Sosial Media

Review Film Spiderman Far From Home

review film spiderman far from homw



*Tulisan ini tidak mengandung spoiler*

Sebagai film penutup MCU fase 3, saya kira sah-sah saja menyebut Spiderman Far From Home adalah ending terbaik dari keseluruhan kisah di Marvel Cinematic Universe sebelumnya. Kita sebelumnya diberitahu bahwa Avengers Endgame adalah tirai penutup kisah MCU baik dari fase satu hingga tiga. Namun bila melihatnya dari sudut pandang storyline, endgame hanya terfokus untuk mengakhiri suatu siklus saja, tanpa memberi gambaran atas apa yang akan terjadi setelah siklus itu berakhir.

Mungkin bagi sebagian besar orang hal itu tidaklah penting, tapi bagi saya yang seorang pencerita, penulis dan penikmat film hal itu cukup bikin mengganggu. Rasanya seperti ada kerikil-kerikil kecil di jalan yang mulus. Makanya saat saya menonton endgame dulu, meskipun secara keseluruhan saya merasa puas, namun tetap saja rasanya seperti ada yang kurang. Dan benar, begitu saya menonton Spiderman Far From Home, kerikil-kerikil tersebut akhirnya menghilang.

Kisah Far From Home dimulai beberapa tahun setelah kejadian Endgame. Peter Parker merasa kesepian akibat ditinggal sang mentor (Tony Stark) dan ia pun merasa bukanlah pengganti yang pas bagi Iron Man. Selain itu, ada pula Nick Fury yang terus-terusan menghubunginya. Hal-hal tersebut sungguh membuat hidupnya bergejolak. Makanya ketika ada liburan sekolah keluar negeri, Peter berniat untuk melupakan tugasnya sejenak sebagai superhero, dan berencana menikmati liburan bersama wanita yang ditaksirnya, MJ. Masalahnya, rencana tersebut tidaklah berjalan mulus, karena musuh masih terus mengintai meski Peter Parker sudah jauh dari rumah.

Secara keseluruhan, Spiderman Far From Home bercerita tentang hal diatas. Bagi kamu yang sudah menonton trailer filmnya, percayalah cerita film ini berkisah tentang narasi yang diucapkan Peter Parker di trailer, namun disanalah unik dan kerennya Far From Home. Segala cuplikan yang ada di Far From Home ternyata mengandung banyak sekali twist di dalamnya.

Saya jadi ingat begitu trailer itu keluar, banyak teori-teori tentang MCU bermunculan seperti dunia multiverse atau superhero baru. Nah teori-teori itu terjawab tuntas di Far From Home ! Saran saya, bila kamu ingin menonton Far From Home , ada baiknya jangan kepo dengan spoilernya terlebih dahulu, karena sedikit saja kamu mengetahuinya, maka akan berdampak bagi keseruan film ini. Apalagi bila kamu mengetahui twistnya, keseruannya benar-benar menurun drastis.

Para cast di Far From Home saya kira sudah mengalami peningkatan yang lumayan. Di far From Home, teman-teman Peter Parker sudah mendapat porsi yang cukup banyak seperti MJ, Ned, Bibi May. Jake Gyllenhaal sebagai pemeran baru juga cukup menarik perhatian. Ia benar-benar cocok bermain di film superhero. Dan ia pun cocok berperan sebagai Mysterio. Untuk Villain dalam Far From Home benar-benar diluar ekspektasi saya. Biasanya villain di film solo Marvel kebanyakan kurang greget, tapi hal itu tidak berlaku di Far From Home. Menurut saya, villain di Far From Home sudah cukup merepotkan, cerdas, kuat dan pantas masuk kedalam deretan Villain terbaik Marvel.

Yang paling saya suka dari Far From Home adalah adegan aksi yang gak setengah-setengah yang ditunjang dengan efek CGI yang mumpuni. Adegan aksi di Far From Home jauh lebih banyak dan lebih brutal daripada di Homecoming. Peter Parker pun sudah terlihat lebih dewasa ketika bertindak sebagai superhero. Sepertinya pengalaman bertarung dan superheronya meningkat drastis semenjak kisah infinity wars dan endgame. Spiderman versi Tom Holland ini jadi mengingatkan saya dengan Spidermannya Toby. Dan dengan tambahan sentuhan Iron Man didalamnya.

Selayaknya film-film Marvel lainnya, Far From Home pun tetap dibumbui komedi dan humor yang menarik di dalamnya. Humor ini cukup membuat kamu terbahak-bahak. Namun, ada beberapa scene yang saya kira bisa membuat ngantuk akibat pendelivery-an cerita. Tapi tenang saja, hal itu gak berlangsung lama kok, karena banyaknya adegan aksi dan twist yang ditampilkan. Makanya sekali lagi saya tegaskan, hindari spoiler ya.

Far From Home memiliki dua adegan credit, yaitu mid credit dan post credit. Kedua credit ini bisa menjadi gerbang pembuka di cerita Spiderman dan MCU selanjutnya. Itulah sebabnya mengapa diawal saya bilang bahwa Far From Home adalah ending terbaik dari MCU Fase 3, karena di Far From Home inilah, fans akan ditunjukan sedikit gambaran MCU Fase 4 selanjutnya.

Jangan ragu untuk mengajak anak anda untuk menonton Far From Home. Terlepas dengan adanya adegan-adegan yang rumit didalamnya, namun aksi-aksi spiderman yang ada saya yakin cukup bisa membuat anak anda tertarik. Memang Far From Home masih berkisah tentang remaja, tapi tenang saja, karena kisah remaja yang ditampilkan masih bisa diterima oleh anak-anak.

Dibanding film pertamanya, Far From Home mengalami peningkatan disana-sini. Tapi tetap saja, jalan ceritanya masih mudah ketebak yang untungnya tertolong oleh twist yang ada. Menonton Far From Home bisa menjadi tontonan segar sekaligus penikmat waktu senggang anda. Buat para fans, apa yang terjadi di Far From Home pasti akan membuat penasaran dan tidak sabar dengan kelanjutan MCU selanjutnya.

1 Response to "Review Film Spiderman Far From Home"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel