Keberagaman Potensi Tani Indonesia




Indonesia merupakan Negara dengan sejuta keberagaman. Keberagaman tersebut tercermin dari beragamnya, suku, ras, bahasa, agama, sumber daya alam dan budaya yang ada di Indonesia. Tentu saja keberagaman tersebut mempunyai nilai jual karena telah dikenal sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Selain itu, keberagaman di Indonesia juga mempunyai potensi potensi untuk membangun bangsa dengan kualitas dan kuantitasnya, contohnya, seperti keberagaman pertanian di Indonesia.

Padi, jagung, ketela, cabai dan bawang adalah contoh beberapa keberagaman hasil pertanian yang dimiliki Indonesia. Tanaman tersebut tumbuh subur di Indonesia. Akan tetapi kenyataan yang ada saat ini justru Indonesia masih mengimpor hasil olahan tani tersebut dari negara-negara lain. Kualitas maupun kuantitas hasil olahan Indonesia pun masih belum bisa bersaing dengan Negara lain. Hal ini membuktikan Indonesia masih belum bisa memaksimalkan potensi pertaniannya. Sungguh sangat disayangkan, ada sekitar 250 juta orang yang hidup di negeri ini akan tetapi Indonesia seakan masih kekurangan orang untuk memakmurkan negerinya sendiri.

Pertanian di Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk berkembang, karena Indonesia didukung iklim tropis dan sebagian besar penduduknya yang bermatapencaharian sebagai petani. Kenyataan bahwa banyak jenis tanaman yang bisa tumbuh subur di Indonesia seolah melengkapi kejayaan Indonesia di bidang pertanian. Jika dimaksimalkan dengan benar, maka Indonesia dapat menghasilkan hasil tani yang beragam, baik dari jenis maupun kualitasnya. Sejarah juga pernah mencatat bahwa Indoneia pernah mencapai swasembada pangan di zaman orde baru. Hal itu membuktikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan dalam struktur perekonomian bangsa.

Melihat potensi besar yang dimilikinya, mengoptimalkan pertanian di Indonesia bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan, Peningkatan daya saing kualitas dan kuantitas komoditas pertanian merupakan hal pertama yang wajib dilakukan, selain itu ekspansi pasar yang massive dan komprehensif juga harus turut dilakukan untuk membantu mempromosikan produk pertanian.

Sektor pertanian sebenarnya mampu mengatasi permasalahan bangsa seperti pengangguran, jika benar-benar dimamfaatkan secara optimal. Namun lagi-lagi kenyataannya saat ini, pertanian justru mengalami pemorosotan dan kalah bersaing dengan negara asing. Hal ini ditandai dengan menjamurnya produk-produk tani asing di Indonesia dan masyarakat yang lebih tertarik dengan produk tani asing dibandingkan dengan produk tani dalam negeri. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka produk tani nasional akan semakin tersisihkan dan mengakibatkan pengangguran, karena petani-petani mengalami kebangkrutan.

Pertanian sebagai potensi penting dalam struktur perekonomian bangsa diharapkan mampu menunjukan tajinya sebagai solusi pembangunan perekonomian bangsa. Orang bilang tanah Indonesia adalah tanah surga, karena apapun yang ditanam disana bisa tumbuh dengan subur. Oleh karena itu sudah saatnya Indonesia memaksimalkan salah satu potensi keberagaman Indonesia yang bernilai jual tinggi, yaitu pertanian.

#Onedayonepost #ODOPbatch5


Share:

6 comments:

  1. Wacana yang menarik. Jarang ada blogger yang mengangkat tema pertanian. I like it ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kesel aja baca berita soal impor tani mbak hehe

      Delete
  2. Wihhhh sebagai orang statistik saya jadi tersenggol nih belum pernah sama sekali menulis bahasan seperti ini. Gara-gara tujuan menulis melarikan diri dari pekerjaan. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesekali boleh bund bikin tulisan gini hehe

      Delete
  3. Wah bagian dari UPSUS PAJALE sepertinya ini..hehe

    ReplyDelete

Disable Adblock