan uang yang dijanjikan oleh birokrasi universitas menjadikan masyarakat pembaca (mahasiswa) sebagai segmentasi pasar media kampus tidak lagi diajak untuk membentuk alur berpikirnya sendiri dengan persepsinya masing-masing, namun sebaliknya, mereka didekte untuk menempatkan birokrasi universitas memiliki bargaining position yang selalu baik di mata masyarakat dengan segala programnya yang bermanfaat. Padahal kita tahu bahwa program hasil eksekusi kebijakan birokrasi kampus tidak seluruhnya bisa diterima dengan “menganggukkan” kepala saja, namun perlu kajian lebih lanjut terkait keefektivitasan outcome yang dihasilkan. Jika memang ini yang terjadi maka fungsi pengawasan yang sejak orde lama digembar-gemborkan oleh pejuang lembaga persma tidak lagi berjalan normal. Ia sudah lumpuh bahkan mungkin mati.

Justru jika pem”bredel”an sebuah lembaga persma terjadi dengan alasan pemberitaan kebenaran yang tidak disukai pemerintah, maka inilah masa dimana kobaran jiwa jurnalis masa lalu dalam sejarah terulang kembali. Dari sinilah lembaga persma lain bisa membuka mata untuk saling mendukung dengan menggencarkan advokasi bersama untuk upaya kebangkitan pembangunan yang melek akan kebijakan yang lekat dengan kehidupan publik. Bukankah pemberitaan yang adil dan benar tidak menyalahi kode etik jurnalistik? Bukankah ini yang dimaksud dengan pers yang bertanggungjawab. Berani mengambil resiko untuk sebuah penegakkan fungsi utama sebagai pengawasan (watchdog) pemerintah ibarat berlayar di samudera. Tentu saja kalau samudera itu adalah pemerintah dan masyarakat yang saling mempengaruhi satu sama lain, maka nahkoda perahu itu adalah insan pers. Terkadang kita tidak bisa menolak bahwa nekat dan kesuksesan itu berbanding lurus. Bukankah menyampaikan kebenaran berarti menaati firman Tuhan dalam kitab suci yang berbunyi “Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa" (Al Hijr:55). Jadi sebagai insan persma yang bergerak di bidang jurnalistik kampus, maka sudah semestinya kita belajar memahami segala kebijakan yang dikenakan untuk mahasiswa dengan arif dan kritis. Namun jika kita percaya bahwa peradaban pemerintahan yang madani akan tercapai jika fungsi saling mengawasi berjalan dengan harmonis, tentu menjadi impian bersama. Tidak ada lagi korupsi atau penyakit “kursi panas” yang lain. Apakah hal ini akan menjadi fakta atau hanya fatamorgana saja? Hanya kita yang mampu menjawab.

#Onedayonepost #ODOpbatch5 #tantangan

Read More

Tuesday, 17 April 2018

Memandang Lebih Luas Fungsi Pers Sebagai The Fourth Estate (Bagian Satu)



Oleh : Arief Satiawan, Yuniva Tri Lestari, Anindita Azzahra

Ringkasan:

Kedudukan pers tidak terbatas pada fungsi legislatif, eksekutif maupun yudikatif saja. Fungsi yang lebih utama selain media informasi dan hiburan, tentu harus mengedepankan fungsi kontrol sosial. Artinya bahwa pers, dalam bahasan ini persma (pers mahasiswa), memiliki kewajiban melakukan pengawasan yang seharusnya dijalankan. Tidak lagi memandang persma adalah anak yang selalu patuh pada orangtua, namun juga berani mengatakan tidak untuk hal yang memberi keberpihakan pada salah satu kepentingan pihak tertentu.

Menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran tentu saja harus selalu mengingat nilai-nilai luhur negara yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, tidak ada lagi waktu untuk mencari alasan lain demi pemberitaan yang mengedepankan kebenaran. Pengawasan kepada pemerintah diserahkan sepenuhnya oleh pilar ke empat yang kita sebut media pers. Lalu pengawasan terhadap pers itu sendiri dilakukan oleh masyarakat sebagai segmentasi pasar atau badan hukum jika memang tidak mampu diselesaikan secara kekeluargaan. Eksekusi pengawasan terhadap pemerintah, dalam hal ini birokrasi kampus, dilakukan semata-mata demi seimbangnya tatanan demokrasi negara. Apalagi sebuah persma yang digawangi oleh kelompok mahasiswa memiliki kekuatan besar untuk mengatur jalannya pembangunan negara. Suara mahasiswa akan sangat didengar oleh telinga pemegang kekuasaan, tentu didukung pula oleh semangat muda yang menggelora.

Harapan yang diimpikan jika fungsi pengawasan berjalan baik adalah berupa terangkatnya kepentingan masyarakat melalui kebijakan yang diterapkan. Melalui peranan pers tersebut, maka pemberitaan yang disampaikan akan lebih berimbang, independen dan tentunya maksimal dalam kontrol sosial walau ada ancaman akan di”bredel”. Mental yang kuat terus dibutuhkan demi kokohnya komponen pilar ke empat ini.

Bersambung..

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan

Read More