Netralitas dalam Pilkada




Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tinggal menghitung hari lagi. Pesta demokrasi rakyat yang dihelat lima tahun sekali ini akan dimulai pada tahun 2018 ini. Kursi Panas daerah mulai panas untuk diperbincangkan. Beberapa nama calon yang dikira pantas untuk menduduki kursi mewah tersebut kini banyak yang menjadi trending topic di daerah pemilihannya masing-masing.  Tentu saja siapapun yang menjadi pemilik kursi nomor 1 nanti diharapkan mampu membuat daerahnya semakin lebih baik.

Menyongsong pilkada, banyak isu isu yang menarik perhatian publik. Salah satunya adalah kabar tentang netralitas beberapa lembaga negara dan aparatur sipil negara. Isu yang paling menarik perhatian adalah  klaim netralitas yang diusung oleh TNI, polri dan PNS  dalam partisipasinya pada pilkada serentak nanti.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia netral berarti tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak). TNI, Polri dan PNS dalam definisi netralnya sendiri mengartikan bahwa netralnya ialah secara lembaga, bukan secara personal. Jadi secara kelembagaan mereka tidak memihak siapapun, tapi tetap saja secara personal mereka akanikut  memilih.

Namun, kebijakan netral ini seolah menjadi pertanyaan banyak pihak karena dinilai hanya slogan semata. Meskipun belum ada fakta yang menyebutkan bahwa ada oknum oknum TNI, Polri dan PNS yang membantu kampanye para calon kepala daerah, tapi hal tersebut bisa membuat gerah sebagian orang, karena bisa banyaknya isu-isu miring yang beredar mengenai adanya oknum dalam lingkup TNI, Polri dan PNS yang mengusung salah satu pasangan calon kepala daerah. Jika benar ini terjadi tentu saja hal ini mencederai prinsip demokrasi.  

Patut ditunggu bagaimana partisipasi TNI, Polri dan PNS dalam memeriahkan pilkada serentak tahun ini. Kredibilitas lembaga akan sangat dipertaruhkan dengan kebijakan netral yang diambil ini. Jika TNI, Polri dan PNS mampu dalam menjalankan “misi” netralnya tersebut, maka hal itu bisa menaikkan citra dan elektabilitas lembaga negara yang bersih, akan tetapi jika nanti gagal dalam menjalankan misi netralnya tersebut, maka nama lembaga lah yang menjadi taruhannya..


#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock