[Review] Film Gifted : Bagaimana Memanusiakan Seorang Genius

Source : Pharaos



Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah postingan di fanpage komunitas movie facebook yang berisi tentang film-film underated di tahun 2017. Sederhananya, definisi Film underated adalah film yang dianggap remeh dan luput dari perhatian orang banyak. Banyak sih penyebabnya kenapa sebuah film bisa jadi underated gitu, tapi kalau memang pengen tau lebih banyak soal underated lebih baik googling aja ya. Nah dari beberapa film underated tahun 2017 yang saya lihat, sebagian besar filmnya benar-benar tidak pernah saya dengar, lihat atau baca sekalipun. Underated banget ya. Berhubung saat ini adalah bulan puasa, maka untuk mencari aman dan mencegah saya dari film-film yang tidak senonoh, saya memutuskan untuk menonton film Gifted, yang kalau kita googling sinopsis nya bercerita tentang keluarga.

Gifted sangat saya rekomendasikan untuk semua kalangan usia karena film ini berbicara tentang bagaimana mengurus anak. Spesifiknya, anak super genius matematika. Frank (Chris Evans) adalah seorang lelaki yang mendapat amanah dari kakaknya untuk membesarkan keponakannya, Mary (Mckenna Grace). Kakaknya sendiri tewas bunuh diri karena suatu hal. Secara karakter, Frank hanyalah pria sederhana. Ia adalah seorang freelancer tukang perbaikan kapal. Frank dan Mary tinggal di rumah yang sederhana, sempit dan sedikit kumuh. Namun, kelihatannya, baik Frank maupun Mary, baik-baik saja dengan kondisi tersebut.

Masalahnya, keluarga frank adalah keluarga yang sangat jago dalam dunia matematika. Kemampuan genius matematika sudah diwariskan secara turun-temurun di keluarganya. Mulai dari Ibu Frank, Kakaknya, dan Mary. Persoalan menjadi makin semrawut ketika Ibu nya Frank tau dengan kemampuan matematika Mary, dan dia tertarik untuk mengambil hak asuh dan “menyekolahkan” Mary agar bisa melampaui dia dan ibunya serta bisa berhasil memecahkan sebuah rumus matematika. Dari sinilah konflik dimulai. Frank kurang setuju dengan cara “mengasuh” ibu nya yang seperti mengasuh robot. Tidak manusiawi. Makanya dengan lantang ia menolak permintaan hak asuh ibunya.

Film arahan Marc Webb ini cukup membuat saya bertanya-tanya dalam hati, “Sebenarnya bagaimana sih cara yang benar mengurus anak?” Aneh memang. Ya memang aneh. Aneh melihat bagaimana Frank menggunakan metode “kemanusiaan” ke seorang bocah jenius. Gimana gak aneh, dengan kepintaran yang menyerupai orang dewasa, Frank malah menyekolahkan Mary di sekolah umum. Jelas saja, Mary lah yang jadi terpintar di kelasnya, bahkan melebihi gurunya sendiri. Tapi lebih aneh lagi ketika melihat cara mengasuh ibunya Frank. Padahal ia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana cara asuhnya menyebabkan anak perempuan nya meninggal, tapi mungkin karena obsesinya dengan matematika terlampau besar, ia jadi lupa mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anaknya, sehingga hal itu menjadi salah satu penyebab anaknya bunuh diri. Dan parahnya ia ingin melakukan hal yang sama kepada Mary. Duuh buuuk.

Source : Google


Jujur, saya suka film ini. Konflik yang terjadi sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang tua pasti kepengen kan anaknya menjadi paling pintar? Tapi apakah ada orang tua yang pengennya anaknya pintar dan manusiawi? Tentu saja tidak semua. Banyak orang tua yang hanya fokus pada pendidikan anak saja. Ia terlalu sibuk dengan menyuruh si anak agar menguasai semua mata pelajaran yang ada dan proses pembelajaran itu justru seringkali melupakan ajaran nilai-nilai kehidupan.

Film berdurasi 101 menit cukup bisa menjaga kestabilan “drama” nya dari awal hingga akhir. Ada beberapa twist yang mungkin bisa membuat kamu semakin cepat-cepat menonton habis film ini. Selain itu, untuk urusan casting, ah Mary dan Frank benar-benar juara banget deh. Interaksi dan chemistry antar keduanya terlihat alami. Mary sangat pantas berperan sebagai anak genius dengan segala idealisme dan keingintahuannya dan Frank dengan badan kekarnya ternyata bisa juga berperan sebagai “bapak-bapak” yang lovable dan sayarat akan falsafah kehidupan.

Untuk pengambilan adegannya juga sangat menarik di film ini. Ada beberapa scene yang cukup memorable untuk diingat. Baik karena saking artistiknya maupun karena “dalamnya” adegan tersebut. Saya tidak akan menceritakannya, karena sudah banyak spoiler yang saya umbar diatas sana.

Gifted adalah film tentang manusia. Tentang karakter. Dan tentang pembelajaran. Apa yang ada di dalam film ini mungkin tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak kamu begitu menontonnya, tapi percayalah, dengan menonton Gifted, kamu akan mendapat satu pencerahan mengenai cara memanusiakan seorang manusia dalam menjalani kerasnya hidup, terlebih lagi manusia itu adalah anak kita sendiri.

Skor : 7,5/10

#Gifted #underated

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock