Showing posts with label One Day One Post. Show all posts
Showing posts with label One Day One Post. Show all posts

Keberagaman Potensi Tani Indonesia




Indonesia merupakan Negara dengan sejuta keberagaman. Keberagaman tersebut tercermin dari beragamnya, suku, ras, bahasa, agama, sumber daya alam dan budaya yang ada di Indonesia. Tentu saja keberagaman tersebut mempunyai nilai jual karena telah dikenal sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Selain itu, keberagaman di Indonesia juga mempunyai potensi potensi untuk membangun bangsa dengan kualitas dan kuantitasnya, contohnya, seperti keberagaman pertanian di Indonesia.

Padi, jagung, ketela, cabai dan bawang adalah contoh beberapa keberagaman hasil pertanian yang dimiliki Indonesia. Tanaman tersebut tumbuh subur di Indonesia. Akan tetapi kenyataan yang ada saat ini justru Indonesia masih mengimpor hasil olahan tani tersebut dari negara-negara lain. Kualitas maupun kuantitas hasil olahan Indonesia pun masih belum bisa bersaing dengan Negara lain. Hal ini membuktikan Indonesia masih belum bisa memaksimalkan potensi pertaniannya. Sungguh sangat disayangkan, ada sekitar 250 juta orang yang hidup di negeri ini akan tetapi Indonesia seakan masih kekurangan orang untuk memakmurkan negerinya sendiri.

Pertanian di Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk berkembang, karena Indonesia didukung iklim tropis dan sebagian besar penduduknya yang bermatapencaharian sebagai petani. Kenyataan bahwa banyak jenis tanaman yang bisa tumbuh subur di Indonesia seolah melengkapi kejayaan Indonesia di bidang pertanian. Jika dimaksimalkan dengan benar, maka Indonesia dapat menghasilkan hasil tani yang beragam, baik dari jenis maupun kualitasnya. Sejarah juga pernah mencatat bahwa Indoneia pernah mencapai swasembada pangan di zaman orde baru. Hal itu membuktikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan dalam struktur perekonomian bangsa.

Melihat potensi besar yang dimilikinya, mengoptimalkan pertanian di Indonesia bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan, Peningkatan daya saing kualitas dan kuantitas komoditas pertanian merupakan hal pertama yang wajib dilakukan, selain itu ekspansi pasar yang massive dan komprehensif juga harus turut dilakukan untuk membantu mempromosikan produk pertanian.

Sektor pertanian sebenarnya mampu mengatasi permasalahan bangsa seperti pengangguran, jika benar-benar dimamfaatkan secara optimal. Namun lagi-lagi kenyataannya saat ini, pertanian justru mengalami pemorosotan dan kalah bersaing dengan negara asing. Hal ini ditandai dengan menjamurnya produk-produk tani asing di Indonesia dan masyarakat yang lebih tertarik dengan produk tani asing dibandingkan dengan produk tani dalam negeri. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka produk tani nasional akan semakin tersisihkan dan mengakibatkan pengangguran, karena petani-petani mengalami kebangkrutan.

Pertanian sebagai potensi penting dalam struktur perekonomian bangsa diharapkan mampu menunjukan tajinya sebagai solusi pembangunan perekonomian bangsa. Orang bilang tanah Indonesia adalah tanah surga, karena apapun yang ditanam disana bisa tumbuh dengan subur. Oleh karena itu sudah saatnya Indonesia memaksimalkan salah satu potensi keberagaman Indonesia yang bernilai jual tinggi, yaitu pertanian.

#Onedayonepost #ODOPbatch5


Share:

4 Film yang Horornya Kebangetan




Dari berbagai genre film yang ada, film horor adalah film yang paling gue suka. Ada sensasi tersendiri tiap nonton film horor. Sensasi kengerian, dingin, perasaan gak enak, dan terkejut yang bercampur jadi satu. Selain itu keberadaan hantu yang seringkali bikin penasaran dan adegam jumpscare yang mengagetkan itu semakin menambah betap kerennya film horor itu.

Ada 4 film horor yang sangat amat gue rekomendasikan untuk ditonton. Keempat film ini punya cerita yang kuat, acting pemainnya yang dapet banget dan tentu aja seremnya kebangetan. Untuk orang yang suka film horor dijamin deh film ini bakal memuaskan hasrat horor lo. Sedangkan bagi orang penakut, gue saranin jangan nonton film ini, karena bakal bikin lo ketakutan setengah mati sekaligus mengalami mimpi buruk yang gak kunjung hilang.

4. Dont Breathe
Film ini bercerita tentang sekelompok pencuri yang sedang melakukan aksinya di sebuah rumah milik mantan tentara yang kebetulan ia buta. Secara logika, mencuri di rumah orang yang buta pasti gampang banget kan. Lah orang pemiliknya aja gak bisa melihat. Apalagi kalo aksinya dilakukan dini hari dimana pemiliknya sedang tertidur pulas. Pasti bakal sukses deh melakukan pencurian disana.

Tapi sob, ternyata pemilik rumah bukan sembarang orang buta. Dia bener bener seorang monster. Monster yang amat sangat mematikan. Dalam sekali gerakan ia bisa membunuh salah satu kawanan pencuri. Dan dalam sekali gerakan pula, dia berhasil menutup semua akses keluar masuk di semua sudut rumahnya, sehingga kawanan pencuri terjebak disana sambil menunggu ajal menjemputnya. Gila !

Meskipun ini film horor, tapi film ini enggak menunjukkan hantu atau setan sebagai figur utama keseramannya, melainkan justru seorang yang buta yang entah kenapa seram banget. Sebagai penonton kita malah justru dibuat bersimpati terhadap pencurinya yang mana padahal dialah orang jahatnya, tapi melihat orang baik nya justru seperti setan, kita bener-bener malah pengen dia yang mati.
Sadis.

3. The Eyes of My Mother
Fim ini berkisah tentang seorang wanita yang mengidap psikopat dalam dirinya sejak kecil. Bernuansa hitam putih serta adegan yang kebanyakan tanpa suara ucapan, bikin film ini berkesan horor banget. Apalagi ditambah mimik muka pemeran utamanya yang dingin banget. Secara kasat mata kita udah bisa nebak,kalo ada yang gak bener dari dirinya.

Film horor ini juga enggak menampilkan hantu atau setan dalam menunjukkan kengeriannya, tapi malah menampilkan sesosok manusia dengan penyakit psikopatnya. Adegan penyiksaan dan pembunuhan yang dia lakukan bener-bener ngeselin dan bikin takut. Horor gak sih, dia ngebongkar kuburan ibunya untuk sekedar memeluknya aja? Atau horor gak sih, ketika dia mengunci orang dalam gudangnya selama 8 tahun dengan kondisi dirantai dan mata ditutup? Bener bener gilaa

Nonton film ini bikin lo waspada. Bikin lo kepikiran yang jelek jelek. Dan bikin lo takut, kalo disekeliling lo ternyata ada orang yang kayak gini..

2. Get Out
Film ini bercerita tentang seorang cowok berkulit hitam yang punya pacar wanita cantik berkulit putih. Suatu hari si cowok diajak pacarnya untuk ketemu orang tuanya di rumah. Sejak ketemu orang tuanya itu, banyak hal hal ganjil yang terjadi. Seperti kok orang tuanya ramah banget, terus temen-temen orang tuanya yang berkulit putih juga ramah banget, dan justru malah asisten rumah tangga di rumah pacarnya yang berkulit hitam malah terlihat sombong.

Btw, di Amerika kan emang masih ada rasisme yah soal perbedaan warna kulit gitu.

Nah, kehororan film ini nih tentang perasaan perasaan ganjil yang di alami si cowok, yang entah kenapa bikin penonton merasa ngeri. Semua hal hal yang ganjil tersebut, bener-bener sukses bikin penonton ikut merasa ganjil juga. Merasa takut. Dan merasa takut.

Ada banyak twist dalam film ini yang bikin lo semakin takut dan penasaran dengan film ini. Beuh. Nonton film get out bagi seorang yang lagi pacaran bakal bikin lo takut dan kepikiran macem-macem saat akan ketemu calon mertua lo..

1. Under The Shadow
Film ini amazing banget sumpah. Berlatar di Iran tahun 1980-an yang kala itu sedang dilanda peperangan, film ini mengisahkan tentang keluarga yang tinggal di kota yang dilanda perang. Keluarga itu terdiri dari, ayah, ibu dan anak kecil. Nah si ayah harus dinas di luar kota. Tinggallah si ibu dan anak kecil dirumahnya. Semenjak ada rudah yang jatuh di apartemen mereka, kejadian horor selalu mengintai mereka.

Menurut gue, ini film horor yang paling keren. Sumpah. Hantunya cuma nongol beberapa kali tapi bikin takutnya sepanjang film. Adegan jumpscarenya apalagi. Selalu tepat muncul di momen yang tepat juga. Gue sampe bingung mau ngomong apalagi tentang fim ini. Karena emang gila sob, keren abis.

Bagi kalian yang pengen nonton film horor yang komplit, baik dari segi cerita, casting, adegan, jumpscare dan latar tempat, film ini sangat direkomendasikan banget. Inilah film horor sejati. Semua yang lo pengen ada di dalam suatu film horor, ada semua di film ini. Dijamin deh.


#Onedayonepost #ODOPbatch5
Share:

4 Lagu yang Cocok Didengar ketika Sedang Patah Hati




Yang namanya patah hati itu pasti ngeselin. Mau makan gak nafsu. Mau tidur, terjaga. Mau liburan, gak nikmatin. Bahkan mau diem aja gak ngapa-ngapain malah bikin makin patah hati. Untuk orang yang pernah patah hati, pasti ngalamin deh hal-hal diatas. Hal-hal yang gak enak banget rasanya. Sepi. Sunyi. Hampa. Sendiri. Curhat ke orang lain pun rasanya sama aja. Plong sebentar, abis itu sakit lagi. Mau nangis seharian pun juga gak mengurangi rasa sakit hati itu. Pada akhirnya yang bakal dilakuin ya cuma meratapi nasib aja. Kalo kita gak mau berdamai dengan diri sendiri, ya pasti bakal sakit hati terus. Bakal patah hati terus.

Gue punya empat lagu yang cocok banget di denger ketika lo lagi patah hati. Dijamin deh. Lagu-lagu ini bakal bikin lo makin emosional begitu mendengarnya. Silakan bagi yang punya kuota atau lagi tersambung wifi untuk sesegera mungkin download lagu ini. Lagu ini gak Cuma buat orang patah hati kok, tapi orang yang baik baik aja juga gapapa dengerin lagu ini, soalnya lagunya ajib banget. Manis manis manja gitu deh.

Oke kita hitung mundur dulu ya..

4. Dont You Remember – Adele
Itu lagu patah hati yang kesannya patah hati banget. Dari liriknya yang dalam banget, terus musiknya yang selow selow gitu dan Ditambah suaranya adele yang lantang nan merdu abis. Lagu ini fix bikin lo makin patah hati deh. Makin bikin lo keinget dia dan membuat lo berpikir kok bisa bisanya adele ngerasain apa yang lagi lo rasain sekarang.

When will i see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said..

Klik untuk Download Lagunya: DontYou Remember


3. Happier – Ed Sheeran
Berbeda dengan lagu diatas, happier-nya Ed Sheeran ini justru kesannya manis banget meskipun liriknya tentang patah hati. Alunan musik nya yang lembut semakin menambah kesan manis dalam lagu ini. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang lagi mengingat masa lalunya. Mengingat mantan kekasihnya. Mengingat hal hal menyakitkan yang telah ia lakukan padanya.

Aint nobody hurt you like i hurt you?
But aint nobody love you like i do..

Klik untuk Download Lagunya: Happier


2. Too Good at Goodbye – Sam Smith
Berbeda dengan lagu diatas, lagu ini justru tentang orang yang keseringan patah hati. Saking seringnya ya dia jadi biasa aja. Iya ngerasa biasa aja. Pernah gak sih lo ngerasain kayak gini? Atau pernah gak lo ngerasain marah banget, tapi saking marahnya lo jadi diem aja. Atau lo malah jadi ketawa? Pernah? Kalo pernah, nah inti lagu ini berkisar tentang rasa-rasa itu. Dalam suatu hubungan kalo pasangan lo ngelakuin kesalahan yang sama berulang kali, ya lo bakal ngerasa kayak gini. Sampe mau putus pun udah gak ngerasa sakit lagi. Gak ngerasa apa-apa. Ini nih level terdahsyat dari patah hati. Lagu ini selow abis. Ditambah suara tingginya Sam Smith, beuh mantap jiwa deh hasilnya. Bikin elo betah lama lama denger lagu ini.

Every time you hurt me, the less that i cry..
And every time you leave me, the quicker these tears dry..

Klik untuk Download Lagunya: TooGood at Goodbye



1. Jealous – Labrinth
Lagu ini mirip sama lagu Sam Smith diatas dalam hal alunan musiknya yang selow dan lambat. Musik pengiringnya pun banyakan dari piano. Selow, lambat, manis dan yahud banget. Apalagi8 kalo didengerin pas lagi hujan. Bikin meleleh sob. Lagu ini tentang memaknai patah hati itu sendiri. Bagaimana kita berdamai dengan diri sendiri dan mengikhlaskan hal hal yang telah terjadi. Disini juga ada sedikit penyesalan tentang kerikil dalam hubungan mereka yang membuat mereka berpisah. Bahkan sampai saat sudah putus pun dia masih merasa cemburu.. Duh Makjleb yaa...

Im jealous of the love..
Love that was in here..
Gone for someone else to share..

Klik untuk Download Lagunya: Jealous


#Onedayonepost #ODOPbatch5


Share:

Every Cloud has a Silver Lining




“Baik mas Arief, ini pertanyaan terakhir dalam sesi wawancara hari ini, jadi tolong di jawab dengan sejujur-jujurnya” kata si penanya dengan mimik wajah serius dan langsung natap ke mata gue !

“Baik om.. eh mas.. eh maksud saya pak” Jawab gue grogi. Gue udeh mikir pertanyaan terakhir ini pasti klimaksnya dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Pertanyaan paling susah. Pertanyaan yang paling menentukan.

“Jadi nanti mas arief, akan ditempatkan di pelosok desa , mungkin bisa beberapa jam dari kota, desa nya pun bisa dibilang punya infrastruktur yang minim..” Ujarnya dengan wajah mengintimidasi

“… iya om eh pak, maaf. lalu?” gue makin grogi

“Itu nanti jika mas Arief ditempatkan di tambang, kalau mas Arief ditempatkan di Kapal, mungkin mas bisa di dermaga terus atau juga bisa di kapal terus.” Lanjutnya dengan suara berat dan wajah yang menakutkan

Gue manggut manggut aja. Tangan gue makin dingin. Badan gue justru makin panas. Pandangan gue mulai kabur. Dan gue mulai merasakan alam bawah sadar gue.gue seolah tertidur. Jauh lebih dalam. Jauh lebih dalam. Dan tepuk tangan akan membangunkan gue dari tidur gue nanti.

Anjir. Kok malah jadi hipnotis -_-

“Jadi yang ingin saya tanyakan…….,” bapaknya diem sejenak. Sambil ngeliatin gue. Dan memainkan pulpennya.

Gue mulai mabok. Entah kenapa gue pengen minum antimo dioplos antangin saat itu juga. Jadi kalo gue nanti gak bisa jawab, gue bisa langsung pura pura pingsan. Terus pas bangun gue mendadak amnesia dan teriak- teriak, “LEPASKAN SAYA LEPASKAN SAYA !!!! SAYA TIDAK GILAA.. TIDAKK GILAAAAAA”

Oke fix. Ini sebenernya amnesia apa orang gila sih..

……

Si om pun melanjutkan…

Gue udah siap siap buat pura-pura pingsan..

…….

“…….. dengan kondisi seperti itu, bagaimana nanti mas Arief menjalani hubungan dengan pacarnya?“ Katanya sambil senyum. Udah kayak senyum om om yang ngeliat cabe-cabeean lagi bonceng tiga di motor

“HAAA??? Pacar, om?? eh hubungan tambang sama pacar om? Eh salah. maaf. Bisa diulangi om pertanyaannya?” jawab gue dengan muka cengo.

Aseemm. Gue kira bakal nanyain apa. udeh keringet dingin, hampir ke hipnotis , mabuk perjalanan dan udah bela-belain mau pura-purang pingsan pula. Ternyata ditanyain malah soal beginian. Ini sih bukan pertanyaan. Tapi kepo. IYA KEPO ! Si om om ini kepo ama gue ! Ositmen. Di kepoin dedek gemes sih gak masalah, lah ini dikepoin om-om. OM OM loh. Kenapa juga si om om ini pengen tau urusan gue. Kalo Om emang pengen tau nikahin aku sekalian !

*nangis di pojokan*

……..

Itulah sepenggal kisah sepenggal sesi wawancara kerja gue beberapa waktu yang lalu. Cukup absurb memang. Tapi dalam keabsurban tersebut gue banyak belajar hari itu. Dari keseluruhan step penerimaan kerja karyawan yang gue ikutin, gue dapet satu kesimpulan yang menampar keras diri gue. Kesimpulan yang terus menggelayuti pikiran gue sepanjang perjalanan pulang hari itu. Suatu kenyataan baru yang mau gak mau harus gue terima. Suatu kenyataan yang membuat semua kesulitan skripsi yang baru aja gue lewatin sebelumnya itu gak ada apa apanya dibandingin hal ini. Yaa. Sebuah kenyataan bahwa nyari kerja itu gak gampang.

Jujur aja , saat memikirkan hal itu, gue pengen kembali lagi ke masa kecil gue, dimana kesulitan terbesar saat itu hanyalah sebatas PR matematika..

………..

Pernah ada yang bilang kalo cowok itu cuma ada dua tipe. Kalo gak bajingan ya dia homo. Njir. Sebagai cowok gue merasa gagal ngedenger hal itu. Gimana perasaan lo dikategorikan dengan pilihan yang bukan lo sama sekali? Nyesek? Iya. Ngenes lebih tepatnya. Gara-gara hal itu gue juga bikin beberapa teori tentang tipe tipe. Ya. Bukan cuma cowok, tapi mantan itu juga ada dua tipe. Kalo gak PHP(pemberi harapan palsu), ya PDP (pemberi derita pilu). Nahloh ! Ngomongin mantan pasti gak bakal ada abisnya. Ada temen gue abis putus sama pacarnya. Setelah mereka putus mereka malah terjebak dalam situasi “putus-balikan-putus-balikan. Gitu aja. Berulang-ulang. Selalu. Pas gue tanya suatu hari, “kok kamu mau sih putus nyambung putus nyambung gini?”

“abisnya tiap kita putus, besok nya dia minta maaf dan janji gak bakal kayak gitu lagi. Yaudah deh kita balikan lagi”

Gue bingung sama orang-orang kayak gitu. Asli. Di PHP in kok mau? Gue aja pernah ngalamin, pas lagi di motor, motor di depan gue nyalain sein ke kanan, tapi dia malah belok ke kiri. Asli gue kesel banget. Pengen gue tabok bawaannya. PHP banget deh itu orang. Ya senyebelin itulah mantan yang PHP.

Lain halnya sama mantan yang PDP. Mantan jenis PDP adalah sekampret kampretnya mantan. Ada temen gue yang semenjak putus sama pacarnya dia jadi galau terus. PM BBM nya isinya galau galau. Status FB nya isinya marah marah aja. Di Path sering ngepost gambar-gambar atau quotes quotes cinta. Pas makan galau. Pas mandi galau. Pas tidur galau.. pokoknya dia galau galau terus kerjaannya. Bahkan pas dia kesambet pun dia juga masih sempet sempetnya galau..

Jadi ceritanya pas dia galau, dia nangis di bawah pohon mangga pas malem jumat. Eh dia pun kesambet. Dia diem aja disana, sambil matanya melotot. Tiap ada cowok yang lewat dia langsung nangis kejer sambil ngomong, “NIKAHI AKU MAS.. NIKAHI AKU !!!!!!!”

*mas mas nya dijambak jambak*

Asli.. kampret abis yee.

Nah dari observasi gue diatas, gue juga jadi menemukan tipe tipe orang berskripsi. Orang yang nyekripsi itu ada tiga tipe. Kalo gak kampret, kupret yaa kepret. Beneran deh.

Tipe kampret adalah sekampret-kampretnya orang berskripsi. Dari luar dia keliatan biasa biasa aja. Malah kadang gak keliatan. Kadang dia juga anaknya bandel, suka bikin onar, jarang ngampus. Tapi entah kenapa dia bisa nyelesain skripsinya dengan begitu mudahnya. Dapet dosbing baik, bimbingan gampang, padahal skripsinya masih banyak salah tapi udah di acc aja, judul sama isi skripsi gak begitu nyambung tapi gak kenapa kenapa. Asli kampret abis deh orang kayak gini.

Tipe yang kedua adalah tipe kupret. Kupret biasa dianalogikan sama orang untuk istilah orang/ucapan/kejadian/tindakan yang menyebalkan. Ya sesuai namanya, tipe kupret adalah tipe tipe mahasiswa nyekripsi yang isinya apes mulu. Ngajuin judul ditolak mulu, dapet dosbing yang susah, bimbingan susah banget, proposal gak di acc acc, revisi nya lebih banyak dari isi skripsinya, gak dibolehin penelitian/sidang.. kupret banget deh.. ngenes abis..

Tipe yang terakhir, tipe kepret. Tipe kepret ini pasti bakal lo temuin. Dalam artian nyekripsi, tipe kepret ini tipe yang  nyekripsinya tuh bentar banget. Kilat. Cepet abis. Padahal baru bikin judul, eh dua bulan kemudian udah selesai aja skripsinya. Asli minta di kepret nih orang. Biasanya orang yang pinternya kebangetan dan pengen lulus cepet ada di tipe ini. Dalam artian lain, tipe kepret ini juga diperuntukkan untuk orang yang kepret kepret aja dalam nyekripsi. Maksudnya wajar-wajar aja. Biasa biasa aja. Dia gak punya alasan buat cepet nyelesain skripsinya, gak ada target selesai, dan nyelesain skripsi dalam waktu yang lama bukan suatu masalah buat dia. woles. Pokoknya jalan pikirannya pendek pendek aja. Sekepret namanya.

Nah untuk para mantan pejuang skripsi silakan pikir sendiri kalian termasuk tipe yang mana. Untuk yang lagi nyekripsi dan udah tau kamu tipe yang mana, silakan berkumpul dengan tipe tipe sejenis kamu. Karena berkumpul dengan tipe diluar jenis kamu hanya akan membuat kamu makin stress. Orang kupret pasti selalu sebel sama orang kampret. Orang kampret pun selalu bahagia ngeliat orang kupret. Orang kepret itu yang paling aman. Tipe yang cocok untuk jadi tempat pengaduan sekaligus pelampiasan..

 Dan untuk para calon pejuang skripsi, atau yang baru mau mulai nyekripsi, mulai sekarang coba kamu observasi diri kamu dan temen-temen kamu. Kenali lingkungan kamu. Karena posisi menentukan prestasi. Ada di tipe manakah kalian. Apakah kampret? Kupret? Atau kepret?

……….

Tiga bulan pertama gue nyekripsi, gue selalu ganti ganti judul mulu. Tiap sebelum bimbingan gue udah siap banget ama judul yang gue akan gue ajukan. Tapi setelah abis bimbingan, entah kenapa gue langsung nyesel kenapa gue ngambil judul itu. Ternyata judul yang gue siapkan itu susah, kurang spesifik atau gak nyambung. Tiap abis bimbingan pun gue jadi suka teriak teriak, “JUDUL APA INI TUHAAANNNN????” *sambil nyekek nyekek orang lewat*

Dari pertama kali gue ajuin judul, baru 5 bulan kemudian, gue bisa fix dengan judul skripsi sendiri. Itupun setelah gue mendaki gunung, lewati lembah, semedi di kuburan, nyari wangsit di bawah laut. (ngarang abis). Setelah nyari nyari judul yang udah kayak nyari jodoh. Mikir bibit bebet dan bobotnya. Akhirnya gue nyerah. Gue ambil judul yang biasa aja. Yang sama kayak temen gue sedosbing. Yang sama kayak senior-senior gue dulu yang satu dosbing juga. Gue pun dapet pelajaran bahwa Kalo dalam nyekripsi, terlalu idealis itu kurang bagus..

Sebenernya waktu itu gue pernah dikasih judul sama dosbing gue. Malah sampe dikasih dosbing dua saat itu juga pas. Terus juga sampe diwacanain buat disupervisi sama dosbing gue. Cuma waktu itu gue gak jadi ngambil judul itu. Bukan karena sombong atau sok-sokan ya, tapi gue emang gak ngerti sama sekali sama judul yang di kasih dosbing gue. Gue gak paham realisasinya gimana, konkretnya ntar ngapain aja, dan bentuknya bakal kayak apa. Makanya daripada gue ntar kesusahan sendiri, ya mending gak gue ambil. Skripsi itu sama kayak hidup. Sama-sama udah sulit. Makanya jangan dipersulit lagi..

……..

Dalam nyekripsi, kita akan selalu berkaitan dengan yang namanya dosen pembimbing. Dari awal sampe akhir. Entah kenapa posisi dosbing itu udah kayak di bawah Tuhan aja deh saking penting dan berkuasanya. Kalo diibaratkan dalam sebuah prosentase, dosbing memegang 95% dan 5% nya adalah mahasiswanya. Bisa jadi dalam suatu interaksi dosbing dan mahasiswanya terjalin sebuah simbiosis. Ada simbiosis mutualisme (saling menguntungkan satu sama lain), bisa jadi juga terjalin simbiosis komensalisme (satu diuntungkan, yang satu tidak dirugikan sama sekali). Dan sangat bisa terjadi juga, terjalin simbiosis parasitisme! Yang satu meraih untung, dan yang satu meraih buntung !

Makanya hati-hati kalo berhubungan sama dosbing. Salah dikit aja, bisa selesai dunia mahasiswa kita. Untungnya, gue dapet dosbing yang terbilang demokratis dan romantis. Gue sering ngerasa beruntung, karena dapet dosbing kayak dosbing gue ini. Ajegile baik banget deh dosbing ini. Dosbing gue ini bakal jadi panutan gue kalo suatu saat nanti gue jadi dosen. Pak har, dosbing gue, udah kayak rising star. Pak har udah jadi idola gue sekarang ! Pak, bagi seratus ribu dong ! (nah loh)

Tapi, kalo gue perhatiin, tiap dosbing tuh punya kesamaannya masing-masing. Sama-sama sulit dimengerti. Atau mungkin lebih tepatnya, agak susah dibaca pikirannya. Kalo nyinggung soal sesuatu yang sulit dimengerti, gue jadi inget ama makhluk bernama cewek deh. Yap bener. Cewek juga susah di mengerti. Apalagi pas PMS (pre-menstruasi). Uuh nyebelin banget deh. Gue pernah punya pengalaman ama temen gue, sebut aja dia anggrek. Jadi dia temen sebangku gue. Entah kenapa gue mikir kalo si anggrek ini kayaknya seorang manusia serigala deh. Soalnya dia liar banget pada periode-periode tertentu. Bukan. Bukan pas bulan purnama. Tapi tiap dia mau menstruasi. Padahal gue Cuma salah dikit doang, semisal gak sengaja nyoret baju dia. eh dia langsung nyakar-nyakarin gue. Kadang ngebejek buku gue. Kadang nyoret-nyoretin balik. Asli liar abis. Besoknya, dia minta maaf dengan gampangnya tanpa ngerasa salah sama sekali..

“maaf yaa yip, kemarin gue nyakar tangan lo.. maklum lagi PMS.. lo gak pernah ngerasain sih rasanya PMS !!!”

“maaf yaa yip, kemarin gue ngebejek-bejekin buku lo.. biasa lagi PMS”

“Maaf yaa yip, kemarin gue nyoret-nyoretin buku lo.. lagi PMS sih”

Begitu kata dia. seolah hal hal brutal yang dia lakuin ke gue itu suatu tindakan yang wajar wajar aja. Gue jadi kepikiran gimana kalo gue dicekek-cekek, ditusuk-tusuk sama  ama dia..

“maaf yaa yip, kemarin gue nyekek lo ampe mau mati.. maklum lagi pms”

“maaf yaa yip kemarin gue nusuk-nusuk lo pake piso.. maklum gue lagi pms”

Njir…

“gue tabok lo” kata gue dalem hati.

Gue jadi berimajinasi lagi, gimana kisahnya kalo terjadi pada pasangan cowok cewek. Pasti bakal begini kalo kejadiannya si cewek nyesel karena abis mutusin cowoknya dan pengen minta balikan..

“sayang, maaf yaah kemarin aku putusin kamu.. abis kamu nyebelin sih.. terus aku juga lagi PMS..”

“iya sayang aku ngerti kamu kok.. kita balikan lagi yaa” kata si cowok

Kalo kayak gini sih keliatan kalo cowoknya seorang penyabar. Tapi bulan depannya pas si cewek lagi PMS lagi, terjadi kejadian gini

“sayang maafin aku yaa.. kemarin aku nabrak nenek kamu di lampu merah sampe mati.. abis aku lagi PMS sih”

*hening*

*ceweknya langsung ditusuk-tusuk*

………..

Ada yang bilang kalo jatuh cinta adalah patah hati yang tertunda. Ada yang bilang juga kalo masa-masa paling indah dalam suatu percintaan adalah saat PDKT. Gue setuju sama dua pendapat diatas. PDKT itu emang paling enak. Benih benih cinta lagi subur-suburnya, rasa rasa penasaran selalu bergentayangan udah kayak arwah penasaran.. bang satenya bang.. (kok jadi susanna) , terus juga semua hal jadi selalu terlihat indah dimata, bagaikan foto pake kamera 360, bening banget. Terus getaran getaran hati selalu tersimpul indah begitu bersentuhan satu sama lain..

Gue jadi inget waktu gue PDKT ama cewek. Sebut aja lily. Kita sering bercanda kalo lagi jalan. Suka kengen-kangenan kalo lagi jauh. Suka ngata-ngatain kalo lagi bersama. Gue suka ngelawak di depan dia. dia suka ketawa ngakak denger banyolan gue. Kadang dia sampe nyentil gue saking gemesnya. Gue sentil balik.. terus dia bales mukul gue pelen.. gue bales mukul dia pelen.. dia bales mukul gue lagi.. gue pukul sekali lagi.. eh dia mukulin gue lagi.. akhirnya gue pukulin kepalanya terus gue jedot-jedotin ke tembok.. ternyata dia gak bales lagi.. begitu gue liat, eh kepalanya udah bocor..

Njir -_- kok jadi berantem sih…

Oke kembali ke topik.. menurut gue PDKT itu hampir sama kayak kehidupan mahasiswa. Ada PDKT yang bentar ada juga yang lama. Ada mahasiswa yang lulusnya cepet, ada juga mahasiswa yang lulusnya lama. Dalam PDKT rasa yang kita alamin pasti nano-nano. Seneng, sedih, lucu, unik, kecewa, diPHPin, diduain, bahagia, dll. Dalam bermahasiswa pun kita bakal ngalamin kejadian macem macem, dapet temen deket baru, jalan bareng ke tempat baru, dapet nilai C atau D, mendadak ada kuis di kelas, disukain junior, dikerjain senior, kena jebakan MLM dll. Nano nano juga rasanya.

Gak bakal ada yang namanya PDKT selamanya. PDKT pasti ada batasnya. Entah itu cepet atau lambat. Batas dari suatu PDKT pun hanya ada dua. Apakah berlanjut ke dalam sebuah hubungan, atau stop sampai disitu aja. Begitupula dengan mahasiswa. Gak bakal kita jadi mahasiswa selamanya. Kita pasti akan lulus. Kalopun enggak yaa paling kita drop out (DO). Ada batasnya kan?

“Kehidupan” setelah PDKT atau “kehidupan” setelah mahasiswa pun sama. Ya bener sama. Sama-sama memulai kembali dari nol lagi. Orang yang jadian begitu selesai PDKT, pasti akan memulai lembaran baru dalam hidupnya. Lembaran baru bersama kekasihnya. Pun dengan orang yang gagal dalam PDKT. Dia juga memulai lembaran baru. Lembaran baru dalam mencari peraduan kasih sayang lainnya. Begitu juga dengan mahasiswa. Setelah lulus, mahasiswa pun akan dihadapkan dengan lembaran barunya. Lembaran bernama masa depan.

Mahasiswa tingkat akhir kalo diibaratkan dalam suatu PDKT, bisa dibilang kayak fase fasenya akhir PDKT. Fase yang mendekati fase pengungkapan rasa. Fase dimana keberanian kita bener-bener diuji, fase dimana mental kita bener-bener dites, fase dimana sebuah rasa sedang berkecamuk hebat di dalam hati sana.. Tentu saja hanya kesiapan dan kematangan yang mampu meredam amukan gejolak itu.. Seperti halnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang nyekripsi.. inilah saat dimana seorang mahasiswa mempertanggungjawabkan semua yang ia lakukan semasa kuliah. Inilah saat dimana ketangguhan, intelektualitas, kecerdasan, kesabaran dan keberuntungan mahasiswa diuji.. tentu saja, sama halnya dengan PDKT, nyekripsi butuh kesiapan dan kematangan untuk mengatasinya.. seperti..

Kaki yang akan berjalan ke ruang dosen lebih sering dari biasanya..
Mata yang akan menatap ke layar pc lebih dari biasanya..
Tangan yang akan lebih sering ngetik lebih dari biasanya..
Leher yang sering nunduk ke arah buku atau referensi..
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari pertanyaan “kapan sidang?”
Serta mulut yang akan senantiasa nanya tentang revisian..
Ingat ! 5cm sebelum wisuda !

……..

Skripsi adalah saat dimana yang lo butuhin itu dukungan bukan tekanan..
Skripsi adalah saat diamana bilang “semangat ya skripsinya” lebih baik daripada bilang “udah sampe mana skripsinya?”
Skripsi adalah saat dimana bilang “aku usahain dateng ke sempro/semhas/sidang kamu” lebih baik daripada bilang ”kapan sempro/semhas/sidang?”
Skripsi adalah saat dimana kepercayaan lebih dibutuhkan daripada pertanyaan..
Skripsi bisa membuat seseorang yang tadinya seperti kucing menggemaskan menjadi singa yang mematikan..

(BC dari BBM)

………

Pada akhirnya skripsi hanya akan membawa kita kepada kelulusan. Tidak menjamin apa yang terjadi setelah kita lulus. Skripsi hanyalah sebuah tiket menuju gerbang kehidupan selanjutnya. Kamu baru boleh memasuki gerbang tersebut, begitu membeli atau memiliki tiket itu. Sedangkan tiket tersebut baru bisa di dapat, dengan menyelesaikan skripsi kita..

Ibarat sebuah buku, skripsi adalah halaman terakhir dari buku tersebut. Namun orang tidak akan menyimpulkan bagus atau tidaknya sebuah buku hanya dengan beberapa halaman saja. Termasuk hanya halaman terkahir.  Akan tetapi, halaman terakhir adalah klimaks dalam sebuah buku. Ending dalam cerita buku itu. Tentu saja, pembaca selalu senang kan jika ending dalam cerita buku tersebut berakhir dengan bahagia? Sama sepertiku yang selalu berharap bisa bahagia sama kamu.. iya kamu.. I love you ! *modus everywhere* *jones* *bakar aja kalo eneq*

Akan tetapi, keseluruhan isi buku itulah yang akan membawa buku tersebut sampai di hati para pembacanya. Keseluruhan isi buku lah yang akan membuat buku itu menjadi best seller atau tidak. Keseluruhan isi buku itulah yang akan membuat buku itu akan dicetak ulang beberapa kali..

Keseluruhan isi buku itulah yang akan membuat buku tersebut sukses di pasaran..

Begitu halnya dengan mahasiswa..

Bagaimana jadinya nanti ia setelah lulus, apa yang kamu lakukan selama kehidupan mahasiswamu lah yang akan menjawabnya.

……….

Gue udah sempet nyinggung diatas bahwa gak bakal ada yang namanya mahasiswa selamanya. Itu juga berarti gak bakal ada seorang pejuang skriptis selamanya. Beberapa hari yang lalu gue udah di yudisium, dan itu bisa dibilang, secara hukum gue udah bukan mahasiswa lagi. Udah bukan Pejuang Skriptis lagi. Makanya menurut gue inilah saat yang tepat untuk mengakhiri serial catetan Pejuang Skriptis. Gue gak ada pikiran untuk ngelanjutin cerita ini kayak sinetron cinta fitri yang sampe season 9. Gak bakal ada deh lagi nanti, Pejuang Skriptis Season 2.. season 3.. season 4 atau season in the sun sekalian.. ya karena emang menurut gue cerita ini udah selesai. Cukup sampe disini aja. Gue udah gak punya alesan buat ngelanjutin hubungan ini. Kita ini beda.. terlalu beda.. Selain itu, kamu juga terlalu baik buat aku.. makanya, kita putus aja yaa…

Njir.. kok malah jadi adegan putus sih !

Gue seneng ada beberapa adek kelas yang berencana pengen bikin cerita Pejuang Skriptis versi mereka sendiri. You rock guys ! gue tunggu cerita lo meenn.  Cerita satu selesai, cerita lain bermunculan.. GGS belum selesai, Manusia Harimau pun bermunculan.. GGS dan Manusia Harimau belum selesai, Bastian Steel Bukan Cowok Biasa pun bermunculan.. GGS, Manusia Harimau dan Bastian Steel belum selesai.. Cakep Cakep Sakti pun gak ketinggalan bermunculan juga.. Kayaknya bentar lagi akan bermunculan lagi hewan hewan lainnya, seperti Tampan-Tampan kampret, Manusia badak dan Gitartian Steel Bukan Homo Biasa.. Tunggu kedatangannya di layar televisi anda.. Pokoknya hilang satu tumbuh seribu.. pacar minta putus, yang penting gebetan ada seribu.. OOOUUUUU YYEEAAHHHH…

HIHIHIHIHIHIHI *ketawa setan*

…………

The End


#Onedayonepost #ODOPbatch5
Share:

Lulus Tepat Waktu atau Lulus di Waktu yang Tepat?




“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

(Pidato Wisuda Seorang Anak SMA Lulusan Terbaik SMA Terkemuka di Luar Negeri)

………

Hallo Pejuang Skriptis !!! Hallo juga Mantan Pejuang Skriptis !!! Dan Hallo Calon Para Pejuang Skriptis :3

Gak kerasa, serial Pejuang Skriptis ini udah nyampe part 10 ajah. Semenjak kemunculan part 1 nya pada tanggal 26 Agustus 2013 lalu, dan sekarang yang part 10, itu berarti catetan ini udah mau setahun aja. Waah bener-bener gak kerasa. Setahun tuh waktu yang panjang buat melakukan perubahan yee.. tapi kok gue gag berubah-berubah yee dari dulu.. masih berjuang dengan skripsi -__-. Oleh karena itu untuk memperingati hari jadinya yang pertama, gue pengen bikin notes yang spesial deh. Spesial pake telor terus karetnya dua. Okesip. Khusus part kali ini gue peruntukkan buat calon calon pejuang skriptis yang kayaknya udah pada mulai krasak-krusuk nih. Tenang-tenang.. adek adek.. disini om akan mencoba memberi wejangan untuk menjawab semua semua kegundahan yang mulai adek adek rasakan.. Okee Selamat Menikmati J

………

Zaman-zaman sekarang gini, orang cenderung lebih mementingkan eksistensi nya dibandingin hak dan kewajiban yang ada. Biarlah hidup boros, yang penting bisa terlihat wah. Biarlah ngutang kesana-kemari yang penting punya gadget. Biarlah terlihat keren, yaa padahal itu pake duit orang tuanya.. Realita realita kayak lagi ngetren di masa masa sekarang. Pokoknya eksis udah kayak kebutuhan primer deh. Yang harus kudu dan wajib untuk dilakukan. Gue pernah baca berita, ada orang yang jatuh ke tebing gara-gara dia foto selfie di pinggir tebing tersebut. Lha ini apa? Pengen eksis malah liwat. Ya buat apa??? Ini kan sama aja kayak mahasiswa akhir pengen sidang, tapi dia gag bikin skripsinya.. Ya buat apa? Apa yang mau disidangin kalo begitu?? Gag ada gunanya kan??? Bukan sarjana yang didapet, malah bencana yang diterima..

Nah rasa eksistensi tersebut biasa juga dirasain sama mahasiswa yang mau menuju ke tahapan tingkat akhir atau mahasiswa semester 7. Biasanya kalo di semester ini ada aja mahasiswa yang udah pada mulai nih rebut-ribut ngomongin skripsi, ada yang udah nyiapin judul, ada yang udah bikin bab 1-3, bahkan ada juga yang ngebet pengen seminar proposal, udah kayak seorang MLM yang baru nemuin calon downline potensialnya. Pokoknya ngebet banget deh buat nyekripsi. Orang-orang yang ngebet ngebet kayak gitu ya biasanya ada tipenya. Tipe pertama, tipe yang Emang tuh orang pinter banget, jadi yaa emang dia bisa dikatakan udah siap fisik, mental, psikis dan otak, kalo tipe kayak gini sih menurut gue ya bisa dimaklumin. Tipe yang kedua itu, tipe yang emang diminta dosennya buat cepet-cepet. Tipe kayak gini sih wajar wajar aja, asalkan emang si mahasiswa nya emang udah siap. Tiap orang kan beda karakteristiknya. Tapi tipe yang ini bisa bermasalah jika ada mahasiswanya yang belom siap. Ya FYI, dikejar kejar dosen itu gag enak loh.. bawaannya stress sendiri.. soalnya ya kitanya aja belum siap untuk memulainya.. bagaimana untuk meneruskannya? dan Tipe yang ketiga, ada tipe yang buat gaya gayaan aja atau eksis aja. Tipe yang kayak gini pasti ada. inilah tipe yang sebener-benernya kampret menurut gue. Biasanya orang kayak gini yaa buat pencitraan aja. Biar dibilang udah skripsian, biar dibilang udah tua, biar dibilang keren gitulah.. Padahal yaa biasanya dia sendiri belom siap buat skripsian.. ngerti skripsi aja gag.. Cuma yaa karena pengen eksis aja makanya dia nyekripsi..

Lha emang kayak gitu salah yip?

Salah atau bener itu sih relatif. Menurut gue, semester 7 itu semester yang genting. Kenapa gue bilang gitu, soalnya yaa semester inilah semester kita terakhir buat ngembangin diri. Makanya masih banyak yang lebih penting dari sekedar kata SKRIPSI. Banyak orang yang pro kontra mengenai pernyataan ini. Lebih baik mana, “Lulus tepat waktu atau lulus di waktu yang tepat?” jawabannya relatif. Tergantung orangnya. Yaa soalnya terkadang tepat waktu itulah waktu yang tepat dan waktu yang tepat itu adalah lulus tepat waktu. Tapi terkadang juga sebaliknya. Lulus tepat waktu itu bukanlah waktu yang tepat. Dan waktu yang tepat bukanlah lulus tepat waktu. Nah loh? Yaa semua kembali kepada yang bersangkutan.

Seringkali mahasiswa Cuma mikirin lulusnya aja. Yang penting skripsi cepet selesai, terus lulus. Padahal kelulusan bukanlah sebuah akhir. Tapi justru merupakan sebuah awal. Tau proses pemindahan tali toga saat diwisuda? Yaa itulah proses pelantikan kita menjadi seorang SARJANA.. Tapi sebenernya ada makna tersembunyi dari proses tersebut.. yaitu, kita bukan saja jadi seorang wisudawan, seorang sarjana.. tapi jangan lupakan saat itu juga kita sudah bisa dikatakan sebagai seorang PENGANGGURAN.. Inilah yang sering dilupakan sama mahasiswa.

Emang setelah lulus pasti langsung dapat kerjaan? Atau udah ada bayangan setelah lulus mau kerja dimana?

Kalo gue Tanya gitu, yaa pasti Cuma sedikit orang yang punya jawabannya. Hello men. Tahun 2013 yang lalu ada sekitar 600ribuan sarjana yang nganggur di Indonesia.. Masih mau nambahin lagi? Masih inget lulusan S-2 UI yang pengen disuntik mati gara gara dia gag punya duit karena gak kerja? Kebayang gag sih? Dia itu lulusan S-2.. dari UI.. wow.. yaa pasti banyak yang bilang gag mungkin seorang lulusan S-2 UI kayak gitu.. Yaa tapi itu udah ada contohnya.. Gak ada yang bisa menjamin kita agar masa depan kita bisa cerah.. kecuali diri kita sendiri..

Inilah yang sering dilupakan mahasiswa. Mikir lulusnya aja. Cuma sedikit yang mikir abis lulusnya mau kayak gimana. Malah ada yang baru mikir setelah dia lulus. Untuk yang mikir lulusanya aja, ada baiknya dikurangin dikit porsinya..

Lulusan sarjana itu bisa kerja jadi 4 tipe pekerjaan ini. Yang pertama tipe akademisi. Biasanya dia pengen jadi dosen/guru.  Modal buat dapetin pekerjaan ini yaaa jadi orang pinter dulu,  IPK nya tinggi tinggi. Pokoknya akademisi banget deh.  Tipe yang kedua tipe birokrasi. Tipe abdi Negara atau pegawai negeri sipil. Tahun 2014 ini diprediksi ada 2 jutaan orang yang daftar jadi CPNS. Nah loh. Tes CPNS ini sekarang kayak SNMPTN. Ada passing grade nya. Dan tiap formasi kuotanya gag banyak banyak. Sesuai kebutuhan aja. Pengen jadi PNS? Yaa Modal nya harus lulus tes CPNS dulu. Tipe yang ketiga, tipe wiraswasta. Entrepreneur. Pengusaha men. Gak sedikit mahasiswa yang bermimpi pengen jadi kayak Chairul Tanjung.. Dahlan Iskan.. Merry Riana.. Pengusaha pengusaha sukses di tanah air. Jadi pengusaha itu gak gampang. Butuh modal suatu keuletan, jaringan, inovasi dan uang. Pinter sih gag terlalu digunain. Tapi cerdas dan kreativitas yang paling utama. Dan tipe yang terakhir, ada tipe pekerja swasta.. yaahh kayak karyawan swasta gitu deh.. buka aja jobsdb.com atau karir.com disana banyak lowongan pekerjaan. Modalnya apa? IPK standard, Softskill dan pengalaman.

 Kalo diliat dari 4 tipe pekerjaan tersebut, kalian udah pada punya modal modal nya belom?

Makanya inilah kenapa gue bilang semester 7 itu semester yang genting. Soalnya inilah waktu kita yang paling pas untuk mengembangkan diri sebagai mahasiswa dan bersiap diri untuk bertarung di dunia pasca kampus. Untuk yang pengen jadi dosen atau guru, naikin terus IPK nya, pelajari dan kembangkan terus ilmu ilmu nya, kuasai “medan”nya.. untuk yang pengen jadi CPNS.. yaa mulai sekarang beli deh buku tes tes CPNS.. kerjain soal soalnya tiap hari.. latihan terus kerjain soal-soalnya.. Yaa inget aja dulu pas pengen tes PTN.. Butuh waktu 6-12 bulan kan buat latihan ngerjain soal soal buat sekedar lulus UN/SNMPTN/UMB/UM..  Begitu juga sama tes CPNS.. untuk yang pengen jadi wiraswasta.. dari sekarang mulai deh bikin perencanaan detail usahanya kayak gimana. Banyakin deh diskusi sama pengusaha pengusaha muda lainnya.. Baca baca buku marketing, branding, promosi, pelayanan dll.. bahkan kalo bisa udah mulai buka “warungnya” yaa meskipun masih kecil.. tapi seenggaknya itulah bukti keseriusan kita.. untuk yang pengen jadi pekerja swasta, yaa banyakin deh ngelatih softskillnya.. mulai dari public speakingnya, leadershipnya, manajemennya, bahasa inggrisnya.. sering sering deh ikut pelatihan pelatihan atau seminar seminar yang bisa nambah wawasan atau pengetahuan kita.. Soalnya perusahaan perusahaan lebih seneng nerima orang yang punya skill banyak.

Kalo masih nunggu besok besok yaa waktunya makin dikit.. semester 8 kita bakal susah buat mikirin hal hal lain selain skripsi. Skripsi itu suatu proses tahapan yang panjang yang bukan hanya melibatkan saya dengan dosbing.. tapi melibatkan banyak hal. Baik itu orang, tempat dan waktu. Yaa semester ini adalah semester dimana anda ingin menyerah dan nikah aja..

Masih inget sama pidato kelulusan siswa yang diatas? Nah itulah salah satu persoalan yang bakal kita hadapi nanti. Menurut gue, pelajar di Indonesia tuh seringkali terlalu nyaman dengan system yang ada saat ini. Cuma sedikit orang yang berani keluar dari comfort zone tersebut. Contohnya aja kuliah. Begitu masuk kuliah biasanya paradigma yang kita punya adalah bagaimana dapet IPK tinggi, lulus 3,5/4 tahun dan dapet kerja sesuai dengan jurusan. Ya ini kan udah terlalu biasa. Semua orang juga pasti mikirnya gitu. Tapi seringkali justru kita nyaman di zona tersebut.

Abis gue sidang, gue udah mulai ngelamar lamar kerja. Sejauh ini gue udah dapet 3 panggilan. Yang pertama gue gagal di psikotest, yang kedua gue gagal di interview HRD dan yang ketiga berhasil sampe di interview user. Cuma belom ketahuan hasilnya gimana. Satu pelajaran yang gue dapet. Nyari kerja tuh susah. Saingannya banyak banget. Tiap perusahaan pasti pengennya ngambil yang terbaik dari yang terbaik. Makanya jadi baik aja gak cukup. Kalo elo gak sesuai ama criteria yang diinginkan ya elo pasti gak bakal diterima. Dan yang sering dialamin ama mahasiswa. Biasanya kita Cuma skill ya di jurusan kita aja. Kalo kita di FKM yaa punyanya basic kesehatan.. kalo kita di psikologi, punyanya basic psikologi..  dan lain sebagainya.. Dan gara-gara itu jadinya kita Cuma bisa daftar ke lowongan pekerjaan yang sesuai ama jurusan kita aja. Nah itu. Sayang banget kan? Padahal ada jutaan lowongan pekerjaan disana. Tapi kenapa kita Cuma punya satu skill? Satu basic.. Inilah yang mungkin bisa jadi paradigma baru kalian untuk melangkah ke depan. Cobalah untuk menguasai bidang-bidang lain. Yaahh seenggaknya yang sesuai ama hobby kita.. kalo kita punya skill di sekretaris, nah tingkatkan skill tersebut, biar kalo ada loker sekretaris elu bisa apply. Kalo elu punya skill di pengembangan sumber daya manusia, nah terus kembangin dan belajar dan belajar. Biar nanti kalo ada lowongan Human Resources elu bisa apply dan pede sama diri lo sendiri.kalo punya skill di desain grafis nah kembangin terus, belajar terus.. berjarya terus.. itulah yang bakal membuat skill kita terus tumbuh dan berkembang..  Begitu juga bidang bidang lainnya. Sayang banget kuliah 4 tahun tapi Cuma sedikit ilmu atau skill yang bisa di dapet. Padahal konon katanya dunia pengetahuan itu di perguruan tinggi.

Skripsi itu bukan siapa yang paling cepat dan siapa yang paling lama.. gak sesederhana itu.. skripsi itu hanyalah sebuah karya mahasiswa di penghujung karir kemahasiswaannya. Memang karya ini bisa diperuntukkan untuk pertarungan dalam mencari pekerjaan.. tapi ini sebagai salah satunya aja.. bukan suatu syarat mutlak.. Ya esensi dari sebuah skripsi bukanlah sebuah kelulusan.. tapi bagaimana proses proses yang membawa kita kepada kelulusan tersebut.. itulah esensi yang sebenernya..

Sebagai penutup dari notes ini gue pengen ngasih pidato kelulusan juga nih.. kali ini dari gwen stacy di film Amazing Spiderman 2..

”Sangat lah mudah untuk bisa merasa dipenuhi dengan banyak harapan di hari yang indah seperti ini. Tapi juga akan hadir hari-hari gelap di depan kita, & itu adalah hari di mana kau telah merasa sendiri, & yg paling dibutuhkan di saat itu adalah harapan, tak peduli seberapa banyak kau telah kehilangan. Berjanjilah padaku, bahwa kau akan berpegang teguh pada harapan. Tetaplah hidup, kita harus lebih besar dari kesulitan kita. Harapanku padamu adalah menjadi pemberi harapan, orang2 butuh harapan bahkan saat gagal pun krn tdk ada cara lain yg lebih baik dari memberi harapan utk bisa tetap hidup. Seperti apa yg kita lihat di sini saat ini & kita sedang bersama didampingi semua orang2 pemberi harapan yang telah membantu mewujudkan seperti apa kita saat ini. Saya tahu bagaimana rasanya mengucapkan selamat tinggal, tapi kita akan membawa serta semua dari mereka sang pemberi harapan. Menjadi apa pun kita kelaknya, itu dalam rangka mengingatkan kepada diri kita tentang asal dari siapa diri kita sebenarnya, & itulah diri kita yg sesungguhnya dari para pemberi harapan. & kelak seperti mereka jugalah kita akan menjadi.
4 tahun kebersamaan denganmu, aku akan sangat merindukanmu.”
Gwen Stacy, The Amazing Spider-Man 2

Inilah intinya.. Teruslah untuk bermimpi.. Berusahalah dan berdoa untuk mimpi mimpi mu tersebut.. Ada yang bilang bermimpilah setinggi angkasa.. agar meskipun nanti kita jatuh,, kita jatuh diantara bintang-bintang..

Selamat datang di dunia mahasiswa tingkat akhir kawan J

Dunia mahasiswa tingkat akhir memang sungguh keras.. tapi.. dunia kerja jauh lebih kejam kawan…

Share:

Catatan Hati Seorang Mahasiswa




Banyak yang bilang kalo momen idul fitri adalah momen untuk memulai sesuatu dari awal lagi. Bahasa kerennya, “mulai dari nol” lagi yaa. Maksud mulai dari nol disini adalah bagaimana kita memaafkan segala kesalahan kesalahan kita yang lalu lalu dan memulai kembali di lembaran yang baru. Ibarat sebuah buku tulis, maka halaman yang masih kosong dan putih itulah halaman yang baru. Momen momen maaf-maafan ini seringkali dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkepentingan yang mempunyai tujuan terselubung. Salah satunya adalah seseorang yang ngucapin selamat idul fitri ke mantan pacarnya. Uuhhh ini orang bener bener pandai banget memanfaatkan momen deh. 

Soalnya, biasanya, dibalik ucapan idul fitri seorang mantan, pasti ada sedikit kode untuk berharap balikan/clbk di dalamnya. Serius deh. Apalagi kalo si orang tersebut pake bilang “kita mulai dari nol lagi yaaa”. Eett dah.. inikan bisa menimbulkan berbagai persepsi. Bisa aja si mantannya ngartiin kalo ini kode dari dia untuk memulai hubungan nya kembali . Atau bisa aja ini berarti kalo dia udah maafin semua kesalahan kita.. atau atau bisa juga ini berarti kalo dia masih sayang ama kita.. kan banyak kan jadi persepsinya? Dan itu sukses membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya kembali terkenang akan masa lalu nya.. Padahal arti sebenernya dari kalimat itu kan, ya saling memaafkan satu sama lain aja..  udah gitu aja.. jadi kita bisa kayak bayi baru lahir.. gag punya dosa.. its simple right?..

Tapi ngeliat modusan diatas gue jadi mendapat inspirasi dan tergerak untuk melakukannya juga. Tapi gue gag melakukannya ke mantan, tapi ke dosen pembimbing. Yeah dosen pembimbing. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kita dituntut untuk pandai pandainya memamfaatkan waktu dan momen. Dan momen idul fitri inilah momen yang saat berharga untuk mendapatkan restu dari dosen pembimbing. Mulai restu untuk sempro, penelitian, semhas, sidang, revisian, tanda tangan, dan lain lain. Gue termasuk orang yang memanfaatkan momen tersebut.

Pas idul fitri kemarin gue sms lebaran ke dosbing pertama gue dengan berbagai kode kode di dalamnya. Kalo seorang mantan kode nya itu tentang “ngajak balikan”, kalo seorang gebetan kodenya itu tentang “ngajak jadian, nah kalo mahasiswa lumatan kayak gue kodenya itu tentang “dilancarkan” yeah.. mahasiswa tingkat akhir pasti you know what I mean *ketawa setan*

Tapi entah kenapa seringkali apa yang kita harapkan gak sesuai sama realita yang ada. kayak fenomena supermoon kemarin. Orang-orang pasti pada berharap bulannya bakal kayak di kartun kartun gitu, bulannya gede banget. Indah. Cantik. Padahal realita yang ada, ya bulannya tetep aja segitu gitu aja. Gak jauh beda sama bulan biasanya.

Begitu juga yang terjadi sama gue. Gue sedikit berharap momen lebaran ini bisa menciptakan hal hal yang membahagiakan bagi gue. Bisa mulai dari nol lagi. Atau dalam artian, gue bisa memulai sesuatu yang baru di level kehidupan gue selanjutnya. Bukan sebagai mahasiswa lagi. Tapi sebagai orang yang siap kerja. Gitu maksudnya. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Lagi lagi dan lagi gue masih belom bis ajuga terlepas dari makhluk yang ngikutin gue mulu hamper setahunan ini. Si makhluk bernama skripsi. Begini ceritanya..

……………..

Ada dua tipe orang yang abis sidang skripsi. Tipe pertama itu bisa dibilang tipe “I feel free”. Ya sesuai namanya, tipe tipe yang begini biasanya udah gak bakal sulit sulit banget selanjutnya. Revisian sidangnya gak banyak, dosbing dan dosen pengujinya gak mempersulit, gampang ditemuin pula, terus Revisi sidang sekali udah langsung dapet tanda tangannya aja buat halaman pengesahan dan persetujuan. Pokoknya begitu dia selesai sidang, udah ngerasa free atau plong banget deh. Macam kayak cewek yang udah di PDKT-in ama gebetannya puluhan tahun dan akhirnya ditembak juga. 

Kayak kayak gitu deh rasanya.

Nah tipe yang kedua ini tipe kebalikannya. Bisa dibilang tipe ini tipe “aku rapopo”. Sebelum ama sesuadah sidang gak ada bedanya sama sekali. Tetep aja ngenes. Malah ada yang makin ngenes. Cirri cirri orang yang bertipe “aku rapopo” ini contohnya kayak, dia malah dapet revisian yang lebih banyak dari revisi-revisi sebelumnya, revisi berkali kali dulu baru dapet tanda tangan dari dosbing atau dosen pengujinya, terus dosbingnya susah banget ditemuin, ada juga yang dosennya mempersulit dan masih banyak lainnya. Orang orang yang tipe nya kayak gini rasa-rasanya tuh kayak seseorang yang udah PDKT lama banget terus pas nembak gebetannya eh malah ditolak, dan setelah ditolak, dia baru tau kalo gebetannya udah punya cowok plus selingkuhannya ada dua pula. Cowok dan selingkuhannya itu temennya sendiri. Uuhhmm complicated banget yak. udah jatoh, ke dalam lumpur, ketimpa tangga, gak ada yang nolongin, diketawain orang pula. Duuhhdeeekk.. #akurapopo

Diantara dua tipe diatas, gue termasuk orang dengan tipe yang kedua, tipe akurapopo. Gue sidang awal juli kemarin, dan sampe sekarang revisian gue belom selesai selesai. Aje gile. Udah sebulan lewat tapi gak kelar kelar juga. Padahal gue udah dapet tanda tangan dosen pembimbing dua dan dosen penguji. Cuma kurang tanda tangan dosbing satu aja. Gue udah janjian tiga kali ama bapaknya. Janjian yang pertama berakhir tragis karena bapaknya bilang “yudisium masih lama kan? udah ntar ntar aja dulu revisiannya”. Oke fix. Gue masih selow selow aja. Lanjut ke janjian yang kedua. Lagi lagi janjian yang kedua berakhir dengan tragis. Bapaknya bilang, “Lho arip kamu udah sidang kan? Mau ngapain? Mau revisi? Nanti nanti aja, tunggu temen-temen kamu yang lain sampe sidang dulu yaa” oke sip. Gue mulai frustasi. Saking frustasinya gue langsung mudik waktu itu.

Janjian yang ketiga baru kejadian beberapa hari yang lalu. Akhirnya gue berhasil konsul revisian dengan sukses. Tapi bukannya tanda tangan yang gue dapet, gue malah dapet revisian selanjutnya. Dan revisian ini, udah pernah gue dapet di revisian-revisian sebelumnya. Gue masih inget banget, pas seminar proposal gue dapet revisian soal tabel. Pas gue seminar hasil gue dapet revisian soal tabel dan cara baca tabel. Pas gue sidang gue dapet revisian soal format tabel dan pembahasannya. Dan pas revisian sidang ini, lagi lagi dan lagi gue dapet revisian soal tabel dan narasi tabel. INI APAAAAAAAAAAAAA??? Ini udah kayak iklan di tipi tipi pas lebaran aja, MULAI DARI NOL LAGI YAAAAA !!! #akurapopo.


Gue yang sebelum sidang sama sesudah sidang jadi gak ada bedanya sama sekali. Tetep aja bergelut sama revisi. Dulu temen-temen gue yang seminar hasilnya bareng am ague udah pada di wisuda semua kemarin, dan temen-temen yang waktu sidangnya barengan ama gue juga udah pada selesai semua urusan skripsinya. Tinggal gue doang nih sisa sisa peninggalan masa lalu yang masih ada sampe sekarang. Kalo dari cerita sejarah, mungkin gue udah kayak candi Borobudur kali yee, dibuatnya ribuan tahun yang lalu, tapi masih ada ajaa sampe sekarang -_- Kondisi gue sekarang ibarat sebuah pantun yang bunyinya kayak gini,

berakit-rakit kehulu berenang renang ketepian.. mantan udah pada ke penghulu, gue masih aja sendirian ~ duuhhdeekkk #akurapopo

Saat kita mengalami suatu kejadian apes, biasanya cenderung kita akan merasa sedih, kesel, gundah, dan galau.. tapi, semua perasaan itu akan hilang begitu aja jika kita ngeliat ada orang yang ternyata ngalamin kondisi yang sama kayak kita. Uuhh rasanya udah kayak ngeliat oase di padang pasir deh. Melegakan. Perasaan tersebut emang bener adanya. Abis gue konsul kemarin, gue bikin meme yang berisi tentang “katanya udah sidang, tapi kok masih revisi aja?” Dan gue kirim ke twitternya @yeahmahasiswa. Ternyata tweet meme gue tersebut di RT sama sang akun. Alhasil, jadi banyak orang-orang yang ngemention gue, dan rata-rata yang ngemention gue itu nasibnya sama kayak gue. Sama sama apes dan ngenes. Entah kenapa gue langsung seneng sendiri kemarin. Ternyata gue gak sendirian kayak gini !!! *ketawa setan* sambil *nangis di pojokan* #akurapopo

……………..

Gara-gara tweet tersebut gue jadi dapet motivasi baru. Gue jadi inget suatu obrolan  di sebuah acara, ada yang pernah bilang gini,

“kamu kuliah ambil jurusan apa?” kata si penanya

“ yeaahh ambil hikmah nya aja” kata si penjawab

Kejadian-kejadian yang dialami selama nyekripsi itu gag usah diambil pusing. Ya Meskipun emang memusingkan. Tapi diambil aja hikmahnya. Skripsi itu gampang kok. Iya gampang. KALO UDAH SELESAI ! *minta digebok* . Gue sekarang udah biasa aja. Udah gag mau dibawa pusing lagi. Daripada meratapi apa yang hilang dari kita, lebih baik mensyukuri apa yang kita punya saat ini. Mungkin bener kata temen gue, dosbing gue emang sayang banget sama gue. Sampe tiap konsul, nama gue mulu yang disebut sebut, pas temen gue semhas, malah gue yang banyak ditanyain, gue yang paling diinget dosbing. Pokoknya ayip ayip mulu deh. Kalo inget inget itu gue jadi mikir jangan-jangan, itu adalah sebuah kode dari dosbing untuk gue. Sebuah pesan rahasia. Kode biar gue terus belajar dan belajar sekaligus berbagi dengan temen-temen gue. Dan bener aja. Dari gue sidang ampe sekarang, saat gue membersamai temen-temen satu dosbing, gue emang lebih banyak dapet ilmu baru, konsep baru, pembahasan baru, teori baru bahkan TABEL BARU. IYA TABEL BARU. *tabel lagi tabel lagi* #akurapopo

Gue jadi inget satu quotes yang terkenal dari bob marley yang bunyinya gini:

“You say you love rain, but you use an umbrella to walk under it. You say you love sun, but you seek shelter when it is shining. You say you love wind, but when it comes you close your windows. So that's why I'm scared when you say you love me.” –Bob Marley-
Dari quotes diatas kita bisa menarik kesimpulan kalo Cinta itu relatif. Iya relatif. Meski konsep cinta itu adalah menerima, tapi pasti selalu ada hal hal yang tidak bisa kita terima. Itulah fungsinya saling melengkapi. Cinta soal bukan hanya soal apa yang kita dapat, tapi juga apa yang kita berikan. Bagaimana kita bisa harmoni dalam suatu perbedaan, itulah cinta yang sebenar-benarnya. Sama halnya dengan kebenaran. Kebenaran pun sifatnya relative. Tergantung teori mana yang kita gunakan. Ada teori yang mengatakan bahwa ini benar, tapi pasti ada teori lain yang mengatakan berbeda atau sebaliknya. Mungkin gue udah sidang. Udah lulus. Ya itu memang bener. Tapi apakah dengan gue udah sidang atau udah lulus gue emang udah menguasai ilmunya? Belum tentu. Itulah fungsinya belajar. Hidup bukan soal apa apa aja yang kita dapatkan, tapi bagaimana proses proses kita mendapatkan hal itulah yang lebih penting. So, nikmatilah segala proses yang membersamaimu dari kecil hingga di masa depan nanti..

…….

Lika-liku yang gue alamin selama mahasiswa tingkat akhir bikin gue jadi pengen untuk mengisahkannya dalam sebuah film tentang dunia mahasiswa suatu saat nanti. Film ini bener-bener nyeritain tentang sedalam-dalam nya kisah mahasiswa. Gue sih pengennya anak-anak SMA yang pada mau lulus atau anak anak sekolahan lainnya, pada diwajibin buat nonton film ini dulu.. yaah sekedar motivasi gitulah.. untuk jalan ceritanya sendiri, gue udah punya garis besarnya kayak gimana..

Jadi film ini menceritakan tentang kehidupan mahasiswa seorang cewek bernama hana.. ah kebagusan.. kita namain Anisa aja.. biar kekinian.. dia biasa dipanggil nica.. jadi nica adalah seorang mahasiswi perguruan tinggi X. dia datang dari barat ke timur untuk mencari kitab suci.. oke fix. Kok rada-rada mirip songokong yee. Kesehariannya nica adalah seorang jomblo yang sering galau tiap hari. suatu ketika dia lagi di taman dan ketemu cowok ganteng. Namanya bram. Akhirnya mereka jadian.

Nica punya temen. Namanya Karin. Jadi si karin ini orangnya jahat banget. Suka ngejahatin nica. Suka modusin si bram. Suka menghasut temen-temen nya nica. Suka juga bikin gosip yang gag bener tentang nica ke adek kelasnya nica. Alkisah pada suatu hari tibalah nica untuk mengerjakan sebuah skripsi. Sejak saat itu dia mulai sakit. Dia terserang syndrome mahasiswa tingkat akhir. Gejalanya tuh kanker. Kantong kering tiap abis ngeprint ratusan lembar draft, rambutnya mulai rontok sehelai demi sehelai kalo lagi pusing nyari referensi, suka mual mual gitu tiap dapet revisian, kadang juga muntah muntah gag jelas kalo liat temennya mulus ngerjain skripsinya. Muka nya juga suka pucet tiap abis bimbingan. Pokoknya gitu deh. Disaat nica lagi susah-susahnya gitu, si Karin malah makin menjadi jadi ngejahatin nicanya. Si nica pun jadi jarang dapet perhatian dari si bram gara gara perhatian si bram teralihkan oleh si Karin. Nica pun sedih.. Dia mulai mencurahkan isi hatinya ke dalam suatu tulisan dan dibikin novel. Ternyata tulisannya justru banyak yang suka. Dan pembaca tulisan nica, banyak yang nyemangatin nica buat selalu sabar dan tabah dalam menjalani kehidupannya ini. Namun, jangan salahkan bunda mengandung.. Ternyata banyaknya semangat yang didapat oleh nica gag sebanding dengan banyaknya penderitaan yang ia dapat. Tiap hari nica selalu dijahatin.. dan begitu seterusnya..

Gimana? Keren kan jalan ceritanya? Gue sengaja gag ngasih tau gimana endingnya biar kalian pada penasaran nantinya. Gue sendiri udah mikirin apa judul yang cocok buat film ini nantinya. Film yang bakal masuk box office dunia. Dan kalo dijadiin sinetron bakal ngalahin panjangnya tersanjung sama cinta fitri.. yaa judul film ini adalah..

“Catatan Hati Seorang Mahasiswa” #CHSM

……….


#Onedayonepost #ODOPbatch5
Share:

Disable Adblock