Jalan Berliku BBM Bersubsidi




Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh kosongnya premium di beberapa SPBU, dilanjutkan dengan pernyataan akan dinaikkannya harga BBM non-subsidi dan berita tentang anggaran untuk subsidi BBM yang kian hari kian membengkak. Kekisruhan seputar BBM ini seolah tak henti-hentinya menerjang Indonesia. Padahal kasus habisnya premium tersebut sudah membuktikan bahwa BBM memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Namun pembuktian tersebut seolah belum cukup berhasil untuk menengahi kekisruhan BBM yang sering terjadi. Rakyat masih sering diterpa oleh inkonsistensi dalam hal pengelolaan BBM yang berujung pada kuota BBM habis, antrean panjang di suatu SPBU, ataupun kebijakan seputar BBM.

Jika harga BBM naik, maka harga bahan pokok pun akan naik, terjadilah inflasi, dan rakyatlah yang akan menjadi pihak yang paling sengsara. Oleh karena itu, pemerintah pasti tidak ingin mengambil kebijakan ini. Namun, jika BBM terus disubsidi, maka anggaran untuk subsidi tersebut akan semakin membengkak, padahal kenyataannya, BBM bersubsidi lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah keatas. Melihat fenomena ini banyak orang berpikir bahwa daripada anggaran subsidi BBM tersebut yang salah target, sebaiknya anggaran itu digunakan untuk pembangunan sektor kesehatan, pedidikan, infrastruktur dll.

Problematika yang dilematis soal BBM ini sebenarnya dikarenakan satu faktor, yaitu, Indonesia terlalu tergantung kepada minyak bumi sebagai sumber energi utama. Padahal Indonesia banyak dilimpahi sesuatu yang banyak Negara lain tidak miliki seperti, letak Negara yang strategis, iklimnya yang tropis, pulaunya yang berjumlah ribuan dan negeri yang kaya akan sumber daya alam. Berkaca pada hal itu, Indonesia sebaiknya mulai move on, dan mulai mencari serta memanfaatkan sumber energi terbarukan lainnya.

Kita bisa mencontoh Denmark yang semenjak krisis global 1973 menimpa Negara tersebut, mereka tidak lagi tergantung kepada minyak sebagai sumber energi utama mereka, melainkan dengan memanfaatkan dan mengefektifkan sumber energi lain seperti energi angin dan panas bumi, untuk menghadapi persoalan energi. Dan Denmark sukses melakukannya.

#Onedayonepost #ODOPbatch5

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock