Wednesday, 7 August 2019

Beberapa Cara Menghitung Usia Kehamilan Tanpa USG


cara menghitung usia kehamilan


Memiliki seorang momongan pastinya menjadi dambaan bagi setiap pasangan suami istri. Ya, terlebih bagi mereka yang baru saja menikah. Saat sedang hamil, sangat penting bagi para ibu hamil untuk mengetahui usia usia kehamilan janin dalam kandungan. Ada beberapa alasan penting, mengapa ibu hamil harus mengetahui usia janin selama kehamilan. Diantaranya adalah dapat memberikan asupan gizi yang dibutuhkan selama kehamilan untuk mendukung perkembangan janin, meperhatikan kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu hamil, mengetahui perkiraan lahir, dan mempersiapkan kebutuhan bayi. Salah satu cara agar kita dapat mengetahui usia kehamilan, yakni dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan, atau juga menggunakan kalkulator kehamilan. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini :

1. Kalkulator Kehamilan Online
Pada era yang serba digital seperti sekarang ini, bunda pun tidak perlu repot-repot lagi untuk memeriksakan diri ke dokter hanya untuk mengetahui usia kehamilan. Ya, hal tersebut bisa bunda lakukan dengan menggunakan kalkulator online, yang saat ini sudah banyak tersedia di Google Play Store. Lantas, bagaimanakah cara menghitungnya? Mengenai cara menghitungnya, bunda hanya perlu memasukkan tanggal, bulan, tahun hari pertama haid terakhir (HPHT), dan siklus haidnya. Jika sudah demikian, maka kalkulator kehamilan akan langsung menghitung secara otomatis dan akan memberitahukan usia kehamilan bunda.

2. Menggunakan Rumus Naegele (Perhitungan Kalender)
Selain menggunakan kalkulator kehamilan, bunda juga bisa menggunakan rumus naegele alias hitungan kalender. Dalam perhitungan tersebut, bunda harus mengetahui terlebih dahulu hari pertama haid terakhirnya. Adapun mengenai cara menghitungnya sebagai berikut -> tanggal HPHT + 7, bulan HPHT – 3, dan tahun HPHT + 1.
Contoh : HPHT 10 Oktober 208
HPHT adalah 10 + 7 = 17, bulan HPHT 10 – 3 = 7, dan tahun HPHT 2018 + 1 = 2019. Itu artinya, perkiraan lahirnya jatuh pada tanggal 17 Juli 2019. Apabila bulan HPHT tidak dapat dikurangi seperti Januari 1 – 3, maka bunda bisa menghitungnya dengan bulan HPHT + 9 tanpa harus menambahkan tahun.

3. Menggunakan Sistem Fundus Uteri
Fundus Uteri merupakan puncak rahim yang meninggi, seiring dengan perkembangan janin pada setiap usia kehamilan bunda. Hal tersebut merupakan cara menghitung usia kehamilan secara manual, yang dapat dilakukan dengan beberapa tahap seperti di bawah ini :
* Meraba puncak rahim yang terasa lebih menonjol pada bagian perut.
* Menghitung jarak dari tulang vagina sampai ke puncak rahim.
* Apabila jaraknya adalah 10 cm, maka usia kehamilan bunda adalah 10 minggu.

4. Mendeteksi Gerakan Janin
Cara mengihtung usia kehamilan berikutnya yang bisa bunda coba, yakni dengan mendeteksi gerakan janin. Akan tetapi, perhitungan yang berdasarkan gerakkan janin ini tidak 100 % akurat lho! Dalam hal ini, bunda hanya perlu merasakan gerakan janin dalam kandungan. Apabila janin dalam kandungannya terasa sudah bergerak, maka usia kehamilan bunda itu kira-kira sekitar 18 20 minggu. Bagi bunda yang sudah pernah hamil, bunda juga dapat merasakan gerakan janin sehingga usia kehamilannya diperkirakan sekitar 16 – 18 minggu. Kendati tidak 100 % akurat, namun tidak ada salahnya jika bunda menghitung dengan cara tersebut.
Itulah beberapa cara menghitung usia kehamilan tanpa USG, yang semoga saja bunda tertarik untuk mencobanya.



EmoticonEmoticon