Review Film Ant Man & The Wasp




Jujur, saya benar-benar tidak sabar untuk cepat-cepat menulis review film ini.  Ada banyak hal yang ingin saya ulas dari film sekuel dari Ant Man tersebut. Secara keseluruhan film ini jauh dari bayangan saya. Apa yang saya rasakan sebelum dan sesudah menonton film ini begitu berbeda. Apa yang saya ekspektasikan dengan apa yang terjadi begitu saya menonton Ant Man & The Wasp sangatlah berbeda. Percayalah, Ant Man & The wasp ini benar-benar film yang setingkat lebih bak dari film pertamanya.

Ant Man & The Wasp bercerita tentang kejadian setelah film Captain America : Civil War. Scott (Paul Rudd) menjadi tahanan rumah setelah terlibat dalam kasus Captain America di Jerman tersebut. Saat menjadi tahanan rumah itulah ia bermimpi tentang Janet, istri Hank Pypm (Michael Douglas) yang pada film pertama Ant Man dijelaskan bahwa dia terjebak di Alam Kuantum dan diprediksi sudah tiada. Nah berdasarkan mimpi tersebut, Hank Pym dan Anaknya, Hope/The Wasp (Evangeline Lily), kemudian sadar bahwa ada kemungkinan ibu nya masih hidup. Mereka pun tergerak untuk menyelamatkan sang ibu di Alam Kuantum. Berbekal laboratorium canggih yang mereka buat dan alat yang mereka beli dari pasar gelap, mereka pun mencoba menjemput sang ibu. Masalahnya, semenjak kasus keterlibatan Ant Man di Civil War, Hank dan Hope telah menjadi buronan FBI juga, karena mereka dinilai terlibat akibat membuat kostum Ant Man. Terus, broker pasar gelap yang menjual alat kepada mereka, Sonny Burch, pun tertarik juga dengan alam kuantum yang sedang Hank teliti dan memaksa untuk bisa terlibat didalamnya. Tentu Hank menolak, karena tujuan utamanya adalah menyelamatkan sang ibu. Akhinya mereka pun berpacu dengan waktu untuk menghindari kejaran FBI dan Sonny Burch sekaligus menyelamatkan sang ibu. Selain itu ada Villain bernama Ghost yang berupaya untuk mencuri laboratorium Hank demi kepentingan pribadinya.

Secara plot, Ant Man & The Wasp tidaklah menawarkan plot cerita yang rumit. Film ini hanya sekedar berupa aksi penyelamatan sang ibu yang diganggu oleh beberapa ancaman. Sudah. Begitu saja. Cukup sederhana. Namun, entah kenapa di dalam kesederhanan ini saya melihat adanya kekompleksan yang berarti, karena film ini benar-benar sangat seru dan menghibur. Apa yang disajikan dalam Ant Man & The Wasp sangat bisa membuat penonton ikut terlibat di dalamnya. Termasuk untuk kalangan penonton yang baru menonton film Ant Man pertama kali. Tapi tentu saja, film ini akan jauh lebih dapet feelnya jika kamu menonton dahulu film Ant Man yang pertama, Captain America : Civil War dan Avengers : Infinity War yang bombastis itu. Yap buat kamu yang penasaran mengapa tidak ada Ant Man di Infinity War kemarin, jawabannya ada di film Ant Man & The Wasp.

Jika dibandingkan dengan film pertamanya, Ant Man & The Wasp sudah setingkat lebih baik dari segala hal. Hal inilah yang tidak saya prediksikan sebelumnya. Sebelumnya saya beranggapan Ant Man & The Wasp akan mirip-mirip dengan film pertamanya. Tapi nyatanya tidak sama sekali. Konfliknya jauh lebih kuat. Penjelasan alam kuantum jauh lebih simpel. Castingnya jauh lebih mantap. Sinematografinya setingkat lebih tinggi dan humornya, sungguh sangat gilaaa. Pecah bener sob.

Di film Ant Man & The Wasp humor yang ditampilkan banyak sekali. Peyton Reed selaku pembuat film ini benar-benar cerdas dalam meramu humor yang ada. Segala humor yang tersaji benar-benar lucu, fresh dan tidak menganggu jalannya cerita, Malah menjadi satu kesatuan di dalamnya. Dan tenang saja, humor di film Ant Man & The Wasp bisa dinikmati semua kalangan umur. Sangat berbeda dengan humor-humor di Deadpool yang mengusung humor gelap. Jangan kaget jika sepanjang film ini kamu akan dipaparkan humor-humor yang mengundang tawa ngakak semua penonton termasuk anak kecil. Ya bahkan anak kecil pun tertawa ngakak dengan humor di film ini.

Meskipun dibalut dengan selera humor, Ant Man & The Wasp juga menyajikan adegan aksi yang banyak dan seru. Saya kira inilah keunggulan Marvel dalam membuat film. Mereka selalu bisa membuat film dengan “pas” di semua aspek. Villain di film ini, Ghost cukup bisa membangun plot yang memancing adegan aksi menegangkan dan tidak dibuat buat. Mungkin untuk tingkat kekuatan villainnya bisa lebih dieksplore lagi, karena dengan kekuatannya yang unik seperti itu, saya kira ia bisa berkembang lebih di dalam film ini. Tapi kalau untuk skalanya film Ant Man & The Wasp, saya kira segitu aja sudah cukup.

Untuk castingnya, penamplan Scott sebagai pemeran utama nya bisa dibilang luar biasa. Ada sedikit kedewasaan yang terjadi dalam diri Scott, tapi kedewasaan tersebut tetap tidak mengurangi kekocakan dalam diri dia dan teman-temannya kok. Nah untuk The Wasp, di film Ant Man & The Wasp ia cukup banyak diberikan porsi tampil, dimana hal tersebut membuat ia bisa dikatakan sebagai pemeran utama wanita  film ini. Karakter Hank pun mengalami peningkatan detail yang lebih jauh lagi. Ah ya, jika kamu masih ingat dengan trio teman-teman Scott di film Ant Man pertama, maka kamu akan melihatnya lagi di film ini. Lagi lagi ulah mereka banyak mengundang tawa.

Secara keseluruhan Ant Man & The Wasp menurut saya film yang bagus dan saya rekomendasikan kamu buat menontonnya. Jika kamu punya anak-anak, ajak saja mereka menonton film ini. Ya meskipun ratingnya R+13,tapi kalau saya hitung, adegan khusus dewasanya Cuma dua-tiga adegan saja. Selebihnya film ini bisa dinikmati berbagai kalangan umur. Menonton aksi Scott dan Hope di Ant Man & The Wasp benar-benar sangat menghibur. Pas banget buat kamu yang ingin menyegarkan pikiran atau butuh liburan, karena menonton film Ant Man & The Wasp bisa dibilang seperti liburan yang menyenangkan.

#AntMan&TheWasp

Skor : 8,8/10

Share:

2 comments:

  1. Keren reviewnya. Jandi penasaran nih...

    ReplyDelete
  2. Reviewnya lengkap banget. Nyesel ga baca ini dulu soalnya kemaren malem ponaknku nonton dan anakku ga ikut😕

    ReplyDelete

Disable Adblock