Jelajah Nusantara bersama Skyscanner : Pengalaman Berpartisipasi di Tradisi Lubuk Larangan




Sebelum pariwisata menjadi hits di kalangan masyarakat Indonesia, saya sudah doyan traveling, bahkan sejak masih kecil. Berbekal dari keluarga saya yang memang senang jalan-jalan, hal tersebut seolah ikut menular kepada saya. Ada banyak Kota Besar yang pernah saya singgahi selama 25 tahun ini baik dalam keperluan liburan atau pekerjaan, mulai dari Kota Medan, Padang, Pekan Baru, Bandung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Selain kota-kota besar tersebut, ketika saya kuliah saya juga pernah menjelajahi kota kota/kabupaten di Jawa Tengah untuk berlibur atau sekedar menyelesaikan tugas kuliah seperti di Brebes, Tegal, Demak, Kudus, Pemalang, Pekalongan, Ungaran, Salatiga, Solo, Magelang, Gunung Kidul, Wonosobo, dan Purwokerto. Selain Jawa Tengah saya juga pernah mengunjungi Mandiling Natal di Sumatera Utara, Bukit Tinggi di Sumatera Barat, Brastagi yang dikenal sebagai “Puncak”nya Kota Medan, Payakumbuh, lalu ada Cikarang, Indramayu, dan Cirebon.

Bagi saya traveling sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi karena banyak manfaat yang bisa didapat.

Dari berbagai kota atau kabupaten yang pernah saya singgahi diatas ada beberapa tempat yang sangat membekas dihati. Tempat-tempat tersebut memiliki keunikannya masing-masing, seperti budaya nya yang epik, perjalanan kesananya yang berat dan keindahan tempatnya yang tidak ada duanya. Menurut saya, traveling tidak hanya sekedar berjalan-jalan saja tapi juga sebagai sarana kita untuk mengenal Indonesia sedikit lebih dekat.

Tempat yang paling membekas di hati itu adalah di Madina, Mandailing Natal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Waktu itu saya kesana dalam mengisi libur lebaran. Madina, terletak di Jalan Lintas Sumatera, 3 Jam perjalanan dari Bukit Tinggi dan 2 jam perjalanan dari Padang Sidempuan. Madina merupakan daerah yang dikelilingi oleh bukit dan hutan. Cuacanya juga dingin. Saking dinginnya, napas kita saja sampai mengeluarkan uap.  Di desa saya, Desa Tamiang namanya, benar-benar masih daerah pedesaan. Sebagian besar mata pencaharian warganya adalah bertani dan berkebun. Rumah-rumah di desa pun masih berupa rumah adat, dengan kayu/papan yang menjadi dinding dan lantai rumahnya. Selain itu, desa ini bertempat di sepanjang Jalan utama, Jalan Lintas Sumatera. Luas desanya pun tidak terlalu luas. Bentuknya memanjang mengikuti jalan, sekitar 100 meter. Rumah-rumah disini hanya ada di sisi kanan dan kiri jalan. Tidak berderet ke belakang. Tapi berderet ke samping. Jadi di belakang rumah, biasanya langsung berbatasan dengan hutan atau sawah atau bisa juga sungai. Tentu saja, sinyal telepon disini hampir tidak ada. Tapi yang paling bikin saya heboh adalah, semua rumah disini memakai antena parabola. Gokil.

Pemandangan Desa

Lokasi Desa di Sepanjang Jalan

Rumah Warga


Di Madina ada satu tradisi yang cukup unik, namanya Tradisi Lubuk Larangan. Lubuk Larangan adalah sebuah perayaan berupa acara menangkap ikan di sungai untuk warga desa. Acara ini hanya dilakukan setahun sekali dengan waktunya H+1 Lebaran. Dalam satu kecamatan, desa-desa akan bergilir melakukan acara Lubuk Larangan sesuai waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Di Madina, menangkap ikan di sungai pada hari-hari biasa tidak diperbolehkan karena berbagai alasan. Oleh karena itu ketika acara Lubuk Larangan, sungai-sungai pasti akan ramai sekali dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menangkap ikan.

Untuk bisa ikut dalam Lubuk Larangan, masyarakat harus mendaftar di balai desa. Tiket masuknya sendiri sebesar Rp. 50.000 dan berlaku untuk satu orang dengan satu jaring. Dalam menangkap ikan, masyarakat hanya diperbolehkan menggunakan jaring dan memakai tangan langsung. Selain itu waktu pelaksanaanya pun sudah ditentukan, yakni jam 9 pagi sampai selesai.

Dalam acara Lubuk Larangan kita akan berlomba dengan ratusan warga lainnya dalam menangkap ikan. Hasil tangkapan ikan, selain bisa dimakan juga bisa diperjualbelikan. Tentu saja dengan harga yang cukup mahal, karena ikan di sungai ini hanya bisa dinikmati setahun sekali. Makanya, banyak warga yang berambisi untuk menangkap ikan sebanyak-banyaknya.

Suasana Lubuk Larangan

Di sungai, posisi menentukan prestasi. Ada beberapa area sungai yang kaya akan ikannya. Area yang dipenuhi banyak ikan. Biasanya di daerah yang berbatuan dan beraliran deras. Besar ikan disini pun bermacam-macam, ada yang sebesar jari dan ada yang sampai sebesar telapak tangan orang dewasa.

Ketika menangkap ikan, saat menggunakan jaring, itulah bagian terbaiknya. Benar-benar pengalaman luar biasa. Untuk warga desa, hal tersebut adalah hal yang biasa bagi mereka, namun bagi saya yang dari kecil tinggal di perkotaan tentu saja merupakan hal yang keren banget. Ternyata ada teknik-teknik khusus ketika memakai jaring. Mulai dari teknik melempar dan menarik jaring. Saya sendiri mencoba beberapa kali menggunakannya, dan dari belasan kali lemparan, saya tidak mendapat ikan sama sekali, bahkan untuk ikan kecil sekalipun. Tapi begitu sepupu saya yang warga sana mencobanya, ia langsung mendapat ikan dalam lemparan pertama. Luar biasa.

Lubuk Larangan

Lubuk Larangan


Bagi sebagian besar orang, menangkap ikan di sungai mungkin hal yang mainstream. Tapi jika teman-teman melakukannya di Lubuk Larangan, maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang anti-mainstream, karena tradisi ini hanya ada di beberapa tempat di Indonesia. Sangat ekslusif. Selain itu, menangkap ikan di sungai yang air nya jernih dan di desa yang dikelilingi view bukit-bukit indah serta berlomba dengan warga lainnya, benar-benar satu pengalaman tak tergantikan. Jujur saja, sejak saat itu saya ingin ikut berpartisipasi lagi dalam tradisi ini jika ada kesempatan datang.

Salah Satu Moda Transportasi

Sayangnya waktu itu saya hanya sempat berada di Madina sekitar 4 hari. Lokasi tempatnya yang jauh dari kota, membuat saya terpaksa lebih cepat meninggalkan desa yang indah itu. Waktu itu saya mengambil flight dari Pekan Baru, makanya untuk menghindari dari keterlambatan, saya pulang lebih awal karena berencana ingin mampir dahulu di Payakumbuh dan Jembatan Kelok Sembilan yang terkenal itu. Dan benar, di jalan ternyata macet panjang berkilo-kilo meter karena dampak arus balik. Perjalanan yang harusnya 8 jam, menjadi 20 jam. Saya pun tertinggal pesawat. Padahal esok harinya saya sudah harus masuk kerja. Diantara kerumitan yang terjadi untungnya saya tertolong oleh Skyscanner, saya berhasil mendapatkan satu tiket pesawat garuda Indonesia di saat saat terakhir. Padahal waktu itu suasana arus balik lebaran, dimana kebanyakan tiket sudah pada sold out. Tapi Skyscanner benar-benar menjadi penolong saya kala itu. Saya baru sampai bandara jam 4 pagi, dan karena Skyscanner, saya berhasil mendapatkan tiket pesawat untuk flight jam 6 pagi hingga berhasil sampai Jakarta jam 8 pagi. Akhirnya saya tidak telat masuk kantor. Benar-benar pengalaman yang mendebarkan.

Oiya, Skyscanner menawarkan berbagai "produk" yang berkaitan dengan traveling, seperti Tiket Pesawat, Hotel dan Sewa Mobil. Semua hal tersebut sangat mudah diakses karena menggunakan website dan aplikasi di android dalam penggunaanya. Untuk di website teman-teman bisa langsung googling dengan keyword  Skyscanner, atau teman-teman bisa langsung mengetik www.skyscanner.co.id di browser favoritnya. Jika teman-teman menggunakan android, bisa langsung unduh aplikasinya yang bernama Skyscanner di google play, unduh saat ini juga lalu rasakan kemudahan-kemudahan yang didapat ketika memakainya. Cara menggunakannya aplikasi Skyscanner pun sangat simpel dan tidak ribet, apalagi situs dan aplikasi ini juga didukung oleh tampilan yang fresh, sehingga memudahkan penggunanya dalam memahami tools-tools yang ada.



Pada fitur penerbangan, teman-teman akan mendapatkan berbagai pilihan flight yang ada, tapi yang tidak kalah menariknya adalah, Skyscanner menyediakan promo untuk tiket pesawat garuda Indonesia setiap harinya. Tiket Pesawat Garuda Indonesia loh teman-teman. Siapa yang tidak tau betapa kerennya maskapai tersebut. Bagi yang ingin mendapatkannya, silakan pantengin terus halaman website Skyscanner, karena akan ada informasi untuk promo Tiket Pesawat Garuda Indonesia setiap harinya. Bagi saya ini adalah fitur yang sangat keren sekali, karena membantu saya dalam merencanakan liburan selanjutnya sekaligus menjaga dompet saya dari kekeringan.

Selain Fitur penerbangan, Skyscanner juga punya Fitur Hotel. Fitur ini tidak kalah canggihnya. Skyscanner menyediakan lebih dari  1.200.000 hotel, apartemen dan hostel untuk dipilih berdasarkan kebutuhan penggunanya. Selain itu ada diskon khusus buat teman-teman yang menggunakan ponsel ketika melakukan pemesanan. Gimana? Keren kan?

Untuk memudahkan pelanggannya, Skyscanner juga memberikan opsi pilihan terbaik untuk kita ketika akan mencari hotel yang cocok di daerah tertentu. Kita diberikan berbagai hotel pilihan dengan segala keunggulannya. Gimana? Mantap banget kan. Oiya saya juga terkadang melakukan traveling dengan backpacker, waktu itu saya terbantu dengan Skyscanner saat mencari hostel-hostel murah yang cocok dengan kebutuhan backpacker seperti saya, baik dari segi lokasi, fasilitas dan harga yang sangat terjangkau. Pas banget deh.

Melihat begitu banyaknya fungsi dari Skyscanner, untuk saya yang doyan traveling ini, Skyscanner  adalah guide terbaik yang pernah saya miliki.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner
#JelajahNusantaraSkyscanner

Share:

4 comments:

Disable Adblock