Thursday, 25 September 2014

Nyaman




Aneh. Mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kita berdua. Sepasang manusia dengan nasib beda namun dipersatukan oleh satu hal yang sama. Gue kenal dia sebenernya udeh lama. Tapi kenal saat itu mungkin lebih tepat disebut dengan sebatas tau aja. Soalnya baik gue maupun dia Cuma kenal sebatas nama dan asal aja. Gak lebih dan gak kurang. Selain itu, gue gak pernah inget percakapan-percakapan kita selain percakapan perkenalan waktu itu. Bisa dibilang perkenalan tersebut adalah percakapan kita untuk yang pertama dan terakhir kalinya dalam satu kurun waktu. Setelah perkenalan, gue gak pernah lagi ngobrol sama dia. Meskipun beberapa kali pernah ketemu, tapi baik dia maupun gue, sama-sama cuek aja. Gue sibuk dengan urusan gue, dia sibuk dengan urusannya. Ya itulah hal yang bisa digambarkan tentang hubungan gue sama dia. Sebelum kita dipertemukan kembali di perkenalan yang kedua..

Perkenalan kedua kita ditandai dengan percakapan kita untuk yang kedua kalinya. Ya inilah percakapan kedua kali kita semenjak kita kenal pertama kali. Lucunya. Jarak antara percakapan pertama dan yang kedua terpisah oleh waktu yang sangat lama. Percakapan kedua ini pun terlihat biasa-biasa aja. Hanya basi basi yang terdengar basi mungkin bagi yang mendengarnya. Tapi gue ngeliat ada yang beda kali ini. Ya gue ngeliat ada yang berbeda dari pancaran matanya. Matanya seolah membicarakan hal lain yang saat itu gue gak ngerti artinya.

Lalu sampailah pada percakapan yang ketiga. Percakapan kali ini hanya terpisah beberapa hari dari percakapan yang kedua. Ajaibnya, kali ini terjadi secara kebetulan. Kita ketemu atas dasar kesengajaan. Lagi lagi kita hanya bercakap-cakal soal basi basi yang terdengar makin basi untuk dengar. Tapi. Dalam percakapan itu, dia meminta pin BB gue..

……..

Bingung. Yang terjadi setelahnya justru bikin gue bingung. Hanya dalam 3 hari semenjak gue ngasih pin BBM, kita ketemuan dua kali. Yang pertama 3 jam, dan yang kedua 2,5 jam. Jadi 5,5 jam kita habiskan untuk sekedar mengobrol dan berdiskusi. Namun, bermula dari 5,5 jam itulah semua kisah ini dimulai..

……..

Lucu. Itulah yang terjadi selanjutnya. Setelah obrolan 5,5 jam waktu itu, kita jadi sering berhubungan. Hampir  tiap hari kita berkomunikasi. BBMan atau SMSan. Banyak hal yang kita bahas. Mulai dari kerjaan, cinta, kegiatan, makanan, acara-acara dan hal-hal yang gak penting lainnya. Selain itu, hampir tiap hari juga kita ketemu. Entah itu untuk makan bareng, untuk jalan bareng, entah untuk main bareng, atau sekedar melakukan hal yang tidak penting. Ya ya ya. kita semakin akrab. Kita semakin nyaman.
Tapi, uniknya, keakraban kita Cuma berlangsung diluar aja. Begitu kita di dalam institusi pendidikan, kita menjadi orang yang berbeda. Kita jarang bertemu di dalam. Jarang berinteraksi juga di dalam. Jika pada satu kesempatan kita ketemu, kita terlihat biasa aja. Aku atau dia mungkin lebih memeilih untuk pura-pura tidak melihat. Atau kalopun terpaksa sudah ketauan, kita hanya sebatas senyum aja. Gak lebih dari itu. Mungkin bagi kebanyakan orang hal itu terbilang aneh. Ya tapi kondisilah yang memaksa kita untuk melakukan hal itu. Pernah suatu hari, dia minta berangkat bareng, tapi gue menolaknya. Karena gue punya sesuatu yang harus gue jaga. Ya gue harus menjaga sang “mutiara”. Dia mengerti. Dia pun tak masalah dengan hal tersebut.. baginya pembatasan tersebut justru membuatnya semakin nyaman..

……..

Semakin lama barengan, semakin banyak pula yang gue tau dari dia dan yang dia tau dari gue. Persamaannya kita sama-sama punya “mutiara”. Perbedaannya, mutiara gue dan dia punya kisah yang berbeda. Sedangkan persamaan dari perbedaan tersebut adalah, mutiara gue dan dia sama-sama sedang dalam kondisi yang redup. Dan itu membuat gue lelah.. membuat dia lelah juga..

………

Mungkin lelah itulah yang menuntun kita hingga bisa sedekat ini….. senyaman ini….
Hingga pada suatu hari, lelah itu juga yang membuat kita jadi menjauh…

……...

Nyaman. Itulah yang gue rasain saat bersama dia. ya meskipun terkadang dia begitu menyebalkan. wajahnya yang manis cukup menjadi pemanis di kala kondisi hati yang sedang pahit, parasnya yang memerah begitu tertawa terlihat begitu lucu ketika dipandang, tingkahnya yang kadang kayak anak kecil bikin gue semakin tertarik untuk menggodanya terus, dan orangnya yang selalu ada, itulah senyaman-nyamannya dirinya.
Nyaman. Itulah yang dia rasain juga ke gue. Mungkin gue adalah kepingan puzzle yang hilang, yang selama ini dia cari. Baginya, gue adalah keramaian di dalam kesepiannya, canda di dalam keseriusannya, riak dalam ketenangannya, ada dalam ketiadaannya, dan kelak-kelok dalam jalan lurusnya. Gue adalah warna warni dalam kanvas hitam putih kehidupannya yang monoton.

……….

Kadang gue penasaran, hubungan gue ama dia ini terlihat seperti istilah apa. Apakah ini hubungan tanpa status? Sepertinya tidak, karena kita berdua tidak punya rasa yang lebih satu sama lain. Apakah ini friend with benefit? Tentu aja enggak. Karena kita sama sama gak punya kesepakatan, perjanjian atau meraup keuntungan satu sama lain. Apakah ini teman tapi mesra? Mungkin, tapi kalo diperhatiin kita gak terlihat mesra sama sekali deh. Jadi kayaknya bukan.  Atau apakah ini yang disebut friendzone? Entahlah. Tapi sepertinya bukan juga. Karena kita sampai saat ini belum terlibat cinta satu sama lain. Kita masih setia dengan “hidup” yang kita miliki sebelum kita berhubungan deket ini. Ya begini lah kita. Nyaman dengan apa yang kita miliki saat ini.

………..

Saat ini pun kita,hubungan kita udah gak seintens dulu lagi. Kita mulai menjauh satu sama lain. Meskipun masih saling menjaga ikatan yang selama ini kita buat. Terlalu sering bersama justru membuat kita merasa lelah. Dia lelah. Aku pun lelah. Ya mungkin menjauh adalah jawaban terbaik dari kelelahan kita.

………

Banyak yang bilang kalo, rasa sayang itu sering muncul justru ketika kita kehilangan. Itulah yang gue takutkan saat ini. Gue takut, saat kita berpisah nanti, rasa merepotkan itu akan muncul. Muncul dengan dahsyatnya. Ya, makanya, dengan menjauhnya kita saat ini, justru membuat gue nyaman. Nyaman karena kita bisa sama sama terhindar dari kemunculan rasa merepotkan itu. Nyaman karena gue ataupun dia gak perlu khawatir akan datengnya rasa merepotkan itu..

Ya itulah kamu. Dekat ataupun jauh, selalu bikin nyaman.

Aku memang selalu nyaman sama kamu…
Read More

Monday, 15 September 2014

Mendadak Alim





Semalem gue dateng ke pesta nikahan sodara gue. Pesta nya cukup meriah, karena tamu undangannya yang berkisar 500-800 orang dan bertempat di Taman Anggrek TMII. Kadang gue berpikir, bagaimana nanti kisah nikahan gue besok. Dengan siapa gue nikah, umur berapa gue nikah, dimana gue nikah dan pertanyaan lain lain seputar masa depan. Kadang gue bermimpi pengen punya mesin waktu doraemon dan ngelihat ke masa depan. Biar rasa penasaran gue bisa ilang. Tapi kalo dipikir-pikir lagi, ternyata lebih baik kayak gini aja deh. Lebih baik kita gak tau dengan masa depan kita. Soalnya dengan begini, kita bisa menikmati indahnya sebuah proses dan nikmatnya sebuah perjuangan. Biarlah masa depan menjadi kotak Pandora. Kotak penuh kejutan yang baru kita tau isinya begitu kita membukanya.

Gue punya banyak temen yang udah pada nikah. Nikah muda lebih tepatnya. Soalnya umurnya ya masih 20an. Seumuran gue. Banyak diantara mereka tersebut yang merupakan temen deket gue. Temen deket waktu SD, SMP, SMA maupun kuliah. Total temen deket gue ada sekitar 20an yang udah nikah. Banyak kan? Gue masih inget, waktu gue bareng-bareng mereka dulu, kayaknya kita gak pernah deh ngomongin soal nikah. Apalagi nikah cepet. Secara gitu yang namanya remaja mah pasti mikirnya pacar-pacaran aja. Tapi nyatanya sekarang malah mereka udeh pada nikah semua..

Ada yang unik dari temen-temen gue yang udah pada nikah ini. Mereka semua punya satu kesamaan yang gue perhatiin ada semenjak mereka menikah. Yaa semenjak mereka nikah, entah kenapa mereka jadi (sok) bijak. Jadi sok-sok an dewasa gitu. Yaa mungkin ini wajar aja yaa, karena emang mungkin ini merupakan sebuah tuntutan, yang mau gak mau yaa harus kita lakukan kalo mau nikah atau udah nikah. Cuma ada satu hal lagi yang bikin gue penasaran. Membuat gue bertanya-tanya kenapa bisa gitu. Yaa mereka semua jadi mendadak alim gitu. Serius. Mendadak alim. Alias tobat.

Entah kenapa mereka jadi sering posting gambar-gambar yang berisi kalimat kalimat islami, mereka juga sering posting cerita-cerita islami, atau kalimat kalimat penyejuk hati. Kadang status media social nya juga alim alim banget. Udeh kayak cermahnya ustadz atau ustadzah.

Sejujurnya gue sering ketawa sendiri ngeliat mereka jadi alim gitu. Soalnya gue tau banget mereka kayak gimana. Saking deketnya, dosa-dosa mereka aja sampe gue tau. Hahaha :p Makanya kadang gue bertanya-tanya dalam hati, ini beneran jadi alim apa cuma covernya aja.

Pernah suatu kali gue ngetes mereka. Yaa buat ngilangin rasa penasaran gue aja sih sebenernya. Temen deket gue ini sebut aja namanya mawar. Jadi dia abis mosting status BBM. Gue lupa lengkapnya gimana. Tapi intinya tentang, pentingnya beribadah gitu. terus gue sok-sok an nanya deh ke dia. dan dia ngejawabnya udah kayak ustadzah aja. Asli ngakak abis gue. Ngebaca bbm dia sambil nginget-nginget kayak gimana dia dulu. Gue masih inget dulu si mawar ini dulu banyak yang naksir. Saking banyaknya dia sampe buka “cabang” gitu. Pacarnya banyak. Sampe pacar adeknya juga dipacarin ama dia. Makanya pas gue liat dia kayak gini, gue bener-bener penasaran banget. Sekaligus kagum. Akhirnya gue tes lagi dia, gue tanyain, gimana “malam pertama” nya. Yaa iseng-iseng aja. Absurbnya, dia malah ceritain kisah malam nya itu ama gue. Lengkap dan rinci. Beserta jam-jam nya. INI APAAAAAAA.. Aduuhhh mama sayangeeeeee.. Gue yang awalnya udeh kagum, langsung shock dibuatnya. Tapi yah, memang selalu ada hal gila yang terjadi jika kamu bersama temen dekatmu :D

Terus ada lagi temen gue yang udeh nikah itu. Sebut aja bunga. Dia dulu cewek gaul gitu deh. Calon calon sosialita masa depan gitu. Doyan nongkrong. Kongkow kongkow. Suka gosip dan PHP-in cowok. Sama kelakuannya. Postingannya berbau islami terus. Gue tes juga nih. “bung gue lagi naksir ama cewek nih, gimana ya blalalalalal” dan tau apa yang terjadi.. dia ceramahin gue panjang lebar kali tinggi sama dengan luas. Mantep banget. Gue bengong. Shock. Kagum. Tapi beberapa saat setelahnya.. dia malah bergosip ria, ceritain tentang si anu, si itu, tetangganya, dan pacarnya adek suaminya, pacarnya pacar mantan pacarnya dan lain lain.

Gue Cuma bilang.. “nyebut bung.. nyebut..”

Yeahh.. kita memang akan selalu menjadi diri kita sendiri jika sedang bersama temen deket kita”

Tapi.. ya emang gue akuin, nikah itu emang ngubah karakter seseorang. Itulah yang gue lihat pada temen-temen gue diatas. Perubahannya pun menuju ke arah yang lebih baik. Yaa meskipun ada juga temen gue yang sebelum nikah sama sesudah nikah tetep sama aja. Tapi pasti ada deh perubahannya. Meskipun kecil. Yang gak keliatan ama kita. Begitu pula sama kondisi “mendadak alim” yang terjadi ama temen-temen gue diatas. Yang bisa gue analisis sih, sebenernya kondisi “mendadak alim” itu bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, tapi emang sesuatu yang terjadi secara naluriah. Kondisi yang bisa dibilang merupakan buah dari suatu pernikahan. Orang yang abis nikah pasti sadar gak sadar bakal alim sendiri. Atau, mereka terdorong untuk berbuat alim atau terlihat alim. Kayaknya sih. Kayaknya ya. Secara gitu gue belum nikah. Jadi belom ngerasain.

Sebagai temen yang pernah bersama mereka, yang pernah berjuang bersama mereka, jujur aja gue ngerasa seneng. Ada rasa bangga, kagum, bahagia, begitu ngeliat mereka. Entahlah kenapa bisa begitu. Gue masih inget dulu rata-rata mereka manggil gue, “abang”, panggilan yang sampe sekarang masih mereka pakai buat manggil gue, gara-gara dulua mungkin gue terlihat “lebih dewasa” dibanding mereka.  Tapi kalo diperhatiin, dengan kondisi yang ada saat ini, kayaknya justru gue deh yang harusnya manggil mereka, “kakak/abang”. Bisa dibilang, mereka udah satu tahap diatas gue dalam satu level kehidupan. Saat gue masih mikir seneng-seneng, mereka udah mikir “masa depan”, saat gue disini masih susah susah ngerjain skripsi, mereka udah susah susah nyari duit buat hidup mereka, saat gue disini masih galauin cewek, mereka udah saling berjanji satu sama lain untuk tetep setia bagaimanapun kondisinya.. bahkan.. saat gue disini masih terlihat “blangsat” mereka udah lebih ngerti agama dibanding gue..

Dulu gue sering bilang ke mereka “gue gak akan “ninggalin” temen gue”. Satu kalimat yang terisnpirasi dari naruto. “orang yang tidak menaati peraturan memang disebut sampah, tapi orang yang meninggalkan temen nya sendiri lebih rendah daripada sampah”. Tapi kenyataan yang terjadi sekarang justru gue yang tertinggal dari temen-temen gue ini. Tentunya tertinggal disini, dalam artian yang baik. Gue tertinggal dalam hal kebaikan. Mereka udah seribu langkah mungkin di depan gue. Tapi inilah yang bikin gue bangga. Ngeliat mereka dengan “masa depannya”. Yeaahh.. memang..  Tidak ada kebahagiaan yang lebih nikmat ketika melihat teman mu bahagia..

Read More

Thursday, 11 September 2014

Ruang Rindu..





Hidup itu bagaikan berjalan dari suatu ruangan ke ruangan lain. Setiap ruangan pasti memiliki kisahnya masing-masing. Terkadang kita menemukan dua atau lebih ruangan dengan kondisi yang sama persis. Baik sama dekorasinya, sama isinya, sama fungsinya, sama penghuninya, dan banyak persamaan lainnya. Namun meskipun kita menemukan dua atau lebih ruangan yang sama, sama persis, ternyata kesamaan tersebut masih menyisakan sedikit perbedaan, yaitu beda lokasi. Tak mungkin kita menemukan dua buah ruangan dalam titik kordinat posisi yang sama persis bukan?

Malam ini aku mencoba melihat-lihat  ruangan ruangan yang ada di sekelilingku. Hasilnya? Aku pun menemukan kisah-kisah yang berbeda di tiap ruangan yang ku masuki. Yeah meskipun ada beberapa kisah yang sama juga kutemukan.

Saat di ruangan pertama, aku mendapatkan kisah si penghuni ruangan yang sedang kesepian. Ia tidak memiliki kekasih dan sedang berada jauh dari teman-temannya. Untuk melawan rasa kesepiannya tersebut, ia melakukan berbagai hal. Mulai dari mendengarkan musik, menonton acara televisi, membaca buku. Namun, berbagai aktivitas itu tidak mampu untuk mengobati rasa kesepiannya tersebut. Alhasil dia malah lebih banyak bermain dengan gadget yang ia pegang, sekaligus berharap harap, agar ia bisa mendapat keajaiban berupa kesibukan dari benda yang ia pegang tersebut.

Aku pun berjalan ke ruangan selanjutnya. Ruangan ini ternyata milik seorang wanita yang sedang mendambakan seorang laki-laki. Ya. mendamba agar menjadi kekasihnya. Ruangannya benar-benar penuh dengan pernak-pernik, cahaya warna warni, dentuman musik, berbagai jenis makanan dan minuman. Akan tetapi, ternyata ia belum menemukan dambaan hatinya tersebut. Tentu saja. Soalnya dia hanya mondar-mandir dia ruangannya saja. Dia terjebak atas kisah dongeng dongeng zaman dahulu, yang menceritakan bahwa akan ada seorang pangeran tampan yang mengunjungi rumah seorang putri untuk memberikan sebelah sepatu kacanya. Ya dia berpikir, bahwa ia seperti putri tersebut. Sayangnya, dia tak pernah menyadari bahwa sepatunya masih lengkap di rak sana.

Kembali aku melanjutkan perjalananku. Kali ini aku tiba di suatu ruangan yang bersih, rapi, dan tertata. Sungguh ruangan yang nyaman. Hanya dengan sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa pemilik ruangan ini adalah orang yang tekun, pandai dan sehat. Akupun berkeliling ruangan tersebut sembari melihat-lihat properti properti yang ada. Ruangan yang menyenangkan. Namun, aku terkaget, karena ternyata sang pemilik ruangan sedang terbujur sakit di tempat tidurnya. Aneh. Kenapa ia bisa terserang penyakit di ruangan yang indah ini? Aku pun memberanikan diri untuk bertanya. “hey kenapa kamu bisa sakit?” tanyaku. “Aku terbiasa merawat ruangan ini bersama dengan kekasihku. Mulai dari membersihkan, merapikan dan menjalani aktivitas. Beberapa bulan yang lalu kekasihku terpaksa pergi ke suatu tempat yang jauh karena pekerjaannya. Akhirnya akupun hanya sendiri untuk merawat ruangan ini. Meskipun ruangan ini tetap bagus seperti sediakala, tapi resikonya aku kecapekan dan terserang penyakit.” Jawabnya. Aku pun mengangguk-ngangguk. Ternyata begitu. Aku pun jadi berandai-andai. Ruangan ini ibarat fisik tubuh manusia, sedangkan penghuninya ibarat hatinya. Seseorang yang menjalani LDR bagaikan penghuni dan ruangan tersebut. Meskipun dari luar ia terlihat normal dan bahagia-bahagia saja, tapi di dalam hatinya ia merasa sakit. Sakit karena terpisah oleh jarak yang begitu menyakitkan.

Ruangan selanjutnya yang kutemui adalah ruangan sepasang kekasih. Meskipun tinggal dalam ruangan yang sama, namun mereka jarang melakukan aktivitas bersama sama. Suatu kali sang pria sedang bersusah payah membetulkan kursi yang patah, tapi sang wanita malah sibuk berendam air panas. Suatu kali sang wanita sedang kepayahan dalam membersihkan ruangan, sang pria malah pergi bermain dengan teman sebayanya. Seringkali juga kulihat mereka bertengkar hanya karena hal-hal kecil, seperti lupa menutup jendela, lupa menutup keran air, lupa mematikan lampu, ataupun hanya sekedar lupa hari dalam suatu tanggalan. Aneh ku pikir. Kenapa mereka mudah sekali ribut hanya karena hal-hal kecil semacam itu, padahal kalo dibicarakan baik-baik itu tidaklah menjadi hal yang besar.  Terkadang dari perselisahan perselisihan kecil tersebut malah diantara mereka ada yang sampai mengusir untuk keluar dari ruangan tersebut. Ah ada ada saja. Daripada terus menerus melihat hal yang tidak penting begini, aku pun melanjutkan perjalananku..

Aku sampai di sebuah ruangan yang sungguh berantakan, kotor dan tak berpenerangan. Saking berantakan dan gelapnya, aku jadi sering tersandung atau menginjak barang-barang yang ada disana. Aku pun kesulitan dalam menemukan penghuninya. Aku belum bisa memastikan apakah penghuni ini laki-laki atau perempuan. Disini, aku hanya bisa mendengar suara-suara aneh, seperti umpatan-umpatan dan suara tangisan. Sepertinya sang pemilik ruangan sedang dilanda kesedihan dan patah hati yang mendalam. Entah karena hal apa. Aku pun memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut, namun sebelum keluar aku menyalakan sebuah lilin dan kutaruh diatas meja. Semoga ini bisa membantu menerangi sedikit kegelapanmu. Gumamku dalam hati.

Kulanjutkan jalan-jalanku. Tibalah aku di dua ruangan yang bersebelahan. Dua ruangan ini hanya dipisahkan oleh tembok. Ruangan sebelah kiri milik seorang pria. Sedangkan yang sebelah kanan milik seorang wanita. Lucunya, baik ruangan kanan mapupun ruangan yang kiri memiliki properti yang sama. Susunan yang sama dan kondisi yang sama pula. Sesekali sang pria duduk tepat di depan tembok pemisah tersebut dan memainkan gitar sembari menyanyikan lagu-lagu romantis yang ditujukan untuk sang wanita. Sang wanita pun tersipu malu dan tersenyum manis setiap mendengarkan alunan musik dan lagu tersebut. Sesekali sang wanita  yang bernyanyi. Dan reaksi sang pria? Sama seperti sang wanita. Sesekali waktu mereka berbicara melalui telepon dan sesekali waktu pula mereka berbicara langsung dari ruangan mereka. Bagi mereka, setebal apapun tembok pemisah tersebut takkan bisa menghalangi bunyi suara mereka. Terlebih suara harti mereka. Aku pun takjub dengan kegigihan mereka berdua. Mereka benar-benar punya selera yang sama. Tinggal menunggu waktu saja sampai sang pria merobohkan tembok pemisah tersebut. Ah indahnya..

Lelah berjalan kesana kemari, aku pun memutuskan untuk pulang kembali ke ruanganku. Dalam perjalanan ku pulang, aku kepikiran dengan ruangan-ruangan yang tadi kusinggahi. Banyak pikiran-pikiran yang masuk kedalam otakku. Suatu waktu jika aku kembali mengunjungi ruangan-ruangan tersebut, aku pasti akan menemukan kondisi yang berbeda, yah meskipun bukan hal yang mustahil pula jika aku tetap menemukan kondisi yang sama. Tak terasa aku sudah sampai di depan ruanganku. Ku buka pintu. Aku masuk kedalamnya. Ternyata kondisinya, masih sama seperti saat kutinggalkan beberapa waktu yang lalu. Sepi, sunyi dan suci masih setia menyapaku. Ruangan ini pun masih dipenuhi wangi harum yang semerbak. Aku pun berbaring. Kulihat di sekelilingku. Kosong. Terasa sesak. Sedikit hampa. Tapi entah kenapa aku merasakan kehadirannya disini. Mengelilingiku. Namun beberapa kalipun kucoba untuk meraihnya, hanya angin yang setia memeluk tanganku.

Hey kamu yang disana..

Aku rindu kamu..

Read More

Saturday, 6 September 2014

Crazy Little Thing Called Love




Malam ini lagi lagi gue denger cewek nangis di kosan gue. Bukan. Bukan kuntilanak. Ini serius cewek beneran. Jadi cewek ini kita sebut aja bunga. Dia pacarnya temen kos gue. Kita sebut aja pohon. Menurut analisa gue, si bunga ini nangis gara gara abis berantem ama si pohon. Jadi dia gak kuat menahan perasaannya akhirnya keluarlah air mata tersebut. Sebenernya ini bukan pertama kalinya gue liat si bunga nangis. Gue udeh pernah liat beberapa kali. Bisa dibilang sering.

Pernah suatu hari, pas mereka lagi berantem dan kebetulan gue lagi pengen berangkat keluar. Ajegile tekanan batin. Gue gak enak banget pengen keluar kamar, soalnya kalo keluar otomatis gue bakal ngeliat pertengkaran mereka, secara gitu kamarnya depan depanan ama gue. Akhirnya untuk menjaga keselamatan diri gue, gue memilih untuk diem dulu di kamar dan berangkat begitu mereka selesai berantem.

Beberapa menit berlalu. Si bunga mulai menangis. Dia pun kayaknya keluar. Soalnya gue denger suara pintu dibuka. Gue nunggu beberapa saat. Setelah yakin kalo si bungan emang udeh keluar, akhirnya dengan muka tanpa dosa seolah gak terjadi apa-apa gue keluar kamar dan berangkat keluar. Gue langsung ambil motor di garasi. Begitu gue masuk garasi, gue ngelihat sesosok perempuan. Rambutnya panjang. Bajunya putih. Diem doang dipojokan. Gue cek punggungnya, ternyata gak bolong. Dia juga gak ketawa hihihi tapi malah nangis huhuhu. Gue diem beberapa saat. Akhirnya gue sadar. Kalo itu BUNGA ! ternyata si bunga lagi nangis di pojokan garasi. OSITMEN !

Gue pun perlahan ngeluarin motor dan langsung pergi saat itu juga….

………

Menurut gue wanita itu susah dimengerti. Susah banget deh. Gue lebih gampang untuk memahami skripsi gue daripada memahami seorang wanita. Pas gue nyekripsi kemarin, saat gue bingung akan suatu problema, gue langsung nyari nyari teori atau referensi yang berkaitan dengan problema tersebut. Begitu gue pelajarin dan diskusi. Problema itu bisa terselesaikan. Beda ama wanita. Wanita itu kayak bunglon. Suka berubah ubah. Kayak bencana alam juga. Susah diprediksi. Satu teori belum tentu bisa menjelaskan soal wanita. Butuh ratusan teori yang digabungkan berdasarkan rumus dan formula tertentu. Ya. bener. Wanita itu complicated..

Contohnya kasus bunga diatas. Gue gak ngerti ama dia. menurut gue dia salah satu cewek yang belum punya prinsip. Dalam suatu hubungan, memang diperlukan bumbu bumbu penyedap. Gunanya ya buat memantapkan rasa. Bumbu bumbu itu seperti surprise, rasa posesif, jenuh, bertengkar, cemburu dan lain lain. Pertengkaran dalam suatu hubungan merupakan salah satu bumbu penyedap tersebut. Kalo hubungan yang anteng anteng aja mah gak ada greget nya. “rasa” nya pun ya gitu gitu aja. Gak ada perubahan. Stagnan disitu aja. bisa bikin bosen lama-lama. Rentan terhadap rasa lain yang lebih rekatif. Inilah pentingnya bumbu. Untuk memunculkan suatu dinamika. Tapi selalu inget. Dalam suatu masakan jangan terlalu banyak menambahkan bumbu. Soalnya bisa mematikan rasa. Bikin rasa jadi hambar. Gak enak. Ujungnya makanan tersebut kita buang. Makanya kita kasih yaa sebutuhnya aja. Sewajarnya aja.sesuai selera lah. Begitu juga dengan suatu hubungan. Hubungan yang terlalu banyak bumbu bisa mematikan rasa. Bikin hambar. Gak enak. Belum sampe ke jenjang selanjutnya udah putus aja.

Itulah yang belum sepenuhnya dimiliki bunga. Si bunga belum punya takaran yang pas untuk bumbu dalam hubungannya tersebut. Kalo pacaran tapi berantem berantem terus yaa buat apa? Nangis nangis terus ya buat apa? Kalo pun bisa bertahan dan bisa sampe jenjang pernikahan, yaa siapa yang menjamin kalo setelah nikah gak bakal berantem-berantem lagi? Gak bakal nangis nangis lagi? Gak ada kan?

Pacaran yang isinya berantem-berantem terus sih bukan pacaran namanya.. itu smackdown.. pacaran yang isinya sakit-sakitan terus rasanya sih bukan pacaran namanya.. itu manula… pacaran yang isinya nangis-nangisan aja sih bukan pacaran namanya.. itu termehek-mehek..

Kalo cinta gak gitu gitu amat juga kali…

Cewek juga harus punya prinsip. Jangan terlalu ngekor di perasaan emosionalnya. Meskipun katanya cewek mikirnya pake hati.. tapi inget, dulu ngerjain soal soal sekolah emang pake hati? Pake otak kan? -__- yaa kenapa soal soal hidup ini gak gunain otak juga buat menjalaninya?

“tapi gak sesederhana itu yip…..”

Pasti ada yang mikir kayak gitu.. Yah menurut gue orang-orang zaman sekarang terlalu termakan ama film film sinetron atau film film romantic luar negeri. Yang meskipun banyak banget problemnya tapi endingnya tuh selalu bahagia selamanya. Ya itu kan Cuma film. Film komersial juga. Kenapa endingnya selalu bahagia, yaa buat sarana komersial aja. biar filmnya laku. Soalnya kalo endingnya ngegantung atau gak sesuai yang diharapkan konsumen yaa filmnya gak bakal laku. Itulah strategi pasar. Bagaimana membuat daya tarik produknya.

Orang yang mikir “tapi gak sesederhana itu yip…..” itu keliatan kalo dia orang yang membatasi dirinya untuk berkembang. Orang kayak gini kayak ikan yang ada di akuarium. Yang dia tau, akuarium itulah tempat terbaiknya. Padahal masih ada sungai, masih ada danau dan masih ada lautan diluar sana. Dan ditempat tempat itu justru banyak menawarkan pesona-pesona yang tak tertandingi keindahannya..


Read More

Tuesday, 24 June 2014

Memutar Waktu





Pertemuan kita (kembali) bagaikan kilatan petir di malam hari yang hanya sedikit menawarkan cahaya, namun gulita menyusul kemudian. Bahkan terkadang, kilatan tersebut disertai dentuman keras yang memekakkan telinga, yang berbunyi sesudahnya.

Aku tau ada yang ada salah dengan diriku. Biasanya, Kusiapkan selalu barier barier pembatas kepada tiap tiap dayang yang mencoba memasuki rumahku. Agar ia tidak terjebak di dalam labirin perahuku. Namun, saat sedang kusiapkan barrier barrierku untuk mengantisipasimu, nyatanya aku sudah terlambat. kamu sudah berada di dalam rumahku. Bersembunyi di balik pintu. Tanpa sekalipun ku tau.

Adakah yang salah? Mengapa kamu begitu merekah? Kenapa aku begitu lengah? Ya.. mungkin aku lelah..

Read More

Sunday, 8 June 2014

Passion yang Tertunda



Gue termasuk orang yang suka seni atau art. Dari begitu banyaknya seni di dunia ini hamper semuanya gue suka. Salah satu seni yang menjadi passion gue adalah seni peran. Ya semacam drama atau film film gitu. Gue suka main drama dan gue suka bikin film. Kalo ditanya kenapa gue suka, ya alasannya simple. Karen gue beberapa hobbi gue tertuang ketika kita mau bikin sebuah drama atau film. Beberapa hobbi gue itu ialah tulis menulis, acting acting, fotografi, videografi dan memimpin. Ya entah kenapa gue punya hobby memimpin, yang dalam artian sederhananya memanegemen sesuatu agar tujuan bisa tercapai dengan sukses.
Gue pernah beberapa kali bikin drama atau film yang sederhana-sederhana gitu. Ya yang buat tampil di depan kelas atau sekedar buat mempromosikan sesuatu. Pada kesempatan-kesempatan tersebut gue hamper udah semua nyobain posisi posisi dalam suatu proses pembuatan drama atau film. Gue udah pernah jadi pemeran utama, pemeran pendukung, penulis scenario, cameramen, video film maker dan sutradara. Bahkan gue pernah jadi pemeran utama, cameramen dan sutradara sekaligus. Ajegilee keren ken gue? Hahaha
Berbagai karakter pun udah pernah gue lakuin, mulai dari siswa biasa, anak jalanan, comedian, mahasiswa gaul, bapak-bapak, cowok romantis dan orang jahat. Bahkan gue pernah meranin cowok yang hamilin anak orang -___-
Ada 4 drama atau film yang paling gue suka yang dalam pembuatannya ada gue di dalamnya.

Read More

Sunday, 25 May 2014

Upaya Pembentukan Karakter Bangsa




Waktu di awal semester lima, gue pernah ikut kepanitiaan acara Pendidikan karakter, yang mana ini acara merupakan serangkaian dari acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sebenernya gue agak males buat jadi panitia, karena acara PMB ini memotong waktu libur panjang semesteran dan itu libur lebaran pula. Makanya pas awal gue ditawarin ama ketua organisasi gue (PH), gue menolak begitu aja. Tapi dari lubuk hati gue yang terdalam, sebenernya gue pengen ikut bergabung dalam acara ini, soalnya pendidikan karakter ini merupakan program baru pemerintah, di dunia pendidikan Indonesia. Gue pun udah sering baca soal Pendidikan karakter ini di Koran, media online dan artikel artikel lain. Makanya gue udah sedikit banyak tau soal visi, arahan atau hasil yang pengen didapat dari pendidikan karakter. Dan menurut gue pendidikan karakter ini memang dibutuhkan untuk dunia pendidikan.

Read More

Monday, 19 May 2014

Sebuah Nama Sebuah Cerita?






Tepat hari ini, Senin 19 Mei 2014, Lembaga Pers Mahasiswa Publica Health resmi meluncurkan nama baru untuk salah satu produk unggulannya yaitu Majalah. Peluncuran nama baru tersebut di create dalam suatu acara seremonial bertajuk “Launching New Brand of Majalah” yang menghadirkan beberapa perwakilan lembaga pers mahasiswa di kampus undip maupun luar undip. Pergantian brand yang dilakukan tentu saja melalui sistematika dan proses yang panjang serta mengikuti pertimbangan-pertimbangan matang lainnya. Harapannya dengan brand yang baru ini, dapat menjadi sebuah lompatan besar dalam mengarungi bahtera keorganisasian yang makin lama makin dinamis ini. Akan tetapi, sebagai orang yang saat ini pernah merasakan brand yang lama dan brand yang baru ini, saya menjadi bertanya-tanya dalam kerangka olah berpikir, apakah peluncuran nama baru ini, menandakan memuncaknya suatu era atau justru petanda akan berakhirnya sebuah era?

Read More

Wednesday, 14 May 2014

7 Manga Kesukaan Gue



Dari gue kecil sampe sekarang, gue udah suka ama berbagai macem komi atau manga. Ya ini salah satu pengembangan dari hobi gue yang suka baca. Dari hobi gue itu, gue jadi suka baca berbagai macem bacaan. Nah salah satunya adalah komik. Banyak banget komik atau manga yang udah gue baca dan tonton. Dari puluhan manga tersebut ada 7 manga yang masih gue suka sampe sekarang. Bahkan masih gue ikutin kisah ceritanya sampe sekarang. 7 manga itu adalah

1. Dragon Ball


Anak 90-an pasti hamper semua yang suka ama ini manga. Dragon ball adalah tontonan wajib bagi anak anak awal zaman millennium. Kalo udah hari minggu, pasti nih kartun yang paling ditungguin. Ngomongin soal dragonball, pasti ngomingin yang namanya pertarungan, pertarungan dan pertarungan. Dari goku kecil sampe jadi kecil lagi, pasti goku bertarung terus. Dari goku di dunia sampe goku di akhirat pasti bertarung terus terusan. Dari goku masih idup sampe udah mati sekalipun masih aja terus bertarung. Tapi pertarungan pertarungan itu gag pernah bosen untuk ditonton berapa kali pun. Soalnya emang keren. Apalagi kalo udah berubah jadi super saiya. Wah keren ! Manga ini mengajarkan orang yang kuat pasti bisa melindungi orang orang yang disayanginya..

Read More

Saturday, 10 May 2014

Sepucuk Panorama Masa Kecil (Bagian 1)




Beberapa hari yang lalu gue nonton satu film sarat makna dan inspirasi kehidupan. Judul film ini adalah Benjamin Button, dengan pemeran utamanya Brad Pitt. Menurut gue film ini cukup mengesankan dari segi alur cerita hingga penampilan pemeran-pemerannya. Film yang berdurasi dua jam ini berkisah tentang seorang bayi laki laki (Bradd Pitt) yang terlahir dengan kecacatan. Gue gag begitu yakin sih apa bener-bener ada cacat kayak gitu di dunia ini. Jadi dia terlahir dengan kondisi fisik yang kayak kakek-kakek atau orang yang udah berusia lanjut. Ayahnya sendiri ketika melihat pertama kali buah hatinya tersebut langsung berucap “like a monster” dan seketika itu juga sang ayah membuang anaknya tersebut di depan pintu sebuah rumah panti jompo. Mulai saat itu, sang anakpun diasuh oleh perawat panti jompo tersebut dan diberi nama Benjamin. Akan tetapi, semakin berjalannya waktu, terjadi keanehan pada si anak. Semakin lama si anak justru menjadi semakin muda. Ya. Bahkan saat usianya sekitar 26 tahun, dia terlihat seperti pria berusia 40 tahunan, dan ketika usianya sudah 40 tahunan sang anak justru terlihat seperti pria 25 tahunan. Lalu pasti kalian jadi berpikir bagaimana rupa Benjamin ketika dia berusia 60 tahunan? Ya kalo mau tau jawabannya silakan nonton saja filmnya hehehe

Film Benjamin button ini membuat gue tergugah dan jadi inget masa kecil gue dulu. Kalo ngeliat film ini, Sejujurnya gue punya masa kecil yang jauh lebih baik dibandingkan masa kecil Benjamin button. Gue terlahir dengan kondisi yang  normal dan sehat wal’afiat di sebuah Puskesmas Kecamatan yang entah gimana caranya Puskesmas itu jadi tempat penelitian skripsi gue sekarang. Dan lucunya gue pun meneliti balita dalam penelitian gue. Seorang bayi yang lahir 21 tahun yang lalu di puskesmas Jatinegara meneliti tentang balita di puskesmas jatinegara saat ini. Sepertinya gue emang punya keterikatan tempat ini deh. Haha

Berbicara soal balita, gue jadi inget, waktu gue balita dulu, gue cukup banyak pindah-pindah rumah. Kayaknya sih begitu gue lahir sampe umur 2 tahunan, gue tinggal di tanjung lengkong yang bagian dalem. Jadi tanjung lengkong ini sebuah perumahan di polonia tempat kantor kelurahan bidaracina, kecamatan jatinegara,  Jakarta timur berada. Cuma kalo kantor kelurahannya ada di depan tanjung, nah rumah gue pertama ini ada di bagian belakang dalem tanjung. Entah kebetulan atau tidak, tapi sebagian besar idup gue sampe sekarang, ada di tanjung lengkong ini..

Nah abis itu, pas umur gue 2-3 tahun, kayaknya lagi nih, keluarga gue pindah ke pedati, daerah kampong melayu kelurahan cipinang cimpedak, kecamatan jatinegara Jakarta timur. Gue masih inget banget, gue pertama kali kenal kerupuk pas di tempat ini nih. Jadi waktu itu gue suka banget beli kerupuk di abang-abang tukang bubur. Ya for Your Information, sekarang, gue adalah seorang fans kerupuk hahahah. Dan di tempat ini juga pertama kalinya gue ngeliat sesuatu yang mengerikan banget bagi anak-anak seusia gue saat itu. Tau apa? Yaa itu adalah ondel ondel. Wkwkwkwk. Gue dulu takut banget ama yang namanya ondel-ondel. Asli gue juga gag tau kenapa. Mungkin karena perawakannya yang tinggi besar dengan wajah tanpa ekspresi dan diwarna-warnain gitu kali ya makanya bikin gue takut. Dan.. Gue masih inget banget, dulu gue dikerjain ama nyokap gue, pas ada ondel-ondel dateng lewat rumah gue, gue digendong nyokap dan dijejelin ke ondel-ondel. Yaa sebagai anak yang tak berdosa saat itu gue Cuma bisa nangis kejer sambil berontak berontak di gendongan nyokap gue. Kondisi lingkungan tempat tingga gue pas di pedati ini dikelilingi oleh orang-orang betawi asli. Yaa sebagai informasi, jadi biasanya itu, orang betawi itu tinggalnya pasti barengan. Bisa jadi 1 RT atau bahkan 1 RW itu masih pada sodaraan semua. Yaa itulah tempat tinggal gue. Dikelilingi oleh orang-orang betawi asli. Di pedati ini juga gue pertama kali kenal yang namanya “teman”. Yaa gue inget waktu disini gue punya temen main yang juga tetangga gue sendiri. Sebelahan rumahnya. Satu cowok dan satu cewek. Kalo ama yang cowok gue suka main mainan gitu, kalo ama yang cewek gue suka main kerumahnya gitu. Sejujurnya gue lupa siapa nama mereka dan bagaimana rupa mereka. Tapi, entah kebetulan atau engga, temen kecil gue yang cowok itu ternyata jadi temen sekelas gue waktu SMP di SMPN 14 Jakarta dan temen gue yang cewek satunya itu jadi temen SMA gue di SMAN 100 Jakarta !!!

Wahahaha lucu yaaahh.. Gini ceritanya, Jadi kebetulan, pas ngambil rapot kelas 2 SMP, nyokap gue ketemu nyokapnya si cowok. Dan Apa yang terjadi jika dua orang ibu ibu bertemu setelah 10 tahun lamanya berpisah? Ya begitulah ceritanya hahaha.. Gag beda jauh ceritanya kayak bagaimana gue tau kalo si cewek temen kecil gue itu adalah temen SMA gue sendiri. YA jadi waktu pas Perpisahan SMA.. kayak wisudalah kalo kuliah.. dan Nyokap gue duduk sebelahan ama  Nyokapnya temen gue itu. Dan apa yang terjadi ketika dua ibu ibu tetanggaan yang sudah 15 tahunan gag ketemu?? Ya begitulah ceritanya hahahah

Pas umur gue 4-5 tahun, keluarga gue pindah lagi.. kali ini ke depok.. Ya jadi kita punya rumah di Depok.. Disini gue mengalami banyak hal yang bener-bener mengisi hari hari untuk menghabiskan masa balita gue. Banyak banget hal-hal yang gue inget di usia gue yang masih sangat amat muda ini. Kayaknya emang bener penelitian seseorang yang bilang bahwa seorang anak akan bener-bener  menyerap ilmu dan pengetahuan saat berusia 4-5 tahun. Bisa dibilang apa yang gue lakukan saat usia 4-5 tahun itu, banyak yang jadi cerminan apa yang suka gue lakuin saat saat gue remaja atau beranjak dewasa saat ini.

Pada usia segitu, gue pertama kali tau yang namanya “teman sejati”. Yaa.. Teman sejati bukanlah sekedar temen, tapi bisa kita anggep sebagai saudara atau keluarga. Gue punya temen main, namanya Asep dan Firman. Mungkin karena mereka berdualah, kenapa gue sekarang bener bener menghargai banget kata “teman” dan gue pun sangat menyayangi temen temen deket gue. Pas di depok ini kondisinya bener-bener beda sama yang di pedati. Kalo di pedati perkumpulannya orang betawi, tapi kalo di depok justru perkumpulan orang orang sunda. Meskipun gue Cuma tinggal 2 tahun di depok, tapi depok dengan sukses membuat gue jadi cadel “F” dan gaya bicara gue terkadang jadi kesunda-sundaan sampe sekarang ini.

Gue, asep, firman punya hobi yang sama waktu itu. Yaitu.. nangkep belalang. Mulai belalng tanah sampe belalang daun. Mulai belalang kecil sampe belalang gede sekalipun. Tempat kita nyari belalang ada di suatu kebon singkong yang letaknya gag jauh sih dari rumah kita. Kebon singkong ini cukup luas daerahnya dan berbatesan dengan hutan. Ya hutan. Nyokap gue selalu ngelarang gue buat main ke kebon itu untuk nyari belalang. Cuma yaa namanya anak-anak pasti bandel kan yaa. Jadi gue meskipun udah dibilangin gitu, tetep aja nyari belalang terus hamper tiap hari. Pada suatu hari gue ketahuan ama nyokap lagi nyari belalang di kebon itu. Akhirnya nyokap nyamperin gue ke kebon itu. Dan gue langsung kucing-kucingan gitu ama nyokap. Tapi, sepandai-pandainya anak kecil melompat, pasti akan jatuh juga. Ya gue ketangkep ama nyokap gue. Gue diomelin abis abisan di kebon itu dan gue dibawa nyokap ke pinggiran kebon itu. Ternyata di pinggir kebon tersebut ada jurang yang sangat dalam. Dan tau apa yang dilakukan nyokap gue? Nyokap gue ngegendong gue dan seolah olah pengen ngelempar dan ngejatohin gue ke jurang itu !!! Sontak aja gue langsung nangis kejer dan bener bener ngerasain takut setengah mati.. Meskipun dengan cara yang agak ekstrim tapi apa yang nyokap gue lakukan itu bener bener pelajaran berharga buat gue. Nyokap ngelarang gue kesana, bukan karena dia gag ngebolehin, tapi karena ada banyak bahaya di kebon tersebut. Dan apa yang terjadi kalo gue jatoh ke jurang tersebut? Jawabannya adalah gue bakalan “meninggal”.. sesuatu yang nyokap ajarkan gue dengan cara menggendong seolah olah pengen ngelempar gue ku jurang itu.. Yaa.. saat itulah gue belajar bagaimana untuk memaknai dan menghargai yang namanya sebuah kehidupan dan kesempatan serta keberuntungan..

Di usia ini jug ague pertama kali kenal dengan kata “musuh”. Setiap ada pembangunan pasti ada penghancuran. Setiapa ada kebaikan pasti ada kejahatan. Setiap ada putih pasti selalu ada hitam. Ya. Gue asep dan firman punya musuh yang sama. Dia adalah cowok yang bandel banget dan punya cara ngomong yang kotor. “mampus, sukurin, gurih” adalah kata-kata yang suka dia ucapkan. Gue lupa namanya, jadi sebut aja dia coro. Jadi si coro ini, bener bener badung banget anaknya. Suka jail, ngatain orang, ngajak berantem. Entah dia bakal jadi apa kalo udah gedenya hahahah. Pada suatu ketika, gue asep firman dan anak-anak lainnya lagi main, kalo gag salah main gundu. Nah ada anak kecil juga yang idiot (sindrom down), kita sebut aja dia didi. Jadi si coro ini naik sepeda dan dia nyuruh si didi ini buat megang jok belakang sepedanya si coro. Si coro bilang jangan sampe lepas. Si didi ya nurut nurut aja. Dan tau apa yang dilakukan si coro? Dia ngebut bawa sepedanya !!! dan bikin si didi keseret sampe kakinya berdarah-darah. Si didi nangis. Tapi Cuma sebentar. Akhirnya ada salah satu anak disitu, cewek, yang bilangin si coro buat jangan kayak gitu atau kalo engga si cewek bakal bilangin ke ortunya si didi. Dan tau apa yang dilakukan si coro? Si coro langsung mukul itu cewek !! wahaha anjirr.. mau jadi apee lo coroooo wkwkwk. Abis itu kan langsung chaos yee keadaan. Si coro yang gag terhentikan langsung dateng ke tempat kita main gundu dan ngambil serauk gundu gundui kita lalu ngelemparin kita pake gundu itu.

Coroooo.. gue ngindar ngindar, dan gue diselengkat ama dia.. gue jatoh.. temen temen gue yang lain mulai pada naik pitam. Asep ama firman mulai ngebales. Si coro langsung kabur. Dan gue inget banget pas dia mau lari dia kepeleset gara gara kulit pisang. Wahahaha. Dan seketika itu juga kita mukulin coro rame-rame. Itu pertama kalinya gue mukulin orang wkwkwk. Si Coro nangis dan pulang. Kita pun juga pulang ke rumah masing-masing.

Anehnya abis kejadian pengeroyokan itu, gue gag inget lagi apa yang terjadi setelahnya.. yang gue inget justru si coro jadi baik dan jadi temen gue. Ingatan gue terakhir ama si coro tu, gueasep firman dan coro ngobrol di depan rumah gue pas hujan hujan. Cerita cerita gitu deh.. asli absurb abis..

Gue sekolah TK di di Depok. Sebuah TK islam yang bernama TK Siradjul Atspal. Kerennya, TK ini masih ada dan eksis sampe sekarang J. Karena TK ini TK islam, jadi rata-rata ngajarin soal islam islam gitu dibandingkan umumnya. Gue masih inget, sebelum kita masuk kelas, pasti setor hapalan dulu. Baik itu hapalan surat atau doa doa harian. Gara gara TK ini nih gue jadi bisa baca iqro. Begitu gue lulus TK, gue juga lulus iqro 6 J

Begitu gue lulus TK, keluarga gue pindah ke Jakarta lagi.. pindah ke tanjung lengkong lagi..

Dengan pindah rumah lagi ini berarti juga menandakan bahwa fase hidup gue juga mengalami yang namanya perpindahan.. perpindahan dari balita menjadi anak-anak..

Ya inilah sepucuk panorama masa kecil gue.. Meskipun hanya sepucuk tapi gue seneng karena masih punya panorama tentangnya.. panorama keindahan yang tak ada duanya.. bahkan melibih panorama kecantikan wanita tercantik sekalipun..

To be continued..
Read More

Saturday, 5 April 2014

Rubrik Gladiator


I Have a Dream...

Gue punya banyak mimpi. Sebagian besar dalam mimpi-mimpi itu pernah gue tulis di beberapa lembar binder gue pas semester satu dulu. Gag tanggung-tanggung. Ada 100 mimpi yang gue tuliskan disana. Kurang lebih 4 tahunan setelah gue menuliskan mimpi-mimpi tersebut, udah ada beberapa yang tercapai, ada sebagian yang nyaris tercapai, ada juga yang gagal tercapai, ada pula yang belum tercapai bahkan ada yang gue ganti juga. Dari ratusan mimpi-mimpi itu, ada satu mimpi gue yang entah kenapa kayaknya pas banget di diri gue.. mimpi itu adalah menjadi.. penulis biografi..

Sederhananya biografi itu kayak cerita riwayat hidup seseorang.. jadi kita menuliskan berbagai peristiwa dan kisah-kisah yang terjadi pada diri seseorang. Orang-orang yang dibiografiin biasanya itu orang-orang yang sukses pada suatu bidang.

Kerennya dari suatu biografi itu, kita bisa belajar dari pengalaman orang tersebut, sehingga bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.. buat apa? Agar kita bisa sesukses dan seberhasil orang tersebut.... istilah kerennya.. menginspirasi gitu..

Makanya nih, gue bikin rubric baru dalam blog gue yang ternyata udah banyak sarang burung aja saking gag pernah diurusin haha. Rubrik ini gue namain..  Gladiator..

Kenapa gue namain gladiator? Yaa karena orang-orang yang bakal gue certain nanti pada punya karakteristik sebagai seorang gladiator.. Petarung sejati..

Rubric ini harapannya bisa menginspirasi elo-elo semua sehingga kedepannya bisa belajar makna dari kehidupan, merasakan dahsyatnya subuah kesuksesan dan manisnya sebuah perjalanan hidup yag seperti bola dalam sebuah pertandingan sepak bola.. selain iu gue juga berharap dengan gue menulis rubric ini bisa menjadi modal gue dalam menjadi seorang penulis biografi…

Siapkan adrenalinmu, karena dengan rubric gladiator ini, kita akan kembali ke zaman romawi kuno, di sebuah colleseum, menyaksikan kerennya gladiator-gladiator terhebat bertarung untuk mencapai tujuannya !


Read More

Monday, 11 November 2013

Karena selama kita hidup kita berbagi..




Padamu negeri.. kami berjanji..
Padamu negeri.. kami berbakti..
Padamu negeri.. kami mengabdi..
Bagimu negeri.. jiwa raga.. kami..

Syair yang indah diatas sekiranya cuku pas untuk membuka tulisan saya kali ini..

Sudah 5 hari ini saya berada di pelosok desa, tepatnya Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan Kab. Brebes, dalam rangka melaksanakan tugas “negara” yaitu PBL-2.

Saya termasuk orang yang punya jiwa social yang tinggi. Saya paling tidak bisa melihat ketidakadilan terjadi. Saya paling tidak bisa melihat sesuatu yang buruk terjadi kepada orang lain dan saya paling tidak bisa melihat kesusahan terjadi pada orang lain. Saya paling tidak bisa. Saat saya melihat itu semua, biasanya saya akan tergerak dengan sendirinya untuk membantu atau membuat agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Bahkan saking sibuknya saya memperhatikan hal hal seperti itu, seringkali saya lupa akan diri saya sendiri.

Beberapa jam lalu saya mengajari para manula membaca dan menulis. Pengalaman yang menurut saya sangat super sekali. Sejujurnya saya sangat tersentuh dengan semangat manula manula tersebut dalam belajar membaca dan menulis. Mereka benar-benar niat untuk bisa membaca dan menulis bahasa kebangsaan Negara tercinta ini. Saya pun sempat menahan haru ketika mengajarkan mereka. Membuat saya berpikir dan merenung, “apa yang sudah saya lakukan untuk bangsa saya?”

Kalimat kalimat yang ajarkan pun sengaja saya singgungkan dengan pilihan kata-kata yang menurut saya sangat syarat makna dan emosional. Kalimat pertama yang saya ajarkan kepada manula adalah kalimat..

“Aku cinta Indonesia”

Tau apa yang terjadi?
begitu sang nenek bisa menulis kata “Indonesia” beliau tersenyum dan kembali mengeja berulang-ulang kata Indonesia.
“in-do-ne-sha” kata beliau..
beliau pun kembali mengulang.. “a-ku-cin-ta-in-do-ne-sia”

Sengaja saya memilih kalimat tersebut agar bisa memotivasi kami berdua. Memotivasi saya untuk terus bisa bermanfaat bagi negeri ini dan memotivasi sang nenek untuk terus belajar dan belajar. Karena dengan “cinta” itulah kita bisa melakukan hal hal yang bahkan tidak mungkin untuk dilakukan..

Lalu kuajarkan beliau kata-kata syarat makna lainnya seperti, nama anaknya, nama ibunya, kalimat ayah ibu kakak adik, desa nya, kabupatennya dll.. dan kalimat terakhir yang saya ajarkan adalah..

“Majulah negeriku”

Ya saya juga menyisipkan kalimat motivasi di kalimat terahir, agar sang nenek maupun saya sendiri, untuk tidak jenuh jenuhnya dalam belajar kehidupan. Untuk tidak cepat lelah dalam menggapai impian kita.. mimpi kita dan tujuan hidup kita..

Kembali saya mendapat hidayah-NYA, bukan ditempat yang ramai, bukan ditempat yang  hingar binger, bukan ditempat yang kasak kusuk, bukan pula di keramaian kota, ataupun di hiruk pikuk kampusku.. akan tetapi hidayah yang kudapatkan ini justru di tempat terpencil yang kini  menjadi “rumahku” selama sebulan kedepan ini.. hidayah yang diberikan Allah SWT tersebut kepadaku ialah berupa..

Karena selama kita hidup kita belajar.. karena selama kita hidup kita berbagi..
Read More

Sunday, 6 October 2013

I'm Big Fans of .....



Musim 2013/2014 di sepakbola eropa menyuguhkan panggung yang beda dari beberapa tahun sebelumnya. Klub klub tradisional yang sudah lama redup dan kalah pamor dengan klub klub kaya baru sekarang mulai menampakkan dirinya lagi. Siapa yang menyangka AS Roma bisa memuncaki klasemen dengan kondisi belum kalah sekalipun plus catatan gol nya yang paling subur? Padahal saat awal musim, banyak sekali orang yang menjagokan juventus untuk kembali berkuasa karena pembelian tevez dan llorente yang dianggap pelengkap dan penyempurna puzzle juventus.

Lalu kita juga bisa melihat arsenal di liga inggris. Mereka sukses memimpin klasemen dengan catatan 10 kemenangan beruntun setelah kalah di pecan perdana liga. Kedatangan ozil sungguh menjadi berkah luar biasa bagi the gunners. Ozil laksana kepingan puzzle penyempurna yang dicari arsenal selama ini.

Di spanyol lain lagi, Barcelona masih menjadi penguasa di ranah tersebut. Dua Manusia termahal sedunia yang dimiliki real Madrid pun masih belum bisa mengalahkan keperkasaan Barcelona. Semua orang di dunia pasti menunggu panggung elclasico nanti yang akan mempertemukan dua pemain termahal dunia dengan dua pemain yang disebut “alien” di Barcelona.

Selain itu di liga jerman, Bayern masih terus menunjukkan kedigdayaannya, meskipun disaat bersamaan Dortmund juga masih terus menguntitnya. Dortmund seakan tidak akan rela melihat Bayern akan mengulangi pencapaiannya di musim lalu terulang di musim ini.

Persaingan 2 klub kaya baru di perancis pun lagi seru serunya. Monaco dan PSG bersaing dengan ketat untuk menjadi kepala suku di perancis. Sejauh ini Monaco sudah unggul, tapi tentu saja PSG tidak akan membiarkannya berlama lama berada di puncak.

Memang, saat ini masih awal musim, dan kita tidak akan bisa mempediksi dengan tepat dengan apa yang akan terjadi nanti, karena pasti akan banyak perubahan perubahan dan kejutan kejutan lain lagi yang akan terjadi. Inilah sepakbola.

Gue sendiri udah tertarik ama sepakbola sejak SD, sejak gue pertama kali baca Koran, kelas 5 SD. Awal gue suka Koran, yak arena gue suka bola, lebih tepatnnya artikel olahraganya, khususnya bola. Dalam sepakbola kita bisa belajar banyak hal kayak, perjuangan untuk meraih kemenangan, kerjasama tim untuk menciptakan gol yang banyak, strategi untuk menguasai pertandingan dan memenangkannya, kepemimpinan yang dimiliki setiap pemainnya, serta kemauan untuk terus maju maju dan maju J

Dari gue SD itu ada banyak pemain yang jadi favorite gue.. Alessandro delpiero, Raul Gonzalez, Frank Lampard, David Beckham, Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil, Kaka, Fernando Torres, Andrea Pirlo, dan Gianluigi Buffon..

Dari persebaran pemain – pemain diatas udah hampir bisa ketebak kan gue suka ama klub bola yang mana..
Ya..
I’m big fans of Real Madrid, Chelsea and Juventus..






Read More

Thursday, 22 August 2013

Lagu Keren II

Nidji - Rahasia Hati (OST 5cm)

Ku coba merangkai kata cinta
Walaupun ku bukanlah pujangga
Yang bisa tuliskan kata-kata yang indah
Nyatanya tak ada nyali untuk ungkapkan

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure
So strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Berdoa dan beranikan diri
Sebelum semua ini terlambat terjadi

I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So right, so pure
So strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Andai matamu melihat aku
Terungkap semua isi hatiku
Alam sadarku, alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasia cintaku

Alam sadarku
Alam mimpiku
Semua milikmu andai kau tahu
Andai kau tahu rahasiaku
Rahasiaku ..
Read More

Lagu Keren

Nidji - Di Atas Awan (OST 5 CM)

Cinta satukan hatiKuatkan jiwa menghadapi duniaSegala cinta dan lukaKuatkan semua persahabatan
Kita penantang impianDi atas awan kita kan menangKita penakluk duniaDi atas awan kita kan menang, menang
Bila kau merasa sedihIngatlah bahwa kau tak sendiriTanpamu tak akan sama, tanpamu semua berbedaKisahmu juga kisahku, selalu bersama
Kita penantang impianDi atas awan kita kan menangKita penakluk duniaDi atas awan kita kan menang, menang
Melangkah di bawah mentari yang samaMencari tempat kita di masa depanBerjanji kita tak akan putus asaWalaupun semua tak akan mudah
Kita penantang impianDi atas awan kita kan menangKita penakluk duniaDi atas awan kita kan menang, menang
Read More

Monday, 19 August 2013

Monas Jakarta Carnaval




Jadi kemarin, 18 Agustus 2013, gue pergi ke Monas Jakarta Carnaval ama si Hana. Sebenernya, awalnya kita mau ketemuan di tebet, sekalian nongkrong, buat ngomongin sesuatu. Tapi tiba tiba kita memutar nahkoda, dan berangkat ke monas, pas ngeliat ada acara carnaval di monas hari itu.

Monas Jakarta Carnaval itu jadi acara kerjasamanya Kementerian Pariwisata dan dinas pariwisata Jakarta. Disini sebanyak 33 provinsi yang ada di Indonesia akan menampilkan budayanya masing-masing sambil “longmarch” keliling monas. Gilee.. gempor gempor deh itu kaki. Selain ada pawai budaya, disini juga ada panggung hiburan, pesta rakyat ama perlombaan-perlombaan.

Gue ama hana janjian di stasiun juanda awalnya, Cuma karena Commuter Line dari tanah abang ke juanda itu agak ribet, akhirnya kita ketemuan di monas aja. Akhirnya gue nyampe monas jam 15.00. ajegile monas rame banget. Inih isinya lautan manusia. Ribuan orang kali. Dan pas gue nyampe acara karnaval nya baru aja mulai. Gue pun sibuk foto foto. Abis foto foto bentar gue pergi nyari si hana yg katanya udah masuk lewat pintu dari gambir. Nyari satu orang di antara ribuan manusia ternyata susah banget yak. Gue sms, telpon buat nanyain posisi dia. Gue hamper ngeliatin semua orang yang lalu lalang disana, untuk mencari wanita bernama hana. Gw liatin dari ujung ke ujung.. dari mata ke mata.. dan dari hati ke hati orang orang yang ada di monas.. ternyata.. hana lagi makan ketoprak..


Kita makan dan ngobrol kira kira sejaman. Terus kita liatin pawainya. Disana ada ondel ondel lagi nari nari. Gue maintain si hana ama foto bareng ondel ondel. Gue jadi inget, waktu kecil , kira kira 3-5 tahun, gue takut banget ama ondel-ondel. Tiap ada ondel ondel dateng kerumah gue pasti gue nangis kejer. Kalo gag nangis kejer, gue pasti langsung kabur atau sembunyiin diri di dalam rumah. Lucunya, nyokap gue dulu tuh suka banget isengin gue.. tiap ada ondel ondel mau dateng, dia tiba-tiba ngegendong gue dan bawa gue kedepan ondel ondel. Wkwkwk. Gue Cuma bisa nangis waktu itu hahahah. Dan akhirnya gue bisa foto bareng ondel-ondel kemarin hahaha.


Di pawai kebudayaan, seperti yang udah gue jelasin diatas, jadi tiap provinsi nampilin budayanya, sambil jalan atau longmarch. Tiap provinsi sendiri ada 30an orang lebih. Dan mereka pakai pakaian adat dari provinsi mereka juga beserta alat alat kesenian dan budayanya.. kayak tarian.

Contohnya, Jakarta dengan kebaya dan ondel ondelnya.. ada jawa tengah dengan candi, tarian tarian solo, terus ada juga NTT yang bawa naga, ada juga banten dengan etnis cina nya yang bawa barongsai dan papua dengan orang-orang khas dan tarian khas nya.


Entah kenapa pas yang papua lewat gue seneng sendiri. Gue ngeliat banyak pak gerson disana. Gue yakin, kalo pak gerson gue taro disana, pasti gue gag bakal bisa bedain mereka. Haha. Orang-orang dari papua, menampilkan pakaian adat mereka dan alat alatnya sambil nyanyi nyanyi. Pokoknya keren deh.

Sekitar jam setengah 6 pawai pun berakhir. Sebelum pulang, gue ama hana foto-foto dulu ama peserta pawai tadi. Kita nyari yang unik unik. Yak dapetlah beberapa foto itu hehe.

Satu yang pasti, acara ini sebenernya keren. Banyak esensinya. Kalo gue udah punya keluarga nanti, gue bakal sering ngajakin keluarga gue buat dateng ke acara beginian. Soalnya acara ini menumbuhkan nasionalisme ke diri kita. Rasa akan cinta tanah air. Kita harusnya bangga dengan Indonesia. Indonesia bener-bener kaya akan budaya, sumber daya alam, bahasa, suku dll. Sesuatu yang menurut gue gag bisa semua Negara lain miliki. Dan harusnya kita cinta dengan itu semua..

ini beberap foto kita


Gue ama ondel-ondel


Hana ama mbak mbak lupa dari mana


Kita ama papua




Read More

Monday, 5 August 2013

(Seperti) Angin Musim Dingin




Kamu itu seperti angin musim dingin.. meninggalkan sebuah warna dan menghilang begitu saja..
Kamu itu seperti angin musim dingin.. datang membawa kesejukan, namun secara perlahan membekukan diri..
Kamu itu seperti angin musim dingin.. mendinginkan yang hangat, dan membekukan yang dingin..
Kamu itu seperti angin musim dingin.. datang membawa rintikan air, kapas yang berterbangan, dan serangan badai..

Read More