Review Film Incredibles 2 : Drama Keluarga ala Superhero


Sumber : Disney Pixar


Setalah belasan tahun lamanya akhirnya Keluarga Incredibles kembali lagi beraksi dalam menumpas kejahatan melalui sekuel film keduanya yang berjudul Incredibles 2. Masih dengan pemeran utama yang sama dengan film pertamanya yakni, Mr. Incredible, Elastis Girl dan ketiga anaknya Violet, Dash dan Jack-Jack, mereka semua kembali dengan sejuta kenangan yang bakal membuatmu tersenyum-senyum begitu melihatnya.

Secara garis besar film ini berkisar tentang keluarga Incredibles. Plot cerita dalam film ini mirip-mirip sedikit dengan plot dalam film Captain America : Civil War. Pemerintah meng-ilegalkan status superhero di dunia, dikarenakan perbuatan superhero dalam menumpas kejahatan seringkali justru mengakibatkan kerugian dan kehancuran dalam skala besar. Nah, keluarga incredibles yang selama ini berprofesi sebagai superhero pun terancam akan kehilangan pekerjaannya. Bayang-bayang hidup sulit terlintas di kepala Mr. Incredibles dan Elastis Girl. Tidak hanya Keluarga Incredibles, Superhero lainnya pun terancam eksistensinya.

Akhirnya ada sebuah perusahaan yang ingin memaksimalkan potensi superhero. Ia beranggapan bahwa superhero memang diperlukan di dunia ini. Ia pun menawarkan keluarga incredibles untuk bergabung disana. Namun, dibanding Mr. Incredibles, perusahaan tersebut lebih memilih Elastis Girl sebagai superhero andalan mereka. Tentu aja Mr. Incredibles pada awalnya tidak terima karena tugas seorang ayah lah yang bekerja, sedangkan ibu mengurus keluarga. Tapi akhirnya dengan berbagai pertimbangan akhirnya Mr. Incredible setuju untuk mengurus anak di rumah, sedangkan istrinya bekerja sebagai superhero di luar sana. Nah dari sinilah kisah dimulai.

Meskipun kategori film ini adalah “semua umur”, tapi konflik yang ada disini justru tentang orang dewasa. Saya kira inilah yang sedikit mengurangi ke-epikan film ini, soalnya ya persoalan-persoalan orang dewasa seperti : Susahnya seorang ayah berperan dan bertugas sebagai seorang ibu, akan susah untuk dimengerti maksudnya oleh anak-anak. Ya meskipun pembawaan konfliknya agak ringan dan mudah dicerna, tetap saja, pesan yang diberikan akan susah masuk untuk kalangan anak-anak. Jikapun sasarannya diubah menjadi ke orang dewasa pun saya kira akan sia-sia juga, karena ya pembawaanya terlalu ringan dan tidak sekompleks aslinya.

Untungnya, konflik orang dewasa tersebut tertutupi oleh banyaknya adegan aksi yang dilakukan elastis girl dan aneka kelucuan yang dilakukan oleh Violet, Dash dan Jack-jack. Adegan-adegan ini dijamin bakal membuat kalangan anak-anak senang menontonnya. Saya kira inilah maksud yang ingin dibawa Brad Bird, selaku pembuat film Incredibles 2. Ia ingin berbagai kalangan umur yang menonton film ini dapat kebagian porsinya masing-masing. Porsi orang tua ada pada Mr. Incredibles dan Elastis Girl. Porsi remaja ada pada seorang Violet. Porsi kenakalan anak-anak ada pada diri Dash. Dan porsi kegemesan bayi ada pada diri seorang Jack-Jack. Semua hal tersebut, dibalut menjadi satu kesatuan yang membuatnya menjadi film yang seru dan syarat akan makna.

Sumber : The Verge


Jika disuruh memilih, semua cerita tentang Jack-Jack adalah bagian favorit saya. Setelah sempat diperlihatkan di Film pertamanya, bahwa Jack-Jack punya kekuatan superhero, Nah di film keduanya kekuatan superhero Jack-Jack lebih banyak diperlihatkan. Uniknya, kekuatan superhero Jack-Jack adalah kekuatan superhero yang lain dari biasanya. Kekuatannya sangat berpotensi dan juga sangat berbahaya. Kekuatan inilah yang sempat membuat Mr. Incredibles kewalahan.

Untuk villain dalam film ini saya kira cukup memuaskan. Meskipun dari segi kekuatan tidak begitu hebat, tapi dari segi kecerdasan villain ini benar-benar berbahaya. Villain ini pun baru diperlihatkan secara langsung di akhir film. Tentu saja hal ini membuat penonton penasaran di sepanjang film. Inilah salah satu hal yang positif pada film menurut saya, karena kerahasiaan yang dibawa ini sukses membangun cerita yang ada, membuatnya menjadi lebih “berbeda” dan setingkat lebih baik dari film pertamanya. Hal ini diperkuat lagi dengan berbagai jenis superhero lain yang diperlihatkan. Membuat film ini menjadi semakin “kaya” dan berpotensi menelurkan film lanjutannya lagi.

Jangan terlalu berharap lebih dari adegan aksi dalam film ini, apalagi berekspektasi setara dengan film superheronya marvel. Karena ya, meskipun film ini bercerita tentang superhero, tetap saja sasaran film ini adalah keluarga dan anak-anak. Makanya adegan aksi disini ya sesuai banget dengan kalangan umur anak-anak. Tidak terlalu menengangkan bagi orang dewasa tapi cukup untuk anak-anak. Terlalu “gampang” adegan bertarungnya bagi orang dewasa, tapi sesuai untuk kalangan anak-anak. Jadi ya memang pantas sebagai film keluarga aja. Apalagi untuk ditonton anak-anak. Yah sangat direkomendasikan deh.

Jarak belasan tahun dengan film pertamanya sempat membuat film Incredibles 2 digandrungi banyak pertanyaan, apakah film ini akan mampu menyaingi kesuksesan film pertamanya dulu. Apalagi berkaca pada film-film sekuel yang ada, yang seringkali kualitasnya menurun dibanding film terdahulunya. Tapi tidak dengan franchise Incredibles ini. Melihat animo masyarakat yang ada dan review positif dari berbagai macam situs review serta setelah saya menontonnya langsung, saya katakan bahwa Incredibles 2 ini sukses menyaingi film pertamanya dulu. Terlepas dari beberapa kekurangan yang saya sebutkan diatas, tapi saya kira film ini memang benar-benar bagus dan menyegarkan.

Saya kira Pixar tau banget cara mengatasi dua problem besar nya film-film sekuel, sehingga di film Incredibles 2 ini, Ia bisa sukses dan setingkat lebih baik. Cara brilian yang dilakukan Pixar tersebut adalah dengan memakai sutradara yang sama dengan film pertama The Incredibles 14 tahun yang lalu, yakni si Brad Bird. Saya yakin jika film Incredibles 2 memakai sutradara yang berbeda, maka hasilnya pun akan berbeda pula.

Skor : 8/10

#Incredibles2 #TheIncredible 

Share:

No comments:

Post a Comment

Disable Adblock