Monday, 22 October 2012

Indonesia, Negeri Para Pelawak



Indonesia, Negeri Para Pelawak

Sejak dulu Indonesia terkenal dengan kekayaan sumber daya alam nya, keberagaman kebudayaannya, keramahan penduduknya, dll.  Mungkin nanti Indonesia akan dapat satu kepopuleran lagi, yaitu terkenal akan pelawak pelawak nya. Ah bukan mungkin lagi sepertinya, tapi sepertinya memang sudah mendapatkannya. Dan, Untuk beberapa waktu ke depan Indonesia tak perlu khawatir akan regenerasi pelawak pelawaknya, karena ternyata banyak orang orang yang berpotensi dan tinggal tunggu waktu aja sebelum “bakat” itu terungkap. Sudah ada beberapa pelawak pelawak baru yang terungkap jejaknya dan ini mungkin bisa membahayakan posisi sule cs sebagai pelawak terlucu dan terpopuler. Lucunya para pelawak ini tidak mengisi acara acara lawak yang sering ada di televise ataupun standup comedy yang sekarang lagi ngetren. Pelawak pelawak ini justru  lebih sering melawak di belakang panggung. Mau tau siapa pelawak pelawak baru ini? Silakan cek dibawah ini

1. Kasus korupsi bailout Bank Century
2. Suap cek pelawat pemilihan Deputi Senior BI
3. Kasus Nazaruddin sepeti wisma atlet dan hambalang
4. Kasus mafia pajak yang berkaitan dengan Gayus Tambunan dan jejaring mafia yang lain
5. Rekening gendut jenderal Polri
6. Suap program Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kemenakertrans
7. Korupsi hibah kereta api di Kemenhub
8. Korupsi pengadan solar home system (SHS) di Kementerian ESDM
9. Korupsi sektor kehutanan khususnya di Pelalawan Riau
10. Kasus mafia anggaran berdasar laporan Wa Ode Nurhayati
11. Kasus korupsi sektor migas dan tambang yang melibatkan Freeport Newmont dan Innospec 12. Korupsi penyelenggran ibadah haji yang melibatkan Kemenag
13. Korupsi dana bansos di Banten

Memang ada yang sudah terungkap dan ada pula yang belum terungkap, tapi sepertinya tinggal tunggu tanggal mainnya saja sebelum mereka mereka itu menampakkan dirinya, seperti yang saat ini sedang heboh heboh nya yaitu pelawak wanita teranyar yaitu “malinda Dee”.

Di tulisan ini, saya tidak akan menyoroti hal itu lebih jauh atau jauh lebih dalam, karena saya yang masih mahasiswa semester 3 ini belum terlalu banyak tau tentang kasus kasus lawakan di luar batas itu. Jadi saya lebih akan menyoroti ke bagian analisisnya saja.
Apa yang membuat mereka seperti itu? Siapa yang membuat mereka melakukan itu? Kapan mereka melakukannya? Dimana mereka melakukannya? Kenapa mereka melakukan hal itu dan bagaimana caranya?

Itulah pertanyaan pertanyaan mendasar yang mungkin dipikrkan orang saat tau kasus mereka. Kalau ditelisik lebih jauh, penyebab lahirnya pelawak pelawak ini mungkin karena system yang salah. Sebelumnya ku paparkan beberapa definisi system dari beberapa ahli.

Menurut LUDWIG VON BARTALANFY 
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

Menurut ANATOL RAPOROT Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

Menurut L. ACKOF
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Kenapa system?

Karena system lah yang mengatur, mengaitkan, dan menghubungkan suatu kumpulan perangkat satu sama lain. Kalau ada satu perangkat yang lepas atau putus maka akan rusaklah system itu. Contohnya system pada computer. Seperti yang kita tau computer memiliki tiga system yaitu, hardware, software dan brainware. Kalau satu perangkat dari hardware ada yang rusak maka akan mempengaruhi kinerja brainware, karena software dalam hardware itu menjadi  tak berfungsi. Kalau software tersebut rusak maka hardware dan brainware tak akan bisa bekerja sebelum software itu benar kembali. Dan kalo brainware nya yang rusak, siapa yang akan mengoperasikan hardware dan software itu? Itulah salah satu alasan pentingnya system, tapi menghukum orang salah karena system yang salah bisa dibilang tidak adil. Kenapa? Karena system dikatakan salah saat siapapun yang masuk ke dalam lingkaran itu akan menjadi bertingkah atau berperilaku serupa. Orang yang semula baik, jujur, membenci korupsi, tapi saat menjabat posisi itu, ternyata juga melakukan hal yan sama dengan pendahulunya maka bisa disebut bahwa tindakan itu adalah akibat dari system. Maka solusi yang terbaik adalah dengan merubah sisitem itu agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.

Memang apapun sistem yang berjalan,  dan juga budaya apapun yang sedang berkembang, seorang pemimpin  harus menjaga amanah sebaik-baiknya. Amanah adalah kunci keselamatan dan akan menjadi tangga untuk mendapatkan tahta derjad taqwa. Hanya saja memang hidup di dunia ini yang paling berat adalah menjaga amanah. Banyak pemimpin, birokrat, tokoh politik, pengusaha, pendidik, dan apa saja lagi lainnya, merasa sanggup menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya. Akan tetapi tanggung jawab  itu  ternyata  tidak selalu berhasil dijalankan, karena kurang amanah.

Ngomong ngomong soal system, saya ingin sedikit bercerita tentang system pemilihan peminatan yang ada di kampusku. Proses pemilihan peminatan pada thun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu diambil dari nilai mata kuliah peminatan yang akan dipilih, tapi kalu sekarang dengan cara yang amat sangat lucu dan membuat tertawa, yaitu dengan cara “dulu duluan” mendaftar. Setiap peminatan sendiri masing masing berisi 35 kuota kecuali 2 peminatan yang memiliki kuota melebihi 35. Lucunya system “dulu duluan” menggantungkan nasibnya dengan koneksi internet. Sama halnya dengan zaman jahiliyah, tapi menjadi, siapa yang koneksi internetnya paling kuat dia akan berhasil memilih peminatan yang dia ingini dan siapa yang koneksi internetnya paling lambat, dia harus terima apapun pilihannya meskipun dia tidak menginginkan pilihan itu.

Praktis, system ini mengundang banyak protes dari mahasiswanya. Jelas saja, logikanya, buat apa belajar serius selama ini untuk peminatan itu kalau sistem untuk menggapainya ditentukan oleh suatu koneksi internet dan ''dulu duluan'', yg ada adalah justru membatasi mimpi2 mahasiswa, mengubur semua impian mereka, jika mereka tidak mendapat peminatan sesuai dgn keinginan dan bakat mereka. Sistem ini juga memungkinkan ah bukan, tapi memang pasti menciptakan suatu ketidakadilan, apalagi kalau ada mahasiswa berprestasi yang tidak mendapat peminatan yang ia pilih padahal nilai nilainya sungguh mengagumkan..

Dimana logika dan nurani kalian..

Memang, selalu ada yg salah dengan negeri ini.. Semoga Allah menghapus sistem sistem ''Penzaliman'' seperti ini kedepannya, dan mahasiswa yg ''salah masuk kamar'' diberi ketabahan dan kekuatan..

Ah tidak terasa, dari pelawak menjadi peminatan, ini membuktikan kalau tulisan saya ini sudah harus diakhiri..
Read More

Cinta....






Catatan ini kudapat dari temanku yang bernama Meriya Damayanti saat ku sedang bingung waktu itu...

Cinta itu membuat sesuatu tampak lebih indah. Kenyataannya tidak selamanya, setidak-tidaknya yang terjadi pada diriku sekali ini. Cinta malah membuatku menjadi gusar, marah, sedih .. ah, yang pahit-pahit, lah ! Segala sesuatu yang seharusnya tampak berbunga-bunga, kini malahan menjadi kelabu.

Ini terjadi semenjak aku menganal seorang gadis teman kuliahku. Orangnya sederhana saja. Hanya saja, dari pengamatanku selama ini, aku melihat ia memiliki keistimewaan dan nilai lebih dibandingkan wanita lain yang pernah kutemui. Wajahnya yang teduh, cara berbicara yang lembut dan berwibawa, serta kepribadiannya yang menawan membuat aku terpana. Aku benar-benar mengaguminya dan kurasa aku telah jatuh cinta padanya.

Pernah sekali kucoba untuk berbicara serius dengan wanita idamanku itu. Tapi, setiap kali aku ingin menyusun kata-kata, di situ pula pikiranku menjadi buntu. Dan tampaknya ia memahami kesulitanku tadi. Akh ... entahlah, aku tak  tahu apa yang harus kuperbuat. Terkadang kucoba untuk melupakannya, namun semakin kucoba melupakannya aku malah semakin mengingatnya.

Sebenarnya bukan jatuh cinta yang membuatku jadi begitu. Sudah berulangkali aku mengalaminya dan tak satu pun yang membuatku gelisah. Tapi semuanya disebabkan oleh prinsip-prinsip yang selama ini aku pegang. Cinta tak selamanya harus memiliki. Cinta itu memberi tanpa harap menerima. Cinta itu hanya dapat dirasakan dan tak dapat dinyatakan. Semua itu adalah sebagian prinsip yang selama ini aku tegakkan setiap kali orang frustasi bertanya kepadaku tentang cinta. Tapi, ketika aku frustasi kini, tak satupum prinsip-prinsip itu dapat aku terima untuk mengobati hatiku yang malang ini.

Aku ingin menyatakan cintaku. Aku ingin memilihnya sebagai orang yang selalu mendampingiku di setiap suka dan duka.

"Pacaran itu dosa, lho!" ujar seorang teman yang kupercayai kredibilitas keagamaanya. Ucapan itu membuatku semakin gundah. Di satu sisi aku ingin memprotesnya, tapi di sisi lain aku sangat cinta kepada Islam yang selama ini aku perjuangkan, "Bukankah Allah-lah yang sepatutnya kita cintai ?" ujar temanku itu mengulangi perkataan yang dulu pernah aku lontarkan di setiap diskusi tentang iman. Itu membuatku malu pada diriku sendiri dan benci pada cinta ini.

Tak ada pilihan lain. Aku harus menemui Pak Kiai untuk menemukan jawaban yang tak kunjung kudapat. Masalah ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Kualngkahkan kakiku melintasi jalan setapak yang telah setahun tak pernah kuinjak. Sunyinya jalan itu membuat aku terus memikirkan yang telah terjadi.

Setiap belokan membuatku mendesah seraya menyesali diri. Tak adakah hal lain yang dapat kupikirkan selain cinta dan cinta ?

Sebenarnya aku sangat ngeri meminta nasihat dari Pak Kiai yang setiap perkataannya selalu membuat telingaku memerah. Kata-katanya tak pernah lembut, seringkali kasar dan tidak sopan. Tak peduli apakah yang datang kepadanya seorang pejabat, bandit, atau orang yang sedang susah. Ia selalu memuntahkan kata-kata dengan intonasi, kosakata, volume suara, dan koefisien kekasaran yang tak berbeda. Baginya semua manusia sama. Dia pun tak sungkan untuk diprotes meski oleh orang bergelimang dosa sekalipun. Mungkin hal itulah yang menyebabkan aku selalu menaruh kepercayaan yang besar akan keikhlasannya membimbing umat. Apalagi setiap kali aku berbicara kepadanya, selalu ada saja hal-hal baru yang dapat aku bawa pulang.

"Mau apa kau ke sini ?" tanya Pak Kiai memulai kebiasaanya: kasar.

"Aku sedang jatuh cinta, Pak Kiai!" jawabku langsung ke pokok permasalahan sebab aku tahu Pak Kiai tak suka basa-basi.

"Baguslah kalau begitu. Itu tandanya kau masih manusia."

"Tapi, Pak Kiai, aku jatuh cinta pada seorang wanita. Bagaimana itu Pak? Apa yang harus kulakukan?"

"Bayangkanlah kalau kau jatuh cinta pada seorang pria. Kenapa kau merasa gelisah sekali dengan mencintai seorang wanita? Apakah ia wanita yang nggak beres?"

"Oh, tidak! Dia wanita baik-baik. Baiiik sekali. Dia menjalankan agamanya dengan sepenuh hati. Dia cukup membatasi pergaulannya dengan setiap lelaki. Yah, itulah yang mungkin menjadi masalah padaku. Coba kalau dia itu wanita yang nggak beres, tentu masalahnya tak serumit ini."

"Kau bodoh. Seharusnya kau bahagia mencintai wanita seperti itu. Coba bayangkan kalau kau mencintai wanita slebor. Hatimu akan terus sibuk memikirkan setiap tingkah lakunya. Kau akan merasakan cemburu, sakit hati, membenci, dendam, bisa-bisa kau gila. Pikiranmu akan terus tersita dengan wanita seperti itu. Kapan lagi kau mau ingat Allah? Bukankah mencintai wanita yang sholeh membuatmu sadar untuk bertindak seperti orang yang kau cintai?"

"Benar, Pak! Lalu, apakah aku boleh berpacaran dengannya? Aku merasa tidak puas hanya dengan berteman dengannya. Perlu Pak Kiai ketahui bahwa banyak orang mengatakan bahwa pacaran itu haram karena dengan pacaran hati kita akan sibuk mengingat kekasih kita sehingga kita lalai dari mengingat Allah. Bagaimana pula kalau dengan pacaran malah mebuat kita semakin ingat dengan Allah?"

Pak Kiai diam sejenak. Dahinya yang hitam mengkerut seolah memikirkan sesuatu yang sangat berat. Matanya sesekali memandang ke arahku dengan tajam.

"Maaf Nak! Aku sudah tua. Banyak sekali hal-hal yang sudah aku lupakan. Tolong kau jelaskan kepadaku apa yang kau maksud dengan pacaran. Setahuku, kata itu belum pernah aku jumpai di kitab fikih manapun sehingga dapat ditentukan halal haramnya. Sudah kuingat-ingat pula segala ilmu tasawuf, juga kata itu tak kutemukan di sana. Berikanlah gambaran kepadaku tentang pacaran agar aku dapat menentukan hukumnya!"

"Begini, Pak! Pacaran itu diawali dengan suatu perjanjian untuk saling mengenal satu sama lainnya, terus dari kenalan tadi diharapkan masing-masing pihak dapat saling memahami pasangannya, terus ...", tiba-tiba saja aku merasa buntu. Aku coba mencari penjelasan yang tepat tentang pacaran, tapi aku tak tahu. Ternyata, pacaran yang selama ini aku inginkan tak pernah kutahu apa maknanya.

Melihat yang ditanya kebingungan, Pak Kiai coba membantu, "Apa saja yang dilakukan orang ketika pacaran?"

"Banyak, Pak! Ada yang ngobrol-ngobrol kadang tak tentu arah, sering-sering menelpon pacarnya, ada yang suka pergi berdua-duaan dan ... yah begitulah. Pak Kiai saya kira juga tahu. Tapi, tunggu dulu Pak Kiai, yang akan kulakukan bukan seperti itu. Aku akan membicarakan dengannya masalah agama, saling menjaga diri dengan saling mengingatkan bila berbuat khilaf, pokoknya yang Islami-lah Pak," sahutku.

"Ooh, begitu. Lalu apa bedanya dengan berteman? Kau kira kau tidak punya kewajiban seperti itu terhadap seorang teman? Kau kira kepada teman kau boleh berlaku tak Islami?"

"Coba aku tanyakan kepadamu, apakah kekuatan perjanjian itu sehingga tak dapat memisahkan pemilikan satu dengan lainnya? Apakah kau mengatasnamakan Allah dalam perjanjian tadi? Mengapa tak sekalian nikah saja? Khan dengan nikah kau bahkan lebih leluasa lagi. Tak seorang laki-laki pun berhak memiliki seorang wanita tanpa melalui nikah. Bahkan ayahnya sendiri yang membesarkan dan memberi makan serta pendidikan kepadanya. Sampai-sampai si ayah pun tak berhak memaksa anak wanitanya menikahi pria yang bukan pilihan sang anak. Itulah yang Islami!"" ucap Pak Kiai dengan cepat bagai rentetan peluru.

"Lalu apa yang sudah kau berikan padanya sampai-sampai kau ingin memilikinya? Lebih baik kau tunjukkan rasa cintamu dengan tanggung jawab sebagai seorang sahabat yang Islami. Biarkan cinta bersemi dalam hatimu karena itu anugerah Allah yang harus kau syukuri, bukan ingkari. Cinta itu amanat Allah, maka jangan kau khianati. Pacaran yang kau maksud sebenarnya hanya kata tanpa makna yang akan menjerumuskan orang pada penghalalan zina dalam dirinya. Kau mungkin sakit hati mendengar perkataanku ini, tapi apa artinya menyenangkan hatimu kalau yang kusampaikan itu akan menjerumuskanmu dan membuatmu menyesal kelak."

Aku terdiam tak tahu harus berkata apa. Kurasakan lidahku kelu untuk mengucapkan sesuatu.

"Sudahlah, kalau kau ingin pacaran juga, silakan saja, aku tak berhak memaksa. Aku hanya ingin kau berpikiran dewasa dan tidak menghabiskan waktumu untuk sesuatu yang kau sendiri tak tahu manfaatnya."
Read More

Chapter 26 - Dari sinilah semua berawal..






Gag kerasa udah berbulan bulan lamanya gue gag ngepost lagi chapter chapter gue. Kalo dia bisa ngomong, mungkin gue udah dilaporin kali ke KUA (loh??? Emang mau nikah?). Sorry,, maksudnya kak seto. Jangan Tanya kenapa. Soalnya gue gag bakal ngasih tau kalo alasannya gue vakum tu karena gue sekarang udah mulai sibuk. Secara gitu gue ini mahasiswa. Sibuk apa? Kesibukan gue hampir sama lah sama kesibukan mahasiswa mahasiswa lainnya, kayak sibuk tidur, sibuk makan, sibuk berdiskusi,berfragmentasi (emang dikira tape), bermeditasi, berkasi (itu bekasi), berorganisasi, bersosialisasi, berargumentasi, berfluktualisasi bahkan berdifusi.. yang terakhir kayaknya gag nyambung yaa? Tapi gag apa apa lah, yang penting kerenn. Oiya ngomong2 berfluktualisasi itu apa sih?

Pertama tama gue mau minta maaf dulu nih karena disini gue pake kata “gue dan lo”. Rasanya kurang sopan sih tapi gue juga susah meninggalkan kata kata itu. Susah banget deh emang ngerubah suatu kebiasaan. Tapi untuk ke depannya gue bakal mencoba untuk berubah. Mungkin gag bakal cepat, soalnya perubahan itu sendiri ialah suatu proses dan proses itu berkaitan dengan waktu. Dan waktu, adalah obat paling bagus untuk melupakan dan melakukan perubahan. Kita bisa liat Galileo galilei. Butuh waktu kan dia sebelum dia mengumumkan bahwa matahari lah pusat tata surya kita. Atau contoh yang paling jelas, yaitu teori evolusi!!! Perhatiin deh film pokemon, pokemon pokemon itu gag langsung kan berevolusi. Mereka menunggu suatu momentum yang tepat untuk berevolusi (yes, keluar kata kata mahasiswa gue) Tapi Kalo udah ngomongin waktu, udah pasti juga berhubungan ama jam. Biar kita gag salah waktu, lebih baik kita beli jam yang agak bagus dan disupport juga ama batere yang tahan lama. Jam jam kayak gitu bisa didapat ko di toka toko jam kesayangan anda.
Bingung? Pasti bingung. Gue juga bingung kenapa bisa nyambung2 ke toko jam, padahal kita lagi ngomongin perubahan. Hedehhhh..
Ini adalah catetan catetan harian gue, biasa gue post di fb dari semenjak gue ababil bin labil selabil labilnya. Yak bener, dari zaman yang kata orang tu masa yang paling indah, yaitu… zaman SMA.. Tapi gue gag setuju tuh kalo dibilang masa paling indah. Soalnya.. tiada masa paling indah, selain kisah kasih di sekolah (kok jadi nyanyi)..
kalo penasaran ama ceritanya bisa diliat langsung di notes fb gue..
Di chapter kali ini gue pengen cerita tentang departemen dari organisasi yang gue ikutin di kampus. Yaitu… BSO Mentoring..
Liburan semester satu waktu itu gue lalui dengan indah di rumah. Saat itu Di pagi yang cerah, saat matahari mulai menampakkan pesona keindahannya, burung burung berkicau dengan riangnya, angin berhembus dengan lembutnya bersamaan dengan ranting ranting pohon yang seolah sedang menari nari dan diiringi oleh desiran ombak yang menggebu gebu (padahal gag ada laut di rumah gue), tiba tiba ada sms masuk ke handphone gue. No nya gag gue kenal, dan isi smsnya berisi suatu taujih.
Besoknya no itu sms gue lagi dan berisi sms taujih juga. Hal ini berlangsung selama 3 hari. Trus no itu sms gue, nanyain kapan gue balik ke semarang,,
Apa? Siapa ini? Diliat dari smsnya yang berisi taujih taujih itu, sepertinya orang yang sms gue ini lagi kangen kangennya ama gue (gag nyambung yaa? Haha) atau jangan jangan dia…
kekasih gelapku…
ehh bukaannnn.. maksudnya..

PENGAGUM BERATKU!!!!!!

bagai air di daun talas, Air beriak tanda tak dalam, tak ada gading yang tak retak, berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian, dan bagai menegakkan benang basah.. gue langsung bales sms itu..
“ini siapa?” (dengan gaya cool)
Beberapa menit kemudian dateng balesannya.
“Nyndia Rizki Novita, Kadept BSO Mentoring”
Sunyi…
Gue gag kenal orang yang namanya Nyndia ini, ngeliat aja belum, atau gue pernah ngeliat Cuma gue gag tau kalo dia yang namanya Nyndia. Gue mencoba menerka nerka. Jiwa detektif gue keluar waktu itu. Dia anak gamais, berarti dia pake kerudung dan wajahnya alim alim gitu.
Itu analisa pertama gue. Berarti tinggal nyari orang kayak gitu kan? Engga. soalnya 7 dari 10 akhwat atau sekitar 70% akhwat di FKM tu pake kerudung dan 2 dari 10 mahasiswa atau sekitar 20% mahasiswa di FKM adalah ikhwan. Bener gaa bisa kan? (gag nyambung lebih tepatnya, apa hubungannya berkerudung ama laki laki).
kalo datanya masih segini, masih belum cukup, maka dari itu gue mencari kemungkinan kemungkinan lainnya. Gue ngeliat nama dia. Nyndia Rizki Novita. Nyndia itu nama yang cewek banget, nah sedangkan rizki, nama yang rata rata ada pada cowok. Dan novita, kemungkinan dia lahir bulan November. Jadi clue kedua tu.Akhwat yang ke ikhwan ikhwanan yang lahir di bulan November.
Belum. Belum cukup kalo informasinya masih segini. Gue nyari lagi kemungkinan lain lagi. Gue mulai nyoba bermain dengan angka. Klo namanya dijadiin angka dan dijumlahkan maka akan begini:
14+25+14+4+9+1+18+9+26+11+9+14+15+22+9+20+1 = 221
Hasilnya kalo di jumlahin maka
2+2+1 = 5
Itu dia. Jadi clue ketiga tuberarti angka 5. Dia suka angka 5 atau berhubungan dengan angka 5.
Sabar sabar. Tinggal dikit lagi nih biar semua terungkap. Gue berpikir lebih keras. Gue mulai berpikir dengan permainan kata.
Nyndia Rizki Novita. Gue inget gue punya temen waktu kecil, namanya rizki ama novita. Persamaan mereka berdua tu sama sama dari jawa barat. Dan Nyndia, kalo dijadiin angka dan di jumlahin maka akan tercipta hasil 67. Dan 6 kalo dijumlahin dengan 7 maka hasilnya 13.. dan 13 kalo dihurufkan maka akan menjadi huruf M. berarti intinya nama kota yang depannya huruf M di jawa barat. gue mulai berpikir lagi, soalnya kan banyak yang depannya M, kayak majenang, majalengka, masikmalaya, marut, mianjur, mandung, mukabumi, muningan, mubang, mumedang dan lain lain. Gue teringat ama clue no 3 diatas. Gue coba masukin huruf 5 interval sesudah dan sebelum huruf M, kalo sesudah ada, N,O,P,Q,R. kalo sebelum ada huruf H,I,J,K,L . nah kalo diperhatiin dengan seksama kota yang paling nyambung dengan huruf huruf itu adalah…

TEGAL!!!

Upps salah maksud gue,

MAJALENGKA!!!!

Jadi kesimpulannya adalah, akhwat berkerudung dengan wajah alim yang agak ke ikhwan ikhwanan, lahir di bulan November trus berhubungan dengan angka 5 dan dia berasal dari MAJALENGKA jawa barat.
Misteri terpecahkan..
….
….
Gue udah di depan wisma MQ, rencananya hari itu ada rapat perdana BSO Mentoring. Disitu gue cowok sendirian, temen gue si marshal ama anwar gag bisa dateng soalnya mereka masih di rumah.
“masuk aja dek” kata seseorang di balik pintu.
Gue pun masuk di ruang tamunya. Di situ ada gorden yang membatasi. Jadi itu seolah dinding. Awalnya gue gag ngerti kenapa ada itu disitu.
“yuk dek rapat dimulai. Kmu tilawah sama mc nya yak” kata suara di balik gorden itu.
APA INI? SIAPA YANG NGOMONG DISANA? SEDANG APA GUE DISINI? INI LAGI MAU NGAPAIN SIH?
Gue shock..
Jujur aja, gue bingung waktu itu disana, baru pertama kali gue rapat kayak gini. Ini sama aja gue ngomong sama gorden. Gordeng yang bisa bicara. Apa kata nyokap gue ntar kalo gue bilang, “ma barusan arip ngomong ama gorden. Gordennya bisa ngomong”. Sukses dibawa ke psikiater kali yak gue saat itu juga.
Perasaan gue berkecamuk. Ingin ku lari sekencang kencangnya. Tanpa menoleh atau berhenti sekalipun. Melompati semua yang ada. Tak terkecuali jurang ataupun gunung. Meski badai menghadang. Petir menyambar. Aku tak kan ragu untuk terus menerjang. Walau ada api besar di depan.. yang menghanguskan semuanya.. aku juga takkan ragu untuk bilang.. tolong.. tolong.. kebakaran.. kebakaran.. #curhatangagal
Gue bener bener shock. Ngomong ngmong bener gag sih tulisan shock kayak gitu? Aha gag penting. Gue bener bener shock. Gue mikir yang aneh aneh saat itu. Bagaimana kalo gue ntar lagi ngomong, lagi mengeluarkan semua ide ide kreatif nan dinamis gue, gue ditinggalin begitu aja? Kan gue gag bakal tau, wong ketutup gitu. Bagaimanana kalo ada “sesuatu” yang tiba tiba muncul dari gorden itu? Kalo di film film horror kan sering ada scene kayak gitu. Trus bagaimana kalo ada warga yang lewat disitu, pas gue lagi ngomong? Kan bisa menimbul kan salah paham yang teramat besar. Warga itu pasti akan beranggapan kalo gue lagi ngomong ama gorden!! Dan artinya itu.. gue.. gila… !!! Tapi ini nih yang paling gue takutin, bagaimana kalo pas saat itu tiba tiba gue ngeliat layangan putus??!!!
“tak kenal maka ta’aruf nih, yuk sebelumnya kita kenalin diri masing masing dulu sama amanah amanahnya. Nama mbak, nyndia, asalnya dari majalengka” kata suara orang yang posisinya di sebelah kiri membangunkan gue dari lamunan gue.
Baru deh, yuniva, laila, arti ngenalin diri.
Pas abis kenalin diri gitu, shock gue sedikit berkurang. Soalnya di situ ada laila. Jujur aja, Cuma laila yang gue kenal. Dia itu temen sekelompok LKMMPD gue. Yuniva pun gue gag begitu kenal, soalnya gue masih labil dalam membedakan dia dengan warsih. Kalo arti? Artinya diem..
Di rapat saat itu, gue seringan diem. Paling Cuma ngomong, “iya mbak” atau “engga mbak” atau lebih sederhana lagi “hehe”. Makanya itu pas rapat waktu itu mereka sering ketawa karena ke saltingan diri gue.. gue juga waktu itu masih anak baik baik. Belum bertransformasi jadi diri gue yang sekarang.
tapi kalo di ingat ingat, rapat waktu itu kalo dibandingin dengan rapat rapat kita sekarang, bisa 180 derajat perubahannya..
entah apa penyebabnya..
wallohu alam..
To be continued..
Read More

Chapter 25 – LKMM PD HARI KE-2





Hemm akhirnya impian gue terkabul juga, bisa ngepost chapter 2 kali dalem sebulan (apasih gag penting banget wkwkwk). yeah kenapa gue seneng, soalnya sekarang gue udah mulai berubah dari kunang kunang (kuliah-nangkring) ke kura kura (kuliah-rapat). tau gag, ampe mumed gue menghadapi rapat rapat itu. anyway gue ntar tanggal 7april rencananya mau pulang loh.. bukan karena libur, tapi gue mau bolos!! tenang tenang, gue pulang bukan mau ngerampok suatu bank ko, tapi pengen refreshing dulu gue beberapa hari di rumah tercinta. bisa gila juga gue lama lama di apartemen gue yang berantakan abis. Chapter ini gue bikin di laptop temen 1 apartemen gue, namanya aji, anak teknik geologi. Untuk lucky, apakah anda mengenalnya? Hahah. Chapter ini tentang pengalaman hari kedua LKMM gue. Ceritanya emang gag selengkap aslinya sih, soalnya entah kenapa gue banyak lupa hal2 yang terjadi di hari kedua ini. Yaah mungkin karena di hari itu ada sebagian orang yang lebih baik melupakannya daripada mengingatnya. Okee deh check aja langsung apa yang terjadi..

Telur amanah, burung impian, pita symbol HIV, dasi hitam, almamater, dan nametag bentuk segi sepuluh itulah perlengkapan dan atribut yang mesti dipakai dan dibawa di LKMM. Gue sendiri entah kenapa suka ama yang telur amanah itu. Soalnya klo telur itu pecah berarti kita gag bisa jaga amanah kan? Tau gag saking sukanya gue tu ama telur amanah, gue nyimpen tu telur ampe sebulan lebih!! Sekali lagi sebulan lebih!! Ampe di belatungin!! Sekali lagi nih ampe dibelatungin!!! Gue pun dihampiri problema dilematis (lagi). Klo gue ngebuang tu telur itu artinya gue ngebuang amanah. Klo pun gue masak artinya gue jago masak (lohh apa hubungannya? Haha), tapi kalo dipikir pikir akan jadi apa ya tu telur yang udah melebihi masa kadaluarsa kalo dimasak? Itu baru di pikir pikir. Kalo gag dipikir pikir gimane ye nasib gue nanti setelah makan tu telur? Akan jadi alien produksi dalem negeri kali ye? (wkwkwk), kalo gag jadi kotaro minami millennium (ini lagi haha), bdw kotaro minami itu pemeran satria baja hitam. Idola gue waktu kecil *gag penting

Di tengah kebingungan itu gue ngeliad temen sekamar gue, si rois, yang lagi tidur dengan muka polosnya. Gue langsung dapet ide. Jadi tu telur gue taro aja di lemari dia, di sela sela pakaiannya biar tersembunyi banget. Kalo pun ketahuan gue ntar tinggal beralibi “gila belatungnya hebat ye is, bisa bawa telur gue ke lemari lo (dengan wajah kagum)”. Yah itung2 beralibi n jaga2 kalo si rois ngamuk n lempar tu telur ke muka gue (wkwkwk). Terus kalo tu telur pecah, berarti si rois kan yang gag bisa jaga amanah dan andaikan pecahan telur itu mengenai bajunya, mungkin itulah hukuman karena gag bisa jaga amanah. Sempurnakan rencana gue? #jahat abis (wkwkwkwk)

Pada akhirnya tu telur gue taro aja di deket tong sampah. Rencana gue diatas gagal total. Soalnya si rois tiba2 mengunci lemarinya 3 hari 3 malem. Hemm

Kembali ke LKMM PD hari kedua. Hampir sama kaya hari pertama, materi2 yang diberikan sangat menarik dan para katip pun masih ngeliad kita dengan wajah2 serem nya. Kita tadi start jam 7 pagi dan akan selesai jam 8 malem. Jadi ntar abis maghrib, akan ada pensi dari tiap kelompok. Kelompok gue sendiri dapet pensi drama musical. Dan akan pentas di 3 urutan terakhir.

Berada di kelas yang diisi sekitar 350an orang, lesehan pula, pake setelan resmi, sambil makan bakso (lohhhh??) pasti sesak kan? Ditambah acara yang dari pagi ini, kebayang kan letihya tubuh ini? Dan bisa ditebak banyak yang sakit dan pingsan. Namun ternyata analisis gue gag sepenuhnya benar. Ternyata ada “sesuatu” lain yang membuat pingsan pingsan gitu. Awalnya gue gag sadar, tapi sewaktu gue ganti kostum, gue baru menyadarinya, setelah gag sengaja ngeliat salah satu orang yang pingsan tersebut.

Pensi2 kelompok lain lumayan seru (gag jelasnya, haha), tapi 1 yang pasti saat pensi berlangsung, suasananya gaduh banget. Akhirnya tiba juga kelompok gue maju. Gue sendiri Cuma dapet 1 scene yang itu sendiri gue jadi anak nakal dan Cuma ngomong “jangan sedih kawan” #ngenesin wkwkwk. Yak tapi drama musical gue bisa dibilang bagus (ketidakjelasannya)

Setelah pensi kelompok gue, keadaan makin bertambah buruk, semakin banyak yang sakit. Akhirnya diputuskan kalo pensi dilanjutkan besok dan kita disuruh kumpul di lapangan untuk segera pulang.

Di lapangan kita diberi pengarahan. Saat lagi diberi pengarahan, tiba2 banyak yang jatuh. Pingsan sepertinya. Dan ada yang lebih membingungkan lagi, ada yang jatuh pingsan saat ingin naik angkot. Saat ada yang jatuh pingsan pasti disusul oleh teriakan. Alhasil keadaan pun kacau. Auranya pun jadi gag enak. Gue sendiri jadi berdebar debar. Situasinya bagaikan perang. Para korban seperti kena tembakan atau tusukan makanya pada jatuh. Tapi ini lebih menyeramkan dari perang, soalnya musuh maupun senjatanya tidak terlihat!!!

Panitia menyuruh kita untuk saling berpegang tangan sesama anggota kelompok, berzikir dan tidak bengong. Di tengah kegentingan ini si sita (yang gue kira anak sd itu loh) ngoceh
Sita: rif tangan kamu kencenga banget to megang tangan ku
Gue: gpp biar kamu gag bengong
Sita: tapi kan aku sakit rif
Gue: iya (gue lepas tangan gue)
Sita: laa ko kamu lepas to?
Gue: tadi katanya sakit?
Sita: yaa pelan2 aja
Gue: (megang tangan dia, trus gue goyang2in)
Sita: laa ko kamu goyang2in to? Jangan bercanda laa
Gue: iya iya
Lagi ngoceh2 gitu tiba2 orang yang dibelakang kita, jatuh, sontak aja kita kaget dan langsung berdiri. Ama kelompoknya tu orang langsung dibacain doa. Namun sekilas gue ngeliat tu orang, sungguh tatapannya mengerikan!!!

“bagi kelompok yang sudah lengkap, segera pulang” kata panitia. Kelompok gue pun segera pulang daripada nanti ikud “terserang” juga. Angkot yang gue naikin Cuma 6 orang. 5 cewek dan 1 cowok. Pasti kalian pada mikir kan gue yang paling ganteng disitu. Tapi engga, perkiraan kalian salah, karena masih ada sopir angkot. Gue pun sebenernya udah ge-er duluan sebelum sadar klo masih ada sopir angkotnya (apasih wkwkwkwk). 5 cewek yang di angkot gue itu, 4 diantaranya kelompok gue, si sita, risma, retno, riski, sedangkan 1 orang lagi, gue juga bingung kenapa dia ada di angkot gue sendirian gitu. Dia ini si tika. Sepertinya dia tersesat atau terpisah dari kelompoknya. Pasti si adit selaku ketua kelompoknya senyum senyum aja. Dasar adit, anak buahnya kesesat gini malah senyum senyum aja (apasih emang dia suka senyum wkwkwkwk)

Gue ama tika turun duluan di bank mandiri, sebelum turun gue pesen ama temen sekelompok gue juga tika ntu buat hati2 n sms kalo udah sampe kos. Si tika sendiri dijemput. Di tengah perjalanan jalan kaki gue ke apartemen gue, gue dibayangin banyak hal, gue pun mikir, hari pertma gue “diabisin” ama katip, hari kedua dihadapkan ama kejadian serem begini, dan besok, hari ketiga dan juga hari terakhir, bakal gimana ya???

To be continued..
Read More

Chapter 24 – LKMM PD hari 1




Udah lama juga yaa gue gag ngepost chapter, yaah mungkin ini karena kesibukan gue sebagai mahasiswa perantauan yang selalu sibuk setiap harinya, sibuk mikirin uang kiriman, makan sehari2 ama cucian (apa sibuknya ye haha), yeah chapter gue ini pun gue bikin di sela sela kesibukan gue, gue bikin tengah malem disaat gue juga lagi ngedesign dengan ditemani suara jangkrik “ngik ngik” (jangkrik kejepit itu mah haha). Makasihh banyak juga buat tika yang baik hati banget minjemin laptopnya ke gue. Bener bener malam yang indah deh aku ama laptop kamu :p susah senang kita jalani bersama semaleman, klo aku ketiduran dia juga ketiduran (ke log off haha), klo aku bangun dia pun juga bangun (yaiyalah orang gue idupin lagi wkwkwk), pas aku lagi mumet dia kedap kedip ke aku (screen saver hahaha). Trus pas dia ingin tidur selamanya aku langsung berikan separuh jiwaku ke dia (nge charge wkwk). Akhirnya aku namain laptop kamu ini “Lappy”. Bener2 udah tercipta chemistry yang dalem deh aku ama lappy, makanya nti kamu jangan cemburu yaa klo dia minta ke aku lagi (bilang aja mau minjem lagi wkwkwk). Efek kurang tidur mode on wkwkwkwk. To the point langsung deh, ini chapter lanjutan yg sebelumnya, tentang LKMM gue. Check this out.

Setelah gue ngeliat nama gue di kertas pelanggaran, hidup gue seakan berakhir sampai disitu, seakan gag ada gunanya lagi gue hidup di dunia ini *sambil duduk nunduk and ninju ninju tanah*, rasanya pengen terjun bebas gue ntar dari lantai 4 apartemen gue, trus pengen gue aduin nyokap gue juga (apasih bocah bet wkwkwk), trus pengen juga gue aduin kak seto (loh apa hubungannya ya hahaha). Malemnya kelompok gue rapat. Gue nanya pelanggaran gue apa ke kakak pembimbing gue, kita singkat aja KP eh gag deh, kita panggil aja KAMBING.
Gue: mbak ko nama saya ada di daftar pelanggaran ya, salah saya apa mbak/
kambing: oiya de, ayo sini sini ngomong 4 mata sama mbak
Gue: (bergeser ke tempat kambing gue)
kambing: jadi gini de, kamu tu dianggap sebagai sumber anak2 lain yang pada malsuin tanda tangan. Buku angkatan kamu yang lengkap itu jadin sumbernya. Emang kamu sengaja ya ngasih buku kamu itu?
Gue; (bengong *keinget waktu itu banyak yang minjem buku angkatan gue dan dengan bodoh n polosnya gue pinjemin begitu aja tanpa nanya tujuannya.)
kambing: de ko diem aja?
Gue: engga mbak (sambil muka melas)
kambing: yowess de ntar mbak tanya lagi, masih bisa di tolerin lagi apa gag. Semangat ya de. Untuk jaga2 kamu bikin aja atribut2 yang buat hukuman besok. Atribut nya topi kerucut panjangnya 15 cm, ada pita warna merah trus ditulisin “aku siap berubah jadi lebih baik”
Dalam keputus asaan dan ke frustasian itu tiba2 muncul pikiran jahat, gue ngeliad sita yang dulu gue kira anak TK itu loh yang juga sering banget gue repotin, dengan memajang wajah melas n suara di lemes2in gue ke dia. Gue ngomong langsung menatap matanya (apasih wkwkwk)
Gue: sit bikinin aku topi kerucut itu doongg
Sita: (ngeliat muka melas gue), aku capek to rif (trus buang muka)
Gue: please sit please (ngeliat matanya dalem2), aku gag punya karton, pita juga. Kamu kan punya sit (dengan suara di sedih sedihin)
Sita: (diem sebentar) yowess deh aku bikinin.
Gue: makasii ya (dengan suara sedih, tapi*dalem hati, anak kecil emang gampang banget dipengaruhi ye) (ketawa girang wkwkwkwk)

Besoknya..
Acara pertama ialah upacara di jam 2 siang. Sebelumnya kita diarak dulu dengan berjalan kaki dari rektorat ke kampus. Gue waktu itu udah pake atribut hkuman gue, yaitu topi kerucut. Waktu upacara topi nya gue lepas dan gue taro belakang, dan bodohnya gue, selesai upacara gue lupa ngambilnya lagi dan ampe acara penutup gue bener bener gag sadar. No hp, no sleep, no berisik, no bertopang dagu, no problem (loh apa hubungannya? Haha), no pasif, no bicara sendiri, no signal (apa lagi ini? Haha), itulah peraturannya. Materi materi yang disampaikan bener2 bermamfaat, gue jadi semakin mengerti dunia mahasiswa itu kya gimana. Hari pertama ini berakhir abis maghrib. Sebagai penutup, akan ada evaluasi. Kita sebut aja katip para pengevaluasi itu. Wajah mereka semua bener2 gag bersahabat, aura jahatnya ketara banget, udah di pastikan pas mereka masuk sekelas langsung hening, mereka semua diliputi kecemasan, kegelisahan, ketakutan dan penderitaan (apa sih lebih amad lebay mode on wkwkwk). Btw katip kita ini cuma bejumlah 3 orang, sedangkan kita di kelas ada 75an orang. Jelas banget yaa klo mental kita semua tu masih cupu banget. Padahal gue sempet mikir, bagaimana klo kita semua tu mengerubingi para katip, trus setelah selasai kita semua berteriak, MERDEKA! MERDEKA! #apasih wkwkwk

Katip marah marah, teriak teriak di kelas. Mereka pun nyuruh semua mahasiswa yang melakukan kesalahan di hari pertama untuk maju ke depan. Ada 5 orang yang maju, ngeliat Cuma 5 orang si katip pun makin marah2. Ada 5 lagi yang maju, sang katip masih marah2, 2 orang maju lagi. Sang katip pun mengancam “apa perlu saya sebutkan nama2 yang buat kesalahan, klo ampe saya sebutkan, hukuman akan semkin berat !!!!”, gue and anak2 lain yang gag ngerasa buat salah pun ketar ketir juga, gue pun garuk garuk kepala aja. Itu dia. Di saat itulah gue baru sadar klo gue gag pake topi hukuman gue!!! Panic panic panic. “sekali lagi saya bilang, yang merasa buat salah maju ke depan!!!!!” kata katip sambil melihat kita dengan tatapan beringas. Ada 2 orang yang maju lagi dan gue pun ikud maju juga.
Katip pun menanyai kita satu satu, dan gue ditanyain ama katip cewek yang wajahnya biasa aja tapi jutek banget. Pertama dia nanyain cewek di samping gue
Katip: apa salah kamu?!!
Si cewek: saya tidak menerapkan 5S mbak (senyum sapa salam sopan santun), tapi padahal saya sudah menerapkannya.
Katip: nerapin apanya? Banyak yang bilang kamu jutek
Si cewek: tapi saya udah menerapkannya mbak, saya udah senyum setiap saat, yaa emang wajah saya aja yang begini mabak (sambil ngeliadin gue, isyarat untuk gue beri tanggepan)
Gue: iya mbak bener (padahal gue baru ngeliad dia saat itu juga wkwkwk)
Katip: DIAM KAMU!!! Saya tidak nanya kamu
Gue: (bengong, trus ngeliad si cewek tadi)
Si cewek: bener mbak
Katip: pkoknya kamu harus terapkan 5 s
Sang katip pun sekarang menanyai gue dengan wajahnya yang bener2 jutek banget banget deh
Katip: SALAH KAMU APA?
Gue: topi saya ketinggalan pas upacara tadi mbak
Katip: MAKANYA JADI ORANG JANGAN CEROBOH
Gue: iya mbak
katip: (ngeliatin gue dengan wajah amburadul banget deh) INGET SEMUA BARANG2 KAMU
gue: iya mbak
Katip pun pergi, gue ama si cewek tadi pun saling pandangan seolah mikir hal yang sama..
Hampir sejaman kita diomel omelin di dalam kelas itu, kelompok gue yang aju ke depan ada 3 orang termasuk gue, pas diomel2in gitu kita dapet pembelaan dari temen sekelompok kita, namanya lidya, dia orangnya mirip eri. Gue salut tu ama dia. Hari pertama ini banyak banget yang gue dapet, team work, persahabatan, waktu, wawasan dll. Tapi tentu aja kari kedua besok jauh lebih seru dari hari pertama. Karena hari kedua itulah menjadi malem minggu terhoror di hidup gue.. hihihihihihihi

To be continued...
Read More

Chapter 23 - Back To October





Yak masih seputar kisah awal awal gue di semarang yang seperti anak ayam kehilangan ingatan (loh emang ada ya? Hahaha). Gue dengan mantap menjalaninya, dengan hanya berbekal pengalaman hidup dengan pria2 kasar sewaktu sma, penguasaan 3 bahasa yaitu bahasa kebalik (contoh, kalimat “lagi apa lo?” menjadi “gila pa a lo e?”), bahasa indonesia yang setengah baik dan seperempat benar, dan bahasa AL4Y yang kayak gini nih, k4Mu C4Nt1K d3Ch (wkwk #apasih) gue menjalani kehidupan baru gue dengan suka duka dan cuka serta muka (apasih).

Hari demi hari gue jalanin di kampus gue dengan damai, seperti burung di langit, nyaman layaknya tinggal di taman, pkoknya luar biasa deh, sampai di suatu siang di awal oktober, sekelompok mahasiswa berwajah muram, tak bersahabat beralmamater yang rupanya anak BEM dateng ke kelas gue untuk menerangkan sesuatu. Waktu itu gue dateng telat. Pas gue masuk kelas, gue langsung di pelototin ama salah satu dari mereka, kita sebut aja “mr. U” gue yang bingung pun balik ngeliatin dia. Ampe gue duduk gue masih dipelototin ama dia dengan muka gag bersahabat, seolah dia gusar ngeliat tingkah gue dan pengen nampol gue, klo dia bener nampol gue waktu itu gue udah mikirin 3 cara buat menghadapinya, yang pertama, sepersekian sekian dan terima kasih detik sebelum gue ditampol gue bakal ngeluarin sabda sabda tuan aled untuk menyejukkan hatinya (ada juga makin suram ye ntar wkwkwk), opsi kedua, gue bakal ngeluarin rasengan or chidori yang dulu gue pelajarin dari si andi and tri, jadi ntar tampolannya gue tahan dengan tangan kiri terus gue bikin rasengan atau chidori lewat tangan kanan gue, trus gue hantam deh ke badan atau wajah dia. Gue yakin pada bengong dalam sekejap deh orang2 yang ngeliatin. Orang stresss dari mana nih, gitu kali ya pada mikirnya wkwkwk (#korbankartun hahaha), dan opsi ketiga, gue bakal telpon KUA. Jangan tanya alesannya, soalnya gue juga gag tau untuk apa. well ternyata gue gag diapa2in haha.

Anak2 bem tersebut ternyata ke kelas gue untuk mempersentasikan kegiatan wajib untuk MABA yang disebut dengan LKMM (Latihan Keterampilan Menajemen Mahasiswa) pra dasar. Mereka menyuruh kita untuk mencatat tugas2 sebelum Hari H pelaksanaan LKMM pra dasar yang akan dilaksanakan akhir bulan nanti. Dan point pertama di tugas tersebut sungguh sangat bikin gue shock berat. Disitu tertulis “untuk lelaki mulai tanggal 5 oktober hbingga hari H rambut harus 1 cm”. Udah kaya keselek biji cabe gue (loh emang berasa ya haha), gue yang dari kecil ampe saat itu belum pernah sekalipun botak, harus udah botak besok. Muke gile, kecebong anyut (loh ko malah kya islam ktp haha). Gue bener gag ada bayangan or belum pernah mikir sama sekali gimana gue klo botak, dan memikirkannya tu bikin gue pengen loncat dari tebing, trus manjat lagi dan lompat lagi sebanyak tiga kali, trus pengen teriak “ tidaaaaaakkkk aku botaaaaakkkkkkk’sekencang kencangnya, pengen mendemin kepala gue di air, trus juga pengen makan mi ayam (loh apa hubungannya hahaha), pkoknya gitu deh, diri gue bener2 berkecamuk, seakan ada perang besar yang terjadi di dalam diri gue (apasihhhh lebay mode on wkwkwkwk). Point kedua dan seterusnya semakin membuat shock, soalnya berisi tugas tugas berat, seperti bikin buku angkatan dari tahun 2007 sampai 2010, minta tanda tangan, dan lain lain.

gue masuk di kelompok 34, di kelompok ini gue Cuma kenal satu orang, namanya masita, asalnya dari ungaran, gue kenal dia soalnya sebelumnya gue sekelompok ama dia di kapling. Ini cewek kaya bocah, dari penampilan n wajahnya, waktu pertama kali gue kenalan ama dia gue nyaris bertanya gini “dari TK mana dek? (apasih wkwkwk). Jadi waktu itu dia cerita klo dia pengen pindah kosan soalnya ibu kosnya galak, pas gue tanya galak gimana, dia bilang klo di kamar mandinya tu ada tulisan “yang gag jaga kebersihan, goblok”. Gue jadi bingung, apanya yang galak ye? Gue pun ngelus ngelus dada aja seraya berkata dalam hati “maklum anak bocah” Hahaha

malemnya gue sms KP (kakak pembimbing) kelompok gue mengenai kapan bisa kumpul, tapi sms gue gag dibales. Anak bem tadi siang bilang klo sms KP harus sopan, klo gag sopan gag bakal dibales dan bakal ada hukumannya. Kesalahan sekecil apapun akan ada hukumannya. Gue jadi deg deg an. Tapi ternyata justru KP gue yang nelpon gue. Sebegitu terkenalkah gue? Atau mungkin ini efek dari pertemanan gue dulu ama pria pria tampan jadi kecipratan ketampanan ketampanan mereka? Gue jadi senyum senyum sendiri, (biasalah penyakit malem gue kumat (lohhhhh)). tapi ternyata indosat emang lagi trouble malam itu. Lemesssss. Namun dari situ gue bisa menebak klo KP gue pasti orangnya baik banget, gue jadi penasaran.

besok sorenya anak2 BEM dateng lagi ke kelas gue buat ngecek siapa anak cowok yang belum botak dan anak cewek yang gag dikuncir satu. Dan benar ternyata memang ada hukumannya jika ada kesalahan. Bocah ingusan kaya gue, eh salah remaja ingusan, loh gue kan udah gag remaja lagi, oke orang dewasa ingusan kaya gue, eh tapi kayanya ketuaan deh, okee gini aja, mahasiswa ingusan kya gue (lohhh ko artinya jadi laen ya wkwkwk)  Cuma geleng2 aja ngeliat itu. Abis itu gue yang udah botak ini kumpul ama kelompok gue. KP gue namanya mbak aulia, gue lupa asalnya dari mana (maaf ya mbak haha) tapi kyanya dari cilegon deh haha, ada dika ketua kelompok, dia dari klaten. Laila dari klaten juga, dia yang paling alim nih., lidya yang mirip ama boy, dari kep riau, anggun dari klaten juga, hmm dia nih yang paling manis di kelompok gue (semoga dia gag baca note gue ini hahaha), retno dari cilegon, masita dari ungaran ama iza dan riski yang gue lupa dari mana( hihi maaf ya kawan n.n)

waktu botak gue bener bener krisis percaya diri, gue takut pas dikeramaian ntar ada orang yang ngeliat gue trus teriak dengan suara menggelegar “AVATAR TELAH KEMBALI” (apasih wkwkwk), gue juga takut klo ada anak kecil ngeliad gue trus ngomong “mamah mamah mau foto bareng ipin yang di upin ipin”. (hahaha). Tapi untungnya hal itu gag terjadi, namun gue bener2 krisis percaya diri tingkat tinggi. Apalagi pas mau ketemu ama si lucky. Dia pengen ambil binder dia yang gue pinjem 2 minggu yang lalu sekalian makan. gue udah nyari 1000 alesan biar gag ketemu dia tapi ternyata gagal. Ada 3 hal yang gue takutin klo dia ngeliat gue yang botak gini, pertama dia bakal ketawa guling gulingan (wkwkwk), kedua, dia langsung pulang begitu ngeliad gue (wkwkwk), dan yang terakhir, dia koma 3 minggu (hahahaha). Tapi Akhirnya gue ketemu dia, gue pake topi. “ih ayip gag gerah apa pake topi gitu” kata dia sambil makan ikan bawalnya. Gue jawab “engga na”. pas ketemuan itu gue ama dia banyak banget ngobrolnya seolah udah 20 tahun aja gag ketemu. Sampe sampe pas udah mau pulang gue gag sadar klo gue udah gag pake topi gue. Tapi untungnya dia gag seperti 3 hal yang gue takutin tadi..

tugas individu maupun kelompok LKMM gue kerjain dengan total, bisa diliad dari buku angkatan gue yang lengkap dari tahun 2007, 2008 dan 2009. Untuk 2010 dan organisasi memang gag lengkap, tapi itulah hasil terbaik gue dan nama gue pun belum pernah tercatat melakukan pelanggaran. Namun di hari terakhir atau sehari sebelum hari H LKMM, ada tempelan baru tentang orang orang yang melakukan pelanggaran, dan ada nama gue di tempelan tersebut… hukuman berat pun menanti gue !!!

to be continued
Read More

Chapter 22 - Erika Yanita Sari





14 juli 2007 (kalo gag salah)
“ih ni cewek ngapain sih duduk samping gue” omong gue dalem hati. Dan dari mimik dia pun keliatan sepertinya dia berkata begitu juga ke gue. “gue gag bakal pindah soalnya ini bangku gue duluan yang nempatin” (bales gue,  dalem hati). Dia membalas “bodo amad. Gue juga gag bakal pindah dari ni bangku, toh gue juga gag nganggep lw ada” (dalem hati juga). “okee gapapa” (masih dalem hati, sambil buang muka). “ish jauh jauh deh lw dari gue” (masih dalem hati juga, sambil geser bangku)

15 juli 2007
“ih ko dia malah bawa tempat makan yang kotak2, orang disuruh bawa rantang” (oceh gue dalem hati). “oh gue gag ngurusin” (mungkin dia bilang gitu dalem hati). Dia pun kena hukuman, klo gag salah disuruh hormat ama bendera di lapangan. Sebelumnya gue ngomong gini dalem hati, “kenapa gag bilang gue aja, gue punya tu di rumah”. “emang kita kenal ya?” (mimiknya berkata begitu). Abis dia menyelesaikan hukumannya, dia mimisan, gue ngasih dia tissue.

16 juli 2007
Di lapangan. Pertama kalinya gue ngeliad dia secara jelas dan terperinci. Dari ujung rambut ampe ujing kaki (bukannya dia pake kerudung n sepatu ya wkwkwk). “ish ngapain nih cowok ngeliatin gue” (ngomong dalem hatinya, sambil pura pura gag liad). “orang gue ngeliat pohon di belakang lw” (bales gue dalem hati)

Ahaha itulah 3 hari pertama versi gue pas waktu duduk ama itu cewek. Dan lucunya tiga hari itu kita belum tau nama satu sama lain. Dan kayanya butuh waktu sebulanan buat kita berdua untuk memanggil dengan nama satu sama lain. Unik ye wkwkwk.

Pernah tu dua kalii klo gag salah semingu ampe 2 minggu pertama, dia pindah tempat duduk, dan sebagai gantinya gue jadi duduk ama farina (sebelumnya dia duduk sendiri). Farina ini orangnya friendly n welcome. Dan saat gue udah merasa cocok duduk ama si farin, eh dia dateng lagi duduk di samping gue. “ih ko ini cewek balik lagi kesini” (dumel gue dalem hati). “yee suka suka gue doong, ini kan tempat duduk gue” (seolah ngebales gitu dalem hati). “bilang aja kangen” (bales gue dalem hati). “ih jamet lw (jamet = gag metal)” (kyanya dia ngebales gitu dalem hati).

Hari hari gue bersamanya pun banyak gag beresnya, seringan diem, saling gag anggep, kita pun belom berbagi no hape. Namun semua perlahan berubah, saat kita mulai mengenal sedikit satu sama lain. Dia mulai kenalin gue ama temennya. Si lia. Trus Gue kagum ama dia klo udah pelajaran matematika. jago banget. Meskipun sedikit ceroboh. Gue suka minta ajarin ama dia. Dan lama lama gue ama dia kya 1 tim klo di pelajaran mtk. Dia yang ngerjain dan gue yang itung itungin n yang ngoreksi. Namun perubahan ini justru membahayakan hidup gue (apa sih lebih banget wkwkwk).

Klo gue bikin dia tersinggung sedikit aja, udah pasti buku gue yang kena. Dicoret coret lah, di tanda tanganin lah. Semakin lama “hukuman” yang gue terima jika menyinggungnya entah kenapa semakin berat aja. Dia mulai membejek buku gue. Dan gue seperti biasa hanya diam dan nyengir ngejek aja.  Mungkin karena dia cewek, makanya gue diem begitu. Tapi diliad dari tingkahnya dia gag kaya cewek banget. Kya upin ipin malah (loh ko malah kya upin ipin haha). Trus sepertinya dia mulai gag puas klo “hanya” membejek buku gue. Dia pun mulai mencakar gue. Dan seperti sebelum sebelumnya gue hanya diam, menghindar dan nyengir ngejek aja. Dan sepertinya dia justru jadi terobsesi dan tergila gila ama gue, bisa diliad dari tingkahnya yang gag cukup puas dengan “hanya” nyoret nyoret buku gue, ngebejek buku gue, nyakarin gue, dia pun mulai membejek tangan gue dengan kukunya yang paling panjang n tajam, ampe berdarah. Sekali lagi nih, ampe berdarah, gue kapitalin deh AMPE BERDARAH, gue eja sekalian, a m peepe e ampe be ebe er ber de ada er ara a h darah ampe berdarah, gue kasih cabe juga sekalian biar makin pedes (lohh ko??). seperti yang lalu lalu (lagi) gue Cuma diam, ngeliadin dan tersenyum ngejek, yang paling gue inget nih (ampe sekarang), tatapan matanya ke gue tuh saat ngelakuin “penghakiman” tersebut seperti serigala. Buas licik dan menyeramkan. Gue jadi mikir jangan2 dia itu werewolf sama kaya Jacob black yang punya luka samberan petir di jidatnya itu loh (lohhh itu mah harry potter, ngaco nih wkwkwk), orang Jacob black itu yang suka ngomong “betul betul betul” (haha itu  ipin kalii wkwk). Ko malah ngomong Jacob black yaa, udah jelas jelas juga  Jacob black itu yang punya choko chips di bawah hidung (lohh ko malah si tri wkwkwk). Udah ah mainannya, bisa ditampol nih gue lama lama ama fans fans nya Jacob black. Jacob black itu yang maen di film twilight saga, yang punya pacar namanya rose trus dia tenggelam di samudra atlantik.

Gue ama dia Cuma 1 semester duduk sebangku, dan itu bikin ngangenin. Pas naik naikan ke kelas 2, kita berdoa biar bisa sekelas n sebangku lagi, and well doa itu belum terkabul. Dan kita mencoba lagi pas naik naikan kelas 3, dan akhirnya… kita gag sekelas lagi. Wah yowess ora popo deh mungkin emg wess takdirNYA. And it’s the best for us. Waktu duduk ama gue Dia sering bilang ama, kalo dia pengen jadi seperti ibunya yang seorang designer. Dan kini cita citanya sedang dalam proses menuju tercapai.. hihi.. emang bener kata  kata ini, “anda adalah apa yang anda pikirkan”

Semenjak gue di semarang gue terakhir ketemu ama dia pas buber ipa waktu itu and ampe sekarang belom ketemu ketemu lagi. Ketemuan yo boy.. hahaha . Cewek ini 3 tahun berturut turut yaitu, 2008, 2009, dan 2010, sebagai yang pertama ngucapin selamat ulang tahun ke gue pas gue ulang tahun. Soalnya ulang tahun gue sama ama ulang tahun nyokapnya. Bdw soal ulang tahun, gue pernah ngebales semua “tindakan menyeramkan” dia, waktu itu gue ngasih tau tanggal ulang tahunnya, and well, dia dikerjain abis abisan. “liad aja gue bales lho ntar yip” (kata dia abis dikerjain, wkwk). Gag terasa kejadian itu tepat 4 tahun yang lalu.. hihi..

Happy birthday to you..
Happy birthday to you..
Happy birthday happy birthday..
Happy birthday to you…
Happy birthday eri sayaaaangggggggg… my boy… my best friend.. happy birthday yang ke 18 tahun…
Semoga panjang umur, murah rezeki, makin pinter, dewasa n cantik, sehat and sukses selalu..
Wish u all the best deh :D
Jangan lupa kadonya yaaaa J

To be continued
Read More