Showing posts with label Ayam Potong. Show all posts
Showing posts with label Ayam Potong. Show all posts

Kisah si Ayam Potong Bagian Empat Belas




Apr

Ia tidak menyadari tujuan pemilik ketika membuat kavling C, ia kira itu hanyalah perluasan lahan, karena memang ayam ayam di grace field sudah sangat banyak dan kavling A dan B tidak muat lagi untuk menampungnya. Akan tetapi, ia mulai kepikiran, ketika banyak ayam ayam yang diambil pemilik, tidak pulang lagi. Menghilang begitu saja. Ia cek di kavling A dan B pun tidak ditemukan. Hingga suatu hari, ia melihat ayam ayam yang diambil pemilik, dijual ke orang lain, dengan cara yang sungguh biadab. Kaki mereka diikat bersama, lalu diikat di motor dengan posisi terbalik.

Tidak Cuma sampai disitu, waktu itu juga Apr pernah melihat ketika pemilik rumah mengadakan acara di rumahnya, ia melihat pemilik mengambil beberapa ayam di kavling C, lalu membunuhnya, menggorengnya dan kemudian memakannya.Hal tersebut seringkali dilakukannya. Hal yang tidak pernah ia lakukan di kavling A dan B.

Ia sangat terpukul melihatnya. Ia frustasi dan terpikir untuk bunuh diri saja. Ia tidak menyangka pemiliknya menjadi seperti itu. Padahal selama ini pemilik sungguh sangat menyayanginya. Tapi apa yang dilakukannya sungguh sangat mengerikan. Ini benar-benar sudah diluar  batas.

Apr sangat sedih kala itu. Ia sampai mogok makan dan beraktivitas. Hal itu yang membuat ia terserang penyakit ayam gila. Penyakit yang mematikan untuk para ayam. Ia sudah pasrah kala menerima penyakit itu. Ia juga menginfeksi beberapa ayam lainnya. Hingga akhirnya pemilik mengetahuinya. Apr dan ayam ayam lainnya diisolasi. Ia ditempatkan di kandang khusus untuk ayam ayam sakit. Biasanya ayam ayam yang terserang penyakit akan dimusnahkan dengan cara dibakar. Apr melihat ayam ayam lain dibakar di depan wajahnya. Akhirnya tinggal dia sendiri yang tersisa. Ia ayam terakhir untuk dimusnahkan.

Saat itu ia sudah menerima, tapi yang dilakukan pemilik benar benar diluar dugaanya.

Pemilik memeluknya, kemudian memberi obat kepadanya.

Keesokkan paginya, ia merasa tubuhnya lebih baik. Pemilik pun memberinya obat lagi. Begitu terus sampai seminggu, hingga akhirnya ia bisa sembuh total seminggu kemudian. Ia melihat betapa bahagianya pemilik ketika melihatnya sudah sembuh lagi. Apr sangat terharu kala itu.

Setelah kejadian itu, Apr melupakan semua kebiadaban pemilik kepada teman-temannya. Saat ini ia akan fokus untuk melahirkan ayam ayam hebat yang akan membantu pemilik. Ia berhutang budi pada pemilik. Dan inilah yang harus ia lakukan. Membalas budinya.

Suatu hari Apr melahirkan seekor ayam berbakat. Sejak kecil ayam itu sudah menunjukkan kecerdasan yang diatas rata-rata, ketahanan tubuh yang sempurna, teknik yang bagus dan kecepatan yang mumpuni. Anak itu juga mirip dengan Apr. Mulai dari keteguhan hatinya, kelembutan hatinya maupun pola pikirnya.

Ketika besar, ayam itu menjadadi ayam yang gagah. Ia menginisiasi perubahan ke kelompoknya. Ia juga merencanakan suatu revolusi. Ia tidak mau melihat kaumnya, ayam ayam di kavling C, hanya sebatas ayam yang dijadikan potongan potongan. Ayam yang tidak ada artinya. Ia juga sangat kesal kepada pemilik yang seenaknya menjual ayam di kavling C, yang seenaknya menajdikan santapan dan menjadikan aduan untuk ayam ayam di kavling A dan B. Ia juga kesal terhadap ayam ayam di kavling A dan B yang seringkali mengganggu teman-temannya di kavling C hanya untuk meningkatkan kekuatan atau sekedar bersenang-senang.

Ia sungguh sangat kesal dengan kondisi kavling C saat itu.

Keresahan itulah yang semakin membuat ia kuat. Keresahan yang dulu dirasakan oleh Apr.

Kau tau siapa anak ayam itu?

Anak ayam itu adalah, Sam.

Bab 1 Kisah si Ayam Potong Selesai..


#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day 54
Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Tiga Belas




Apr

“Kau sungguh tanpa kompromi” Kata Jan

“Habisnya, kau terlalu lama bermain main dengannya” Jawab ayam betina

“Lalu untuk apa bulu ekor itu?”

“Aku akan menunjukan pada Tor ketika ia sadar nanti”

“Kenapa tidak bawa sekalian aja mayat Ter kesana langsung. Itu jauh lebih mengerikan”

“Tidak, kita harus mengubur ayam itu. Bisa bisa ia menyebabkan penyakit gila”

“well, okay. Aku akan mengurusnya” jawab Jan

Jan berhenti. Ia berbalik arah untuk kembali ke tempat pertarungan tadi. Ia tersenyum kepada ayam betina tersebut. Kepada kekasihnya itu.

Apr. Itulah namanya. Meskipun betina, ia hebat dalam bertarung. Ia hebat dalam menyusun strategi. Dan ia juga hebat dalam pengintaian maupun jaringan informasi. Konon katanya, ia adalah ayam ayam pertama yang menghuni kavling C. Ya. Kavling C termasuk kavling baru disini. Sebelumnya pemilik hanya mempunyai Kavling A dan B. Tapi semenjak, peternakannya mulai dikenal oleh banyak orang, ia membuka lahan baru untuk lahan bisnis barunya. Bisinis ayam potong. Bisnis yang cukup menggiurkan di zaman itu. Saat ini jumlah ayam potong di kavl;ing C sudah mencapai 600 ekor ayam. Padahal ketika dulu Apr, memulainya, hanya ada 12 ekor ayam.

Dulu tidak ada yang namanya ayam potong. Ayam potong sebenernya adalah ayam dengan ras tertentu. Apr sendiri  adalah hasil persilangan antara ayam kampung dan ayam negeri. Ayam hasil Persilangan ini merupakan ayam terbaik untuk dikonsumsi manusia, dikarenakan tubuh yang gemuk dan daging yang lembut. Ayam silang ini sangat disukai manusia. Makanya ketika pemilik peternakan membuka bisnis baru ayam potong, dengan memakai ayam persilangan jenis ini, maka bisnis nya benar-benar berhasil dan cepat sekali membesar. Bisa dilihat sekarang, dua tahun semenjak pemilik merintis Kavling C, dari 12 ayam, kini sudah berkembang menjadi 600 ayam.

Apr merupakan salah satu ayam kesayangan pemilik. Itulah yang membuatnya selamat sampai sekarang. Ia adalah ayam yang sangat bagus dalam bertelur, mengeram dan merawat anak. Sekali bertelur ia bisa sampai 30 butir. Dan sekali mengeram ia bisa menetaskan semua telur-telur yang dieraminya. Paling hanya satu telur saja yang gagal. Ketika merawat anaknya, ia juga sangat sukses. Misal, ia menetaskan 10 ayam, maka 10 ayam tersebut pasti sehat-sehat dan panjang umur. Ia benar-benar ayam yang cerdas.

Bisa dibilang, ayam di kavling C adalah kerabatnya semua.


to be continued

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day53
Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Dua Belas




Ter vs Jan

Ter mengamuk. Ia benar-benar marah besar dan ingin menghabisi Jan langsung. Tapi pikirannya terbelah. Apakah bertarung adalah waktu yang tepat untuk saat ini. Ia harus menyelamatkan Tor. Jika tidak, maka nyawanya akan melayang.

Akhirnya ia memutuskan untuk menahan diri dan fokus pada penyelamatan Tor.

Tapi masalahnya adalah Jan. Ia benar-benar gila. Ia terus menyerang Ter. Mengajak Ter bertarung. Seolah Jan tau bahwa kondisinya saat ini benar-benar  terjepit. Ia tidak akan mudah mengalahkan Jan. Soalnya Jan berhasil mengalahkan Tor. Bisa jadi Jan malah lebih kuat darinya. Kalaupun Jan mulai melemah karena pertarungan sebelumnya, mungkin ia bisa mengalahkannya. Tapi nyatanya tidak. Staminanya benar-benar luar biasa. Hal ini dibuktikan dari tendangan dan cengkramannya yang tetap kuat. Oleh karena itu satu satunya jalan saat ini adalah, sesegera mungkin mengalahkan Jan.

Jan melihat kebimbangan dalam mata Ter. Ia sudah terdesak saat ini. Jan berpikir akan terus menyerang Ter. Selagi itu, Jan juga memberi kode kepada para ayam potong untuk melaksanakan rencana yang ia paparkan sebelumnya.

Para ayam potong membuat barikade  dan mengepung Jan Ter dan Tor didalamnya. Barikade ini terdiri dari 3 lapis barisan. Lalu ada sembilan ayam lainnya yang berbaris berpencar dibelakangnya untuk berjaga dari kemungkinan Ter dan Tor kabur dengan cara terbang. Barikade ini memang terdiri dari ayam ayam potong yang tidak kuat, akan tetapi 3 lapisan barikade tersebut tentu saja menjadikannya tameng yang kuat.

Selain itu salah satu tim barikade ini juga membawa Tor ke tempat lain.

Pandangan Ter teralihkan oleh barikade ini. Ia berpikir inilah alasan kenapa Ia dan Tor diajak bertarung di kavling C. Ternyata ayam ayam rendahan ini sudah memasang perangkat untuk dirinya. Kemungkinan ia untuk lolos dari sini pun semakin mengecil. Jika Tor masih bisa bertarung, mungkin akan ada harapan. Tapi melihat Tor yang sudah kalah tersebut ditambah Jan yang benar-benar diluar dugaannya, ia memprediksi bahwa ia mungkin saja akan berakhir hari ini. Ia pun memilih untuk mencoba kabur dari sini dan meminta bantuan.

Barikade sudah terpasang dengan baik. Tor juga sudah berhasil diamankan. Jan semakin bersemangat. Ia semakin membabi buta menyerang Ter. Ter fokus menghindar sekaligus mencari celah untuk kabur. Jujur saja ia kepikiran dengan nasib Tor. Jika Tor ditawan dan ia tewas hari ini, siapa yang akan tau bagaimana selanjutnya. Bisa jadi ayam potong ini berencana menyerang Istana Ras Impor malam nanti. Seperti yang Penyerang Bob lakukan. Tor juga berpikir jangan-jangan masih banyak ayam ayam seperti Jan disini. Dan satu lagi. Ia bisa terinfeksi penyakit ayam gila jika terlalu lama disini.

Ter melihat ada satu ayam yang keluar dari barisan barikade. Sepertinya itu ayam betina. Dilihat dari postur tubuhnya, sepertinya ayam betina itu cukup besar dan terawat. Ayam tersebut sepertinya salah satu petarung di kavling C. Tapi ayam betina tetaplah ayam betina. Ia bukanlah ayam petarung. Ter bermaksud untuk menyandra ayam tersebut lalu menggunakannya sebagai tameng untuk melarikan diri.

Jan sangat menyusahkan. Ia tidak memberi Ter untuk fokus pada hal hal lain selain pertarungan ini. Sedangkan pikiran Ter justru banyak terpecah ke berbagai hal. Oleh karena itu, ia beberapa kali terkena serangan Jan, yang mana membuat sebagian tubuhnya luka dan memar. Ter pun melihat sedikit celah dan langsung menawan ayam betina yang tadi ia lihat.

Pertarungan langsung berhenti.

Ter mengencam untuk membunuh ayam ini jika Jan bergerak seinci pun. Ter juga meminta agar para barikade membuka jalan untuk pelariannya.

Suasana menjadi hening seketika.

Ter kembali berteriak agar segera dibukakan jalan untuknya.

Barikade tetap tidak bergerak sama sekali.

Ter bingung. Ter semakin marah dan berancang ancang untuk membunuh ayam betina itu.

Lagi lagi barikade tetap tidak bergeming.

Jan malah tersenyum.

Ter bertanya apa yang ia tertawakan.

“Sayang sekali, kau benar benar salah memilih tawanan Ter” kata Jan

“Apa katamu?” Jawab Ter

Tiba tiba ayam betina tawanan itu melepaskan diri dari cengraman Ter, dan berbalik mematuk kuat kuat leher bawah Ter, lalu kemudian berputar dua kali dalam satu gerakan kilat.

Kruuuk..

Leher bawah Ter hancur. Darah segar langsung bercucuran keluar dari sana. Serangan barusan fatal sekali, karena mencabik nadi di leher sekaligus mematahkan tulang lehernya. Ter terjerembab dan tidak bergerak sama sekali.

Ayam betina itu lantas melihat Ter dan mengambil satu bulu di ekor Tor, kemudian bergegas pergi.

Jan menyeringai tajam lalu mengikuti ayam betina itu pergi.

Ayam ayam di barisan barikade lain pun tertawa terbahak-bahak dan sedetik kemudian bersama sama pergi meninggalkan Ter yang bersimbah darah disana sendirian.

to be continued
#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day 52 

Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Sebelas




Perburuan Jack

Ditempat Jul…

“Hey Jul”

“Hey Mar”

“Kau sudah sembuh?”

“Yah, seenggaknya aku sudah bisa bicara”

“Ada apa?”

“Kau kenal dengan Jack, Iron dan Risk?”

“Ada apa dengan mereka?”

“Sudah, jawab saja. Aku ingin bertemu dengannya”

“Sebenarnya mereka nama-nama asing buatku. Aku tidak mempunyai informasi yang jelas dan akurat mengenai mereka. Apalagi Risk. Aku bahkan baru pertama kali mendengarnya”

“Jadi kau tau Jack dan Iron?”

“Ya betul. Beberapa waktu yang lalu, jack bertarung dengan Bob.”

“Apa? Siapa sih dia sedangkan Iron?”

“Iron adalah pimpinan tertinggi Kavling D.”

“Kavling D? Memang ada?”

“Sebelumnya aku tidak begitu yakin, tapi isu yang beredar kavling D memang ada”

“Jangan bergurau. Kalaupun ada pasti kita mengetahuinya kan?”

“Mungkin kavling D bukan berada disini atau tidak digabung dengan kavling A,B,C”

“Aku tidak yakin. Ceritakan tentang Jack. Aku ingin menemuinya”

“Kau ini kenapa? Tiba tiba menanyakan ayam yang hanya isu saja”

“Aku punya urusan dengan mereka”

Mar bercerita, bahwa beberapa waktu yang lalu, ada seekor ayam yang bertarung dengan Bob. Kejadiannya di malam hari. Entah kenapa Ayam tersebut sudah ada di kavling A dan berada di tempat Bob istirahat. Belum ada yang tau mengapa ia bisa lolos dalam pengawalan. Saat itu semua ayam tertidur. Termasuk Bob. Dalam keheningan malam tersebut tiba-tiba ada yang menyerang Bob. Serangannya sungguh dahyat. Bob terluka karenanya. Bob terkejut karena tak mengira akan ada ayam yang menyerangnya. Ia melihat bayangan ayam kabur dari tempatnya. Bob pun mengejarnya. Ayam itu sungguh cepat. Baru beberapa detik saja, ia sudah keluar dari singgasana kavling A. Bob yang dilanda amarah, terus mengejarnya. Ia ingin menghabisi ayam tersebut.

Akan tetapi Bob, kehilangan jejak ayam itu. Ia sudah mencari di berbagai sudut, tapi tidak menemukannya. Ia kesal, akrena saat malam hari, penglihatannya tidak sehebat di siang hari. bo pun bergegas pulang. Saat ia berbalik, lagi lagi ada yang menerjanganya. Siapapun tau, ayam sehebat apapun tidak akan sanggup bertarung dengan hebat saat malam hari. Tapi ayam ini beda. Ia menyerang Bob habis-habisan. Seolah malam bukanlah alasan dia untuk tidak bertarung.

Bob yang tidak terbiasa bertarung di malam hari pun menjadi bulan bulanan. Penyerang bob, benar benar luar biasa. Katanya, ia terlihat seperti ayam petarung hebat. Bob pun tidak bisa kabur, karena ia terus menerima serangan ayam tersebut. Bob juga tidak bisa berteriak, karena tenggorokannya hancur diserang penyerang. Bob fokus bertahan untuk meminimalisir luka dituhnya, tapi tentu saja, hal itu tidak berlangsung lama.

Bob kalah telak.

Paginya, Bob ditemukan terluka parah. Sekujur tubuhnya benar benar memar dan dipenuhi darah segar. Untungnya nyawanya masih bisa diselamatkan.

Hingga saat ini Kavling A masih terus mencari siapa penyerang Bob. Mereka mengerahkan ayam pengintai mereka untuk menemukannya. Ada yang bilang Penyerang itu merupakan salah satu Pimpinan Divisi di Kavling A. Ada juga yang bilang penyerang itu merupakan ayam gila yang tiba tiba datang. Tapi desas desus yang paling cetar bilang, Kalau penyerang itu adalah salah satu ayam di Kavling C !

“Kau yakin tentang itu?”

“Aku tidak benar-benar yakin sih”

“Lalu apakah kau tau siapa penyerangnya?”

“Ya, Jack adalah penyerangnya !”

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day 51 


Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Sepuluh




Jan vs Tor

Semakin sering Jan menghindari serangan Tor, semakin kuat pula serangan Tor kepadanya. Seakan, kekuatan Tor semakin kuat seiring berjalannya waktu pertarungan. Tak hanya Jan, yang lihai menghindar, Jan juga sangat pandai dalam menghindari serangan mematikan Tor. Saat ini mereka benar-benar adu kekuatan. Cakar dengan cakar. Patuk dengan patuk. Tendang dengan tendang. Sepertinya stamina yang akan memegang penting dalam pertarungan ini. Siapa yang stamina lemah, maka dia yang akan kalah.

Jan focus mencari kelemahan Tor. Ia melihat bulu ekor Tor yang rusak akibat pertarungannya dengan Jul. Jan tersenyum, karena Jul ternyata berhasil membuat serangan kepada Tor. Jan memprediksi bahwa jika pertarungan adu kekuatan ini terus berlanjut maka sama saja dengan bunuh diri. Ia tau, bahwa stamina Tor jauh lebih unggul dibanding staminanya. Tor sudah berpengalaman dalam pertarungan hidup mati. Ia juga sudah dilatih sejak kecil. Staminanya pasti sangat kuat. Oleh karena itu, Jan harus segera melukai Tor, agar mengurangi kekuatannya.

Jan mengeluarkan teknik rahasianya.

Teknik yang ia pelajari bersama Sam. Teknik patuk berputar. Teknik ini bisa mematikan lawan. Ia mematuk bagian tertentu, tahan, lalu kemudian meloncat berputar beberapa kali. JIka yang dipatuk sayap, maka bisa patah, jika yang dipatuk leher atau kepala, maka bisa patah dan langsung mati.

Jan mengincar area kepala Tor. Ia mengincar leher atau jengger Tor. Jan memang tidak main-main dalam pertarungan ini. Ia sudah siap akan resiko yang akan ia terima. Ia juga sudah siap jika membunuh lawannya. Jan pun mematuk jengger Tor, dan menahannya kuat kuat.

Tor kebingungan kenapa kepalanya dipatuk dan titahan. Seperti sedang digigit. Ia menyangka bahwa Jan sudah kehabisan stamina. Makanya ia menahan patukannya. Tor pun langsung mencoba untuk melepaskan gigitan Jan. Ia meloncat kuat kuat agar gigitan itu terlepas. Tapi Jan benar benar mengunci kepalanya.

Teknik ini memang memiliki resiko tersendiri. Teknik ini tidak ada artinya jika kau tidak punya gigitan dan cengkraman yang kuat. Teknik ini beresiko mematahkan paruhmu. Teknik ini juga beresiko menerima serangan lawan lebih besar.

Tor terus berontak. Ia meloncat loncat sekaligus menendang Jan dengan cekernya.Ia juga berusaha untuk lari. Ia menarik dirinya kuat kuat. Segala cara sudah ia lakukan untuk melepaskan gigitan di jenggernya ini. Tapi gigitan Jan sungguh sangat kuat. Ia pun terus melancarkan tendangan ke dada Jan. Agar jan melemah. Tapi Gigitan kuat Jan, membuat Tor tidak sanggup bergerak leluasa. Ia hanya menendang angin

Tor yang mulai kehabisan akal pun akhirnya memberi kode kepada Ter agar membantunya. Melihat rencana tersebut, Jan pun segera menghabisi Tor dengan Teknik patuk berputar. Ter mulai mendekat. Jan akhirnya berputar.

Bruukk.

Tor terjatuh. Jan masih menggigit kepalanya. Ia ingin melakukan putaran sekali lagi. Satu kali putaran maka akan benar benar menghabisi Tor.

Tor panic. Ia berusaha agar terlepas dari gigitan Jan. Serangan Jan benar-benar memberikan luka fatal ke tubuhnya. Ia merasakan sakit amat sangat dilehernya. Jika Jan melakukan teknik itu lagi kepadanya maka habislah ia. Ia benar-benar diambang kematian saat ini.

Jan bersiap melakukan satu putaran lagi. Ia sudah mengancang ancang berputar. Tapi saat ia mau melompat, datanglah terjangan Ter kepadanya. Jan terpental bersama Tor. Karena Jan masih menggigit Tor.

Jan pun bangun lagi. Ia mencoba melakukan teknik berputar. Melihat hal itu, Ter kembali menerjang Jan. Jan kembali terpental. Gigitannya terlepas. Ia lihat Tor sudah tidak sadarkan diri. Ter mengecek keadaan Tor. Ia mencoba membangunkannya. Saat itulah Jan menerjang Ter.

Ternyata pertarungan belum selesai.

Saatnya Ter vs Jan.

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day50 

Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Sembilan




Pimpinan Divisi Ras Ayam Impor, Tor

Tor mempunyai satu tangan kanan alias ayam kepercayaannya. Namanya Ter. Dia salah satu saudara kandungnya. Diantara saudara yang lain, hanya ia satu-satunya yang masih bersama Tor. Kekuatan Ter nyaris sebanding dengan Tor. Dulu ketika perang saudara terjadi, dia memilih bergabung dengan Tor ketika memerangi saudara-saudaranya itu. Mereka berhasil memenangkannya. Kerjasama keduanya sangat mengerikan. Pasangan yang sangat serasi. Ia sering ikut dan terlibat dalam pertarungan Tor. Ia tidak akan segan-segan membantu ketika Tor terpojok. Oleh karena tu, saat Jan menantang Tor bertarung, Ter ikut juga. Bagi Tor, Ter adalah senjata pamungkas terakhirnya.

Dalam dunia perayaman, Dibandingkan dengan latihan, pertarungan merupakan jalan paling cepat dalam meningkatkan kemampuan diri. Semakin sering ayam bertarung, semakin kuatlah ia. Jika ia kalah dalam pertarungan, ia sudah pasti akan lebih kuat dari sebelumnya, dan jika ia menang dari pertarungan, bisa dibilang ia bisa menjadi dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Makanya itu, kemampuan seekor ayam bisa dilihat dari jam terbang bertarungnya.

Inilah salah satu alasan kenapa Ayam-Ayam di Kavling A sering menghajar tanpa sebab para ayam potong. Agar ia bisa terus lebih kuat.

Tor bercerita bahwa pimpinan sebelumnya, mati mendadak sepulang dari Kavling C. Ia tidak tau apa yang dilakukan pimpinannya ketika itu. Katanya Em naksir dengan salah satu ayam potong. Tapi sampai saat ini ia belum menemukan bukti apakah itu benar atau tidak. Hukum di ras impor menyebutkan bahwa perkawinan antara ras impor dengan ayam potong sangat tidak boleh dilakukan. Karena itu hanya akan merusak nama mereka saja. Apalagi jika si betina bertelur dan menghasilkan ayam baru. Keturunan seperti itu baginya merupakan sebuah aib.

Ia berkata bahwa ketika malam hari saat Em mulai mengalami penyakit gila, ia mengevakuasi semua ayam di divisinya, lalu membunuh Em saat itu juga. Tujuannya jelas, agar tidak menginfeksi ayam ayam di kavlingnya.

Sebenarnya, pertarungan di kavling C ini tidak disetujui oleh ayam ayam di divisinya. Mereka takut Tor terinfeksi penyakit gila juga. Namun Tor bergeming, tekadnya sudah bulat. Ia akan menerima tantangan Jan. Tor pun berpesan kepada Ter, jika ia terinfeksi penyakit gila, maka Ter harus menghabisinya saat itu juga.

Lagi-lagi Tor terkesima. Ada ayam potong yang mampu menandinginya. Semua serangan Tor berhasil ditangkis oleh Jan. Bahkan Jan juga ikut menyerang. Tidak defensif seperti Jul tempo hari. Dia teringat dengan pertarungannya dengan Jul. Ia bilang ternyata banyak ayam potong yang menarik. Mulai dari Sam yang hampir mengalahkan Max, Lalu ada Jul yang mampu merepotkan ia seminggu yang lalu. Ada juga Jack yang bertarung dengan Bob, wakilnya Ger. Jujur saja, selama ini ia mengira ayam potong hanyalah kumpulan sampah dan penyebar penyakit. Tapi begitu akhir-akhir ini ia melihat adanya pertarungan ayam potong, Tor mengakui mungkin ia salah menilai ayam ayam Kavling C.

Tapi, Tor baru akan benar-benar mengakuinya, jIka Jan berhasil mengalahkannya.

Jan semakin bersemangat.

to be continued

Baca kisah sebelum dan selanjutnya disini : Kisah si Ayam Potong
Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Delapan




Pimpinan Divisi Ayam Impor, Tor

Datanglah ke kavling C, esok hari Tor. Mari kita selesaikan dengan cara lama. –Jan

Jul merasa berapi-api mendengarnya. Jan akan bertarung dengan Tor. Jan, pimpinannya. Ia kan turun tangan langsung. Ia ingin melihat pertarungan itu. Ia harus melihatnya. Pertarungan ini akan membawa mereka semakin dekat ke tujuan revolusi.

………

"Jadi kau tidak ikut Jul?"

“Apa boleh buat, Feb. Aku belum bisa berdiri”

“Baiklah. Akan kuceritakan bagaimana pertarungan itu nanti kepadamu”

“Aku yakin Jan pasti menang”

Pasti”

“Bolehkah aku minta tolong Feb?”

“Ya”

“Tolong panggilkan Mar kesini. Ada yang ingin kubicarakan dengannya”

......

Di tempat pertarungan...

Tor langsung berinisiatif menyerang. Dia tidak main-main. Seperti pertarungan kemarin, ia memang benar-benar petarung kilat. Meskipun pertarungan baru beberapa detik, ia sudah melancarkan serangan serangan terkuatnya saja. Baginya, tidak ada gunanya basa basi dalam pertarungan. Ia juga tidak terbiasa berlama lama dalam pertarungan. Tor sudah diajarkan menyerang sejak kecil. Meskipun ia adalah ayam ras impor, tapi dia dibekali cukup banyak latihan. Dia juga sudah beberapa kali diadu oleh ayam ayam lain dari sejak kecil.

Tor kecil termasuk ayam pemberani. Saat ayam-ayam seumurannya masih pada takut dengan ayam yang seumuran tapi lebih besar ukurannya dari mereka, Tor tidak begitu. Ia berani menantang siapapun ayam yang mengganggunya. Tak peduli ayam tersebut lebih kuat atau lebih tua darinya. Ia tidak segan-segan menyerang langsung. Tor mempunyai 7 saudara. 6 diantaranya pejantan semua. Sedangkan satu sisanya adalah betina. Sejak kecil Tor sering bertarung bersama saudara-saudaranya. Bukan cuma dalam permainan, tapi seingkali juga sengaja diadu oleh pemilik petenakan. Bahkan dulu pernah terjadi perang saudara diantaranya. Sayangnya, mereka semua sudah berpisah sekarang. Padahal jika mereka bisa rukun hingga sekarang, maka mereka semua bisa menjadi grup yang sangat mematikan.

Konon katanya, Tor pernah bertarung melawan Pimpinan Tertinggi Peternakan Grace Field, John, Ayam yang katanya sudah bertarung ribuan kali dan memenangkan Olimpiade Nasional Sabung Ayam. Oleh karena itu, Tor adalah salah satu ayam kesayangan Pemilik peternakan, karena selain bisa diikutsertakan dalam perlombaan ayam hias, Tor juga cukup tangguh dalam bertarung. Hal ini jugalah yang membuat Ger, pimpinan Kavling A, menunjuk ia jadi pimpinan Divisi Ras Impor ketika pimpinan sebelumnya ditemukan mati mendadak.

Divisi Ras Impor terdiri 25 ayam. Ayam-ayam disini merupakan ayam ayam impor terbaik. Pemilik peternakan sangat jeli dalam memilih dan menentukan benih benih ayam hebat. Sebagian besar ayam di ras impor merupakan hasil ternak sendiri. Hanya ada tujuh ayam yang dibeli dari luar oleh pemilik peternakan. Itupun tiga diantaranya dibeli sejak kecil. Sisanya baru baru didapat. Entah dengan di beli, dikasih atau hadiah lomba pertarungan.

Sebelum Tor, pimpinan Ras Impor dipegang oleh Em, ayam dari meksiko. Tor pernah bertarung dengan Em. Hasilnya Tor yang menang. Em memang bukan ayam hias petarung sejati. Ia lebih kuat dalam keindahan tubuhnya. Saat ini Em sudah mati. Ia mengidap penyakit ayam gila, sepulang dari Kavling C.

to be continued

Baca kisah sebelumnya dan selanjutnya : Kisah si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day 48 


Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Tujuh




Dalam kesunyian itu, tiba-tiba ada suara memanggil, “Halo Jul”

Jul pun menengok. Ada seseayam membawa lilin mendekati dia.Wajahnya tidak terlihat karena gelap. Tapi ia tau siapa dia. Ia sangat familiar dengan suara tersebut.

........

“Wah tubuhmu babak belur begitu ya.”

“Tidak. Aku kalah Sam.”

“Hem, tidak benar-benar kalah. Pemimpin divisi di kavling A memang hebat-hebat kok”

“Tetap saja Aku kalah sam”

“Pertarungan yang hebat”

“Maafkan aku, Sam”

“Tidak. Kamu masih punya kesempatan”

“Maksudmu?”

“Kamu pasti bisa mengalahkannya suatu hari Jul”

“Bagaimana caranya, Sam?”

“Teruslah berlatih. Ada banyak ayam-ayam hebat di luar sana. Kau harus minta bantuan mereka”

“Tapi aku sudah mati, Sam”

“Tidak. Kamu belum mati. Bangkitlah Jul. Impian kita baru saja dimulai. Jika kita sudah berhenti sekarang, bagaimana kita bisa melanjutkan perjuangan?”

“Tapi Sam..”

“Temukan Jack, Iron dan Risk. Mereka akan membantumu.”

“Siapa mereka?”

“Temukan saja. Aku pamit dulu. Waktuku sudah habis”

“Tunggu, Sam.”

“Kamu pasti bisa jul. Sampai jumpa di kehidupan yang lain”

“Saaaaaaaammmmmmmmm”

 .......


Jul terbangun dari tidurnya. Ia berada di kavling C. Tubuhnya penuh luka dan sakit semua. Ia masih belum bisa bergerak bebas. Feb menghampirinya. Ia bilang bahwa Jul sudah tertidur seminggu lamanya. Luka-luka di tubuhnya sungguh sangat mengerikan. Kalu bukan karena kemampuan penyembuh Feb, pasti ia sudah mati dan membusuk ditanah. Feb menganjurkan bahwa waktu istirahat untuk Jul adalah dua bulan. Tentu saja Jul kaget mendengarnya. Mana bisa ia berdiam diri selama dua bulan. Apalagi dia punya tugas yang diberikan Sam di mimpinya itu. Ia harus segera berlatih. Jul beranjak dari tidurnya. Tapi terhenti. Ia merasakan kesakitan luar biasa ketika bangun. Beberapa detik kemudian, ia terjatuh dan kembali pingsan.

Ia terbangun sore harinya. Feb masih ada di sekelilingnya. Jul menanyakan apa yang barusan terjadi. Feb menjawab bahwa ita terjatuh. Ia belum boleh beraktivitas dulu. Tunggu sampai luka-lukanya semakin membaik. Baru bisa berdiri. Karena jika sekarang ia memaksakan diri, maka hanya akan memperparah luka-lukanya saja.

Jul menggerutu. Sepertinya ia harus menuruti feb kali ini.

Jul menanyakan, apa yang terjadi setelah pertarungannya dengan Tor. Feb menceritakan panjang lebar. Ia menceritakan bahwa tiga hari setelah pertarungan itu, anak buah Tor datang mengacak-acak Kavling C. Ayam ayam itu sungguh beringas. Hampir saja mereka membunuhi ayam ayam di kavling C. Kalo bukan karena Jun, mungkin hal tersebut akan jadi kenyataan

Jun memang spesial. Ia punya kemampuan hipnotis. Ayam ayam yang terhipnotis olehnya, akan dengan mudah masuk dalam pengaruhnya. Jika disuruh diam, ia diam. Jika disuruh tidur ia tidur. Bahkan jika ia suruh mati, ayam itu akan bunuh diri. Kemampuan Jun memang merepotkan. Sayang jun masih kalah dalam pertarungan fisik. Padahal tubuhnya cukup bagus sebagai ayam petarung. Mungkin harus ada yang memolesnya.

Jul menanyakan, kali ini apa yang dilakukan Jun oleh para penyerang itu.Feb menceritakan bahwa, waktu itu Jun ingin sekedar meghipnotis mereka dan menyuruh mereka pulang dan bilang ke pimpinan mereka kalu mereka berhasil mengobrak-abrik Kavling C. Tapi Jun ditahan oleh Mar. Mar bilang, bahwa ini bisa menjadi kesempatan emas buat mereka. Kita seharunya menyerang balik. Mar mempunyai ide, agar ayam ayam penyerang ini, dihipnotis untuk menyerang balik kavling nya. Mereka obrak abrik kavling nya. Kemudian hasil obrak abrik itu, dijadikan sekaligus penyampaian pesan tendensius. Bahwa kavling C tidak takut dengan Divisi Ayam Impor di Kavling A.

Ayam ayam penyerang itu akhirnya benar-benar menyerang Kavling divisinya nya sendiri. Mereka tidak tau kalau ayam ayam ini berada dalam pengaruh Mar. Melihat rumahnya diacak-acak, Tor pun segera menghabisi anak buahnya tersebut. Tanpa pandang bulu. Ia mengira bahwa anak buahnya itu telah terinfeksi penyakit gila. Penyakit yang sering mengidap ayam-ayam di kavling C. Para ayam potong.


Tiga hari kemudian, teman ayam ayam penyerang itu, menemukan surat di rumahnya. Surat itu berasal dari Kavling C. Suratnya berisi pesan. Pesan pernyataan perang dari pimpinan Supernova, Jan kepada pimpinan Ras Impor, Tor.

Datanglah ke kavling C, esok hari Tor. Mari kita selesaikan dengan cara lama. –Jan

Jul merasa berapi-api mendengarnya. Jan akan bertarung dengan Tor. Jan, pimpinannya. Ia kan turun tangan langsung. Ia ingin melihat pertarungan itu. Ia harus melihatnya. Pertarungan ini akan membawa mereka semakin dekat ke tujuan revolusi.

“Lalu kapan pertarungan itu berlangsung, Feb? Tanya Jul

“Sekarang, Jul. Ayo Kita kesana !”

Jul menyeringai tajam


to be continued..

Baca Kisah Sebelum dan Selanjutnya : Kisah si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
#Day45

Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Enam




Tor melihat lawannya sudah kepayahan. Tor terkesima dengan pertarungan ini. Durasi petarungan ini sudah cukup lama untuk kalangan ayam potong. Ia seperti sedang bertarung di pertarungan resmi. Pertarungan antar ayam jantan. Biasanya ia selalu mnyelesaikan pertarungan dengan cepat, kali ini ia tidak melakukannya. Ia memperlambat serangan-serangannya. Agar lawannya terus merasakan sakit dalam waktu lebih lama. Membunuh pelan-pelan ibaratnya. Tapi ia tau, bahwa beberapa serangan lagi, maka akan merobohkan lawannya.

Pertarungan memasuki fase akhir.

.........

Jul melihat Tor mengurangi intensitas serangannya. Ia pun bersiap untuk melancarkan serangan pamungkasnya. Serangan perusak keindahan. Targetnya adalah merontokkan beberapa bulu di ekor Tor. Jul sengaja menerima serangan Tor. Melihat lawannya sudah dujung batasnya, Tor menjauh. Tor terlihat memalingkan tubuhnya. Saat itu juga, Jul menyerang habis bagian Ekor Tor.

Empat bulu di ekor Tor rontok. Tor kaget dengan serangan itu. Ekornya kini tidak tersusun rapi lagi. Ada bolong ditengahnya. Sungguh sangat merusak keindahan tubuh Tor. Ia tidak akan bisa diikutkan lomba keindahan ayam impor yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Tor sungguh marah.

Tor pun geram dan langsung menghabisi Jul. Jul yang sudah tidak berdaya, akhirny pasrah menerima serangan Tor. Ia sudah terjatuh. Untuk bangun pun ia tidak bisa. Ia benar bnar menjadi sasaran empuk serangan Tor. Dia akan benar-benar habis jika terus menerima serangan ini. Tubuhnya sudah penuh luka. Bahkan kini ia sudah tidak merasakan rasa sakit lagi saking parahnya luka yang ia dapat. Ia benar-benar kalah telak.

Tor masih terus menyerang Jul yang sudah terkapar. Kemarahannya benar-benar memuncak. Tubuh Jul jadi bulan-bulanna serangan Tor. Ia berniat membunuh Jul saat itu juga. Saat ia akan melancarkan serangan pamungkas mematikannya, serangannya tiba-tiba dihentikan karena ada ayam lain yang menghalangi.

Mei datang.


Mei meminta agar Tor menghentikan serangan brutalnya itu.  Mei menunjuk bahwa ayam potong itu sudah tidak berdaya dan tidak bergerak lagi. Mungkin ia sudah mati. Dan tidak ada gunanya menyerang ayam mati.

Tor masih berapi-api. Ia masih ingin melampiaskan kekesalannya ke tubuh ayam yang tidak bergerak itu. Tapi Mei, ayam betina kavling B ini sungguh benar-benar menghalangi. Ingin sekali ia menghajar sekalian ayam betina satu ini. Lagipula, kenapa juga ia mengurusi ayam potong. Kalau Mei bukan pasangan dari Dig, pimpinan ras ayam bangkok, maka Tor tidak akan segan-segan menghajarnya juga. Tor pun bergegas pergi dari pertarungan tersebut.

Mei memanggil kawanan ayam potong dan meinta mereka  untuk  segera membawa Jul kembali ke kavlingnya. Ia meminta kawanan ayam tersebut, untuk sesegera mungkin mengobati jul. Karena ia masih bisa diselamatkan dengan bantuan pertolongan yang cepat dan benar.

Jul masih bernyawa. Ia benar-benar sekarat. Dia sudah tidak bisa melihat apapun. Ia terduduk  sendiri di kegelapan. Sejujurnya ia tidak tau sedang dimana saat ini. Apakah ini nyata atau mimpi pun dia tidak bisa menjawabnya. Sekelilingnya gelap. Kedap suara. Dan benar benar sunyi. Dalam kegelapan itu, Ia menyesal karena masih belum cukup kuat untuk melawan Ayam di Kavling A. Ia menyesal karena masih banyak teknik beratrung yang belum dikuasainya. Dan Ia menyesal perjalannya hanya sampai disini saja. Tanpa disadari ia pun menangis. Ia gagal meneruskan tekad revolusi Sam. Ia gagal dan benar benar gagal.

Dalam kesunyian itu, tiba-tiba ada suara memanggil, “Halo Jul”

Jul pun menengok. Ada seseayam membawa lilin mendekati dia.Wajahnya tidak terlihat karena gelap. Tapi ia tau siapa dia. Ia sangat familiar dengan suara tersebut.

“Apa kabar?” Tanya nya lagi

Jul berdiri. Tubuhnya bergetar karena tidak percaya.

Ayam itu memindahkan lilin di tangannya ke arah wajahnya. Terlihat jelaslah siapa ia.

Jul terperanjat.

“Sam?”

to be continued

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan *hutang tanggal 6 Maret 2018*

baca kisah sebelum dan selanjutnya : Kisah si ayam Potong

Share:

Kisah si Ayam Potong Bagian Lima




Jul vs Tor

Jul yang tak terima dengan perlakuan kasar yang diterimanya, berbalik menyerang sekelompok ayam impor tersebut dan dengan mudah mengalahkan ayam ayam impor itu. Jul pun bergegas pergi untuk kembali beristirahat, namun niatnya tertunda saat dia melihat Tor, pemimpin divisi ras impor berdiri di depannya dengan wajah geram. Pertarungan pun tak terelakkan…

……

Melihat teman-temannya dikalahkan, Tor tidak terima. Tanpa basa basi dia langung menyerang Jul dengan bertubi-tubi. Tor punya teknik tersendiri dalam bertarung. Ia mengunakan cekernya yang besar untuk menendang  sekaligus menancapkan kuku-kukunya di tubuh lawannya. Cengkramannya yang dahsyat itu semakin menambah daya serang. Ayam yang belum pernah melihat Tor bertarung seringkali kalah dengan cepat. Soalnya efek serangan Tor sungguh sangat menyakitkan bahkan cenderung mematikan. Selain itu tor juga tipe petarung kilat. Ia tak suka berlama-lama dalam pertarungan.

Jul kaget ketika mendapat serangan Tor tiba-tiba. Dia belum mempersiapkan diri. Dia pun terkena serangan ceker Tor di kesempatan pertama, kedua dan ketiga Tor menyerangnya. Jika ia terkena serangan itu secara terus-menerus habislah ia. Serangan Tor benar benar dahsyat. Baru terkena tiga serangan saja, ia sudah terluka di beberapa titik tubuhnya. Dada, paha kanan dan sayap kiri nya terluka. Darah segar mengalir dari sayapnya. Saat ini Jul fokus menghindari serangan Tor yang bertubi-tubi.
Inilah pertama kalinya ada ayam potong yang tidak roboh atau kabur saat mendapat serangan Tor. Tor cukup penasaran dengan lawannya kali ini. Bagaimana tidak, ia mampu beberapa kali menghindar dari serangan Tor. Meskipun tubuhnya sudah terluka, tapi ia tetap mau melawan. Tetap mau bertarung. Apalagi dia masih muda dan hanya ayam potong. Ayam kasta terendah yang rendahan. Tor terigat beberapa hari yang lalu, ada ayam potong juga yang bertarung dan mengalahkan salah satu pimpinan Kavling A. Darahnyapun mendidih, dan ingin segera menghabisi lawannya ini.

Jul mulai kewalahan. Luka di sayapnya cukup fatal. Gerakannya mulai melambat. Meskipun ia masih bias menghindar dari serangan Tor. Tapi ia tidak bisa menghindar seutuhnya. Serangan Tor tetep menyerempet dirinya. Jul masih fokus menghindar sekaligus sesekali melancarkan serangan balik.Tapi serangan balik Jul selalu tidak tepat sasaran. Tor selalu bisa menghindar. Seakan ia sudah bisa membaca arah serangan Jul.

Tor adalah ayam ras mpor. Ia adalah jenis ayam impor Peruvian. Asalnya dari peru. Ia memimpin divisi ras impor yang terdiri dari ayam ayam impor beberapa negara di dunia. Layaknya ayam impor lainnya, ia punya tubuh yang besar, gagah dan berbulu indah. Fisik dan keindahan adalah keunggulan terbesarnya.

Jul sudah mula habis. Staminanya benar-benar terkuras. Tor memang lawan yang benar-benar mengerikan. Dari segala aspek Tor jauh lebih unggul. Jul mengakui kekalahannya. Tapi dia tidak sudi untuk menyerah. Ia teringat kata-kata Sam untuk memulai revolusi. Memulai perubahan. Jika ia kalah saat ini, maka ia harus tetap memberikan pesan kepada semua ayam di kavling. Pesan yang selalu disampaikan Sam kepada ayam ayam di Kavling C. Para ayam ayam potong. Pesan berupa Tujuan utama revolusi mereka. Yaitu, Semua ayam punya hak yang sama, tak peduli apa jenis mereka
Oleh karena itu, Jul pun melakukan serangan pamungkasnya. Memang, Ia tidak bisa melukai Tor. Ia tidak bisa juga mematuk Tor dengan sempurna. Tapi ia bisa melakukan satu hal. Ia bisa merusak keindahan tubuh Tor. Ya. Jul akan menyerang bulu bulu indah Tor.

Tor melihat lawannya sudah kepayahan. Tor terkesima dengan pertarungan ini. Durasi petarungan ini sudah cukup lama untuk kalangan ayam potong. Ia seperti sedang bertarung di pertarungan resmi. Pertarungan antar ayam jantan. Biasanya ia selalu mnyelesaikan pertarungan dengan cepat, kali ini ia tidak melakukannya. Ia memperlambat serangan-serangannya. Agar lawannya terus merasakan sakit dalam waktu lebih lama. Membunuh pelan-pelan ibaratnya. Tapi ia tau, bahwa beberapa serangan lagi, maka akan merobohkan lawannya.

Pertarungan memasuki fase akhir..

to be continued..

#Onedayonepost #ODOPBatch5 #tantangan *hutang Tanggal 5 Maret 2018* 

Baca Kisah Sebelum dan Selanjutnya : Kisah Si Ayam Potong
Share:

Kisah Si Ayam Potong Bagian Empat




Sam memang telah tiada namun semangatnya akan tetap selalu ada di hati tunas tunas baru. Tunas tunas baru itu menamakan dirinya Supernova.

Mereka pun memulai langkah pertama menuju impian mereka. Membuat Rencana Strategi.

……..

Supernova menyebut diri mereka sebagai pasukan revolusi.  Mereka menginginkan keadilan. Mereka menginginkan perubahan. Itulah dua tujuan utama mereka. Suvernova terbentuk akibat nasib buruk yang menimpa kaum mereka selama ini. Mereka seolah ditakdirkan memang untuk dipertemukan bersama sama.

Supernova hanya terdiri dari 7 orang. Mereka adalah, Jan, Feb, Mar, Apr, Mei, Jun dan Jul. Mereka teman dekat Sam di kavling C. Saat Sam mendeklarasikan saatnya perubahan untuk kavling C, mereka lah yang membantu Sam, baik untuk mengajak ayam ayam lain bergabung  maupun sebagai lawan latihan Sam. Mereka lah orang orang kepercayaan Sam. Sama seperti Sam, tujuh supernova ini juga sangat potensial dan berbakat. Begitu pula dengan ayam ayam lain di kavling C, mereka semua mempunyai kemampuan yang unik unik, hanya saja selama ini tidak pernah terlihat karena label ayam potong yang melilit mereka.

Jan, Mar, Jun dan Jul adalah ayam jantan. Sedangkan Feb, Apr dan Mei ayam betina. Mereka punya kemampuan dan style sendiri sendiri.

Yang pertama ada Jul, dia menyukai pertarungan. Dia juga dianugerahi bakat hebat, yaitu dapat menguasai teknik teknik bertarung dengan mudah. Oleh karena itu dialah yang paling banyak memiliki teknik-teknik bertarung. Selain itu dialah yang paling muda di supernova.

Feb adalah seorang ayam betina, dibanding supernova lainnya dialah yang paling lemah, namun dialah yang paling dibutuhkan, karena dia punya kemampuan penyembuh yang hebat.

Mar, bisa dibilang dia adalah “otak” nya supernova. Kemampuannya dalam hal analisis, wawasan, pengetahuan, strategi maupun memprediksi tak perlu diragukan lagi. Ayam seperti dia hanya lahir dari setiap 10.000 kelahiran.

Mei, sebenarnya adalah ayam betina dari kavling B. Namun utang budinya dengan Sam, membuatnya bergabung dengan kavling C dan supernova. Tentu saja dia masih menyembunyikan identitas dirinya. Hanya supernova dan Sam lah yang tau siapa dia sebenernya. Mei adalah sumber informasi di kavling C dan Supernova.

Lalu ada Jun sang penyemangat. Dilihat dari julukannya, dialah ayam paling jago dalam hal mempengaruhi serta memotivasi. Dia seolah mempunyai kemampuan hipnotis, yang mampu membuat orang lain melakukan apa yang Jun perintahkan.

Kemudian ada Apr, dia adalah ayam betina terkuat di kavling C. Dia tipe ayam betina petarung. Kekuatan, Kecerdasan dan Keteguhan hatinya tak perlu diragukan lagi. Dialah Partner sejati dari pemimpin supernova, Jan.

Dan yang terakhir adalah Jan. Pemimpin supernova. Seekor ayam pemberani dan petarung sejati. Dia tipe ayam yang tak akan mundur untuk melawan musuh manapun, meski musuhnya lebih kuat darinya. Ia punya kecerdasan diatas rata rata. Ayam yang sangat peduli dengan nasib kaumnya. Dari 7 supernova, Jan lah yang paling mirip dengan Sam, baik dari segi pemikiran, kekuatan maupun kepribadiannya yang kocak.

……

Ayam ayam di kavling A punya Sistem pemerintahannya sendiri. Kavling A dipimpin oleh seorang ayam jantan dari ras Bangkok, yang bernama Ger. Dia ditemani oleh wakilnya, Bob. Ayam dari ras Jago. Ger membagi kavling A menjadi divisi sesuai dengan ras nya masing-masing. Ras bangkok dipimpin oleh Dig, Ras jago oleh Max, Ras Impor oleh Tor, Ras Kate oleh Jim, Ras hias oleh Ner, dan Ras kalkun yang dipimpin oleh Sob. Selain itu juga ada divisi ayam remaja petarung yang dipimpin oleh Ben.

Tak dipungkiri lagi ayam ayam di kavling A adalah ayam ayam hebat semua. Tak ada yang meragukan kualitas kavling A Peternakan Grace Field. Namun tak sedikit dari mereka yang menyalahgunakan “keahlian” mereka tersebut. Banyak dari mereka yang justru sering merusak ataupun menakut-nakuti bahkan menghajar tanpa sebab ayam ayam di kavling C, yang menurut mereka kelas rendahan dan tidak pantas disejajarkan oleh mereka.

…….

Setiap hari sabtu dan minggu, biasanya keluarga Joni melepas semua ayam ayam secara bersamaan di suatu perkarangan luas yang disebut kavling D. Ayam ayam ini dilepas secara bebas untuk menghirup udara segar dan melakukan aktivitas alamiah para ayam.

……

Di suatu sabtu pagi…

Sekelompok ayam impor yang dipimpin Tor mengganggu sekelompok ayam ayam potong. Mereka menghajar ayam ayam potong tersebut tanpa sebab dan hanya dengan maksud untuk bersenang senang. Di deket mereka terdapat Jul yang sedang beristirahat. Jul yang melihat peristiwa tersebut segera datang dan melerai pertengkaran. Namun bukannya disambut dengan baik, jul malah mendapat satu tendangan yang membuatnya terpental. Jul yang tak terima dengan perlakuan kasar yang diterimanya, berbalik menyerang sekelompok ayam impor tersebut dan dengan mudah mengalahkan ayam ayam impor itu. Jul pun bergegas pergi untuk kembali beristirahat, namun niatnya tertunda saat dia melihat Tor, pemimpin divisi ras impor berdiri di depannya dengan wajah geram. Pertarungan pun tak terelakkan.

Jul vs Tor....

To be Continued..

Baca Kisah Sebelum dan selanjutnya : Kisah si Ayam Potong

#Onedayonepost #ODOPbatch5
#Day32

Share:

Disable Adblock