Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Saturday, 24 August 2019

Berlibur Sambil Belajar di Taman Buah Mekarsari


taman buah mekarsari


Berlibur ke tempat rekreasi berkonsep agrowisata kini bisa menjadi opsi pilihan yang tidak bisa dikesampingkan lagi. Apalagi bila dalam rangka liburan keluarga. Pasti cocok sekali. Disana kamu bisa berlibur dengan ditemani rindangnya tumbuhan yang mengelilingi sambil menikmati buah hasil petikan sendiri. Agrowisata merupakan aktivitas wisata yang melibatkan lahan pertanian, perkebunan atau fasilits lainnya seperti peternakan. Indonesia memiliki banyak sekali tempat wisata berkonsep agrowisata. Salah satu tempat rekreasi agrowisata yang dekat dengan Jakarta adalah di Taman Buah Mekarsari.

Taman Buah Mekarsari terletak di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol KM 3, Cileungsi, Kab. Bogor. Bila dari arah Jakarta, silakan melewati tol Jagorawi, lalu keluar di pintu tol Cibubur, kemudian arahkan kendaraan ke arah Cileungsi. Nah sekitar 13 km dari pintu tol, kamu akan menemukan Taman Buah Mekarsari di sebelah kanan jalan.

Jam operasionalnya sendiri cukup bersahabat, yakni untuk hari Senin-Jumat buka pukul 10.00 – 16.30, sedangkan untuk hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah buka dari jam 09.00 – 16.30. Harga tiketnya terjangkau yakni hanya Rp. 30.000 saja, baik untuk pengunjung dewasa maupun anak-anak. Bila kamu kesana dengan membawa kendaraan roda empat, maka akan dikenakan tambahan biaya sebesar Rp. 20.000.

Meskipun konsepnya agrowisata, namun wisata di Taman Buah Mekarsari tidak hanya seputar tumbuhan saja. Disana juga terdapat wahana permainan seperti banana boat, sepeda air, kano, angsa air, perahu naga , aqua bike hingga kolam pemancingan. Selain wisata air diatas, Taman Buah Mekarsari juga punya Water Kingdoms yang merupakan terbesar di Asia Tenggara.

Area Water Kingdoms terdapat boomerang slide, papan luncur yang cukup panjang dan kolam arus sepanjang 60 meter bernama Lazy River. Bila kamu tidak mau basah-basahan, tenang saja, di Taman Buah Mekarsari juga terdapat danau. Silakan berperahu di danau ini sambil menikmati pemandangan yang ada. Rasanya nikmat betul. Tak hanya itu, kamu pun bisa melihat pemandangan kota Bogor dari ketinggian melalui menara setinggi 30 meter yang ada disana

Namun yang paling mengasikkan di Taman Buah Mekarsari menurut saya adalah wisata kebun buahnya. Berkeliling kebun seluas itu bisa menjadi pengalaman yang mengasikkan. Bila musim panen tiba, pegunjung diperbolehkan unuk memetik langsung buah dari pohonnya lho. Makanya waktu terbaik untuk berkunjung kesini adalah saat musim panen. Kamu juga tak perlu takut kesasar atau kelelahan, karena disini sudah disediakan kereta wisata untuk menjelajah kebun-kebun.

Selain berwisata, Taman Buah Mekarsari juga bisa menjadi tempat belajar tumbuh-tumbuhan. Yang paling menarik adalah adanya laboratorium breeding yang didalamnya terdapat berbagai macam penyilangan beberapa tumbuhan sehingga didapat varietas baru dan lebih unggul dari tanaman aslinya. Laboratorium ini pasti akan membuat anak-anak tertarik.

Taman Buah Mekarsari juga terdapat tumbuhan-tumbuhan yang sekarang sudah langka dan sulit ditemukan. Anak-anak bisa belajar dunia flora disini. Beberapa hal tentang tanaman seperti pembibitan, penanggulangan hama, penumbuhan tanaman, semua bisa dipelajari disini. Makanya jangan sungkan untuk mengajak anak-anak untuk berwisata ke Taman Buah Mekarsari.

Tidak hanya untuk perorangan atau keluaga, Taman Buah Mekarsari juga memiliki fasilitas outbond untuk wisatawan yang datang rombongan. Wahana outbond yang ada antara lain flying fox, spider web, rumah pohon, paint ball, dan banyak wahana lainnya.

Bila kamu berasal dari luar kota dan berencana untuk menginap, tenang saja Taman Buah Mekarsari juga menyediakan beberapa penginapan yang bisa kamu coba. Harganya cukup terjangkau. Lokasinya ada  di dalam Taman Buah Mekarsari. Namun bila kamu ingin menginap di area sekitar lokasi juga tidak masalah, karena ada BATIQA hotel disana yang bisa kamu pilih dengan beragam fasilitas di dalamnya.

Jadi, tunggu apalagi ayo berlibur sambil belajar di Taman Buah Mekarsari.

Read More

Friday, 27 April 2018

Pengalaman Open Trip Pulau Harapan




Weekend kali ini saya mencoba mengeksplore wisata laut yang ada di Jakarta yaitu Pulau Seribu. Pulau seribu merupakan salah satu wilayah dari DKI Jakarta. Jika memakai kapal laut, jarak dari dermaga muara angke kesana bisa mencapai 1-3 jam. Mulai hits nya pariwisata belakangan ini, membuat pulau seribu menjadi destinasi wisata baru yang wajib di kunjungi. Dan ya, baik pantai, laut dan terumbu karang nya ternyata gak kalah cantiknya lho dengan yang ada di Bali, lombok atau di pantai-pantai selatan.

Untuk bisa ke pulau harapan, traveller bisa berangkat dari Pelabuhan Kali Adem, Pelabuhan Sunda Kelapa atau Dari Ancol.  Saya sendiri berangkat dari Kali Adem, Muara Angke. Untuk tiket masuk dermaganya sebesar 2000 rupiah, sedangkan harga tiket kapal nya untuk sekali berangkat ke pulau harapan yaitu sebesar 60ribu rupiah. Untungnya waktu itu saya mengikuti open trip, jadi segala kebutuhan untuk wisata, baik tiket, makan, tempat tinggal; dan destinasi wisatanya sudah diurus oleh pihak travel. Kita tinggal bawa kebutuhan pribadi aja.

Jujur aja, begitu sampai di Pulau Harapan, saya langsung terkagum-kagum dengan keindahan gugusan pulau disana. Saya sangat menyesal, 25 tahun tinggal di Jakarta, tapi baru sekarang pergi kesini. Ternyata Jakarta tidak hanya punya Mall loh. Tapi juga punya laut yang amazing sekali ini. Selama dua hari satu malam disana saya mengunjungi beberapa pulau yang memiliki keseruannya masing-masing. Apa saja hal seru itu, mari kita bedah satu-satu.

Snorkling di Pulau Macan
Agenda pertama dalam explore pulau harapan ini adalah snorkling. Pulau seribu selain dikenal dengan banyaknya gugusan pulau disana juga terkenal dengan terumbu karangnya yang indah. Lokasi snorkling kami ada di peraoran pulau macan. Lautnya cukup dangkal. 2-3 meter kira-kira dalamnya. Warna lautnya pun hijau tosca denga kejernihannya yang tiada tara. Saking jernihnya, kita bisa melihat ikan-ikan di laut dari atas kapal lho.

Terumbu karang disini masih sangat terjaga. Bentuknya warna-warni dan unik-unik. Selain itu, ikan laut pun berenang kesana kemari, tentu dengan warna yang begitu cantik. Jika traveller snorkling disini, jangan lupa membawa roti, soalnya dijamin ikan-ikan disana akan mengerubungi deh. Berenang bersama ikan-ikan bisa jadi pengalaman dahsyat yang tak tergantikan lho.

Uniknya Pulau Gosong
Pulau gosong memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pulau-pulau lainnya. Pulau ini tidak begitu luas dan hanya memiliki pasir di dalamnya. Tidak ada rumah, dermaga, ataupun pepohonan. Pulau ini bisa dikatakan padang pasirnya lautan. Karena sejauh mata memandang hanya ada pasir disana. Pasir putih dengan segala keindahannya. Pulau gosong sangatlah indah, karena pasirnya yang putih, lalu dikelilingi oleh beningnya air laut yang tosca  dan terumbu karang di dalamnya. Jika kita melihat laut di sekeliling Pulau Gosong dari atas kapal, maka teman-teman akan melihat betapa cantiknya terumbu karang disana dan ikan-ikan yang bermain kesana-kemari.

Menikmati Sunset di Pulau Bulat
Setelah capek berenang bersama ikan-ikan dan main air/pasir di pulau gosong, saya diajak untuk beristirahat sejenak di Pulau Bulat sembari menikmati Indomie rebus dan ditemani sunset yang begitu romantis. Pulau Bulat menawarkan spot pantai terbaik untuk melihat sunset. Di pantai nya pun sudah disediakan beberapa bangku taman yang langsung menghadap ke sunset begitu sore tiba. Duduk-duduk sambil bercengkrama dengan sahabat atau kekasih tentu menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan disana. Sayangnya pulau Bulat tidak termasuk pulau tidak berpenghuni. Padahal, ada beberapa bangunan disana, yang bisa dijadikan sarana meraup keuntungan, tapi pemilik bangunan tersebut sepertinya memiliki pemikiran lain dan berpikir lebih baik mengosongkan bangunan tersebut. Tapi, tenang aja, bagi yang lapar dan haus, disana ada satu warung kopi yang bakal menemani kamu kok.

Pulau Sepa yang Photogenik
Ah ini dia salah satu pulau favorit saya. Pulau ini terbagi menjadi dua wilayah, satu untuk ressort/cottage /restoran di pinggir laut dan sisanya adalah wilayah tak berpenghuni. Pulau ini cantiknya bukan main. Jika teman-teman ingin camping di laut, saya menyarankan untuk melakukan camping disini. Pantai nya sangat indah. Sangat sangat indah. Keindahan tersebut akan teman-teman rasakan begitu menginjak dermaga pulau. Hamparan hijau tosca lautan disertai terumbu karang dan banyaknya bulu babi di dalamnya akan menjadi hal pertama yang kamu lihat. Keindahan tersebut akan bertambah berkali lipat begitu melihat ke arah pantai yang dipenuhi oleh pasir putih. Saya yakin, banyak yang berpikir untuk membangun rumah disana, saking cantiknya tempat ini. Dermaga pulau sepa berupa jembatan yang agak menyerong ke laut. Mirip-mirip jembatan cinta-nya pulau Tidung. Dan ya, jembatan ini lah salah satu spot terbaik untuk berfoto-foto, karena memang instragrammable sekali.

Eksotisnya Pulau Perak
Setelah mabuk dengan cantiknya Pulau Sepa, saya makin dibuat mabuk kepayang lagi begitu sampai di pulau Perak. Aduhaaaaiiii. Subhanalllaaaaaaaaah. Sumpah, this is the most beautiful island i’ve ever seen.

Pulau perak termasuk pulau tak berpenghuni. Paling Cuma ada warung kopi aja disana. Cantiknya mirip dengan pulau Sepa. Bedanya, disini disediakan ayunan di pantai. Jadi traveller bisa berfoto di ayunan dengan background laut yang indah. Sesuai dengan namanya, pasir disini benar-benar putih bersih ke perak-perakan. Banyak nya pohon-pohon besar di pantai, membuat pesisir pantai menjadi teduh. Ada beberapa dahan pohon yang sengaja ditaro di pantai. Dahan tersebut bisa dijadikan tempat duduk. Duduk-duduk santai sambil melihat pemandangan laut disini benar-benar bikin menetramkan jiwa. Bikin sejuk. Dan menghilangkan stres yang ada.

Jika kamu punya waktu libur dua hari, saya merekomendasikan untuk berlibur ke pulau harapan, karena saya jamin, kamu pasti tidak akan menyesal. Malah kamu akan menyesal, kenapa hanya di pulau ini dua hari saja.

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #tantangan
Read More

Monday, 9 April 2018

Jelajah Nusantara bersama Skyscanner : Pengalaman Berpartisipasi di Tradisi Lubuk Larangan




Sebelum pariwisata menjadi hits di kalangan masyarakat Indonesia, saya sudah doyan traveling, bahkan sejak masih kecil. Berbekal dari keluarga saya yang memang senang jalan-jalan, hal tersebut seolah ikut menular kepada saya. Ada banyak Kota Besar yang pernah saya singgahi selama 25 tahun ini baik dalam keperluan liburan atau pekerjaan, mulai dari Kota Medan, Padang, Pekan Baru, Bandung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Selain kota-kota besar tersebut, ketika saya kuliah saya juga pernah menjelajahi kota kota/kabupaten di Jawa Tengah untuk berlibur atau sekedar menyelesaikan tugas kuliah seperti di Brebes, Tegal, Demak, Kudus, Pemalang, Pekalongan, Ungaran, Salatiga, Solo, Magelang, Gunung Kidul, Wonosobo, dan Purwokerto. Selain Jawa Tengah saya juga pernah mengunjungi Mandiling Natal di Sumatera Utara, Bukit Tinggi di Sumatera Barat, Brastagi yang dikenal sebagai “Puncak”nya Kota Medan, Payakumbuh, lalu ada Cikarang, Indramayu, dan Cirebon.

Bagi saya traveling sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi karena banyak manfaat yang bisa didapat.

Dari berbagai kota atau kabupaten yang pernah saya singgahi diatas ada beberapa tempat yang sangat membekas dihati. Tempat-tempat tersebut memiliki keunikannya masing-masing, seperti budaya nya yang epik, perjalanan kesananya yang berat dan keindahan tempatnya yang tidak ada duanya. Menurut saya, traveling tidak hanya sekedar berjalan-jalan saja tapi juga sebagai sarana kita untuk mengenal Indonesia sedikit lebih dekat.

Tempat yang paling membekas di hati itu adalah di Madina, Mandailing Natal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Waktu itu saya kesana dalam mengisi libur lebaran. Madina, terletak di Jalan Lintas Sumatera, 3 Jam perjalanan dari Bukit Tinggi dan 2 jam perjalanan dari Padang Sidempuan. Madina merupakan daerah yang dikelilingi oleh bukit dan hutan. Cuacanya juga dingin. Saking dinginnya, napas kita saja sampai mengeluarkan uap.  Di desa saya, Desa Tamiang namanya, benar-benar masih daerah pedesaan. Sebagian besar mata pencaharian warganya adalah bertani dan berkebun. Rumah-rumah di desa pun masih berupa rumah adat, dengan kayu/papan yang menjadi dinding dan lantai rumahnya. Selain itu, desa ini bertempat di sepanjang Jalan utama, Jalan Lintas Sumatera. Luas desanya pun tidak terlalu luas. Bentuknya memanjang mengikuti jalan, sekitar 100 meter. Rumah-rumah disini hanya ada di sisi kanan dan kiri jalan. Tidak berderet ke belakang. Tapi berderet ke samping. Jadi di belakang rumah, biasanya langsung berbatasan dengan hutan atau sawah atau bisa juga sungai. Tentu saja, sinyal telepon disini hampir tidak ada. Tapi yang paling bikin saya heboh adalah, semua rumah disini memakai antena parabola. Gokil.

Pemandangan Desa

Lokasi Desa di Sepanjang Jalan

Rumah Warga


Di Madina ada satu tradisi yang cukup unik, namanya Tradisi Lubuk Larangan. Lubuk Larangan adalah sebuah perayaan berupa acara menangkap ikan di sungai untuk warga desa. Acara ini hanya dilakukan setahun sekali dengan waktunya H+1 Lebaran. Dalam satu kecamatan, desa-desa akan bergilir melakukan acara Lubuk Larangan sesuai waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Di Madina, menangkap ikan di sungai pada hari-hari biasa tidak diperbolehkan karena berbagai alasan. Oleh karena itu ketika acara Lubuk Larangan, sungai-sungai pasti akan ramai sekali dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menangkap ikan.

Untuk bisa ikut dalam Lubuk Larangan, masyarakat harus mendaftar di balai desa. Tiket masuknya sendiri sebesar Rp. 50.000 dan berlaku untuk satu orang dengan satu jaring. Dalam menangkap ikan, masyarakat hanya diperbolehkan menggunakan jaring dan memakai tangan langsung. Selain itu waktu pelaksanaanya pun sudah ditentukan, yakni jam 9 pagi sampai selesai.

Dalam acara Lubuk Larangan kita akan berlomba dengan ratusan warga lainnya dalam menangkap ikan. Hasil tangkapan ikan, selain bisa dimakan juga bisa diperjualbelikan. Tentu saja dengan harga yang cukup mahal, karena ikan di sungai ini hanya bisa dinikmati setahun sekali. Makanya, banyak warga yang berambisi untuk menangkap ikan sebanyak-banyaknya.

Suasana Lubuk Larangan

Di sungai, posisi menentukan prestasi. Ada beberapa area sungai yang kaya akan ikannya. Area yang dipenuhi banyak ikan. Biasanya di daerah yang berbatuan dan beraliran deras. Besar ikan disini pun bermacam-macam, ada yang sebesar jari dan ada yang sampai sebesar telapak tangan orang dewasa.

Ketika menangkap ikan, saat menggunakan jaring, itulah bagian terbaiknya. Benar-benar pengalaman luar biasa. Untuk warga desa, hal tersebut adalah hal yang biasa bagi mereka, namun bagi saya yang dari kecil tinggal di perkotaan tentu saja merupakan hal yang keren banget. Ternyata ada teknik-teknik khusus ketika memakai jaring. Mulai dari teknik melempar dan menarik jaring. Saya sendiri mencoba beberapa kali menggunakannya, dan dari belasan kali lemparan, saya tidak mendapat ikan sama sekali, bahkan untuk ikan kecil sekalipun. Tapi begitu sepupu saya yang warga sana mencobanya, ia langsung mendapat ikan dalam lemparan pertama. Luar biasa.

Lubuk Larangan

Lubuk Larangan


Bagi sebagian besar orang, menangkap ikan di sungai mungkin hal yang mainstream. Tapi jika teman-teman melakukannya di Lubuk Larangan, maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang anti-mainstream, karena tradisi ini hanya ada di beberapa tempat di Indonesia. Sangat ekslusif. Selain itu, menangkap ikan di sungai yang air nya jernih dan di desa yang dikelilingi view bukit-bukit indah serta berlomba dengan warga lainnya, benar-benar satu pengalaman tak tergantikan. Jujur saja, sejak saat itu saya ingin ikut berpartisipasi lagi dalam tradisi ini jika ada kesempatan datang.

Salah Satu Moda Transportasi

Sayangnya waktu itu saya hanya sempat berada di Madina sekitar 4 hari. Lokasi tempatnya yang jauh dari kota, membuat saya terpaksa lebih cepat meninggalkan desa yang indah itu. Waktu itu saya mengambil flight dari Pekan Baru, makanya untuk menghindari dari keterlambatan, saya pulang lebih awal karena berencana ingin mampir dahulu di Payakumbuh dan Jembatan Kelok Sembilan yang terkenal itu. Dan benar, di jalan ternyata macet panjang berkilo-kilo meter karena dampak arus balik. Perjalanan yang harusnya 8 jam, menjadi 20 jam. Saya pun tertinggal pesawat. Padahal esok harinya saya sudah harus masuk kerja. Diantara kerumitan yang terjadi untungnya saya tertolong oleh Skyscanner, saya berhasil mendapatkan satu tiket pesawat garuda Indonesia di saat saat terakhir. Padahal waktu itu suasana arus balik lebaran, dimana kebanyakan tiket sudah pada sold out. Tapi Skyscanner benar-benar menjadi penolong saya kala itu. Saya baru sampai bandara jam 4 pagi, dan karena Skyscanner, saya berhasil mendapatkan tiket pesawat untuk flight jam 6 pagi hingga berhasil sampai Jakarta jam 8 pagi. Akhirnya saya tidak telat masuk kantor. Benar-benar pengalaman yang mendebarkan.

Oiya, Skyscanner menawarkan berbagai "produk" yang berkaitan dengan traveling, seperti Tiket Pesawat, Hotel dan Sewa Mobil. Semua hal tersebut sangat mudah diakses karena menggunakan website dan aplikasi di android dalam penggunaanya. Untuk di website teman-teman bisa langsung googling dengan keyword  Skyscanner, atau teman-teman bisa langsung mengetik www.skyscanner.co.id di browser favoritnya. Jika teman-teman menggunakan android, bisa langsung unduh aplikasinya yang bernama Skyscanner di google play, unduh saat ini juga lalu rasakan kemudahan-kemudahan yang didapat ketika memakainya. Cara menggunakannya aplikasi Skyscanner pun sangat simpel dan tidak ribet, apalagi situs dan aplikasi ini juga didukung oleh tampilan yang fresh, sehingga memudahkan penggunanya dalam memahami tools-tools yang ada.



Pada fitur penerbangan, teman-teman akan mendapatkan berbagai pilihan flight yang ada, tapi yang tidak kalah menariknya adalah, Skyscanner menyediakan promo untuk tiket pesawat garuda Indonesia setiap harinya. Tiket Pesawat Garuda Indonesia loh teman-teman. Siapa yang tidak tau betapa kerennya maskapai tersebut. Bagi yang ingin mendapatkannya, silakan pantengin terus halaman website Skyscanner, karena akan ada informasi untuk promo Tiket Pesawat Garuda Indonesia setiap harinya. Bagi saya ini adalah fitur yang sangat keren sekali, karena membantu saya dalam merencanakan liburan selanjutnya sekaligus menjaga dompet saya dari kekeringan.

Selain Fitur penerbangan, Skyscanner juga punya Fitur Hotel. Fitur ini tidak kalah canggihnya. Skyscanner menyediakan lebih dari  1.200.000 hotel, apartemen dan hostel untuk dipilih berdasarkan kebutuhan penggunanya. Selain itu ada diskon khusus buat teman-teman yang menggunakan ponsel ketika melakukan pemesanan. Gimana? Keren kan?

Untuk memudahkan pelanggannya, Skyscanner juga memberikan opsi pilihan terbaik untuk kita ketika akan mencari hotel yang cocok di daerah tertentu. Kita diberikan berbagai hotel pilihan dengan segala keunggulannya. Gimana? Mantap banget kan. Oiya saya juga terkadang melakukan traveling dengan backpacker, waktu itu saya terbantu dengan Skyscanner saat mencari hostel-hostel murah yang cocok dengan kebutuhan backpacker seperti saya, baik dari segi lokasi, fasilitas dan harga yang sangat terjangkau. Pas banget deh.

Melihat begitu banyaknya fungsi dari Skyscanner, untuk saya yang doyan traveling ini, Skyscanner  adalah guide terbaik yang pernah saya miliki.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner
#JelajahNusantaraSkyscanner

Read More

Sunday, 8 April 2018

One Day Trip Kabupaten Bogor




Long weekend kali ini kami isi dengan jalan-jalan di sekitar Bogor. Ada berbagai macam destinasi wisata di Bogor. Dari sekian banyak destinasi wisata disana, Kabupaten Bogor menyimpan banyak cerita dalam hal tempat wisata. Wisata paling terkenal di Bogor adalah Puncak. Puncak dengan segala ciri khasnya itu memiliki segudang tempat yang wajib untuk didatangi. Salah satunya adalah Kebun teh disana.

Kawasan Kebun Teh Puncak Pass masih menjadi primadona wisata di puncak. Suasana pegunungan ditambah view yang juara menjadikan tempat ini cocok untuk dijadikan tempat mengistirahatkan badan serta pikiran. Di puncak, ada banyak spot kebun teh yang dijadikan tempat wisata. Saat itu kami mencoba kebun teh dekat Telaga Warna. Jika ingin kesana, cukup searching di Google dengan keyword : Telaga Warna. Meskipun saat kesana banyak pohon teh sudah mulai tua dan beberapa ada yang mati, namun hal itu tidak menghentikan kami untuk berjalan-jalan dan menikmati alam. Kebun teh disini sungguh memiliki pemandangan yang luar biasa. Cantik sekali. Kami mendapatkan spot pemandangan yang sangat instragrammable. Suasana yang sejuk dan udara yang dingin semakin menambah ketentraman jiwa. Disini, kami bisa berfoto dengan berbagai latar pemandangan. Ada yang berlatar pemandangan gunung, ada yang berlatar hamparan hijau kebun teh, ada juga yang berlatar megahnya bukit-bukit yang berjejer, bahkan ada juga yang berlatar seperti di di puncak gunung.

Pemandangan indah ini mengingatkan saya ketika menghadiri acara teman di puncak dan menginap di Hotel Airy Cisarua. Selain Harganya yang terjangkau dan fasilitasnya yang ok banget, Hotel Airy juga menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Hamparan bukit dan gunung berdiri megah terlihat dari jendela kamar. Lalu ada juga kolam renang dengan view bukit yang tidak kalah indahnya. Sungguh sangat nyaman dan begitu instagrammable sekali. Selain itu, sekeliling mata memandang, maka teman-teman akan melihat pemandangan bukit berjejar rapi. Benar-benar pengalaman menginap di hotel yang tidak ada duanya. Sangat recommended.

www.airyrooms.com/hotel/airy-cisarua-raya-puncak-km-85-bogor

www.airyrooms.com/hotel/airy-cisarua-raya-puncak-km-85-bogor


Di kebun teh puncak juga menyediakan tempat untuk mencoba flying fox. Flying fox nya cukup menantang, karena dari satu bukit ke bukit lainnya, melewati hamparan kebun teh dibawahnya. Arena flying fox ini bisa dicoba sendiri, bisa juga berpasangan. Penasaran kan gimana rasanya berseluncur diantara dua bukit yang cukup tinggi? Cukup memacu adrenalin loh guys.

Terakhir, ada Telaga Warna. Telaga Warna sendiri adalah sebuah telaga ditengah tengah kawasan kebun teh. Mengapa disebut Telaga Warna karena, air di telaga ini bisa berubah-ubah warnanya menyesuaikan waktu. Saat kami kesana pada pukul 9 pagi, air nya bewarna hijau. Disini ada banyak monyet yang berkeliaran. Pengunjung pun dihimbau untuk menjaga barang bawaannya karena monyet-monyet ini suka iseng mengambil barang. Telaga warna puncak agak mirip dengan Telaga Warna Dieng, yang membedakannya hanya di luas telaga dan view pemandangannya saja.



Sayangnya, wisata di kebun teh ini masih tidak begitu jelas dengan tiket masuknya. Di tiap spot ada beberapa pos, yang ketika kita melewatinya kita diminta untuk membayar tiket masuk. Padahal jarak pos satu ke pos lainnya tidak begitu jauh dan ada di satu wilayah kebun teh. Ketidakjelasan tiket ini cukup menggangu bagi wisatawan yang baru pertama kali kesini. Sebaiknya pengelola wisata ini mengatur dengan jelas mengenai tiket wisata, agar lebih rapi dan sesuai serta terhindar dari kesan pungutan liar.

Setelah puas bermain di kebun teh, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Bunga Matahari, Cisarua. Taman Bunga Matahari adalah Wisata Taman Bunga. Kalau sebelumnya teman-teman dikelilingi kebun teh, maka disini teman-teman akan dipaparkan taman-taman indah dengan berbagai macam desain serta warna-warni bunganya yang cantik. Taman ini spot terbaik untuk teman-teman yang hobi posting di instagram. Kami sampai disana pukul 1 siang. Ada banyak pengunjung yang antri di pos pembelian tiket. Melihat antrian tersebut ditambah teriknya sinar matahari, kami pun membatalkan pergi kesana. Konsep tempatnya yang outdoor, membuat kita berpikir dua kali untuk ke dalam, soalnya kami pasti akan kepanasan.



Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Curug Cipamingkis. Lokasinya di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Perjalanan ke Curug Cipamingkis sungguh sangat berat. Kami melewati jalur alternatif dimana jalur tersebut masih berupa tanah bebatuan. Jalananya rusak parah. Rumah penduduk pun sangat jarang sekali. Padahal jika melihwat maps, jarak ke Curug Cipamingkis hanya 14 km dengan waktu tempuh normal sekitar setengah jam, tapi dengan kondisi jalur yang rusak parah seperti ini, waktu tempuh kami mencapai dua jam lebih. Untungnya perjalanan berat ini dibantu dengan pemandangan alam yang indah. Meskipun jalurnya rusak parah, jalur alternatif ini menawarkan begitu banyak keindahan alam. Ada hamparan sawah yang luas di lereng gunung, ada perbukitan hijau yang memanjakan mata, dan ada hutan-hutan yang terlihat masih alami.



Sesampainya di Curug Cipamingkis, kami langsung bergegas ke curugnya. Kami ingin segera berendam di curug sebagai pelampiasan akibat melewati jalur rusak berat tadi. Sebagai informasi, jarak parkiran mobil ke curugnya cukup jauh, sekitar 15 menit-30 menit perjalanan menanjak.

Curug Cipamingkis memiliki ketinggian curug sekitar 3 meter lebih. Lokasinya ditengah hutan cukup membuat kesan disini sangat alami. Meskipun pengunjungnya ramai, tapi kondisinya tertib. Ada banyak keluarga yang membawa anak-anak datang kesini. Hal ini membuktikan bahwa Curug Cipamingkis sudah menjadi wisata yang ramah untuk anak kecil. Dengan keramaian tersebut, area Curug bisa dibilang sempit. Kolam curugnya pun tidak begitu luas serta  dalamnya hanya sebetis saja. Hal ini diluar ekspektasi kami dimana kami mengharapkan bisa berendam disni. Alhasil kami pun hanya duduk di bebatuan saja, menimati suasana alam yang ditawarkan sambil berfoto-foto ria. Curugnya yang cukup tinggi memang menjadi primadona tersendiri. Untuk bisa foto disana, kami pun harus rela antri menunggu giliran. Selain itu dinginnya air sungai yang jernih itu, membuat kita betah berlama-lama disana. Sekedar merendamkan kaki disana pun sudah cukup sedikit melupakan berbagai persoalan hidup yang ada.




Bisa dibilang, Curug Cipamingkis sudah terkelola dengan baik sebagai tempat wisata. Ada lahan parkir yang luas, ada tempat makannya, ada mushola dengan toiletnya dan ada spot-spot untuk beristirahat. Jalan menuju curugnya pun mulus, ada petunjuk jalan yang jelas, tanahnya sudah dilapisi bebatuan agar tidak licin dan becek serta ada handrail di sisi jalannya yang sangat membantu dalam menjaga keseimbangan. Sayangnya, untuk jaringan internet disini tidak terlalu bagus, malah tidak terkenoneksi sama sekali. Tapi untuk orang yang ingin melupakan sejenak problematika hidup, hal itu justru sangat membantu sekali.

Setelah puas bermain air dan berfoto-foto, kami pun segera pulang karena waktu juga sudah mulai sore. Pengalaman One Day Trip kali ini sugguh sangat luar biasa. Kami pun tersadarkan bahwa Bogor bisa disebut sebagai Kota Wisata, karena ada banyak tempat wisata menarik disini dengan berbagai karakteristik serta keunggulannya masing-masing. Selain itu, wisata di Bogor tidak terkendala oleh waktu, #KapanAjaBisa, karena letak satu tempat wisata satu dengan lainnya cukup berdekatan. Contohnya adalah Curug Cipamingkis, ternyata di dekat sana ada banyak sekali curug-curug lainnya. Tentu saja curug-curug tersebut memiliki keunggulannya masing-masing. Saya pun sudah merencanakan waktu untuk berwisata kesana. Pengalaman wisata kali ini memberitahu saya bahwa wisata One Day Trip itu #KapanAjaBisa loh guys.


Read More

Monday, 19 August 2013

Monas Jakarta Carnaval




Jadi kemarin, 18 Agustus 2013, gue pergi ke Monas Jakarta Carnaval ama si Hana. Sebenernya, awalnya kita mau ketemuan di tebet, sekalian nongkrong, buat ngomongin sesuatu. Tapi tiba tiba kita memutar nahkoda, dan berangkat ke monas, pas ngeliat ada acara carnaval di monas hari itu.

Monas Jakarta Carnaval itu jadi acara kerjasamanya Kementerian Pariwisata dan dinas pariwisata Jakarta. Disini sebanyak 33 provinsi yang ada di Indonesia akan menampilkan budayanya masing-masing sambil “longmarch” keliling monas. Gilee.. gempor gempor deh itu kaki. Selain ada pawai budaya, disini juga ada panggung hiburan, pesta rakyat ama perlombaan-perlombaan.

Gue ama hana janjian di stasiun juanda awalnya, Cuma karena Commuter Line dari tanah abang ke juanda itu agak ribet, akhirnya kita ketemuan di monas aja. Akhirnya gue nyampe monas jam 15.00. ajegile monas rame banget. Inih isinya lautan manusia. Ribuan orang kali. Dan pas gue nyampe acara karnaval nya baru aja mulai. Gue pun sibuk foto foto. Abis foto foto bentar gue pergi nyari si hana yg katanya udah masuk lewat pintu dari gambir. Nyari satu orang di antara ribuan manusia ternyata susah banget yak. Gue sms, telpon buat nanyain posisi dia. Gue hamper ngeliatin semua orang yang lalu lalang disana, untuk mencari wanita bernama hana. Gw liatin dari ujung ke ujung.. dari mata ke mata.. dan dari hati ke hati orang orang yang ada di monas.. ternyata.. hana lagi makan ketoprak..


Kita makan dan ngobrol kira kira sejaman. Terus kita liatin pawainya. Disana ada ondel ondel lagi nari nari. Gue maintain si hana ama foto bareng ondel ondel. Gue jadi inget, waktu kecil , kira kira 3-5 tahun, gue takut banget ama ondel-ondel. Tiap ada ondel ondel dateng kerumah gue pasti gue nangis kejer. Kalo gag nangis kejer, gue pasti langsung kabur atau sembunyiin diri di dalam rumah. Lucunya, nyokap gue dulu tuh suka banget isengin gue.. tiap ada ondel ondel mau dateng, dia tiba-tiba ngegendong gue dan bawa gue kedepan ondel ondel. Wkwkwk. Gue Cuma bisa nangis waktu itu hahahah. Dan akhirnya gue bisa foto bareng ondel-ondel kemarin hahaha.


Di pawai kebudayaan, seperti yang udah gue jelasin diatas, jadi tiap provinsi nampilin budayanya, sambil jalan atau longmarch. Tiap provinsi sendiri ada 30an orang lebih. Dan mereka pakai pakaian adat dari provinsi mereka juga beserta alat alat kesenian dan budayanya.. kayak tarian.

Contohnya, Jakarta dengan kebaya dan ondel ondelnya.. ada jawa tengah dengan candi, tarian tarian solo, terus ada juga NTT yang bawa naga, ada juga banten dengan etnis cina nya yang bawa barongsai dan papua dengan orang-orang khas dan tarian khas nya.


Entah kenapa pas yang papua lewat gue seneng sendiri. Gue ngeliat banyak pak gerson disana. Gue yakin, kalo pak gerson gue taro disana, pasti gue gag bakal bisa bedain mereka. Haha. Orang-orang dari papua, menampilkan pakaian adat mereka dan alat alatnya sambil nyanyi nyanyi. Pokoknya keren deh.

Sekitar jam setengah 6 pawai pun berakhir. Sebelum pulang, gue ama hana foto-foto dulu ama peserta pawai tadi. Kita nyari yang unik unik. Yak dapetlah beberapa foto itu hehe.

Satu yang pasti, acara ini sebenernya keren. Banyak esensinya. Kalo gue udah punya keluarga nanti, gue bakal sering ngajakin keluarga gue buat dateng ke acara beginian. Soalnya acara ini menumbuhkan nasionalisme ke diri kita. Rasa akan cinta tanah air. Kita harusnya bangga dengan Indonesia. Indonesia bener-bener kaya akan budaya, sumber daya alam, bahasa, suku dll. Sesuatu yang menurut gue gag bisa semua Negara lain miliki. Dan harusnya kita cinta dengan itu semua..

ini beberap foto kita


Gue ama ondel-ondel


Hana ama mbak mbak lupa dari mana


Kita ama papua




Read More