Review Film Avengers : Infinity War



Jujur saja, agak sulit membuat review film ini tanpa adanya spoiler di dalamnya. Part-part didalam film ini saling sambung menyambung, dimana membuat satu kejadian dengan kejadian lainnya berkesinambungan. Tapi bagi saya jika menonton film ini dengan bantuan spoiler, bakal terasa banget nanti efeknya, yang membuat sedikit kehilangan “feel” di momen momen penting dalam film ini. Makanya berkaca dari hal itu, saya akan membuat review film ini dengan sangat-sangat sedikit spoiler di dalamnya.

Secara garis besar film ini bercerita tentang perjalanan seorang Thanos dalam mengmpulkan 6 Infinity stone yang tersebar di alam semesta. Nah dalam mengumpulkan batu abadi tersebut, Thanos berhadapan dengan para Avengers. Yap, film berdurasi nyaris 3 jam ini hanya berkisah tentang hal diatas. Sederhana ya? Yap Betul . Sederhana banget guys. Tapi tentu saja bukan Marvel namanya jika gak bisa mengemas kisah tersebut menjadi sebuah mahakarya epik yang sungguh amazing ini.

Bagi yang belum mengenal Thanos, mungkin bisa mengingat sedikit film-film Mavrel Cinematic Universe (MCU). Thanos pernah tampil di film Avengers yang pertama dan di adegan post kredit yang saya lupa di film apa. Bagi saya, Thanos adalah villain (musuh) yang diidam-idamkan banget dalam suatu film. Ia memiliki segalanya untuk menjadi seorang villain. Banyak kritikus fim yang mengatakan bahwa villain-villain di film MCU kurang greget. Saya pun sependapat dengannya. Tengok aja villain di Thor Ragnarok, villain disana saya kira hanya sebatas punya kekuatan aja, gak lebih gak kurang. Nah setelah melihat Thanos dengan segala aspek kejahatanya itu, saya langsung berucap dalam hati, “kenapa sih semua villain gak bisa kayak gini?”. Gila keren banget sumpah. Dapet banget jahatnya. Iya, Marvel benar-benar sukses bikin mimpi buruk seburuk-buruknya yang jadi kenyataan.

Lalu bagaimana dengan superhero nya?

Ah kebayang gak sih bagaimana jadinya semua superhero di film Iron man, Captain America, The Incredible Hulk, Thor, Black Panther, Guardian of Galaxy dan Spiderman gabung jadi satu? That’s so amazing sooobbbbb. Mantap jiwa deh. Gila gila gila. Buruan nonton daaaahhh.

Ajiiiiiiiibbbbb.

Sebelum nonton film ini, gue penasaran bagaimana Russo Brother mengemas film ini dengan banyaknya superhero di dalamnya. Apalagi superhero-superhero ini adalah pemeran utama di film solo nya masing-masing. Gimana ? Pasti pusing kan? Bikin cerita yang bagus dengan segudang tokoh-tokoh penting di dalamnya.  Saya kira bukan cuma saya aja yang penasaran dengan hal itu, tapi siapapun yang nonton film MCU pasti berpikiran hal yang sama. Bahkan sebelumnya ada yang memprediksi kalau banyaknya superhero ini akan mengurangi kualitas film, akibat tidak tereksplorenya semua superhero.

Tapi lagi-lagi, prediksi itu patah setelah menonton film ini. Bisa dibilang semua superhero memiliki porsi yang sama di dalamnya. Gak ada yang lebih menonjol dan gak ada yang kurang tergali. Semua punya porsi nya masing-masing. Semua punya perannya masing masing. Dan semua terkondisikan dengan baik, adil, epik dan fantastik. kesemua hal inilah yang membangun jalannya cerita di film ini.
Satu hal yang gak bakal terlupakan dari film ini (selain Thanos) adalah bagaimana interaksi antar superhero. Munculnya Thanos memang  memaksa mereka akhirnya bersatu, namun seperti apa pertmuan pertama antar superhero itu dijamin bakal menjadi hal terindah yang akan kamu lihat. Apalagi buat kamu yang fans superhero, melihat mereka bertarung bersama tentu aja bagaikan sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Bagi kamu yang sudah menonton Avengers sebelumnya mungkin bakal sedikit terkesan, tapi bagaimana dengan melihat adegan antara Tony dengan Strange, Thor dengan Quill, serta Steve dengan Panther. Kamu pasti bakal kesengem abis kan?

Dari menit pertama film ini sudah diliputi oleh ketegangan yang bikin ngeri. Ketegangan ini terus berlanjut sampai akhir film. Memang ada beberapa part-part dengan tempo yang menurun, yang sedikit membuat ngantuk, tapi, percayalah, part tersebut penting dalam keberjalanan cerita. Selain ketegangan dan adegan aksi yang banyaknya bukan main ini, film ini tetap menampilkan ciri khas marvel di dalamnya, yakni memberikan sentuhan-sentuhan komedi yang sukses bikin tertawa terpingkal-pingkal. Oiya satu lagi, film ini juga menampilkan sedikit drama sentimentil yang entah kenapa membuat kamu jadi sedikit bersimpati dengan tokoh tersebut. Ah keren banget deh. Campur aduk rasanya.

Musik dalam film ini semakin membuat kita mendalami adegan demi adegan yang dtampilkan. Membuat kita terbawa suasana. Dan membuat kita jatuh sepenuhnya ke dalam film.

Infinity War menurut saya adalah gabungan seluruh film-film MCU yang ada. Semua kekurangan yang ada di film-film MCU sebelumnya berhasil terpenuhi di dalam film ini. Kelebihan-kelebihan dalam fllm sebelumnya pun berhasil dilampaui di film ini. Saya kira Avengers : Infinity War bener bener cocok dijadikan penutup dari  bagian pertama MCU. Mesipun ada part yang terlalu slow dan bisa bikin orang ngantuk, tapi secara keseluruhan film ini bisa dibilang epik dan memuaskan. Endingnya yang seperti itu tentu aja semakin membuat kita gemas dan frustasi begitu selesai menontonnya, sekaligus membuat gak sabar untuk segera menonton lanjutan film ini, yakni Avengers 4.

Oya, sebagai tambahan, ada superhero yang mati dan hanya ada satu post kredit di akhir film. Jadi pastikan menonton filmnya sampai benar-benar habis ya.

Skor : 8,5/10



#Avengers #InfinityWar #Thanos #AvengersInfinityWar

Share:

6 comments:

  1. Tidaaakkk... Siapa yang mati mas?? Katakan! Katakan!

    ReplyDelete
  2. Udah nonton akhirnya, wkwk. Yang mati tidaklah mati, gitu kesimpulan saya, hahaha.

    ReplyDelete
  3. Dari sekian banyak super hero di dalamnya.. nyempil scarlett yang luar biasahhh... >0<

    ReplyDelete
  4. Penasaran sm dr. Strange >.<
    Btw lama juga ya 3 jam...
    Nice review, mas!

    ReplyDelete

Disable Adblock